Uniknya Valentine Day dan White Day di Jepang

Jepang dikenal dengan segudang hal-hal unik yang menjadi trendsetter, keunikan budaya tersebut juga sering diangkat dalam komik dan anime yang akhirnya dianggap sebagai gaya hidup (lifestyle). Salah satu hal yang menjadi trendsetter adalah dalam perayaan Valentine Day dan juga White Day.

Berbeda dengan perayaan yang sering dilakukan oleh negara lain, anak-anak muda Jepang memiliki dua jenis perayaan soal cinta yang berkorelasi langsung dalam hubungan, yang menarik adalah Valentine Day itu tak selalu identik soal hubungan percintaan, dalam hubungan persahabatan pun juga dirayakan ketika Valentine Day berlangsung. White Day adalah hari yang dilakukan untuk menjawab pemberian di Valentine Day.

Sebagai awal kita akan mengulas mengenai pernak-pernik Valentine Day di Jepang. Jika biasanya pihak pria yang memberikan cokelat kepada perempuan, di Jepang kebiasaan tersebut berbeda. Hanya perempuanlah yang memberikan cokelat kepada laki-laki. Cokelat yang diberikan pun ada 4 jenis dengan makna yang berbeda-beda, selain itu ada pula cokelat yang sengaja diberikan bukan untuk menyatakan perasaan.

Berikut ini adalah jenis-jenis cokelat tersebut:


– Cokelat persahabatan

Cokelat yang diberikan dengan makna persahabatan ini disebut dengan tomo choco. Tomo memiliki arti sahabat. Uniknya adalah cokelat ini tak hanya diberikan antara remaja atau orang dewasa, cokelat persahabatan bisa dibuat oleh anak-anak. Anak-anak akan membuat kue bersama orang tua atau membeli cokelat dengan bentuk lucu-lucu lalu dibawa ke sekolah untuk dibagi kepada teman-teman dan gurunya.

Cokelat ini juga dibeli untuk menyatakan rasa hangatnya persahabatan antar perempuan. Biasanya sekelompok perempuan yang terikat dalam kelompok persahabatan akan berkumpul di hari Valentine lalu saling menukarkan tomo choco.

– Cokelat penunjuk perhatian

Cokelat ini memiliki nama lain cho-giri choco dalam bahasa Jepang. Hal ini menunjukkan rasa sopan santun orang Jepang kepada orang yang belum seberapa dikenal atau tidak terlalu dekat. Makna sebenarnya dari pemberian cokelat ini adalah sebagai petunjuk jika kita memberikan perhatian kepada mereka sebagai orang yang baru dikenal. Mungkin bisa dibilang sebagai pembuka dalam suatu hubungan persahabatan atau perkenalan.

– Cokelat untuk kenalan dekat laki-laki

Desain dari cokelat jenis ini tidak elegan dan cenderung lucu atau imut. Giri choco adalah istilah Jepangnya. Cokelat ini hanya diberi seorang perempuan sebagai pemenuh kewajiban dalam Valentine Day. Jadi mereka akan membeli giri choco untuk diberikan kepada kenalan dekat laki-laki seperti ayah, saudara laki-laki, teman laki-laki di sekolah, rekan kerja hingga atasan di kantor. Tidak ada unsur romantis didalamnya, apabila seorang pria mendapat banyak giri choco, bisa dibilang ia memiliki kepribadian yang menyenangkan sebagai kawan, namun bukan sebagai pria idaman yang menjadi sasaran cinta.

– Cokelat pernyataan cinta

Cokelat ini ini disebut sebagai honmei choco. Cokelat ini adalah cokelat yang dtunggu-tunggu banyak kaum pria single di Jepang. Jika diberikan kepada pasangan kekasih dan juga suami, biasanya pihak perempuan juga akan memberikan kado seperti kemeja, dasi dan lain-lain. Honmei choco dijual dengan desain eksklusif dan sangat berkelas hingga mempengaruhi harga.

Ada juga perempuan yang memilih bahan cokelat terbaik untuk dibuat sendiri karena maknanya lebih berkesan. Honmei choco diberikan sambil melakukan kokuhaku atau menyatakan perasaan pada laki-laki yang disukai.

apa itu white day adalahSetelah mengenal jenis-jenis cokelat yang diberikan perempuan Jepang kepada laki-laki saat Valentine Day, kita memasuki perayaan White Day. White Day dilakukan pada tanggal 14 Maret, satu bulan setelah Valentine Day. White Day tidak ada dinegara lain dan hanya ada di Jepang. White Day adalah hari untuk membalas pemberian cokelat yang sudah diberikan oleh pihak perempuan oleh laki-laki. Dan biasanya laki-laki akan menjawab pernyataan cinta perempuan yang sudah memberinya honmei choco.

White Day memiliki sejarah cukup panjang hingga akhirnya menjadi satu hari khusus yang dirayakan di Jepang pada tahun 1965. Sebuah perusahaan makanan bernama Ishimura Manseido menyatakan jika ingin membuat satu hari khusus untuk meningkatkan daya beli konsumen dalam pembelian produknya, lalu pada tahun 1978 dicetuskanlah tanggal 14 Maret sebagai Marshmallow Day yang pada perkembangannya disebut dengan White Day.

Alasan mengapa dinamakan White Day adalah karena bahan paling mendasar dari hampir semua makanan manis adalah dari gula yang berwarna putih. Warna putih juga dianggap sebagai simbol sebuah ketulusan perasaan yang murni terutama untuk membalas perhatian dan pernyataan cinta. Benda yang diberikan saat White Day tidak melulu cokelat tetapi bisa berupa barang seperti boneka, pakaian, dan perhiasan.

Untuk membalas pemberian cokelat dari perempuan ini ternyata ada peraturannya yang disebut sanbai gaeshi. Sanbai gaeshi berarti seorang pria dituntut untuk melipatgandakan pemberiannya, jadi misal seorang perempuan memberikan honmei choco senilai 100 yen, maka pihak laki-laki harus memberikan barang senilai 200 atau 300 yen. Jika tidak ada hadiah balasan pada hari White Day, maka laki-laki yang diberi dianggap memiliki jiwa superior dan jika barang yang diberikan nilainya setara dengan yang diberikan perempuan maka dianggap sebagai pemutusan hubungan.

Itulah ulasan mengenai Valentine Day dan White Day di Jepang, buat yang masih jomblo jangan terlalu baper ya menjelang hari Valentine nanti.

Baca juga: 3 alasan mengapa kamu jomblo terus


Related Post: