Tips Toko Online: Sukses Menjadi Dropshipper

Saya harus sampaikan dulu bahwa apa yang akan saya terangkan disini adalah “murni pengalaman pribadi” sehingga mungkin isinya akan sedikit kontroversi/tidak sesuai dengan yang sering Anda dengar. Kami berharap artikel ini akan memberikan pandangan/wawasan baru karena sifat artikel ini personal sedangkan pengalaman orang berbeda-beda, Andalah yang pada akhirnya menentukan apakah yang kami sharing ini bermanfaat atau tidak. Dan saya tidak mengatakan ini benar/tidak tapi ini hanyalah berbagi pengalaman (real) dari orang yang sudah menjalankan bisnis dropship dan menghasilkan ratusan penjualan tanpa memiliki produk apapun.

dropshipPertama-tama kami mungkin harus mengecewakan Anda yang ingin memulai bisnis dropship karena bisnis ini bukanlah bisnis yang bagus untuk dijalankan secara jangka panjang, karena bisnis online itu sulit termasuk dropship, hanya ada 2 cara untuk sukses dalam berjualan online yaitu dengan menjadi produsen atau tangan pertama (supplier). Karena jika Anda berusaha menjadi reseller secara langsung Anda akan bersaing dengan e-commerce besar seperti lazada, bhinneka, mataharimall, dan lain-lain. Berjualan di tokopedia/bukalapak juga tidak memberikan ruang sedikitpun bagi reseller/pemain kecil karena yang berjualan disana kebanyakan adalah supplier.

Dropship sangat bagus dijalankan untuk Anda yang ingin mencari penghasilan tambahan dan belajar perlahan-lahan tentang toko online/e-commerce. Berikut tips-tips supaya Anda bisa menjadi dropshipper yang sukses:

– Pertama dropship itu perlu modal


Banyak orang bilang dropship itu tanpa modal = bullshit.

Bisnis dropship tetap memerlukan modal walaupun sedikit, Anda tidak akan bisa menghasilkan penjualan jika tidak memiliki brand/toko Anda sendiri sebagai identitas. Anda perlu membangun citra toko Anda sendiri dan memarketingkannya dengan baik. Buatlah logo, nama yang unik, akun social-media, dan marketingkan usaha Anda dengan giat. Lebih bagus lagi jika Anda bisa membuat website sendiri, atau jika berjualan di social-media seperti instagram Anda meng-endorse publik figur yang memiliki banyak followers sehingga toko Anda semakin dikenal.

Dropship itu bukan asal mengantar order, Anda juga harus bersikap sebagai pemilik produk, menjamin kualitas dari barang yang dijual, dan membangun reputasi toko online Anda.

Satu hal yang paling sulit dari bisnis dropship adalah membangun reputasi padahal Anda tidak memiliki reputasi apapun (dan tidak memiliki produk). Jangan berharap Anda bisa berkembang jika tidak ingin berkorban (modal) apapun, karena diluar sana banyak sekali reseller/dropshipper profesional yang telah membangun reputasi mati-matian sejak dulu dan sekarang sudah menjadi seller online yang top.

– Dropshipper = just online

Apa maksudnya? Maksudnya adalah sebagai dropshipper Anda hanya bisa melakukan penjualan secara online (tidak bisa COD), sehingga saat memilih jenis produk yang akan dijual, pilihlah produk yang paling sering dan paling efisien dibeli secara online (dikirim melalui kurir seperti JNE/Tiki). Beberapa jenis produk yang bagus untuk dijual yaitu:

  • Baju/fashion
  • Peralatan komputer/gadget/elektronik
  • Alat-alat rumah tangga/perlengkapan yang ringan
  • Produk-produk digital
  • Berbagai aksesoris seperti aksesoris olahraga/aksesoris otomotif, dan aksesoris lainnya

Salah satu keuntungan menjadi dropshipper adalah Anda bisa berjualan tanpa memiliki produknya (tanpa stok), sehingga tidak ada kerugian jika produk tidak laku, oleh karena itu jual/pajanglah sebanyak-banyaknya produk pada toko online Anda karena tugas Anda adalah membawa order sebanyak-banyaknya (supplier yang akan mengurus packing dan pengirimannya).

– Supplier adalah segalanya

Apalagi ini? Artinya kualitas Anda sangat ditentukan oleh kualitas supplier Anda. Jika supplier Anda buruk, maka reputasi Andalah yang akan hancur. Berikut ciri-ciri supplier yang buruk:

  • Respon lama dan sulit dihubungi (saya pernah menemukan supplier yang untuk cek stok saja makan waktu 3 hari)
  • Jadwal pengiriman tidak menentu/tidak beraturan
  • Malas meladeni reseller/dropshipper bahkan user
  • Tidak memperlakukan reseller/dropshipper dengan sewajarnya (seperti tidak memberikan potongan harga untuk reseller/dropshipper)

Sangat tidak enak didengar tetapi bisnis dropship Anda sepenuhnya bergantung pada kualitas supplier Anda, jika supplier Anda buruk maka bisnis Anda tidak akan bertahan. Karena itu janganlah bergantung pada 1 supplier saja, carilah supplier lain supaya Anda juga dapat membandingkan harga dan supplier tidak akan seenaknya memainkan harga. Lalu bagaimana kalau ordernya jadi terpecah (1 di supplier A, 1 di supplier B)?

  • Cara yang repot adalah dengan mengambil sendiri (datang ke supplier) barang yang telah di order dan mengirimnya sendiri langsung kepada user.
  • Cara yang simpel adalah tawarkan produk lain (sehingga ordernya jadi 1 supplier) atau cancel salah satu produk (usahakan yang profitnya lebih kecil) yang sudah diorder dengan alasan barang habis/tidak dapat dikirim.

– Jangan lama-lama menjadi dropshipper

Seperti yang sudah dikatakan diawal, dropship bukanlah bisnis yang bagus untuk dijalankan jangka panjang (sampai kapan Anda mau jualin produk orang), cara tercepat untuk naik level adalah dengan menjalankan dropship dan reseller sekaligus. Ini juga pernah dibahas pada artikel sebelumnya: belajar bisnis dengan cara sederhana.

Lakukanlah dropship dan reseller sekaligus, produk yang tidak Anda stok bisa Anda jual secara online dengan dropship, sedangkan produk yang Anda stok (reseller) bisa Anda jual secara online dan offline (COD).

Ini adalah kombinasi yang baik karena reseller-dropship dapat saling menopang dan juga memerlukan modal yang sedikit, dari situ Anda bisa mulai mengumpulkan uang dan naik level menjadi distributor. Keuntungan terbesar dari dropship disini adalah Anda telah membangun reputasi yang baik sejak awal sehingga saat menjadi reseller/distributor penjualan Anda akan semakin dimudahkan.

Dropshipper –> Reseller (+Dropshipper) –> Distributor

Tujuan akhir dari berbisnis sebagai reseller adalah menjadi rival dari supplier Anda (terdengar lucu tapi inilah kenyataannya), orang yang awalnya menjadi penopang bisnis Anda akan menjadi pesaing Anda, karena itu salah satu kunci sukses dalam berbisnis dropship adalah “Work until your partner become your rival”.

Tentu tidak harus selalu berakhir seperti ini, Anda bisa juga menyetok produk lain yang berbeda dari supplier Anda, hanya saja Anda tidak tahu apakah akan laku/tidak (kembali research dari awal) berbeda jika Anda memulai sebagai reseller/dropship yang telah jelas menghasilkan penjualan dan tinggal melakukan banyak stok.



Pada tips toko online berikutnya saya akan menjabarkan langkah-langkah (step-by-step) yang saya jalani dari pengalaman saya sendiri dalam menjalankan bisnis reseller-dropship, mulai dari awal membangun reputasi, memulai dropship dan menghadapi kendala-kendalanya (Anda pasti mengalami banyak masalah ketika menjual sesuatu yang fisiknya sendiri Anda tidak pegang), hingga menghasilkan ratusan penjualan (tanpa memiliki stok apapun), lalu pada akhirnya memiliki stok sendiri.

note: Satu hal yang ingin saya tekankan, bahwa dropship juga perlu dilakukan secara serius, jangan karena Anda berpikir ini bisnis sampingan/kecil lalu Anda menjalankan secara ala kadarnya. Give your best in everything, and the best will come for you.

Salam sukses bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis dropship 🙂