Tips Toko Online: Sharing Pengalaman Reseller Dropship (Part 2)

Sebelum membaca artikel ini, baca dulu cerita sebelumnya di part 1 🙂

Tips Toko Online: Sharing Pengalaman Reseller-Dropship (Part 1)

Setelah berjalan selama 3 bulan, saya berhasil mengumpulkan uang setiap harinya dan mulai berpikir untuk mengambil barang langsung dari supplier (stok).

menjadi-resellerDari 5 supplier yang sudah ada (total produk di website sekitar 2000) lalu saya coba perlahan-lahan menyetok dari supplier yang produknya paling laku (saya mulai dengan mengambil sekitar 10 pcs) dan karena saya membeli untuk dijual kembali maka supplier memberikan harga yang jauh lebih murah kepada saya. Dari situ saya kembali memangkas supplier yang ada menjadi 3 saja (total produk di website menjadi sekitar 1000), dan saya memiliki beberapa produk/stok yang bisa saya jual secara offline/COD.


Dengan ini saya bisa mulai menjalankan marketing secara offline dan online. Saya pasang produk yang saya stok di tokopedia, bukalapak, olx, dan semacamnya. Saya juga terima metode COD, dan profit yang didapatkan jauh lebih besar karena harga murah yang kita dapat dari supplier.

Kalau tidak laku bagaimana? Karena itulah jangan berbisnis setengah-setengah, sejauh ini produk yang saya stok selalu habis karena brand yang sudah saya bentuk sejak awal dan konsisten setiap harinya, tinggal masalah waktu saja produk yang ada digudang habis dan akan saya stock kembali.

Dan jujur saja tidak selamanya Anda dapat bertahan seperti ini. Saya melayani berbagai pembeli online, mengecek supplier, mengambil barang yang ordernya berbeda supplier, menerima COD, melakukan marketing, dan memaintain toko/website terus menerus. Tanpa sadar 6 bulan berjalan dan toko saya sudah cukup dikenal, supplier saya pun tinggal 3 dan produk yang saya jual hanya tersisa 700 produk (sudah dengan apa yang saya stok), sehingga penjualan bisa makin fokus dan tidak menyita banyak perhatian/tenaga. Setiap harinya saya hanya mengantar orderan yang masuk, mengecek harga/stok, dan melayani pembeli yang ingin COD. Dari situ uang mulai terkumpul (profit sehari sekitar Rp 100.000,-) dan saya bisa menabung untuk naik ke level berikutnya yaitu menjadi distributor/importir.

Dari sini saya benar-benar menyetok layaknya supplier (dan juga bersaing dengan supplier), saya mulai mengambil barang dalam jumlah banyak (hanya 1 produk) dan saya mulai dengan menyetok sebesar 5 juta rupiah. Dalam sebulan semua barang yang saya stok habis dan dari situ mulailah saya fokus pada menjualkan produk tersebut. Saya mulai menjadi distributor untuk 1 produk tersebut, dan tetap menjalankan website reseller-dropship saya diawal (walaupun sudah tidak seaktif dulu), untuk barang yang sudah saya stok saya buatkan toko di tokopedia sehingga orang lain juga bisa melakukan dropship terhadap produk tersebut. Selain itu juga saya menerima reseller-dropship yang ingin membantu menjualkan produk tersebut. Perlahan-lahan saya beralih dari:

  • 100% dropshipper –> 90% dropship + 10% reseller –> 80% reseller + 20% dropshipper –> 100% reseller atau disebut sebagai distributor/importir.

Bagaimana dengan website saya yang pertama (dropship)? Ya, saya masih melakukan dropship walaupun sudah tidak seaktif dulu, saya juga sudah tidak melakukan marketing untuk produk-produk dropship dan hanya fokus menjual produk yang sudah saya stok. Tetapi orderan dropship masih berjalan dan saya tinggal mengantar ordernya, jika ada order yang berbeda-beda supplier maka biasanya saya cancel (tergantung profit), karena waktu saya sebagain besar dihabiskan untuk marketing dan menjual produk yang sudah saya stok. Dan kemungkinan besar saya akan menyetok jenis produk baru lagi kedepannya.

Beberapa poin singkat dan penting:

  • Ketika sedang banyak masalah, gunakan prinsip pareto (80-20). Artinya ketika Anda memiliki 10 masalah, 2 dari masalah Anda biasanya memiliki 80% kontribusi terhadap total komplain yang ada. Jadi Anda harus cermat mencari masalah apa yang paling penting untuk difokuskan, karena tidak semua masalah itu sama pentingnya.
  • Jangan terlalu banyak mikir diawal. Saya sendiri mulai dengan menjual semua produk yang semua supplier saya jual (main hajar saja). Entah laku atau tidak yang penting saya jual, dan jangan bergantung pada 1 supplier saja. Karena jika dia memainkan harga maka Anda akan sangat kerepotan. Disitu pula saya memanfaatkan tokopedia untuk membandingkan harga, jika harga yang saya dapat lebih murah di tokopedia maka saya akan langsung mengordernya (dropshipper) lewat tokopedia.
  • Cari produk yang laku entah Anda suka atau tidak suka, mengerti atau tidak mengerti. Tujuan utama Anda adalah menghasilkan sales & profit. Saya sendiri tidak begitu mengerti produk apa yang saya jual, bayangkan sekitar 2000 produk tidak mungkin saya pahami semuanya, jika ada customer yang bertanya/membeli baru saya pelajari lewat google atau saya tanyakan pada supplier saya.
  • Dari semua produk yang sudah dijual, fokus pada 1 produk yang terbukti paling laku dan mulailah stok produk tersebut. Setelah Anda stok, fokuskan marketing/promosi dan segalanya untuk menjual produk tersebut.
  • Perhatikan pula persaingan yang ada. Cari produk yang pasarnya luas, margin/profitnya cukup tinggi, dan kompetitornya lemah atau sedikit. Jika persaingan mulai tidak sehat, seperti persaingan harga yang menekan profit maka segera ganti produk yang Anda stok, banyak sekali produk didunia ini yang bisa Anda jual.
  • Jujurlah dalam berbisnis. Jika apa yang Anda jual terbukti memang tidak laku maka berhentilah. Saya sendiri memangkas jumlah produk yang tadinya 2000 menjadi hanya 1000 dan sekarang hanya sekitar 700 produk karena saya juga sudah memiliki stok sendiri. Jangan teruskan menjual sesuatu yang tidak dibeli orang, semakin banyak produk yang Anda jual semakin banyak waktu, tenaga, dan perhatian Anda yang terbuang. Ingat prinsip pareto 80-20.
  • Dan yang paling penting adalah rencana kedepannya harus besar. Jangan bertahan di zona nyaman, Anda harus terus naik level, berawal dari dropshipper saya naik menjadi dropshipper+reseller, sampai menjadi distributor/importir, dan kedepannya saya akan mengimport produk lainnya, dan kemungkinan akan membuka toko fisik dalam waktu dekat.

Pada akhirnya yang terpenting adalah kita memulai. Entah berhasil atau gagal yan terpenting Anda melakukannya. Saya sendiri memulai tanpa mengerti apa-apa dan dengan modal seadanya. Tetapi kerja keras dan usaha kita akan terbayar dan terakumulasi kedalam pengalaman kita sehingga akan semakin memudahkan perjalanan kita berikutnya. Stay hungry stay foolish, teruslah belajar dan berusaha niscaya sukses akan datang selama Anda tidak pernah menyerah. Semoga sharing ini bermanfaat 🙂

update: versi buka-bukaan (nama brand/website/produk/supplier) sudah saya share di part 3 yang bisa Anda baca disini:

Sharing Pengalaman Online Shop (Part 3)