Tips & Cara Bergaul / Berteman Baik (Akrab) Dengan Orang Jepang

Budaya Jepang adalah budaya yang menjadi favorit banyak orang, bahkan sebelum Korean Wave atau demam Korea melanda dunia, budaya Jepang lebih dulu populer lewat anime, musik dan juga drama-dramanya yang keren. Kekuatan ekonomi Jepang yang terus tumbuh pesat juga turut mempengaruhi laju perkembangan perluasannya. Oleh sebab itu mulai banyak orang yang mempelajari bahasa Jepang karena hobi atau kebutuhan penting seperti bergaul/berteman dan bisnis.

Belajar bahasa asing itu bisa dilakukan dengan berbagai cara dan bagi Anda yang kurang suka belajar di belakang meja dan tidak cocok dengan metode belajar formal, maka bisa mengasah kemampuan berbicara bahasa Jepang dengan mencari teman langsung dari negeri matahari terbit itu. Tentu saja sebelum bergaul dan mengajak orang Jepang berkenalan, Anda harus menguasai tata bahasa dan kalimat-kalimat dasar yang mudah diingat.

Jika Anda menunjukkan niat untuk belajar dengan menguasai tata bahasa dasar, maka Anda akan lebih mudah menarik simpati dari orang Jepang untuk berteman/bergaul, namun karena perbedaan budaya yang mungkin terlalu lebar, banyak orang yang malah mendapati teman-teman asal Jepangnya sedikit menjauh atau terlihat enggan untuk ditemui. Setelah ditelusuri, ternyata penyebab orang luar Jepang tidak bisa berteman dengan orang lokal adalah karena mereka tidak mengetahui etiket pegaulan di Jepang.

Orang Jepang terkenal dengan karakternya yang tidak terlalu terbuka pada orang asing sehingga sangat wajar jika kesalahpahaman muncul. Jadi, simak hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan oleh Anda agar bisa bergaul dengan baik.


1. Ajak berkenalan

Ketika Anda bertemu dengan orang Jepang di dalam satu forum atau berkesempatan untuk tinggal di negeri Sakura selama beberapa waktu, maka lakukanlah langkah pertama ini. Perkenalkan diri terlebih dahulu pada orang Jepang terdekat Anda. Menyebutkan nama dan asal kota atau negara akan menjadi pembuka yang baik. Ditambah lagi jika Anda berasal dari kota atau negara yang tidak pernah mereka kunjungi, maka gunakan topik tentang tempat tinggal untuk menarik minat mereka.

2. Ingat nama dan jangan terlihat terlalu ingin tahu

Biasanya orang Jepang suka memberikan kartu nama di saat pertama kali bertemu, terutama di acara formal, tapi jika Anda bertemu di suasana yang santai maka etika kartu nama ini tidak perlu menjadi masalah. Usahakan untuk mengingat nama keluarga yang sudah mereka sebutkan. Orang Jepang akan merasa sangat dihargai jika Anda bisa mengingat nama mereka, dan kalau Anda mendadak terlupa, ucapkan maaf sambil bertanya lagi.

Perbedaan mendasar lainnya adalah hindari sikap terlalu ingin tahu seperti saat Anda bergaul dengan orang Indonesia. Bertanya soal usia dan status pernikahan atau agama menjadi hal tabu yang tidak ditanyakan pada awal perkenalan. Beda halnya jika ada orang Jepang yang bertanya lebih dulu, maka Anda bisa bertanya balik pada si penanya.

3. Tepat waktu

Budaya baik yang sangat melekat di masyarakat Jepang adalah sangat menghargai waktu, jangan sampai dicap sebagai tukang telat jika Anda tidak ingin kehilangan simpati dari orang Jepang. Datanglah setengah jam atau lima belas menit lebih awal dari waktu janjian, apabila memang ada musibah atau gangguan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan, segera hubungi dan atur ulang jadwalnya jika memungkinkan.

4. Jangan datang ke rumah tanpa membuat janji

Sudah memiliki teman asal Jepang dan Anda ingin berkunjung ke kediamannya? Nah, Anda wajib memberitahu terlebih dahulu dan jangan sampai mendadak sudah datang tanpa pemberitahuan. Banyak orang luar Jepang yang tidak mengerti etika bertamu dan setelah merasa akrab bisa datang ke rumah atau apartemen teman Jepangnya tanpa memberitahu.

Seakrab apapun Anda, terlebih jika Anda adalah orang asing, maka patuhilah etika tak tertulis ini. Bagi orang Jepang, memuliakan tamu adalah sopan santun yang dipegang teguh. Jika janji temu sudah disepakati, maka mereka akan bersiap-siap untuk membereskan rumah dan menyiapkan camilan serta minuman. Mereka tidak suka jika kedatangan tamu tanpa ada persiapan, terlebih lagi jika memang Anda datang di saat mereka sedang tidak ingin kedatangan tamu atau sedang beristirahat.

5. Panggil dengan nama keluarga

Nama Jepang terdiri dari dua bagian yaitu nama keluarga dan nama kecil. Contohnya Kawamura Ryota, nama keluarganya Kawamura dan nama kecilnya Ryota. Biasanya orang Jepang akan membiasakan kita untuk dipanggil dengan nama keluarga. Jadi jangan memanggil dengan nama kecil tanpa seizin mereka. Memanggil nama kecil hanya dilakukan dalam keluarga dan hubungan sangat dekat seperti sahabat dan kekasih. Panggil dengan akhiran –san di belakangnya misalnya Kawamura-san. Untuk hubungan yang sudah akrab, panggilan menggunakan nama kecil diakhiri –kun (untuk laki-laki) dan –chan (untuk perempuan), juga sering dipakai.

6. Jangan lupa lepas alas kaki saat bertamu

Memang hal yang sangat remeh tetapi masih sering terjadi kesalahpahaman bagi orang asing yang baru datang ke Jepang. Orang Jepang sangat menjaga kebersihan rumahnya sehingga alas kaki harus dilepas di lorong pintu masuk lalu diganti dengan sandal rumah. Atau untuk berjaga-jaga jika sandal rumah mereka tidak cukup, pakailah kaus kaki yang baru dicuci dan bersih sehingga bisa dipakai ketika masuk rumah.

Inilah beberapa aturan tak tertulis mengenai pergaulan dengan orang Jepang. Pahami baik-baik dan silakan mulai berteman dengan asyik!