Tanda Anda Harus Segera Resign

Pada artikel karir sebelumnya, kami pernah memberikan nasihat sederhana untuk karir Anda yang begitu klise/umum tetapi sering sekali dilupakan orang. Dalam pekerjaan Anda ada 3 hal yang harus berkembang, yaitu:

  1. Finansial (gaji/komisi)
  2. Sosial (relasi/sosialisasi)
  3. Intelektual (ilmu/skill)

Dan minimal setidaknya harus ada 2 yang berkembang dari 3 poin diatas.

Sekarang kita akan membahas hal yang lebih spesifik lagi yaitu tentang tanda-tanda bahwa Anda harus segera resign dan mencari pekerjaan baru.

Ada 3 hal umum mengapa seseorang harus resign dari tempat mereka bekerja (terlepas dari 3 poin diatas), yaitu:

  • Perusahaan tempat mereka bekerja
  • Siapa manager/atasan mereka
  • Aktivitas yang mereka kerjakan

mencari-kerja1. Perusahaan

Sebesar apa perusahaan tempat Anda bekerja. Apakah itu organisasi besar? Dimana posisi Anda?

Salah satu kerugian dari bekerja diperusahaan besar adalah struktur/sistem perusahaan yang sangat-sangat membatasi POTENSI Anda. Terlebih jika posisi Anda adalah staff biasa yang bisa digantikan kapan saja. Mungkin keadaan finansial & sosial Anda sedikit lebih baik, tetapi tetap tidak ada jaminan pasti dengan bekerja diperusahaan besar sama seperti memulai usaha sendiri.

“Tetapi pengalaman kerja diperusahaan besar itukan bagus?”

Ya, memang pengalaman kerja diperusahaan besar bisa memperindah CV Anda untuk melamar ditempat lain, tapi kita tidak sedang membicarakan itu, kita membahas soal “potensi” Anda yang sangat dibatasi oleh perusahaan tersebut, karena kontribusi yang Anda berikan sangat minim jika Anda hanyalah staff biasa walaupun dengan gaji yang besar. Perusahaan besar biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang “lurus” & “biasa”, dan cepat atau lambat Anda akan dibawa ke “level” mereka. Hal ini bisa positif/negatif tergantung dari sudut manakah Anda melihat.

Anda harus mempelajari value utama dari tempat Anda bekerja, jika Anda bekerja di:

  • Perusahaan besar: belajarlah tentang sistem/struktur yang mereka bentuk, bagaimana mereka membangun kultur perusahaan, memanage organisasi dan menggerakan orang. Intinya value utama yang bisa Anda pelajari dari perusahaan besar adalah “sistem”.
  • Perusahaan kecil/startup yang sedang berkembang: belajarlah tentang semangat dan passion dari perusahaan tersebut. Value utama dari sebuah startup adalah visi-misi, dan semangat mereka, jadi pelajarilah bagaimana mereka mewujudkan visi-misinya dan membangun usaha tersebut dari bawah. Ingat kata kuncinya adalah “visi” & “semangat”.
  • Perusahaan sendiri: jika Anda membangun usaha Anda sendiri, maka belajarlah dari pengalaman, Anda akan sadar bahwa hal tersulit dalam membangun sebuah perusahaaan adalah menghasilkan sales dan meyakinkan customer untuk mencoba/mengorder apapun yang Anda jual. Value utama dari berbisnis sendiri adalah “pengalaman”.

Jadi manakah tempat bekerja yang terbaik? Menurut saya tempat terbaik untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki adalah dengan membangun usaha sendiri atau bekerja pada sebuah startup (ini hanya opini, setiap orang punya prioritas yang berbeda). Mengapa?

Jika Anda cukup “pintar” dan “dapat melakukan apapun yang Anda inginkan”, maka jalan terakhir yang harus Anda lakukan untuk menghabiskan potensi, talenta, dan masa muda Anda (yang paling produktif) adalah dengan bekerja diperusahaan besar. Karena disana “output” Anda akan sangat dibatasi (sama rata) dengan sistem/struktur organisasi yang sudah ada turun menurun. Hal ini juga tergantung dari seberapa besar kontribusi dan posisi Anda di perusahaan tersebut. If you do well, stay there (big company).

Jadi kesimpulan utamanya adalah perusahaan harus menjadi tempat untuk memaksimalkan potensi Anda, bukan malah justru membatasi atau menyama-ratakan potensi Anda. Jika perusahaan tidak mengembangkan potensi Anda maka pertimbangkanlah untuk pindah atau memulai usaha Anda sendiri.

2. Atasan

Anda pasti pernah mendengar kalimat ini: “People don’t leave companies, they leave bad managers.”

Seperti apa atasan Anda? Apakah dia cenderung menggunakan kekuatan politik (posisi) dalam pekerjaan? Bagaimana dia menggunakan otoritasnya sebagai pemimpin? Perhatikanlah ciri-ciri berikut:

  • Atasan lebih suka memberikan perintah/instruksi daripada goal/tujuan.
  • Atasan lebih sering menanyakan hasil ketimbang proses.
  • Bagaimana reaksi atasan saat Anda gagal/salah?
  • Apakah opini Anda dipertimbangkan oleh atasan saat mengambil keputusan?

Atasan yang baik akan meningkatkan potensi bawahannya, bukan menekannya. Atasan/manager yang baik akan mempertimbangkan masukkan dari bawahannya, memberikan visi dan tujuan yang jelas serta membimbing proses kerja ketimbang sekedar memberi perintah dan menuntut hasil.

Selain itu atasan yang baik akan menghargai bawahan yang berani mencoba walaupun berakhir dengan kegagalan daripada tidak mentoleransi adanya kesalahan/kegagalan dalam pekerjaan. Lingkungan kerja yang baik seharusnya menjadi tempat yang aman untuk gagal, bukan malah menakut-nakuti karyawannya supaya tidak berani mencoba dan membuat kesalahan.

Dan yang paling penting adalah seberapa RESPEK atasan/manager kepada Anda. Karyawan bukanlah robot atau alat kerja yang dibayar, jika keberadaan Anda tidak mempengaruhi manager/atasan Anda, maka saatnya Anda mengganti pekerjaan.

Seperti yang pepatah jadul katakan: “Jika Anda tidak bisa merubah atasan Anda, maka ganti atasan Anda.”

3. Aktivitas

Mungkin Anda sudah bosan mendengar kata passion atau “lakukan apa yang Anda cintai”, namun tujuan utama dari bekerja adalah “mencari kebahagiaan” dengan menggunakan segala potensi/kemampuan Anda untuk berkontribusi kepada orang lain.

Jika 70% aktivitas (apapun yang Anda kerjakan) di tempat Anda bekerja membuat Anda bahagia, itu sangat bagus. Dibawah itu? Pertimbangkan untuk melakukan aktivitas (atau pekerjaan) lainnya.

Pada akhirnya orang-orang tidak menjadi bahagia karena mereka sukses, namun mereka akan sukses karena mereka merasa bahagia.



Secara garis besar kita perlu bertanya apakah perusahaan membawa kita ketempat yang lebih baik (1), apakah lingkungan kerja & atasan menghargai keberadaan Anda (2) dan yang paling penting adalah apakah Anda bahagia dengan semua itu? (3).

Sebagai kesimpulan, ingatlah bahwa waktu adalah sumber daya terbaik yang Anda miliki. Your time is the most important thing in the world. Dan setiap orang sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari dalam hidupnya. Gunakanlah dengan bijak.

Find your happiness, find your success.

steve-jobs-quotes-work