Rekomendasi Bacaan yang Bagus Untuk Keuangan dan Finansial

Apa rekomendasi buku, e-book, bacaan, atau apapun yang bagus untuk mengatasi masalah keuangan dan finansial? Tolong berikan contoh yang bisa memberi solusi khususnya untuk kaum menengah bawah yang sedang berusaha keluar dari masalah-masalah keuangan seperti hutang, kepingin kaya tapi ga pernah kesampaian, atau gaji yang ga naik-naik dan keadaan yang begitu-begitu aja, terus kenapa orang miskin rasanya semakin miskin, sedangkan yang kaya makin kaya?

Untuk alasan mengapa orang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, yang kelas mengenah stuck (keep strugling) sudah saya bahas di artikel ini –> Mengapa orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Sebenarnya masalah utama dan akar dari kemiskinan hanyalah satu yaitu orang miskin tidak bisa mengatur uang, banyak orang yang salah mengira bahwa masalah orang miskin adalah tidak punya/kekurangan uang, padahal penyebab utamanya adalah dari cara mereka mengatur uang yang mereka miliki. Kalau kita berikan uang sebesar 100 juta pada 100 orang, kemungkinan besar yang akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang adalah:

  • 80 orang akan kehabisan uangnya, lebih buruk lagi sebagian dari mereka akan terjerat hutang karena membeli barang-barang tersier yang tidak berguna (liabilitas).
  • 16 orang akan meningkatkan modal 100 juta tersebut sebesar 5-10%.
  • 4 orang akan berhasil melipat gandakan uang 100 juta tersebut menjadi 200 juta atau bahkan milyaran.

Yang orang miskin perlukan adalah edukasi finansial bukan uang, karena percuma sebanyak apapun uang yang diberikan pada orang yang bermental miskin, hanya masalah waktu sampai akhirnya mereka bangkrut dan kembali menjadi miskin, itulah sebabnya banyak kasus pemenang lotre/undian yang hidupnya tetap susah, banyak artis/publik figur yang tenar sesaat namun kembali melarat, mempelajari cara mengatur keuangan jauh lebih penting daripada sekedar menghasilkan uang, 3 prinsip utama yang selalu saya tekankan tentang keuangan:

  • Hindari atau jangan pernah berhutang
  • Cara menghabiskan uang jauh lebih penting dari cara menghasilkan uang
  • Cara menghasilkan uang jauh lebih penting dari seberapa banyak uang yang dihasilkan

Apa buku/bacaan yang bagus tentang keuangan dan edukasi finansial?


Jujur saya pribadi sudah jarang membaca buku atau e-book, saya lebih sering membaca artikel di blog atau video di YouTube, namun saya juga pernah membaca beberapa buku mengenai bisnis, keuangan dan startup. Buku yang paling saya rekomendasikan untuk keuangan adalah Rich Dad, Poor Dad.

alasan kenapa orang tidak mau berbagiAda banyak konten menarik tentang keuangan di dalam buku tersebut, bagaimana ayah kaya mengajarkan tentang cara mengelola uang yang sangat berbeda dengan ayah miskin, bagaimana cara orang kaya dan miskin memandang uang, dan apa yang menyebabkan orang miskin terjebak dalam lingkaran setan.

Walaupun ada juga beberapa hal yang kontroversi, buku ini memiliki banyak nilai-nilai edukasi finansial yang berharga khususnya tentang mindset bagaimana cara orang kaya menggunakan uang untuk membuat dirinya semakin kaya.

Saya akan coba berikan ringkasan beberapa nasihat yang terdapat dalam buku tersebut:

1. Mindset dalam memandang uang

  • Orang miskin percaya bahwa uang adalah akar dari kejahatan, orang kaya percaya bahwa “kekurangan uang” adalah akar dari kejahatan.
  • Orang miskin mengatakan pada anaknya alasan mengapa ia tidak bisa menjadi kaya karena ia memiliki anak (menganggap anak adalah beban), sedangkan orang kaya mengatakan alasan mengapa ia harus menjadi kaya karena ia memiliki anak (menjadikan anak motivasi supaya harus sukses).

Perbedaan utama dari orang kaya dan orang miskin adalah mindset, bagaimana cara mereka berpikir dan memandang uang, orang miskin lebih suka berpikir “saya tidak bisa membelinya” karena mereka malas, sedangkan orang kaya akan berpikir “bagaimana cara saya bisa membelinya” dan menjadikan kesulitan sebagai motivasi.

Hal simpel seperti ini bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, karena saat kita berpikir “saya tidak bisa”, secara tidak langsung kita sudah menyerah dan menghentikan otak kita untuk berpikir lebih jauh, sedangkan saat kita bertanya “bagaimana caranya” kita akan menggali lebih dalam dan memaksa otak bekerja keras untuk mencari solusi.

Otak kita adalah aset yang paling berharga namun bisa juga menjadi liabilitas terbesar dalam hidup Anda tergantung dari bagaimana cara kita menggunakannya, pada akhirnya aset terbesar yang dimiliki oleh orang miskin adalah waktu dan pikiran.

2. Tidak punya uang hanyalah keadaan sementara, tetapi kemiskinan adalah mental.

Orang miskin terperangkap oleh mental kemiskinan yaitu rasa takut dan serakah. Mereka takut tidak punya uang, karena itulah seringkali mereka hanya mencari cara instan (jangka pendek) untuk mendapatkan uang, mereka sangat mudah ditipu dengan iming-iming skema uang cepat yang mudah.

Sayangnya rasa khawatir tidak akan pernah menyelesaikan masalah apapun, dan yang lebih buruk lagi uang juga tidak akan menyelesaikan masalah mereka selama mental kemiskinan tersebut masih ada. Mayoritas orang miskin hanya berpikir mencari uang, uang, dan uang, setelah mendapatkannya mereka tidak tahu harus berbuat apa sehingga uang tersebut akan habis begitu saja (gali lubang tutup lubang).

Orang kaya tidak bekerja untuk uang, mereka membuat uang bekerja untuk mereka, bagaimana caranya? Dengan meningkatkan aset semaksimal mungkin, sehingga kita perlu memahami mana aset yang benar-benar aset dan mana aset yang sebenarnya liabilitas (no. 3).

3. Membedakan aset dan liabilitas

  • Orang kaya menggunakan pemasukannya untuk membeli aset.
  • Orang miskin menggunakan penghasilannya hanya untuk membayar pengeluaran/biaya kebutuhan yang ada.
  • Orang menengah membeli liabilitas yang mereka pikir adalah aset.

Disaat kebanyakan orang menganggap rumah adalah aset terbesar yang mereka miliki, orang kaya justru menganggap rumah adalah liabilitas, intinya aset itu selalu memberikan Anda pemasukan (income), sedangkan liabilitas adalah apapun yang membuat Anda harus mengeluarkan biaya contoh seperti kartu kredit, cicilan, biaya maintenance peralatan, pajak, dll.

Contoh liabilitas:

  • Kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor (ditambah pajak setiap tahunnya).
  • Hutang kepada pihak tertentu terutama yang memiliki bunga tinggi.
  • Cicilan kredit entah itu barang yang sangat mahal seperti rumah atau yang lebih murah seperti gadget.
  • Peralatan-peralatan yang memerlukan biaya maintenance tinggi (service, ganti spare part, dll).

Contoh aset:

  • Properti yang dimanfaatkan seperti kamar kosong yang disewakan/kos.
  • Kendaraan yang digunakan untuk memberi pemasukan tambahan, seperti disewakan kepada pihak ketiga, dipasangi stiker iklan saat bepergian, atau digunakan untuk produktivitas kerja/usaha.
  • Saham, hak cipta, royalti, properti yang nilainya semakin naik, dan koneksi.
  • Bisnis yang bisa berjalan dengan baik tanpa harus menyita 100% waktu & tenaga kita (bisnis yang sudah bergerak otomatis karena sistemnya sudah matang).

Tentu kelihatannya simpel, tapi banyak orang yang salah dalam membeli aset karena mereka menganggap investasi dan membeli aset itu adalah untung-untungan (semacam berjudi), sedangkan orang kaya tidak akan mempertaruhkan uangnya pada hal yang mereka tidak mengerti, jadi sebelum membeli sesuatu pahami dulu apa yang kita beli, bagaimana cash flow bekerja, seperti apa keuntungan bisa diraih nanti, dan terus mengedukasi diri supaya tidak ketinggalan informasi.



Kesimpulannya adalah edukasi finansial itu sangat penting, antara kita mengendalikan uang yang kita miliki atau orang lain yang akan mengendalikannya, ingat otak kita adalah aset (dan liabilitas) terbesar dalam hidup ini, dalam puluhan tahun kedepan kebodohan dan ketidakpedulian (ignorance) adalah penyebab nomor 1 mengapa orang miskin akan tetap miskin sekeras apapun mereka berusaha mencari uang.

Karena itu rajin-rajinlah belajar dan mengedukasi diri Anda. Belajar mengelola uang, belajar membedakan mana aset mana liabilitas, dan belajarlah untuk tidak berjudi dengan uang yang Anda miliki.

Get yourself educated.


Related Post: