5 Rahasia Dalam Kehidupan Sosial Dunia Kerja Kantor / Perusahaan

Tips berikut ini mungkin terdengar klise tetapi sangat penting untuk mengingatkan Anda bahwa hal-hal sepele/kecil yang kita buat bisa berujung pada akhir karir Anda di suatu kantor/perusahaan, saya ingin membahas tentang beberapa pelajaran dan rahasia (mungkin bukan rahasia bagi yang sudah sering mengalaminya) dalam kehidupan sosial dunia korporat/perkantoran, hal-hal berikut ini memang terkesan remeh tapi bisa berakibat fatal kalau kita mengabaikannya:

– Jangan membuat gosip dengan siapapun

Sebenarnya ini bukan terjadi pada dunia kantor saja, tapi hampir dalam segala hubungan sosial, sedikit drama dan gosip biasanya mengantarkan pada retaknya suatu hubungan, dalam lingkungan kantor biasanya hal ini dimulai dengan para karyawan yang mulai bikin grup WA yang berisi teman-teman kerja 1 level/divisi (tanpa bos/manajer) dan biasanya dijadikan ajang untuk bergosip, anehnya entah kenapa hal seperti ini bisa ketahuan nantinya oleh atasan (akan dijelaskan pada poin berikutnya) dan dari situ perpecahan mulai terjadi.

Dalam dunia kerja sebaiknya jangan mencampurkan urusan pekerjaan sebagai karyawan dengan kehidupan pribadi seseorang, kepentingan kita dalam dunia kerja adalah bekerja bukan mengurusi masalah personal seseorang, jadi janganlah memulai gosip atau ikut campur urusan pribadi dalam bekerja, jangan memulai perseturuan dengan bilang ke yang lain kalau Anda tidak suka dengan A, atau jangan mengkritik kerja si B diam-diam pada orang lain (jauh lebih baik langsung bilang ke orangnya), percaya atau tidak akar masalah dalam semua hubungan biasanya berawal dari 1 gosip/omongan kecil yang berujung pada perselisihan besar nantinya.


– Hati-hati karena ada mata-mata (muka dua) di sekitar Anda

Mungkin kedengarannya lebay, tapi realitanya ini benar-benar terjadi, biasanya dalam dunia kantor ada mata-mata di dalam lingkungan kerja Anda, orang ini bisa jadi asisten/sekretaris bos Anda, OB di kantor Anda, manajer atau atasan, dan yang paling buruk teman 1 divisi Anda yang Anda kira “baik-baik saja” dan berada di pihak Anda.

Mereka mungkin terlihat kalem dan akrab dengan Anda, mereka dekat dan terasa seperti 1 kubu dengan Anda, kadang mereka terlihat pura-pura bodoh dan tidak tahu apa-apa, tapi sebenarnya mereka “menguping” mendengar semuanya, mereka tahu semuanya, gosip yang Anda buat, grup WA rahasia yang Anda buat, dan bos Anda sangat menghargai kemampuan mereka ini dalam berbaur dan menjaga rahasia di dalam lingkungan sosial kantor Anda, jadi waspadalah karena Anda tidak tahu siapa yang nantinya akan menusuk Anda dari belakang. Be nice to people, jangan memulai drama/gosip dengan siapapun karena besar kemungkinan semua akan terbongkar pada akhirnya.

– Jika resign keluarlah dengan baik-baik

Apapun alasan Anda resign/berhenti kerja, lakukanlah dengan terhormat dan baik-baik, entah Anda ingin pindah kerja atau mulai berbisnis sendiri, jangan pergi dengan sembarangan (asal cabut setelah gajian/THR) karena Anda tidak akan pernah tahu apa yang bisa terjadi nantinya, Anda bisa saja mendapat reputasi yang buruk, Anda mungkin butuh referensi kerja dari kantor sebelumnya, Anda bisa saja malah tidak mendapat pekerjaan setelah keluar (menjadi pengangguran) dan meminta untuk bekerja kembali di kantor tersebut.

Koneksi sangatlah penting, teman kantor bisa saja menawarkan Anda job baru melalui kenalannya, bos/atasan Anda bisa saja memberi Anda modal untuk usaha, tidak ada ruginya membangun relasi/hubungan yang baik dengan semua orang di kantor, Anda memang tidak perlu akrab atau menjadi sahabat bagi semuanya, tapi secara umum ramahlah dengan orang-orang termasuk saat Anda ingin resign dan sudah tidak bekerja lagi disana.

Baca juga: Tanda Anda harus segera resign dari perusahaan

– Jangan terlalu pusing dengan politik kantor

Perusahaan dengan skala apapun kecil maupun besar biasanya memiliki kecenderungan “power play”, mereka yang diatas bisa memainkan aturan seenaknya, bawahan akan merasa tertekan, tidak adil dan sebagainya, janganlah terlalu menanggapi serius hal tersebut, hal inipun juga biasanya sering terjadi dalam dunia pendidikan dimana senior menggunakan sistem “power play” yang sama kepada juniornya, just speak less and listen more, sama seperti saat Anda sedang ospek di kampus/sekolah dulu, toh kalau memang Anda tidak tahan dengan sistem yang ada yah move on (cari kerjaan lain).

Jangan pernah mengkritik/menghina sistem manajemen dan aturan di kantor karena Anda masih berada di dalam sistem tersebut, Anda tidak akan bisa berbuat apa-apa selama posisi dan otoritas Anda lebih lemah, kalau sistem/aturan yang ada sangat buruk, tetaplah diam dan tenang, coba gunakan pendekatan yang lebih baik secara perlahan seperti bicara dengan orang yang dekat dengan atasan/mereka yang menentukan aturan, mulai dengan ngobrol santai dan diskusi ringan untuk menunjukkan kalau sistem yang ada kurang efektif/tidak membantu perkembangan perusahaan, jangan membentuk kelompok yang sependapat/sepemikiran dengan Anda untuk saling nyinyir (seperti kasus grup WA diatas) karena ini hanya akan menjadi back fire nantinya.

Kalau ini semua tidak kunjung membaik, pindahlah ke tempat yang lebih baik (resign dengan baik-baik). Toh walau atasan bisa semena-mena, kita tetap punya hak dan kesempatan untuk memilih atasan, pilihlah pekerjaan Anda dengan baik dan lebih penting lagi pilihlah atasan/mentor Anda dengan lebih bijak.

– Terkadang orang mengharapkan kita bekerja dengan baik namun tidak lebih baik dari mereka

Bagian ini agak sedikit tricky, begini saja saya ambil contoh kalau Anda seorang manajer/supervisor yang punya bawahan pintar, anak buah Anda ini bekerja sangat rajin dan produktif sekali, atasan Anda (direktur/CEO) mulai memperhatikan dan menyukai karyawan tersebut, Anda mulai resah karena kemungkinan besar cepat atau lambat posisi Anda akan digantikan olehnya, apakah Anda akan dengan senang hati membimbing anak buah tersebut untuk semakin maju?

Well, memang tidak semua atasan punya mindset/pemikiran seperti ini, tapi jujur saya pribadi pernah mengalaminya secara langsung dimana manajer/atasan/user seolah tidak membiarkan bawahannya berkembang, tidak mengajari ilmu-ilmu yang lebih advance dan skill-skill penting untuk maju, kadang mereka juga sedikit tertutup mengenai informasi yang ada, yang lebih buruk lagi membiarkan karyawan lain stuck begitu-gitu saja melakukan hal yang sama setiap hari selama bertahun-tahun.

Lucunya terkadang kita diharapkan sukses namun tidak lebih sukses dari mereka. Tentu tidak semua orang dalam dunia kantor seperti ini, ada juga atasan yang ikhlas membimbing bawahannya menjadi lebih berkembang dan membantu perjalanan karirnya supaya lebih sukses. Namun disini saya ingin menekankan pelajaran penting bahwa jangan menggantungkan karir Anda pada orang lain, jangan merasa bahwa nasib pekerjaan dan karir Anda ditentukan oleh seseorang, karena pada akhirnya Anda sendiri yang menentukan dan bebas memilih untuk terus berkembang atau stay di tempat yang stagnan.



Itulah beberapa dinamika sosial yang biasanya terjadi dalam kehidupan dunia kantor, tentu tidak semua kantor/perusahaan seperti itu, namun terlepas dari tepat atau tidaknya poin-poin diatas, tetaplah ambil sisi positifnya yaitu:

  • Jangan memulai isu/gosip dalam dunia kerja.
  • Waspada karena teman/partner kerja Anda yang tadinya sepihak dengan Anda bisa berubah seketika (apalagi saat mereka mendapat promosi/naik jabatan).
  • Saat memutuskan resign, seburuk apapun perusahaan Anda, usahakan tetaplah keluar dengan cara baik-baik.
  • Jangan terlalu serius menanggapi atasan yang suka seenaknya (contoh menerapkan aturan yang ia sendiri sering langgar), ini hanya masalah “posisi” dalam 1 perusahaan, suka tidak suka ya terima saja, kalau tidak suka ya pindah.
  • Jangan terlalu bergantung pada 1 orang/1 perusahaan dalam karir Anda apalagi jika memang lingkungan tersebut tidak membuat Anda berkembang selama bertahun-tahun, mulailah cari peluang yang lebih baik di tempat yang lebih baik.

Yang tidak kalah penting adalah cintai pekerjaan Anda karena sebagian besar porsi hidup Anda akan dihabiskan untuk bekerja, apakah Anda mau menghabiskan seluruh hidup Anda melakukan sesuatu yang tidak Anda nikmati? Pada akhirnya bekerja bukan hanya soal mencari uang, tapi juga menikmati kehidupan di kantor, menikmati proses yang ada, dan menikmati rutinitas harian Anda karena itu akan menjadi salah satu bagian terbesar dalam hidup Anda.

So enjoy your work, nikmatilah pekerjaan Anda.


Related Post: