Hidup Bukanlah Soal Siapa yang Lebih Cepat Tapi …

Saya tertarik dengan salah satu tulisan di young on top yang berjudul “Climb it hard, climb it smart”. Jadi diceritakan ada 2 orang pendaki gunung. Pendaki pertama sangat fokus dengan tujuannya yaitu menjadi orang yang tercepat sampai di puncak gunung. Pendaki kedua juga punya tujuan untuk berada di puncak gunung, namun sesekali ia beristirahat, menikmati pemandangan beberapa kali selama perjalanan, dan berkenalan dengan pendaki-pendaki lainnya. Sesampainya di atas, pendaki pertama yang tidak punya teman hanya bisa menikmati keindahan alam sendirian, makan sendirian, dan merasa sukses sendirian. Sedangkan pendaki kedua, walaupun tidak secepat pendaki pertama, namun ia juga sampai di puncak gunung. Ketika pendaki-pendaki lainnya sampai, mereka bercengkrama, makan bersama, menikmati kemenangan bersama, dan berbagi cerita bersama.

Intinya adalah kedua pendaki sama-sama mencapai tujuannya, yaitu menjadi orang yang berhasil ada di puncak. Namun bagaimana cara kita menggapai tujuan adalah pilihan. Apakah Anda mau jadi pendaki pertama, yang selalu lebih unggul tapi kehilangan memori dan momen-momen bahagia selama proses menuju puncak? Atau seperti pendaki kedua, kadang mendaki kadang beristirahat, menikmati setiap perjalanan, punya banyak teman, dan tetap mencapai tujuannya walau tidak secepat pendaki pertama?

Hidup bukanlah soal siapa yang lebih cepat, hidup bukanlah lomba maraton. Semakin jauh Anda pergi semakin Anda sadar bahwa kenyataannya tidak ada orang yang betul-betul tahu persis apa yang sedang mereka lakukan, kita semua hanya merasa seolah-olah kita ada dijalan yang benar.

Kenyataannya hidup adalah perjalanan tanpa akhir (never ending journey) dengan pilihan tanpa batas. Beberapa pilihan yang Anda ambil akan membawa Anda ke jalan yang buntu (orang akan bilang kita tersesat) dan beberapa pilihan lain akan membawa kita ketempat yang lebih baik (orang akan bilang kita sukses).


Kita harus terus mengambil pilihan selanjutnya, dan pastinya kita akan sering tersesat dan buntu (gagal) dalam hidup ini. Itulah sebab kita harus jeli melihat mereka yang sudah berhasil dan gagal, belajar dari kesalahan dan kesuksesan orang lain, hanya dengan melihat mereka yang sudah melewati rute tersebut kita dapat mengevaluasi langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya.

Jadi hidup bukan soal siapa yang lebih cepat sampai tujuan karena tidak ada yang namanya garis finish, tetapi menikmati proses dari achievement-achievement hidup dan mensyukuri apa yang sudah Anda miliki dan Anda raih. Tentu jika Anda sukses semuda dan secepat mungkin itu adalah hal yang sangat bagus, tapi jangan sampai Anda menjadi terlalu ambisius sampai-sampai lupa menikmati proses dan perjalanan hidup Anda.

Lagipula hidup bukan masalah siapa yang lebih sukses/kaya, bukan masalah ukuran siapa yang lebih besar/kecil, bukan masalah siapa yang lebih cepat sampai, tetapi siapa yang lebih bahagia dan menikmati hidup pada akhirnya. Menikmati proses dan perjalanan hidup walaupun hanya berisi dengan kegagalan juga merupakan kesuksesan dalam menjalani hidup ini. That’s what make a life worth living.

menghargai proses dan perjalanan hidup