Sharing Cara Membuat Konten Viral di Facebook

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cara/teknik yang saya gunakan untuk membuat konten viral di facebook. Mengapa facebook? Karena blog ini mendapatkan sharing terbanyak dari facebook dan memang hampir semua media dengan konten viral biasanya mendapatkan sharing terbanyak melalui facebook.

Facebook adalah media sosial yang paling cocok untuk berbagi apapun, entah itu artikel, gambar, dan video. Oleh karena itu, kali ini saya akan membahas panjang lebar tentang bagaimana membuat konten viral melalui facebook ala blog ini (Solusik).

Perlu diingat bahwa sharing ini murni dari pengalaman blog ini sendiri, sehingga cara yang saya terapkan disini belum tentu cocok dengan blog Anda, namun semoga Anda bisa mengambil pelajaran dari apa yang saya bagikan disini.

Pada tips blogging sebelumnya: Konten Viral, saya sudah membahas tentang konten viral dari sisi definisi dan teori, pada pembahasan kali ini saya akan membahas dari segi teknik dan prakteknya mulai dari nol (from nothing), jadi kita akan memulai dari awal, inilah langkah-langkah yang saya lakukan untuk membuat konten viral di facebook.


1. Awal yang sepi dan sulitnya membangun keramaian (crowd)

The beginning always the hardest, and it’s very true. Bagaimana bisa membuat konten yang viral jika blog saja sepi pengunjung dan tidak memiliki sharing sama sekali?

Karena itu mindset sejak awal sangatlah penting, saya tahu bahwa artikel yang bagus saja tidak cukup untuk membuat konten tersebut viral dengan sendirinya, saya butuh audience/visitor yang akan membagikan konten tersebut, apa yang saya lakukan?

Saya belajar betapa pentingnya membangun sebuah platform, saya melihat blog seperti hipwee atau forum seperti kaskus dapat menghasilkan konten viral yang sukses karena mereka memiliki audience yang sudah ramai dan setia, hal itu saya buktikan dengan tulisan saya sendiri. Saya menaruh salah satu artikel blog ini di kaskus (sama persis) dan hasilnya bisa sangat berbeda jauh, jumlah views & share di kaskus bisa sampai 5x lipat padahal isinya sama dan sumbernya ada di blog ini.

Karena itulah Anda harus membangun audience Anda sendiri. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan menjadi berbeda, apa maksudnya?

Begini, masalah awal dari semua blogger biasanya adalah bagaimana membangun trafik diawal (initial traffic/crowd), padahal blog itu sendiri tidak memiliki audience. Kalau media-media besar biasanya mereka sudah punya koneksi dengan orang populer/influencer atau bisa bayar promosi/iklan dengan budget yang gila-gilaan, namun bagaimana dengan blog-blog sederhana tanpa budget marketing dan tanpa koneksi?

Pendekatan yang saya gunakan adalah dengan fokus pada 2 indikator yang paling penting yaitu:

  1. Komentar yang berkualitas
  2. Jumlah share sosial media

Orang-orang cenderung malas membagikan sesuatu yang terlihat sepi dan kosong (walaupun isinya bagus), karena itu kita harus mengisi kekosongan tersebut dengan apapun yang ada. Saya mulai dengan facebook page dan trafik refferal (visitor inilah yang nantinya akan menyebarkan tulisan-tulisan Anda), karena akan sangat sulit mendapat trafik organik untuk blog baru maka satu-satunya cara mendapatkan audience adalah dengan trafik refferal.

Trafik referral ini datang dari berbagai medium seperti:

  • Forum seperti kaskus, detik, dll
  • Blogwalking
  • Guest posting
  • Komunitas blogger
  • Grup sosial media seperti facebook/twitter

Anda bisa menggunakan channel yang paling sesuai dengan karakter blog Anda dan ingat jangan pernah sekalipun melakukan spamming. Tidak semua referral cocok dengan blog Anda, karena itu fokuslah mencari trafik referral dari 1 atau 2 situs yang terbukti paling menghasilkan banyak visitor. Lalu apa maksudnya dengan menjadi berbeda?

Menjadi berbeda disini adalah dengan menawarkan sesuatu yang tidak ada di website referral Anda, contoh jika saya mendapatkan trafik referral dari kaskus, maka saya akan menawarkan value yang tidak ada di kaskus seperti:

  • Diskusi yang bebas dari spam/promosi
  • Website yang bersih dari iklan display dan pop up
  • Konten yang original (tidak copas) dan memiliki sudut pandang yang unik

Walaupun jumlah audience dan yang berkomentar lebih sedikit, tetapi jelas jauh lebih berkualitas dan positif. Interaksi terjadi bukan karena unsur promosi tetapi karena adanya engagement antara audience dengan blog Anda, dan tugas Anda yang berikutnya adalah bagaimana membuat audience ini mau membagikan (share) konten blog Anda.

Visitor datang karena judul, tetapi mereka share (membagikannya) karena isi, artinya isi yang berkualitas adalah harga mati yang harus dibayar. Namun itu masih belum cukup, Anda harus membuat blog Anda “seolah-olah ramai” karena akan jauh lebih mudah membuat sesuatu menjadi viral jika sudah banyak orang yang membagikannya (crowd effect).

Bagaimana cara membuat keramaian palsu ini (fake crowd)?

Cara yang saya gunakan adalah dengan menggunakan fanspage (karena fokus viral marketing saya adalah facebook). Tentukan channel apa yang ingin Anda jadikan pusat keramaian sepeti melalui profil facebook Anda, fanspage, facebook group, twitter, instagram, g+ dan lain-lain. Fokus pada 1 atau 2 channel saja dan buatlah medium tersebut ramai (atau setidaknya seolah-olah ramai).

Kesalahan yang sering dilakukan blogger adalah memarketingkan sesuatu yang kosong lalu baru mulai mengisinya dan berharap visitor akan tumbuh (salah besar). Yang harus pertama kali dilakukan adalah mengisinya terlebih dahulu baru memarketingkannya. Saya mulai mencari trafik referral setelah memiliki 20 artikel di blog dan mengisi konten fanspage setidaknya dengan 10 postingan.

Untuk fanspage bagian tersulitnya adalah bagaimana mencari pengguna facebook yang tertarik dengan page kita dan mengarahkannya menjadi visitor, jelas yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan mulai dari lingkaran terdekat yaitu teman facebook saya sendiri, saya bagikan ke teman-teman dan meminta mereka untuk like/share fanspage tersebut, lalu saya juga menggunakan fb ads untuk mempromosikan fanspage tersebut, budget yang saya habiskan hanya sekitar Rp 50.000,- dimana setengah dananya saya habiskan untuk “promote page” dan setengah lainnya untuk “boost post” (postingan terbaik).

Baca juga: Panduan Beriklan Facebook Ads Dengan Transfer Bank (Tanpa Kartu Kredit)

Dengan ini saya sudah membangun audience dan keramaian awal (crowd) yang cukup menarik untuk membuat artikel-artikel blog dibagikan (get shared) oleh pengunjung. Kuncinya adalah dengan menawarkan sesuatu yang berbeda dan membangun keramaian (initial crowd) secepat mungkin dengan apapun yang bisa Anda lakukan.

2. Maksimalkan semua fitur yang ada

Fitur yang wajib ada untuk semua media dengan konten viral pastinya adalah “tombol share” yang berada di setiap artikel, buatlah tombol share semenarik mungkin (Anda bisa gunakan plugin atau coding sendiri) sehingga pembaca dapat dengan mudah membagikan artikel-artikel Anda.

Selain itu tampilkan widget sosial media Anda, sepeti saya yang memasang widget fanspage dibagian sidebar kanan, sehingga semua visitor bisa melihat dan mengetahui halaman fanspage blog ini.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, fokus saya yang pertama adalah “komentar yang berkualitas”.

Untuk membangun interaksi yang berkualitas saya menggunakan sistem komen Disqus, mengapa disqus? Karena lebih mudah dimoderasi (bagi saya), tampilan desain & interface yang lebih elegan, dan penggunanya tidak suka melakukan spam sembarangan (setidaknya sampai saat ini). Walaupun jumlah yang berkomentar akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sistem komen facebook, tetapi interaksinya jauh lebih positif dan berkualitas.

3. Tampilkan judul sebanyak mungkin

Judul artikel adalah tempat dimana Anda memenangkan audience Anda, orang akan membagikan sesuatu karena isinya, namun orang akan datang membacanya karena judul artikelnya, dan jika mereka sudah datang maka jangan sampai mereka pergi begitu saja. Cara terbaiknya adalah dengan menampilkan judul sebanyak mungkin supaya mereka tertarik untuk membaca artikel lainnya, sehingga peluang untuk mereka membagikan artikel-artikel lain semakin besar. Namun hati-hati, jangan terlalu berlebihan memasang judul sampai menganggu tampilan blog Anda.

Pada setiap halaman di blog ini (home page dan post) setidaknya Anda akan melihat 20 judul artikel, sehingga akan sangat mudah bagi pembaca menelusuri judul demi judul yang menarik untuk mereka baca.

Saya menampilkan artikel yang sedang trending pada bagian sidebar kanan (10 artikel), lalu dibagian akhir postingan terdapat related post (rekomendasi artikel yang relevan) dan dibagian komentar juga terdapat beberapa artikel yang sedang diperbincangkan.

4. Tonjolkan yang paling sukses, dan biarkan yang lainnya pergi

Kembali ke fokus utama saya yaitu “komentar yang berkualitas” dan “jumlah share social media”. Untuk urusan komentar sudah saya jelaskan diatas, lalu sekarang fokus pada yang kedua yaitu jumlah share di social media. Bagaimana bisa meningkatkan “angka” share ini?

Pastinya tidak semua artikel yang Anda buat akan viral (get shared), namun saya memiliki satu tips penting yaitu dengan “menonjolkan artikel yang paling sukses”. Saat memposting beberapa artikel, Anda bisa melihat mana artikel yang lebih banyak mendapatkan views, komentar, like, dan sharing. Lihat performa awal sebuah artikel, jika memiliki trafik yang cukup tinggi, segera pisahkan dan dorong semampu Anda (tonjolkan).

Artinya beberapa artikel lain akan kekurangan perhatian, namun itu bukan masalah karena satu artikel yang sukses viral akan membawa trafik dan potensi yang lebih besar. Karena itu doronglah semampu Anda satu artikel yang paling berpotensi viral tersebut (lihat trafik awal).

Saya sendiri melakukannya dengan menempel salah satu artikel saya yang paling viral yaitu: Bagaimana Cara Mencari Passion Anda di bagian paling atas home page (sticky) dan artikel tersebut terus mendapatkan trafik lagi dan lagi (terus mendapatkan share), indikator yang saya gunakan adalah seberapa banyak views, share, dan komentar yang sudah artikel tersebut dapatkan.

Lalu saya juga memisahkan artikel-artikel yang sukses viral lainnya (share > 1000) di halaman terpopuler. Visitor cenderung lebih suka membagikan sesuatu yang sudah banyak dibagikan orang (crowd effect/ikut-ikutan), karena itu saya kumpulkan 10 artikel yang paling viral (atau berpotensi viral) dan saya jadikan daftar top 10 dalam 1 halaman tersebut.

home page solusikBegitu pula dengan facebook page, Anda bisa lihat dibagian depan saya meng-sticky (pinned post) 3 artikel paling viral di blog ini.

fanspage solusikSebelumnya saya bilang hanya menggunakan budget sebesar Rp 50.000,- untuk berpromosi di facebook. Budget inilah yang saya gunakan untuk mendorong artikel-artikel yang paling sukses di facebook. Kurang lebih inilah rincian biaya paid ads yang saya gunakan:

  • 25.000 –> saya gunakan untuk “promote page” diawal supaya jumlah like fanspage bertambah (mengisi kekosongan)
  • 25.000 –> saya gunakan untuk “boost post” postingan 3 artikel terpopuler diatas (pinned post) supaya artikel tersebut menjadi lebih viral lagi

Strategi yang cukup hemat dan hasilnya sangat maksimal karena trafik inilah yang saya butuhkan untuk terus tumbuh. Sampai ditahap ini tentunya visitor akan datang terus-menerus karena artikel yang terus tersebar dari 1 visitor ke visitor lainnya (seperti gambar dibawah).

konten viralNamun jangan berhenti sampai disitu, tetaplah membuat konten dan tingkatkan terus trafik Anda dengan trafik organik & referral seperti biasanya. Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak pula orang yang menemukan Anda.

5. Belajar dari media dengan konten viral lainnya

Tentunya tidak semua yang saya bagikan disini akan sesuai dengan blog Anda, karena teori dan prakteknya bisa sangat berbeda. Karena itu cobalah belajar dari media dengan konten viral lainnya seperti Hipwee dan Malesbanget.

Pelajari strategi-strategi media lainnya dan jadilah lebih baik. Lebih baik disini bukan berarti Anda harus bersaing mendapatkan lebih banyak trafik atau semacamnya, melainkan menjadi lebih berbeda sehingga dengannya Anda akan membangun audience Anda sendiri.



Kurang lebih itulah cara saya membangun blog ini dan membuat konten viral melalui facebook. Jika Anda memiliki pertanyaan atau masih ada yang kurang jelas maka silahkan berikan komentar dibawah.

Sebagai kesimpulan inilah poin-poin penting yang saya lakukan:

  1. Mengisi blog minimal dengan konten berkualitas sebanyak 20 artikel dan 10 postingan di fanspage, konten yang sudah ada harus berpotensi viral dan dari sini barulah saya mulai memarketingkannya
  2. Memasang fitur sharing (tombol share) yang simpel & intuitif, dan juga memasang widget fanspage pada setiap halaman blog
  3. Memasang sistem komen disqus dan rajin memoderasinya supaya bersih dari spam
  4. Menampilkan banyak judul artikel (minimal 20) pada setiap halaman blog
  5. Aktif mencari trafik referral seperti melalui kaskus, komunitas blogger, blogwalking, dll
  6. Setelah trafik referral berdatangan, lihat mana artikel yang paling banyak mendapat trafik dan fokus mendorong artikel tersebut supaya menjadi lebih viral dari yang lainnya
  7. Setelah mendapat cukup banyak share, pisahkan artikel-artikel yang sudah sukses viral dan buat halaman khusus (terpopuler) untuk memberitahu bahwa artikel-artikel inilah yang paling populer, begitu pula di fanspage, pamerkan artikel yang paling viral supaya artikel tersebut mendapat lebih banyak perhatian
  8. Menggunakan budget seadanya untuk semakin mendorong artikel-artikel yang sudah viral menggunakan fitur “boost post” pada facebook ads

Semoga sharing ini bermanfaat 🙂