Kelebihan dan Kekurangan Bekerja Freelance

Sebelum memutuskan untuk bekerja freelance, ada baiknya Anda melihat kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu. Berikut ini adalah infografis yang dilakukan oleh sribulancer, survey dilakukan pada awal Januari 2015, terhadap 1.000 freelancer acak dari situsnya.

freelancer-infografisBeberapa kumpulan situs marketplace freelance di Indonesia yang bisa kamu coba:

  1. Freelancer.co.id
  2. Sribulancer.com
  3. Projects.co.id
  4. Jobstreet.co.id (Anda bisa search dengan keyword “freelance” atau “part time”)

Melakukan pekerjaan freelance atau self-employe itu rasanya seperti bos. Kerja kapanpun yang Anda mau dan tidak ada yang membatasi, beberapa contoh pekerjaan freelance atau self-employe seperti:

  • Blogger, penulis lepas, dan content writer
  • Small business owner, seperti toko online, jasa desain, dan konsultan
  • Artis, model, dan pekerja seni lainnya (termasuk youtuber, dkk)
  • Programmer freelance, social media admin, atau developer app

Tanpa basa-basi, kita akan langsung membahas beberapa kelebihan dan kekurangan dari bekerja freelance, dimulai dari kekurangannya terlebih dahulu.


Kekurangan

Untuk Anda yang pernah menjalani pekerjaan freelance, Anda pasti sadar bahwa hal itu kadang tidak seindah yang dibayangkan. Mulai dari pemasukan, jaringan, dan masa depan yang tidak pasti selalu membayangi pikiran kamu apakah bekerja freelance dapat menjadi jalan hidup kamu atau tidak. Beberapa kekurangan bekerja freelance yaitu:

  • Pertama jelas pemasukan/income/gaji yang tidak menentu. Freelancer dibayar berdasarkan banyaknya projek/klien/order yang ditawarkan kepada pekerja freelance. Dalam sebulan penghasilan seorang freelancer itu selalu naik turun, seperti artis yang tidak selalu tampil di TV maupun job off-air, atau stand-up komedian yang bisa tiba-tiba hilang begitu saja tanpa ada tawaran job lagi.
  • Pekerjaan yang sifatnya berubah-ubah tergantung projek yang diberikan. Berbeda dengan karyawan kantor yang memiliki SOP tetap dan kegiatan yang monoton alias rutin (gitu-gitu aja), seorang freelancer dituntut untuk selalu up-to-date mengikuti perkembangan dan fleksibel berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, yang tentunya bisa bikin pala kamu pusing memikirkan strategi hidup selanjutnya.
  • Freelancer itu bisa dibilang single fighter, bekerja sendiri (forever alone) tanpa bantuan sistem/teman kantor/organisasi. Bahkan seorang freelancer juga harus pandai dalam mencari client/customernya sendiri, bukan hanya menunggu panggilan/tawaran (bisa ga makan kalau cuma nunggu tawaran datang). Beberapa freelancer mungkin bisa dibantu oleh asisten/management seperti artis/publik figur terkenal, tetapi kamu-kamu yang masih freelancer entry level pastinya tidak ada yang mau membantu kecuali teman/keluarga sendiri, toh kamu juga belum memiliki reputasi apapun.
  • Interaksi sosial yang sangat minim (tergantung jenis projeknya), karena basicnya freelancer itu bekerja sendiri berbeda dengan orang kantoran yang setiap hari bisa ketemu dengan teman-teman dikantor, pekerja freelance lebih banyak menghabiskan waktu sendiri dalam mengerjakan tugas dan bersaing satu sama lain dengan freelancer lainnya dalam mendapatkan projek.
  • Masa depan yang tidak jelas, ini mungkin yang paling meresahkan dari bekerja sebagai seorang freelancer, apakah industri yang Anda jalani ini 2 tahun lagi masih trending atau akan menjadi basi dan dilupakan semua orang. Tidak ada jaminan pekerjaan yang jelas, karena sistemnya yang seperti beli putus (sebatas kontrak), begitu kontrak/projek selesai dan gaji turun, freelancer harus segera mencari projek selanjutnya untuk menyambung hidup.

Kelebihan

  • Kelebihan utama bekerja sebagai freelancer pastinya adalah kebebasan. Kebebasan baik dari segi waktu dan jenis pekerjaan, karena waktu yang fleksibel kamu bebas menentukan sendiri kapan mau bekerja kapan tidak, tidak ada jam tetap seperti orang kantoran pada umumnya, walaupun kamu terkadang bisa saja justru bekerja dihari libur/hari besar, atau dijam-jam yang tidak menentu seperti malam menjelang subuh.
  • Fleksibilitas dalam pekerjaan, kamu bebas memilih pekerjaan yang kamu mau dan hanya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang kamu suka. Kamu punya pilihan dalam menentukan hari-harimu, apakah mau produktif atau sedang ingin malas-malasan, terlihat nyaman dan menyenangkan sekali bukan.
  • Kamu bisa bekerja layaknya entrepreneur, contohnya jika kamu seorang desainer kamu bisa mulai membuat jasa web desain, atau usaha pembuatan website. Jika kamu artis maka basicnya kamu sedang menjual dirimu sendiri (eksistensi), bayangkan diri kamu adalah perusahaan, dengan fans/followersmu sebagai produknya dan para pengiklan sebagai usernya.
  • Kamu juga bisa membangun aset pada dirimu sendiri, semakin kamu ahli/terkenal, maka bayaranmu juga semakin tinggi, semakin banyak tawaran yang datang, semakin mudah mencari job, semakin luas koneksimu dan pastinya semakin tinggi value dirimu dibandingkan mereka yang hanya pekerja kantoran rutin. Pengalaman dalam mengerjakan projek-projek khusus tentu lebih berharga ketimbang mereka yang hanya menjalankan rutinitas kantor sesuai SOP bertahun-tahun lamanya. Karena itu pula terkadang bekerja pada sebuah startup (usaha baru) itu lebih berharga daripada bekerja diperusahaan yang sudah besar/stabil dengan sistem yang monoton cenderung begitu-begitu saja.


Sebagai penutup, beberapa tips untuk kamu yang ingin menekuni dunia freelance:

  • Jadilah expert/ahli pada bidang tertentu. Klien yang mempekerjakan freelancer tentu ingin mendapat pekerja yang ahli dibidangnya dan dapat memberikan kepuasan hasil yang baik.
  • Jangan sekedar mengejar kuantitas/jumlah job yang didapat, terkadang beberapa freelancer hanya ingin banyak-banyakan job sehingga mendapat banyak uang, tetapi mereka tidak memberikan kualitas hasil yang baik, dan lupa membangun reputasi pada diri mereka sendiri.
  • Perbagus portofolio/pengalaman Anda dengan meningkatkan kapabilitas Anda sebagai freelancer, jika Anda seorang content writer maka buatlah blog, jika Anda desainer maka desainlah website Anda sendiri, dan jika Anda seorang developer buatlah aplikasi dan segera launch aplikasi Anda kepasar/market. Ingat bahwa Anda bersaing dengan semua freelancer yang ada, karena itu pengalaman/portofolio adalah penentu utama dalam diterima/tidaknya seorang freelancer dalam sebuah projek.
  • Investasikanlah skill/keahlian Anda, bangunlah reputasi/nama, dan buatlah diri Anda semakin dibayar tinggi karena Anda dapat memberikan value lebih, berkaryalah layaknya seorang seniman dan berusahalah layaknya seorang entrepreneur.