6 Etika Makan di Jepang yang Perlu Anda Ketahui

Jepang adalah negara dengan seribu sopan santun, kita sudah tahu jika negara ini meski termasuk sebagai negara maju, masyarakatnya memegang teguh adat istiadat, etika dan juga tata krama. Contoh kecilnya jika seseorang baru saja pindah rumah, maka ia akan memberikan beberapa bingkisan atau oleh-oleh sederhana untuk tetangga-tetangga terdekat sebagai ucapan perkenalan. Lalu budaya ongaeshi yang melekat, juga membuat orang Jepang sangat menghargai seseorang yang pernah membantunya.

Ternyata tak hanya soal bergaul saja yang memiliki segudang etika, di saat makan pun ada tata krama yang harus kita ketahui. Bayangkan jika Anda sedang makan bersama kolega bisnis atau teman dari Jepang dan tidak tahu cara makan yang benar sesuai budaya mereka, barangkali mereka akan kurang respek. Meskipun berasal dari negara lain, jika Anda mau mempelajari etika makan di Jepang, pasti akan membuat kenalan Anda dari Jepang akan merasa dihargai. Inilah rambu-rambunya.

1. Duduk di ruang makan tradisional

Di Jepang kita akan mudah menemukan restoran yang menganut dua aliran yaitu aliran Western dan tradisional. Jika Anda makan di restoran jepang dengan gaya Western, maka tak perlu repot memikirkan cara duduk yang benar karena dari meja dan kursi sama seperti restoran pada umumnya. Beda halnya jika Anda makan di restoran Jepang gaya tradisonal.


Restoran Jepang tradisional lantainya dilapisi tatami (semacam tikar ala Jepang), bantal duduk dan meja besar yang ukurannya lebih tinggi. Ketika makan, Anda harus duduk dengan cara Seiza. Duduk dengan cara Seiza berarti melipat kedua kaki dan menjadikannya penopang tubuh kita. Seiza dilakukan di atas bantal duduk dan karena di bawahnya terdapat tatami, maka efek kesemutan bisa dikurangi. Perlu diperhatikan, duduk Seiza yang benar adalah jempol kaki kanan akan bertemu dengan jempol kaki kiri. Tradisi ini juga sering dilakukan pada acara kebudayaan penting atau acara resmi.

2. Oshibori

Oshibori ini biasanya disediakan di restoran Jepang. Handuk kecil yang biasanya berwarna putih dan masih baru, digulung dengan rapi lalu dibasahi dengan air dingin. Agar airnya tidak merembes kemana-mana, handuk basah yang sudah digulung lalu dibungkus lagi dengan plastik. Oshibori ini dipakai sebagai lap tangan sebelum makan dan sebaiknya tidak digunakan untuk mengelap bagian tubuh seperti wajah dan bagian lainnya.

3. Salam ketika makan

Pasti penggemar drama dan anime Jepang tidak asing dengan ucapan salam itadakimasu. Ucapan salam ini selalu dikatakan orang Jepang sebelum menyantap makanan. Kedua tangan ditangkupkan sambil mengucap itadakimasu yang artiya selamat makan adalah seperti doa sebelum makan bagi orang Jepang. Namun meski sudah mengucap itadakimasu, sebaiknya jangan langsung mengambil makanan dulu.

Ketika Anda diundang dalam sebuah acara jamuan terutama, maka pujilah masakan dari tuan rumah sebelum disantap. Orang Jepang dikenal dengan pengemasan makanan yang rapi dan indah. Pujian untuk makanan akan menunjukkan penghargaan bagi tuan rumah. Setelah mulai makan pun, biasanya orang Jepang senang bercakap-cakap santai. Berbeda dengan budaya kita yang mengharuskan makan sambil diam. Meski sedang bercakap-cakap santai, Anda tidak boleh membicarakan hal kotor seperti toilet dan bersikap tidak sopan contohnya sendawa. Membuat sumpit menjadi mainan juga dianggap tidak sopan. Setelah makanan habis, Anda harus mengucapkan gochisousama yang artinya terima kasih kepada tuan rumah yang memberikan makanan.

4. Chawan

Berbeda dengan negara lainnya, Jepang menggunakan chawan atau mangkuk sebagai wadah untuk makan nasi dan sup. Bisa kita lihat jika makanan Jepang akan menyajikan chawan-chawan sedang atau kecil kosong untuk digunakan. Jika Anda tidak makan onigiri atau nasi kepal, maka chawan adalah cara yang mudah untuk melahap nasi. Secara etika, makan dari chawan itu harus dipegang dengan tangan kiri lalu sumpit di tangan kanan dan kita dekatkan chawan di depan mulut.

Jika ada orang yang kidal, tidak masalah jika cara memegang sumpit dan chawan dilakukan sebaliknya. Namun dahulu di zaman kuno sebelum restorasi Meiji, memegang chawan dengan tangan kanan dan menyendok dengan sumpit di tangan kiri disebut tidak sopan. Setelah budaya barat mulai menyebar, maka orang kidal pun tidak dipaksa memakai tangan kanan.

5. Pemakaian sumpit

Sumpit adalah alat makan yang pastinya tidak lepas dari makanan Jepang. Bagi pemula tentu akan kesulitan memegang sumpit, tetapi hal ini bisa dilatih. Jika Anda sudah pandai memegang sumpit dan tahu etika makan dengan chawan, berikutnya harus tahu hal-hal yang tidak diperbolehkan saat makan dengan sumpit.

Sumpit untuk makan berbeda dengan sumpit untuk mengambil makanan. Sangat tidak sopan jika Anda menyodorkan makanan dengan sumpit yang sudah masuk ke mulut Anda. Jangan menusuk makanan dengan sumpit. Dan jangan memukul-mukulkan sumpit di meja atau alat makan untuk dimainkan.

6. Menuang minuman

Di sebuah acara shokujikai atau jamuan makan, maka tidak lepas dari minum sake atau bir. Meski Anda tidak minum alkohol, tidak ada salahnya tahu cara menuang minuman untuk rekan atau teman dari Jepang. Tuangkan minuman ke gelas dengan kedua tangan dan berikan pada orang Jepang yang paling tua atau senior terlebih dahulu, lalu ke orang berikutnya dan diri sendiri paling akhir (jika memang minum). Kalau Anda tidak minum maka menuang alkohol di gelas sendiri bisa diabaikan. Setelah gelas terisi penuh, maka angkat gelas dan dekatkan dengan gelas lainnya sambil berkata “Kanpai,” yang artinya cheers jika dalam bahasa Inggris.



Itulah 6 etika makan di Jepang yang perlu kita pahami khususnya saat kita sedang bertamu ke negeri sakura tersebut.


Related Post: