Mengapa Banyak Cyber Bullying di Indonesia dan Bagaimana Cara Untuk Menghindarinya

apa itu cyberbullying / cyber bullyingBerdasarkan kutipan dari Wikipedia, cyber bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak/remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber/internet. Cyber bullying sebenarnya tidak hanya terjadi pada anak/remaja saja, tetapi juga sampai orang dewasa, namun untuk kasus seperti itu (pelaku dan korban sama-sama orang dewasa) akan dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking (sering juga disebut cyber harassment).

Bentuk cyber bullying ini bermacam-macam, bisa berupa e-mail ancaman, mengunggah foto yang mempermalukan korban (mengedit foto menjadi tidak senonoh), membuat situs web/akun sosial media untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban. Mengapa hal seperti ini sering terjadi di Indonesia khususnya terhadap artis atau mereka yang sedang populer?

Tidak ada alasan yang jelas mengapa seseorang diluar sana bisa mem-bully orang lain yang mereka sendiri tidak kenal (bahkan tidak pernah bertemu sekalipun), beberapa sebab yang paling logis adalah:

1. Ikut-ikutan (crowd effect)


Cyber bullying yang terjadi kebanyakan disebabkan oleh tren atau sekedar ikut-ikutan saja. Seperti membuat meme yang sedang ngetren, orang-orang bahkan tidak tau asal-muasal kejadian tersebut tetapi mereka hanya ingin terlibat dalam euforia tren tersebut.

2. Iseng ga ada kerjaan

Ciri-ciri orang yang membully di sosial media atau media online ini pastinya orang-orang yang memang ga ada kerjaan dan kesibukan lain, sehingga menghabiskan waktunya untuk menjelek-jelekkan orang lain di internet. Orang yang tidak ada kerjaan mudah sekali iseng dan kepo, mudah sekali ikut-ikutan sesuatu dan terbawa arus, maka dari itu mereka ingin membully seseorang untuk sekedar seru-seruan saja.

3. Marah/sakit hati/sensi/dendam/iri

Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Satu kesalahan kecil bisa merusak semua kebaikan yang telah kita lakukan, khususnya di dunia online apapun mudah sekali tersebar dengan cepat. Seakan publik figur/influencer dituntut untuk sempurna tanpa celah, sedikit melenceng saja bisa memicu emosi netizen yang tak berkesudahan. Terlebih kalau orang tersebut sakit hati/dendam dengan seseorang, mungkin saja mereka akan mendedikasikan seumur hidupnya untuk menjadi haters kepada orang yang dibencinya tersebut (haters abadi).

Namun hampir sebagian besar emosi yang paling sering memicu pembullyan adalah rasa iri. Iri karena orang lain lebih sukses, lebih beruntung, atau lebih dalam segala hal, dan mereka berpikir satu-satunya cara untuk “merasa lebih baik dengan keadaannya” adalah dengan membully.


Lalu bagaimana caranya menghentikan pembullyan?

Nope, tidak ada. Pembullyan menurut saya tidak bisa dihentikan. If people hate you, they will always find the way to hurt/attack you. Karena itu judul artikel ini mengatakan cara untuk “menghindarinya” bukan “menghentikannya”. Karena jika seseorang sudah menjadi target bullying maka apapun yang mereka lakukan akan selalu salah, jadi untuk apa berusaha menghentikan orang-orang tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah mengabaikannya (ignore them).

Cara terbaik melawan pembully didunia maya adalah dengan tidak melawannya, tidak usah diladeni, dan teruslah melakukan apa yang Anda kerjakan seperti biasanya. Contoh terbaik untuk kasus ini adalah Justin Bieber, di tahun 2010 bisa dikatakan dia adalah artis dengan haters terbanyak dan dibully massal (seluruh dunia) tanpa henti. Tetapi sekarang Anda bisa lihat karya-karyanya telah mendapat respon positif and the haters is gone. Mungkin beberapa hal ini bisa membantu:

  • Private Account = Jika Anda dibully di sosial media dan sejenisnya, maka tinggal di lock/private saja, atau kalau tidak mau di-lock ya tinggal Anda block saja para pembully tersebut. Dan lebih baik lagi jika Anda tidak mengurusi hal ini sama sekali, biarkan saja haters itu ada and life goes on.
  • Disappear/menghilang = Jika tidak ingin dibully didunia maya maka cara termudah adalah tidak bermain/berada (exist) disana. Buang akun sosmed jika memang tidak penting, masih banyak hal-hal lain yang lebih penting untuk Anda kerjakan diluar sana.

Mungkin itu saja yang bisa kita bahas mengenai haters/bullying, toh tidak usah panjang-panjang karena mereka (haters/bully) ga penting juga.

cyberbullying adalah