Cara Mengapa Youtuber Gaming Mudah Dapat Views / Subscriber

Tidak dapat dipungkiri channel gaming sangat mendominasi dunia YouTube baik di Indonesia maupun seluruh dunia, pertanyaannya mengapa youtuber gaming bisa sangat meledak dan booming di YouTube? Walaupun ada jenis konten lain yang juga trending seperti acara TV, vlog, kuliner/traveling, challenge, prank, dll, tapi tetap konten gaming begitu mudah mendapat views dan watch time, sebagian orang bertanya-tanya kok hanya dengan effort bermain game yang nonton bisa banyak?

Disini saya akan coba jelaskan secara detail karena sayapun juga memiliki channel gaming yaitu Elexus Gaming, saya sendiri terkejut betapa mudahnya mendapat views melalui konten gaming karena jujur saya pribadi membuat channel tersebut cuma iseng, awalnya saya hanya membuat video sebagai pelengkap untuk tutorial Mobile Legends di blog ini, saya tidak pernah melakukan promosi sama sekali bahkan saya tidak pernah minta viewers yang ada untuk like/komen/subscribe, saya hanya murni memasang video di YouTube sebagai pelengkap tutorial saja, dan percaya atau tidak channel tersebut bisa mendapat 300 ribu views lebih setiap bulannya tanpa embel-embel promosi (bahkan tanpa subscriber).

cara membuat channel gaming youtube suksesAnda bisa mengecek status channel ini langsung di YouTube atau bisa juga lihat datanya di Social Blade, lalu bagaimana bisa saya mendapat puluhan ribu views setiap hari tanpa rajin upload dan minta-minta subscribe? Tentu alasan pertama adalah karena saya membuat topik video Mobile Legends yang saat ini sedang fenomenal dan hot-hotnya di YouTube, konten Mobile Legends benar-benar mendominasi YouTube dengan luar biasa (setidaknya sampai detik ini masih), kita tidak tahu kapan hype dari game ini menghilang, apakah nantinya akan bernasib sama seperti Pokemon Go atau bisa terus bertahan seperti game Dota.

Yang menjadi pertanyaan kok bisa youtuber gaming atau channel dengan konten gaming baik ML atau gamer lain “seolah” lebih mudah mendapat exposure, views, subscriber, dan lebih gampang terkenal padahal kontennya cuma gitu-gitu aja? Saya sendiri juga dulu berpikir “ngapain sih orang ga ada kerjaan nontonin orang main game, apa serunya?”, tapi lucunya hal yang sama juga terjadi pada bidang lain seperti olahraga misalnya, ngapain sih kita nontonin orang main bola toh kita juga bisa main bola sendiri, ternyata jawabannya simpel yaitu karena kita ingin menonton sesuatu yang kita sendiri bisa/suka lakukan baik itu bermain game, olahraga, seni, dan lain-lain.


Nah disini saya akan jelaskan kenapa konten gaming bisa sangat populer di YouTube, beberapa alasannya yaitu:

1. YouTube didominasi anak-anak dan remaja

Sudah bukan hal asing lagi bahwa platform YouTube memang lebih sering ditonton oleh para kawula muda mulai dari anak-anak dibawah umur (<12 tahun), remaja dan yang beranjak dewasa, mayoritas mainan sosmed anak-anak muda adalah Instagram dan YouTube, sedangkan mainan sosmed orang dewasa biasanya adalah Facebook dan group WhatsApp.

Jadi kalau kita ingin mendapatkan market yang lebih banyak di YouTube maka tentu kita harus membuat konten yang kira-kira akan disukai oleh anak muda seperti game, olahraga, bahkan termasuk vlog (lifestyle anak kekinian).

2. Algoritma YouTube sangat mendukung konten/channel gaming

Saya tidak akan jelaskan secara rinci tapi intinya untuk bisa mendapat eksposure/promosi lebih entah melalui rekomendasi dan halaman trending akan lebih mudah kalau kita disukai oleh algoritma YouTube, intinya YouTube mau orang menghabiskan “banyak waktu setiap hari” di platform mereka, karena itu mereka akan mendukung dan terus mempromosikan konten yang sifatnya:

  • Memiliki watch time yang panjang (durasi 10 menit ++)
  • Kontinyu upload (bisa sering post video bahkan setiap hari)
  • Konten yang fresh dan update
  • Relevan dengan keinginan mayoritas audience
  • Bisa mendatangkan active user (orang yang terus kembali lagi ke YouTube setiap hari bahkan setiap jam)

Kalau melihat kriteria diatas, jelas salah satu konten terbaik yang memenuhi ciri diatas adalah konten gaming, rata-rata konten game memiliki durasi yang lama, proses pembuatan juga tidak terlalu sulit sehingga bisa lebih sering diproduksi bahkan setiap hari, lalu konten yang ada akan selalu fresh karena game akan selalu update dan mengikuti perkembangan pasar, lalu seperti yang dikatakan sebelumnya YouTube didominasi anak-anak dan remaja maka sebagian besar dari mereka tentu akan mencari konten gaming (relevan) sehingga bisa membuat banyak orang mantengin channel gaming setiap hari bahkan berkali-kali dalam sehari.

Selain itu salah satu jenis konten yang paling mudah untuk membuat livestream (fresh content) adalah youtuber gaming, mereka bisa membuat konten fresh dengan durasi yang sangat lama (rata-rata livestream game bisa 2-3 jam), sehingga YouTube betul-betul menyukai konten gaming dan akan rajin mempromosikannya, tidak heran halaman depan/home YouTube kita bisa dipenuhi konten-konten game dan Mobile Legends.

3. Pasar game tidak akan pernah kehabisan ide

Dari 1 game saja kita bisa membuat berbagai video mulai dari review, gameplay, walkthrough, tutorial, tips, livestream, news/event, belum lagi kalau ada drama (ya betul DRAMA, bahkan konten gaming saja bisa ada drama), bandingkan dengan mereka yang membuat video sketsa, atau bahkan daily vlog pun akan kesulitan bersaing dengan para gamers untuk urusan produksi konten, karena memang secara proses konten gaming tidak terlalu ribet dan banyak set up, reaksi yang ada biasanya spontan/natural/improvisasi dan durasi video yang dihasilkan bisa sangat panjang (watch time).

Untuk bisa sukses menjadi youtuber gaming kita perlu memahami bahwa YouTube is about watch time and continuity upload.

Kenapa saya (yang bisa dikatakan youtuber abal) bisa mudah mendapatkan views tanpa promosi dan marketing? Karena saya mengupload video dengan durasi yang panjang secara terus-menerus, beberapa faktor pendukung lain seperti saya memainkan game yang populer (the power of Mobile Legends) dan memilih keyword yang cukup SEO friendly, namun itu semua tidak akan membuat saya mendapatkan promosi/views jika saya tidak memiliki integritas dalam mengupload, walau terus terang saya masih belum terlalu serius dengan konten YouTube, saya buat konten masih seenaknya sendiri, upload juga sesuka hati, tapi setidaknya masih ada postingan untuk membuat channel tersebut fresh karena begitu kita tidak memposting apapun di YouTube selama berminggu-minggu maka subscriber yang ada akan cepat hilang (tidak mendapat notif akibat algoritma yucub), jadi memang youtuber itu ibarat kerja rodi untuk YouTube/Google, kita seperti dipaksa untuk membuat konten-konten yang fresh, menghibur, dan berdurasi panjang setiap harinya untuk membuat diri kita tetap relevan di platform tersebut.



Saya tidak mengatakan konten gaming adalah yang terbaik atau terpopuler di YouTube, karena masih ada beberapa konten jenis lain yang cukup bersaing seperti konten media/TV, berita, vlogger, dll, melihat perkembangannya memang seakan YouTube ingin menjadi seperti TV yang membuat orang betah menghabiskan waktu setiap hari dengan sangat lama, tidak heran berbagai media TV pun mulai mendominasi platform ini, imbasnya lagi-lagi kreator yang kecil dan menengah akan semakin kesulitan bersaing dengan para media yang bisa memproduce konten setiap hari tanpa batas, bahkan channel-channel on the top pun sedang mengalami penurunan karena kontennya sering tenggelam dan tidak mendapat promosi akibat berbagai perubahan yang ada di YouTube.

Yang paling saya khawatirkan adalah YouTube akan menjadi lebih buruk dari TV yaitu YouTube akan menjadi seperti Facebook dimana orang akan saling share/berbagi berita hoax, gosip, kontroversi, reupload, drama settingan, acara alay, dan tentu dilengkapi para netizen ahli surga yang saling nyinyir untuk memenuhi dosis kanker kita setiap hari, akhirnya platform yang sudah susah payah dibangun oleh para creator dan para pekerja kreatif ini menjadi tempat sampah reuplodaer dan para youtuber-youtuber kepo yang suka bikin drama, clickbait, dan konten ampas.

Semoga saja hal itu tidak terjadi, pada akhirnya nasib YouTube kedepannya bukan ditentukan oleh youtuber/kreator atau YouTube itu sendiri tapi oleh kita sebagai penonton (user), jika mayoritas masyarakat kita suka menonton sampah maka YouTube juga akan menjadi sampah, kalau kita suka menonton konten berkualitas maka YouTube pun akan menjadi berkualitas, kitalah yang memegang kendali, jadi gunakan waktu dan perhatian Anda dengan baik karena sesimpel dan sekecil apapun watch time dan klik yang Anda berikan akan berpengaruh pada pola kebiasaan konsumsi masyarakat kita di masa depan.

Choose your content wisely, stop making stupid people famous, your time and attention matter.


Related Post: