Bagaimana Cara Orang Miskin Ga Punya Apa-apa Menjadi Kaya?

Gimana cara mengubah keadaan orang miskin yang kurang secara finansial, pendidikan (tidak bisa sekolah/kuliah), tidak punya koneksi/relasi, tidak punya modal untuk usaha, dan lain-lain supaya bisa menjadi kaya sejahtera dan sukses dalam hidupnya? Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan karena mereka bingung harus bagaimana dan melakukan apa untuk memulai perubahan, jawaban yang paling logis berdasarkan apa yang saya alami, yaitu:

  1. Gunakan seminimal mungkin waktu yang ada untuk bertahan hidup.
  2. Belajar mengatur keuangan dengan bijak.
  3. Gunakan sisa waktu yang ada untuk menciptakan sesuatu.

Menurut saya step diatas adalah jalan yang paling realistis untuk dicapai, mari kita urai satu per satu.

Langkah 1: Bertahan hidup

Kita asumsikan kondisi kita sedang pas-pasan/miskin, tidak punya modal/koneksi untuk usaha apapun, dan tidak memiliki gelar/pendidikan yang tinggi untuk kerja di perusahaan yang bonafide, maka satu-satunya jalan yang biasanya kita lakukan adalah bekerja dengan gaji standar/UMR di tempat yang umum seperti menjadi buruh, kasir, ojek online, freelance, dll.


Bekerja adalah cara yang masuk akal untuk kita bertahan hidup, hampir mustahil rasanya dalam situasi ini kita memulai bisnis apalagi kalau kita tidak bisa menerima resiko gagal yang mungkin terjadi (tidak punya simpanan), nah masalahnya adalah banyak orang malah terjebak selamanya disini (kerja untuk sekedar bertahan hidup), contoh:

  • Karena mereka terlalu stres bekerja di tempat yang mereka tidak suka (karena motivasinya hanya uang untuk bertahan hidup), akhirnya mereka menghabiskan gaji yang mereka dapat untuk membeli kenikmatan sesaat.
  • Atau mereka berpikir yang penting bisa bertahan hidup dan itu sudah cukup, sehingga mereka hanya melakukan hal yang sama berulang-ulang, tidak mau mencoba melakukan hal-hal lain yang lebih menghasilkan dan ironisnya masih berharap supaya bisa kaya.

Kalau Anda memang mau kaya, maka jangan terjebak dengan rutinitas diatas. Kecuali tempat kerja Anda memiliki jenjang karir yang baik (dimana hal ini cukup sulit diakses oleh mereka yang miskin) maka selamanya Anda hanya akan menukar waktu dengan uang.

tips cara mudah meraih kebebasan finansialJadi apa yang harus dilakukan?

Habiskan seminimal mungkin waktu untuk bekerja supaya Anda bisa bertahan hidup, simpan uang /gaji tersebut untuk menjamin supaya Anda bisa survive lebih lama lagi, dan gunakan sisa waktu yang ada untuk menciptakan sesuatu apapun itu, bisa sebuah karya, produk, bisnis, dan apa saja yang bisa menghasilkan income.

Saya sendiri sebelum memulai bisnis online secara full time saya bekerja di perusahaan selama bertahun-tahun, begitu bisnis sampingan yang ada sudah bisa berjalan sendiri dan menghasilkan income yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (sudah setara gaji) barulah saya bisa 100% menghabiskan waktu untuk berbisnis.

Pada awalnya saya tidak punya modal apa-apa, tidak punya pengalaman/koneksi, tidak punya gelar, dan tidak tahu harus berbuat apa, tentu jalan keluar yang paling simpel adalah dengan mencari pekerjaan apapun yang bisa dilakukan, saya sering sekali gonta-ganti pekerjaan mulai dari research marketing, IT support, digital agensi, dan saya sadar kalau begini terus saya tidak akan pernah maju karena terus-terusan stuck pada pekerjaan entry level, mau tidak mau saya harus memulai usaha sendiri (mungkin akan lain cerita kalau tempat saya bekerja bisa berkembang dan memberi jenjang karir yang baik).

Intinya Anda hanya akan bertahan hidup jika menjalankan step 1, Anda akan hidup berkecukupan (dan mungkin bisa kaya) pada tahap 2, dan kalau Anda ingin betul-betul kaya dan sejahtera maka lakukan langkah ke 3.

Langkah 2: Mengatur keuangan

Prinsipnya simpel yaitu jangan menghabiskan uang lebih banyak dari yang Anda hasilkan, sisakan uang yang ada untuk ditabung, lebih bagus lagi kalau Anda bisa investasikan melaui aset dan bisnis, faktanya kita semua bisa meraih kebebasan finansial dengan mudah selama kita bijak menggunakan uang yang sudah ada dan bisa memutarnya untuk hal-hal yang lebih produktif, contoh seperti:

  • Membuat blog, toko online, aplikasi, dan website yang menghasilkan.
  • Membeli alat-alat yang berguna bagi produktivitas, misal seperti kamera untuk seorang youtuber/vlogger, atau software desain untuk seorang editor.
  • Membeli motor yang digunakan untuk ngojek, disewakan, atau dipasangi stiker iklan.

Banyak orang yang salah kaprah dalam menabung, mereka merasa dengan menyimpan uang di bank atau disimpan dalam bentuk deposito itu sudah menguntungkan, padahal kenyataannya nilai uang yang mereka simpan akan berkurang dalam beberapa tahun kedepan, biasanya kita semua menginvestasikan uang yang kita miliki di bank karena kita sudah tidak tahu lagi mau diapakan uang tersebut, akhirnya bank tersebut yang mendapat untung karena mereka memutarkan uang kita (they make money with our money), toh bunga yang kita dapat sama sekali tidak ada artinya dengan nilai inflasi yang biasanya terjadi setiap tahun.

Intinya kalau kita tidak memegang penuh kendali atas uang yang kita miliki maka orang lain yang akan mengendalikannya, namun tidak perlu diambil pusing kalaupun Anda memang tidak tahu harus berbuat apa dengan uang yang ada tentu tidak ada salahnya menyimpan di bank atau membuka rekening deposito.

3. Menciptakan sesuatu

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, hampir mustahil rasanya bisa menjadi kaya raya dengan bekerja pada orang lain (di tempat yang cenderung stuck), kalau Anda sudah mentok dengan karir di perusahaan maka langkah yang paling logis adalah dengan menciptakan sesuatu, tidak perlu muluk-muluk berpikir “wah ini beresiko”, “nanti kalau gagal gimana”, dan bla.bla.bla, saya dulu juga berpikir seperti itu, kalau toko online saya gagal gimana ya, kalau blog saya gagal nanti gimana hidup saya, tapi kalau dipikir-pikir lagi apa resiko yang saya takuti?

Toh kalau gagal saya masih bisa hidup, saya masih bisa bekerja, saya masih bisa makan dan tidur, saya masih bisa mencari uang dengan berbagai cara lain, kesempatan sudah ada di sekitar kita, saya bisa menjadi freelancer di marketplace jasa, bisa jadi driver go-jek, bisa jualan barang di Tokopedia/Bukalapak, bisa melamar kerja dan dapat gaji UMR, dan terlebih saya tidak harus melepas pekerjaan yang sedang dijalani untuk memulai usaha kecil-kecilan, jadi ya benar-benar “nothing to lose”, satu-satunya yang hilang adalah waktu dan tenaga (yang sebenarnya juga akan hilang terlepas dari Anda memanfaatkannya atau tidak).

Jadi ini cuma masalah malas atau tidaknya saja, apakah kita mau menggunakan sisa waktu yang ada untuk berkarya atau menikmati konten orang lain? Apakah kita mau jadi produsen atau terus-terusan jadi konsumen? Akhirnya saya mulai mencoba berbagai hal dan yang paling mudah untuk dimulai menurut saya pada waktu itu adalah bisnis online, karena tidak butuh modal besar (namun persaingannya sangat masif), setelah bertahun-tahun mencoba ada yang gagal, ada yang berhasil dan masih terus berjalan hingga hari ini (contohnya blog ini), dan sampai sekarangpun saya masih terus mencari-cari peluang lain yang bisa dikerjakan.

Memang saya akui ada beberapa kesalahan yang saya buat seperti terlalu banyak membuat hal yang berbeda sehingga keteteran sendiri (tidak fokus), blog inipun juga terkena dampaknya, saya jadi jarang posting artikel disini, namun kedepannya saya akan berusaha lebih fokus dan tidak membagi-bagi perhatian pada banyak hal lain, satu pelajaran penting yang bisa diambil adalah saat Anda tidak tahu lagi harus berbuat apa, maka cobalah melakukan hal apapun yang bisa Anda lakukan, ciptakan apa saja yang bisa Anda buat dengan apa yang sudah ada.

Saya awalnya mulai dari sekedar dropship melalui Instagram, lalu bikin website toko online sendiri, lalu bikin blog, buat jasa digital marketing, jasa SEO, buat channel YouTube, menjadi reseller (jadi seller di marketplace), dan sampai sekarang saya masih melihat-lihat dan mencari peluang lain yang sedang ada di internet.

Tidak peduli Anda akan kemana, melangkahlah, berbuat sesuatu, ciptakan sesuatu, karena dari situ Anda akan menemukan tempat baru dan bisa menemukan tujuan yang lebih baik, Anda akan tahu saat Anda melakukan bukan saat mempertanyakan atau memikirkannya.



Kita sekarang hidup di jaman digital, jamannya industri kreatif, artinya kekayaan tidak lagi dicapai dengan kerja keras semata.

  • Pada era agraris, kekayaan diciptakan dari alam.
  • Pada era industri, kekayaan diciptakan dari mesin.
  • Pada era informasi, kekayaan diciptakan dari informasi, ilmu, dan pengetahuan.
  • Pada era digital (sekarang), kekayaan diciptakan dari kreativitas.

Cobalah perhatikan mereka yang tadinya biasa saja bisa kaya dan sejahtera karena mereka “berkarya”, mereka menciptakan sesuatu entah itu sekedar membuat video game di YouTube, membuat website/aplikasi, mendirikan startup, dan semacamnya, namun jangan jadikan uang dan kekayaan sebagai motivasi utama karya Anda karena mindset inilah yang menyebabkan kita menjadi tidak kreatif, lakukanlah karena memang Anda suka, lakukanlah karena memang ada passion yang ingin Anda curahkan, kerjakanlah karena ada value yang ingin Anda perjuangkan.

Memang tidak ada yang salah kalau kita termotivasi dengan materi, ini sangat manusiawi mengingat segala-galanya butuh biaya, tapi janganlah 100% jadikan uang sebagai tujuan utama, karena saya jamin Anda akan berhenti di tengah jalan terutama di saat sulit. Biar bagaimanapun semua orang butuh uang, karena itulah saya lebih menyarankan bekerja dulu untuk bertahan hidup, kumpulkan gaji yang ada sebagai simpanan/cadangan, lalu gunakanlah sisa waktu dan tenaga Anda untuk berkarya tanpa harus khawatir memikirkan uang, berkaryalah sebebas-bebasnya tanpa dibebani urusan finansial, ciptakan sesuatu tanpa harus memikirkan apakah ini akan menghasilkan atau tidak, setelah Anda melangkah dan menemukan panggilan yang tepat barulah dari situ Anda bisa mulai mencari cara untuk memonetize karya/passion Anda tersebut.

Kesimpulannya adalah untuk Anda yang sedang kesulitan secara ekonomi/finansial, tidak punya modal dan koneksi, sedang miskin baik secara materi dan pendidikan formal, dan ingin menggapai kekayaan, lakukanlah 3 langkah ini:

  • Carilah pekerjaan APAPUN yang bisa Anda kerjakan untuk survive (bertahan hidup), simpan gaji yang ada untuk jaminan hidup beberapa bulan kedepan, lebih bagus lagi kalau Anda investasikan kedalam aset, tapi kalau Anda tidak tahu sebaiknya simpan saja dan gunakan itu sebagai simpanan darurat.
  • Atur uang yang sudah ada untuk membangun aset, aset ini bisa berupa bisnis kecil-kecilan, peralatan yang mendukung produktivitas kerja Anda, sesuatu yang bisa menghasilkan uang secara pasif, dan lain-lain. Contoh yang paling simpel seperti membuat blog, kendaraan yang disewakan, kamar yang dikontrakan/kos, jual beli barang, dan berbagai alat penunjang kerja.
  • Kalaupun Anda tidak tahu ingin berinvestasi kemana, maka cobalah menciptakan sesuatu, bisa dibilang sekarang jamannya para kreator, mereka yang sejahtera adalah mereka yang berkarya, stop menjadi konsumen, jangan habiskan waktu untuk terus-terusan melihat karya orang lain, jangan hanya jadi penikmat produk orang, jadilah produsen, jadilah content creator, jadilah orang yang berkarya, tidak usah muluk-muluk, mulailah dari 1 artikel/1 video/1 penjualan/1 usaha kecil, karena 1 hal kecil yang benar-benar dilakukan jauh lebih berarti dari ribuan ide brilian yang tidak pernah terealisasikan.

Kalau masih gagal bagaimana? Pilihannya hanya ada 2:

  • Anda menyerah dan pasti gagal.
  • Anda terus mencoba dan kemungkinan akan gagal atau berhasil.

Pada akhirnya Anda tidak diwajibkan berhasil, Anda hanya perlu mencoba, toh nothing to lose juga (selama Anda tidak berhutang dan bisnis/investasi yang aneh-aneh), so just do it. Mulailah menulis, mulailah membuat video, mulailah menjual suatu produk, mulailah menawarkan jasa, mulailah menciptakan sesuatu. Otak Anda bisa menjadi aset paling berharga dalam hidup ini termasuk liabilitas dan beban terbesar jika salah digunakan.

Be creator, be creative.


Related Post: