Cara Menjadi Orang yang Lebih Berani (Tips Memberanikan Diri)

Bagaimana cara menjadi pribadi yang lebih berani dalam artian positif seperti berani berkenalan, berani bergaul, lebih percaya diri, berani mencoba hal-hal dan tantangan baru? Tips untuk menghilangkan rasa takut dan menjadi orang yang lebih berani mencoba sudah ada artikelnya disini –> Cara memberanikan diri.

Disini saya ingin memberikan sedikit tambahan dengan menekankan pada pentingnya sebuah tujuan. Keberanian tanpa tujuan hanya akan menjadi sebuah kebodohan, ada orang yang berani masuk ke kandang singa tapi tidak tahu untuk apa tujuannya (sama saja seperti orang gila), ada 2 jenis keberanian, pertama orang yang berani karena cuma asal nekat/gila dimana orang seperti ini biasanya 11-12 dengan orang bodoh, dan orang yang berani karena ada motivasi dan tujuan (memiliki sesuatu hal yang ingin dicapai).

Apa alasan utama orang menjadi takut? Karena kita lebih banyak memikirkan resiko dari tindakan ketimbang hadiah yang akan kita raih, fokus pada kemungkikan kalah bukan kemenangan. Kita ingin menang namun rasa takut akan kekalahan jauh lebih besar dari perasaan/keinginan menang, akhirnya sebagian besar dari kita memilih untuk “bermain aman” dan tidak mencoba.

Menurut psikiater bagi banyak orang ketakutan berbicara di depan umum (public speaking) jauh lebih besar dari rasa takut akan kematian, ketakuan akan public speaking ini disebabkan oleh rasa takut akan “dikucilkan”, takut menjadi berbeda dari orang lain, takut dikritik, takut dicemooh, takut dibuang/diasingkan dari kelompok. Ketakutan menjadi berbeda ini menghalangi banyak sekali orang untuk menemukan cara-cara baru untuk menyelesaikan masalah mereka, rasa takut inilah yang menyebabkan kita “play it safe”, memilih untuk menjadi biasa-biasa saja walaupun hati kita sudah berteriak-teriak dan memberontak, hal ini berlaku dalam semua aspek kehidupan seperti karir, percintaan, keuangan, olahraga, bisnis, dll.


Cara terbaik untuk mengatasi rasa takut ini adalah dengan memiliki tujuan yang kuat. Simpelnya begini kalau kamu masih takut untuk mencoba/bertindak berarti keinginan kamu untuk mencapai tujuan tersebut sangat lemah (jauh lebih lemah dari rasa takutmu).

Kita sudah sering melihat banyak publik figur yang tidak memiliki bakat/kemampuan khusus apapun namun tetap berani tampil di TV/media padahal modalnya cuma PD aja, karena tujuan mereka (entah itu ingin menghibur atau mencari nafkah dan popularitas) jauh lebih besar dari rasa takut/malu yang ada, disaat orang-orang pintar yang berbakat terkubur dalam rasa takut dan memilih diam, orang-orang yang bodoh lebih banyak bertindak dan melakukan, itulah sebabnya terkadang orang bodoh dan tidak berbakat bisa lebih sukses dari mereka yang lebih pintar darinya.

tips memberanikan diri menjadi pribadi yang beraniPertanyaan yang sebenarnya adalah seberapa kuat kamu menginginkan perubahan, seberapa ingin kamu membuat dampak dalam hidupmu, jika kamu ingin mencoba berkenalan dengan orang yang kamu suka, maka rasa ingin berkenalan tersebut harus lebih kuat dari rasa takut akan penolakan, kalau kamu mau mencoba hal-hal baru maka keinginan dan tujuanmu harus lebih besar dari rasa takut akan kegagalan.

Jadi pertama-tama kamu harus menguatkan tujuan dulu, tanpa tujuan dan keinginan yang kuat maka kita tidak akan memiliki motivasi dan tanpa motivasi kita mudah sekali menyerah pada rasa takut, itu baru rasa takut, belum lagi ada rasa malas, rasa dendam/marah, nafsu, keserakahan, dan emosi-emosi lainnya yang mengganggu pencapaian tujuan tersebut.

Saya paling suka dengan quotes Steve Jobs yang satu ini:

Remembering that I’ll be dead soon is the most important tool I’ve ever encountered to help me make the big choices in life. Almost everything–all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure–these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.

Mengingat bahwa saya akan mati suatu hari nanti adalah cara terbaik untuk membuat saya memilih keputusan penting dalam hidup ini. Hampir semuanya, segala ekspektasi dari luar, kebanggaan, rasa takut/malu akan kegagalan, semua itu akan runtuh dihadapan kematian, sehingga hanya menyisakan kita apa yang betul-betul penting. Mengingat bahwa kita akan mati adalah cara terbaik untuk menghindari jebakan bahwa kita punya “sesuatu untuk kehilangan”, jadi tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hatimu.

cara terbaik untuk menghilangkan rasa takutKita semua sebenarnya “nothing to lose” entah mau kaya, miskin, populer, atau apapun itu, karena pada akhirnya kita semua akan mati, kalau besok kamu akan mati apakah rasa takut, kegagalan, penyesalan, emosi, dan semua yang kamu miliki sekarang itu masih penting? Karena itulah kita punya tujuan hidup, untuk membuat hidup yang singkat ini menjadi lebih berarti dan menjalani hidup sebaik mungkin dengan sisa waktu yang kita miliki.

Ingatlah bahwa waktu kita di dunia ini terbatas, apakah kamu rela membiarkan waktu yang terbatas itu direnggut oleh sesuatu yang namanya “rasa takut”?

Life is too short to be afraid.



Pertanyaan tambahan: Kok bisa nulis panjang di setiap artikelnya? Penjelasannya detail.

Karena saya dari awal sudah terbiasa menulis secara tuntas, sebenarnya ada banyak sekali topik yang bisa dibahas secara lengkap dan rinci (panjang lebar) asalkan kita ga malas dan punya passion terhadap temanya, mungkin karena saya tidak terlalu mengejar kuantitas/jumlah artikel dan tidak kejar setoran harus posting berapa artikel setiap minggu, jadi untuk menulis 1 artikel saya bisa habiskan waktu lebih lama berjam-jam bahkan berhari-hari.

Kualitas > Kuantitas.


Related Post: