Cara Menghilangkan Rasa Takut dan Menjadi Berani Mencoba

berbagi ilmuBagaimana cara menghilangkan rasa takut dalam diri sendiri? Bagaimana caranya supaya kita lebih berani mencoba?

Kita semua tentu memiliki rasa takut akan gagal, kita selalu gelisah dengan adanya hambatan-hambatan seperti faktor genetik/keturunan, modal/uang yang dimiliki, keadaan/lingkungan sekitar, skill/kemampuan yang ada, dan terutama krisis rasa percaya diri.

Rasa takut dan keberanian sebenarnya adalah 2 sisi yang tidak terpisahkan. Hanya dengan merasa takut Anda dapat menghargai arti dari sebuah keberanian. Cobalah Anda perhatikan fakta berikut:

  • Semakin Anda ingin menjadi kaya –> semakin Anda merasa miskin
  • Semakin Anda ingin menjadi tampan/cantik –> semakin Anda merasa jelek
  • Semakin Anda ingin merasa bahagia –> semakin Anda merasa stress dan sedih

Ini adalah psikologi terbalik dimana semakin Anda mengejar sesuatu justru hal itu terasa semakin jauh, dan sebaliknya semakin Anda menghindari sesuatu maka semakin dekat hal itu kepada Anda. Jika Anda menghindari ketakutan, rasa takut itu malah akan membesar dan menjadi-jadi.


Jadi harus bagaimana?

Jangan menghindar. Takutlah. Biarkan rasa takut itu datang dan terima itu.

Orang berani itupun juga sebenarnya takut, hanya saja mereka terlihat pura-pura berani. Jika kita menggunakan psikologi terbalik diatas, maka sebenarnya ini sangat masuk akal. Contoh:

  • Rasa lelah saat bekerja keras dalam membangun usaha (pain) menghasilkan rasa puas saat Anda menerima hasil dari usaha tersebut.
  • Kegagalan dalam percintaan memberikan Anda pengalaman dan pemikiran yang lebih bijak dalam memandang suatu hubungan di masa depan.
  • Ketakutan saat melakukan sesuatu yang ingin Anda lakukan akan membawa Anda pada keikhlasan mencoba dan menjadi lebih berani mengambil tindakan kedepannya.

Anda sudah sering mendengar istilah no pain no gain. Dan itu sangat-sangat benar.

Semua yang berharga dalam hidup ini dimenangkan dengan mengatasi rasa negatif yang ada. Mereka yang menghindari rasa negatif tersebut (pain) justru hanya akan semakin menderita dari rasa negatif tersebut.

Menghindari rasa takut akan membuat Anda semakin takut. Menghindari kegagalan akan membuat Anda semakin gagal. Semakin Anda ingin melupakan pengalaman pahit maka semakin sakit rasanya pengalaman tersebut.

Berhenti menghindar. Just accept it.

Lalu bagaimana kalau saya sudah menerima rasa takut tersebut tapi tetap tidak berani melangkah/mencoba?

Kenyataannya memang sebagian orang masih tidak mau menerima kegagalan. Mereka lebih suka berpikir:”Hmm.. Saya bisa, saya pasti sukses”. Berpikir seperti itu jauh lebih baik daripada betul-betul mencoba dan gagal bukan?

Ironisnya banyak orang hidup dalam kebohongan. Mereka membodohi pikirannya sendiri, merasa nyaman dengan zona amannya sendiri, dan tidak mencoba sesuatu yang benar-benar mereka inginkan.

Walaupun Anda sudah tahu apa yang ingin Anda lakukan, kemungkinan Anda masih tidak melakukannya. Mengapa? Karena Anda masih tidak percaya diri. Anda masih takut dengan kegagalan. Kita ingin semuanya ada dalam kendali sedangkan kita tahu resiko itu selalu ada diluar kendali, akhirnya kita berakhir dengan segudang teori yang menjelaskan kenapa kita tidak pernah mencoba dan gagal.

mengubah diri sendiriHanya ada 2 hal yang akan selalu kita lakukan pada akhirnya:

  1. Kita mengejar sesuatu, atau
  2. Kita menghindari/mencegah sesuatu

Saat Anda menghindari sesuatu maka Anda berada dalam sisi “bertahan”, Anda akan menggunakan semua logika yang bisa Anda pikirkan untuk menjelaskan mengapa kita menghindari atau tidak melakukannya.

Sebaliknya saat Anda mengejar sesuatu maka Anda berada dalam sisi “menyerang”, Anda akan menggunakan semua resource, modal, keadaan, dan apapun yang ada untuk mengejar hal tersebut, termasuk mengabil resiko dan kemungkinan gagal. Anda tidak butuh lagi alasan, hanya tindakan yang berbicara.

Karena itu Anda butuh:

  • Tujuan yang betul-betul berarti untuk Anda
  • Rasa percaya diri dan kemampuan (skill) untuk mencapai tujuan tersebut
  • Kemauan untuk menerima rasa sakit (pain) dan kemungkinan gagal
  • Konsisten dan tidak mudah putus asa

Jangan lagi menghindari rasa takut, jangan lagi menghindari kegagalan. Jika harus takut, takutlah. Jika harus gagal, gagallah. Sebelum Anda mengubah dunia, ubahlah dulu diri Anda.

Takutlah dan gagallah. Karena itu adalah hal yang baik 🙂

berani mencoba