Bagaimana Cara Menghentikan & Mengatasi Korupsi di Indonesia

Untuk artikel Q&A (tanya jawab) kali ini saya akan jawab beberapa email yang masuk sekaligus, kali ini pembahasannya cukup beragam mulai dari blogging sampai korupsi. Berikut ini jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kalian:


Email 1: Permisi, saya ingin bertanya kepada admin blog Solusik. Min, gimana sih cara membuat artikel atau tulisan yang enak dibaca seperti blog Solusik? Dan gimana caranya memperbanyak pemahaman kosakata kita dalam menulis? Apa aja hal yang membuat sebuah artikel tidak enak dibaca? Tolong dijawab ya min. Terima kasih.

Kalau boleh jujur sebenarnya saya tidak terlalu memikirkan kosakata, EYD, dan tata bahasa dalam menulis, gaya menulis blog ini cenderung bebas dan mengalir saja seperti kita sedang ngobrol sehari-hari, menurut saya yang membuat artikel/blog itu enak dibaca adalah ketika kita memasukkan unsur “personality” kedalam tulisan, sehingga pembacapun bisa merasakan bahwa tulisan ini benar-benar ditulis oleh manusia dan maksud/perasaan yang disampaikan juga bisa dirasakan oleh orang yang membacanya.

Sebaliknya kalau kita menulis terlalu baku dan kaku malah terkesan seperti robot dan membosankan, jadi menurut saya yang terpenting tambahkan sentuhan karakter dan personality kamu kedalam tulisan yang ada, gunakanlah gaya bahasa yang nyaman kamu gunakan, berikan opini dan sudut pandang pribadi untuk menambah kesan “human” sehingga isinya pun lebih mendalam dan yang terpenting tulislah apa yang kamu suka/mau bukan sekedar menulis karena kebutuhan/paksaan karena saya yakin apapun yang ditulis pakai hati pasti akan sampai juga ke hati pembacanya.



Email 2: Min, saya punya blog yang sudah terpasang AdSense, apakah kalau saya membeli trafik misal menggunakan iklan/ads itu melanggar kebijakan Google? Sebenarnya trafik blog saya sudah lumayan banyak tapi belakangan ini cenderung stuck, apakah sebaiknya saya gunakan sedikit budget untuk beriklan? Apakah kita bisa terus-terusan membeli trafik/visitor dan mendapatkan keuntungan misalnya dengan budget 1 juta untuk beriklan kita bisa mendapatkan visitor yang nantinya membawa penghasilan (dari AdSense) sebesar 1,5-2 juta? Kira-kira bagaimana tanggapan admin? Terima kasih.

Pertama Google tidak pernah melarang kita untuk menggunakan iklan/ads seperti Google ads (AdWords) atau FB ads walaupun sudah banyak kasus publisher yang terkena banned karena membeli trafik dari pihak ketiga. Saran saya kalau kamu memang mau beriklan sebaiknya gunakan yang aman-aman saja seperti Google/Facebook ads, untuk pemilik blog/website yang kecil (perorangan) saya tidak menyarankan untuk menggunakan iklan, saya sendiri tidak pernah menggunakan budget untuk iklan kecuali saat diawal untuk boost post & likes melalui Facebook, kalaupun saya bisa kembali ke masa lalu, kemungkinan saya tidak akan menggunakan iklan sama sekali.

Apakah menggunakan iklan bisa menghasilkan keuntungan? Kalau skemanya seperti membeli visitor yang dibawa ke blog dan ada iklan display (seperti AdSense) lalu berharap bisa balik modal dan untung, saya rasa akan sulit sekali. Jelas kalau kita pakai Google ads/AdWords hampir mustahil bisa balik modal karena harga iklannya sangat mahal untuk sekali klik, namun ada peluang kecil kita bisa untung jika menggunakan Facebook ads dengan cara “boost post” dan set tarif berdasarkan impresi (CPM), kita harus membuat postingan/artikel yang sangat bagus dengan judul yang sangat menggoda sehingga iklan tersebut menjadi sangat menarik (engaging) dan banyak orang yang mengekliknya (karena kita menggunakan tarif CPM maka semakin banyak yang klik iklannya kita akan semakin untung), namun hati-hati jangan sampai artikel yang dikunjungi visitor tersebut kualitasnya rendah/abal-abal karena hal seperti ini bisa mengakibatkan low engagement dan yang paling buruk banned dari Google.

Saya tidak menyarankan blogger untuk menggunakan iklan apalagi kalau kamu tidak memiliki produk/jasa untuk dijual, pada dasarnya iklan hanya cocok digunakan untuk promosi jualan/event tertentu, namun trik boost post diatas bisa kamu coba jika kamu memang punya budget lebih dan ingin menjangkau audience yang lebih banyak lagi. Biasanya teknik boost post diatas bisa sangat sukses kalau kita membahas suatu tren yang sedang viral dan engagementnya sedang tinggi, misal saat momen piala dunia kita membuat artikel tentang informasi/fakta menarik seputar World Cup dan kita mempromosikannya di Facebook (boost post) kepada audience yang spesifik (mereka yang fans berat dengan sepak bola).

Baca juga: Cara meningkatkan trafik blog dan website


Email 3: Mau tanya min, di Indonesia kan banyak koruptor, kira-kira gimana caranya ngebenerin atau ngatasin korupsi yang tiap hari membuat negara kita semakin busuk ini? Mungkin gak korupsi bisa hilang dari Indonesia?

Pertanyaan yang menarik, saya sendiri tidak tahu bagaimana caranya menghentikan korupsi 100% di Indonesia, kalaupun tahu saya juga tidak punya kekuasaan untuk berbuat banyak, namun yang saya yakini kita tidak akan pernah bisa menghentikan/mengatasi korupsi sampai kapanpun selama kita sendiri masih membiarkan korupsi-korupsi kecil terjadi di sekitar kita.

Saya sebenarnya terinspirasi hal ini dari seorang teller bank, saat itu saya sedang mengurus administrasi di bank dan kasirnya sedang mencari-cari recehan karena kembalian saya kurang seratus perak (Rp 100,-), saya bilang “udah bu seratusnya ga usah dikembaliin” (karena saya pikir toh cuma seratus perak doang), namun teller tersebut tetap bersikeras mencari kembalian dan dia bilang “jangan pak, nanti kami bisa korupsi 100 juta”.

Kejadian itu membuat saya tersadar bahwa sebenarnya banyak sekali “korupsi” yang terjadi di lingkungan kita, mulai dari kembalian yang kurang saat kita belanja di minimarket, tukang minta sumbangan/donasi yang ga jelas asal-usulnya, pengemudi yang minta “damai” saat ketilang, regulasi surat yang harus “nembak” atau pakai calo, perusahaan yang main harga pada client, atasan/manager yang korupsi dana proyek untuk keuntungan pribadi, bahkan saat saya sekolah/kuliah sudah terjadi berbagai jenis korupsi seperti anggota osis yang mengambil uang kas, mahasiswa yang main mark up harga dalam acara organisasi bahkan sampai ada siswa yang mencuri piring & sendok di kantin.

Jujur saya sendiri juga pernah melakukan korupsi-korupsi kecil dalam hidup saya. Hal terburuk dalam korupsi adalah ketika kita menganggap korupsi kecil itu wajar dan tidak masalah untuk dilakukan, saat kita merasa tidak bersalah menyogok/menyuap seseorang untuk mendapat kemudahan/keuntungan, dan yang paling buruk adalah saat kita menganggap “korupsi” adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah.

Jadi bagaimana cara mengatasi/menghentikan korupsi di Indonesia?

Kita tidak boleh mentolerir segala tindak korupsi sekecil apapun itu, pertama mulai dari diri sendiri terlebih dahulu, kalau kita tidak bisa mulai dari yang kecil bagaimana kita bisa menghandle hal yang lebih besar? Biar bagaimanapun pemerintah dan mereka yang menjabat secara tidak langsung adalah cerminan dari masyarakatnya, mereka berasal dari rakyat dan dipilih oleh rakyat, kalau kita melihat pemerintah banyak yang korup, mungkin itu karena mayoritas masyarakatnya juga banyak yang korup (dalam skala yang lebih kecil).

Pada akhirnya sebuah tindakan korupsi pasti melibatkan banyak pihak dan ini hanya akan terjadi saat semua orang yang terlibat setuju dan menerima tindakan tersebut. Kalau kamu seandainya disogok untuk memilih A dalam suatu pemilihan dan nantinya A terbukti korupsi maka sama saja kamu ikut andil dalam kasus korupsi tersebut.

Jadi sebelum bicara mengenai korupsi besar yang terjadi di negara ini, kita harus mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, apakah kita sendiri benar-benar suci dari “korupsi”, ketika mayoritas masyarakat sudah tidak lagi menerima dan mentolerir korupsi sekecil apapun itu, ketika kita semua merasakan bahwa korupsi kecil di sekitar kita tidak boleh dibiarkan, barulah keadaan bisa mulai berubah.


Related Post: