Cara Mencari Produk dan Stok Untuk Toko Online

Bagi Anda yang ingin membuat toko online, pasti yang dipikirkan pertama kali adalah produk apa yang ingin dijual dan bagaimana mencari stoknya? Artikel ini akan memberikan tips praktis untuk Anda yang ingin segera membuka toko online sehingga bisa menjadi referensi Anda dalam berjualan.


Pertama menentukan jenis produk yang ingin dijual. Karena kita membahas tentang toko online, maka saya akan memberikan tips jenis-jenis barang yang cocok untuk dijual secara online, yaitu:

  • Harga barang sekitar Rp 50.000,- sampai Rp 1.000.000,-
  • Dimensi tidak terlalu besar, kurang lebih sekitar 15x15x15 cm
  • Berat per item sekitar 10-500 gram
  • Tidak dijual di supermarket atau toko-toko fisik lainnya

Intinya produk yang harus dijual adalah produk yang ukuran & beratnya efisien untuk dikirim melalui JNE atau agen pengiriman lainnya, harganya tidak terlalu murah/mahal (kalau kemurahan sayang di ongkir, kalau kemahalan biasa customernya takut ditipu), dan jarang ditemukan secara offline/toko fisik.

Contoh jenis barang yang cocok seperti:

  • Aksesoris
  • Baju/fashion
  • Otomotif/spare parts ringan
  • Elektronik dan aksesoris komputer/gadget
  • Produk olahraga dan kecantikan


Bagaimana cara mencari stok/supplier untuk produk tersebut?

Sebenarnya cara terbaik adalah dengan langsung datang ke pusat dari jenis produk yang ingin Anda stok, seperti:

  • Mangga Dua –> komputer & gadget
  • Sawah Besar –> otomotif & spare parts
  • Glodok –> elektronik
  • Tanah Abang –> baju
  • Cina –> produk murah & KW

Masih ada cara lain menemukan supplier yaitu melalui Google, Anda tinggal search saja seperti “Supplier …”, atau “Dropship …”. Tinggal bandingkan (kualitas & harga) dan lebih bagus lagi jika supplier tersebut memiliki toko offline yang bisa Anda kunjungi.

Atau yang lebih mudah lagi Anda bisa search langsung melalui Tokopedia. Sebagian besar para pedagang yang berjualan di tokopedia adalah supplier/distributor, Anda bisa mencari mereka melalui sortir harga/penjualan, karena biasanya supplier selalu memberikan harga termurah atau menghasilkan penjualan terbanyak.

Jika Anda ingin menjadi importir langsung, maka Anda bisa langsung mencari produk tersebut di Alibaba, biasanya para supplier di Indonesia mengimport barang dari China karena selain harganya murah, ternyata produk tersebut lebih sering laku ketimbang produk-produk branded (walaupun kualitasnya KW).


Apa cara yang paling efektif untuk menyetok?

Menurut saya langkah awal yang paling baik adalah dengan mulai sebagai dropshipper (tidak menyetok), membangun nama terlebih dahulu, setelah Anda yakin baru mulai naik perlahan-lahan menjadi reseller (stok sedikit-sedikit) setelah terbukti menghasilkan barulah Anda all-out menjadi distributor/importir untuk produk tersebut.

Jika memang Anda harus menyetok, maka stoklah barang yang “pasti tidak rugi”. Bagaimana caranya? Stoklah produk yang valuenya tidak menyusut seiring berjalannya waktu. Contoh jika Anda menyetok gadget seperti iPhone 5s dan aksesorisnya, beberapa tahun kedepan apple akan mengeluarkan seri iPhone yang baru dan nilai/value dari produk yang sudah Anda stok tersebut jelas akan menurun (dan terus turun), karena itu hindari menyetok produk yang berhubungan dengan elektronik/komputer/gadget (atau produk yang ada masa garansinya).

Cobalah menyetok produk seperti baju/fashion, buku, aksesoris, spare parts, atau produk-produk yang awet dan harganya stabil. Jika Anda menyetok baju maka beberapa tahun kedepan baju tersebut akan tetap awet seperti baru dan harganya pun masih sama (bahkan bisa Anda naikkan lagi jika terjadi inflasi). Tentunya beban pikiranpun jadi lebih ringan, karena Anda tidak harus terburu-buru menjual produk-produk Anda.


Channel marketing apa yang efektif?

Berikut ini channel marketing yang paling efektif menurut saya:

  • Reseller-dropship –> Website sendiri, social media (recommended), kaskus (fjb), olx.
  • Distributor/importir –> Website sendiri, tokopedia, bukalapak, lazada.

Semua kembali pada pilihan Anda masing-masing, belum tentu channel marketing diatas cocok dengan toko online Anda, pada akhirnya lebih baik jika Anda mencoba semuanya setelah itu baru fokus pada yang benar-benar terbukti (valid) menghasilkan penjualan.


Bisakah kita bertahan sebagai reseller-dropship?

Setiap orang punya pendapatnya masing-masing, namun menurut saya dengan kondisi e-commerce di Indonesia yang seperti ini maka hampir tidak ada ruang untuk reseller apalagi dropshipper untuk bermain di market ini. Bahkan pemain besar seperti rakuten saja sampai menutup layanannya di Indonesia.

Reseller-dropship hanya bagus sebatas riset market saja (mengira-ngira produk apa yang laku) namun pada akhirnya untuk sukses menjalankan toko online hanya bisa dilakukan melalui 2 cara yaitu:

  1. Anda menciptakan brand/produk Anda sendiri, dimana tidak ada orang lain yang menjual dan produk tersebut hanya bisa didapatkan melalui toko online Anda, seperti keripik maicih, sepatu brodo, dan semacamnya. (menjadi produsen)
  2. Mengambil barang langsung dari pabrik/perusahaan dan menjadi distributor/supplier/importir produk tersebut (tangan pertama), sehingga Anda bisa langsung menjualnya kepada end user/reseller. (tanpa perantara)

Bagaimana kira-kira gambaran masa depan toko online di Indonesia?

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi jika melihat situasinya sekarang, menurut saya nantinya hanya ada 3 e-commerce yang mendominasi pasar yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Ini hanya perkiraan gamblang berdasarkan ranking alexa dan smartphone apps dengan unduhan terbanyak.

Jadi jika Anda ingin membesarkan toko online Anda, tidak ada salahnya berinvestasi dengan membangun reputasi di tokopedia/bukalapak atau kalau Anda mau silahkan buat e-commerce/website Anda sendiri dengan identitas brand Anda.