Cara Memperbaiki Aib dan Menghilangkan Reputasi yang Buruk

Dalam kehidupan terutama bisnis dan karir, kita pasti pernah melakukan kesalahan dan kadang kesalahan tersebut akan berdampak buruk pada reputasi kita dalam berkarir bahkan bisa menjadi aib seumur hidup. Reputasi yang buruk tentu tidak mudah untuk diperbaiki, karena itu sangatlah penting bagi kita untuk terus menjaga reputasi yang baik, walaupun tidak mudah, tentunya reputasi buruk masih bisa diperbaiki, lalu bagaimana cara memperbaiki aib/reputasi yang buruk tersebut?

Terkadang kita mendapat “image” atau reputasi yang buruk bukan karena kesalahan/kecerobohan diri kita sendiri, ada juga sebagian dari kesalahan orang lain atau mungkin akumulasi dari berbagai keadaan, maka dari itu sangat penting untuk menyadari posisi Anda apakah memang kesalahan tersebut betul-betul terjadi karena Anda atau tidak.

Jika memang Anda yang terbukti salah, maka segeralah renungkan dan perbaiki keadaan dengan cara berikut:

1. Terimalah bahwa orang lain tidak akan lupa dan mungkin sebagian lainnya akan salah paham


kesalahan lebih mudah diingatMana yang lebih mudah diingat oleh orang: 99 kebaikan yang telah kita buat atau 1 keburukan yang kita lakukan?

The thing is you can do millions of nice things that will go unnoticed but the moment you do something someone doesn’t like society jumps all over it.

Anda bisa saja melakukan jutaan kebaikan dan orang lain tidak akan memperhatikan, tapi begitu Anda melakukan satu hal yang tidak disukai maka orang-orang akan terus mengingatnya. This is how our society works. Beginilah kondisi masyarakat kita, bahkan yang lebih buruk sebagian orang akan salah paham dan tidak mengerti sepenuhnya dengan apa yang terjadi, terimalah itu semua. That’s life, get used to this.

Hal ini sering sekali kita lihat dalam dunia politik dan media, dimana satu pihak membesar-besarkan masalah yang bahkan tidak jelas apa masalahnya, sebagian lain salah paham menganggap adanya penistaan-penistaan tertentu, sebagian lain akan balik melapor (akhirnya jadi saling lapor dan kasusnya ga kelar-kelar), namun memang begitulah keadaannya.

Terimalah bahwa orang tidak akan lupa dengan kesalahan yang telah Anda buat, seiring berjalannya waktu mereka akan semakin tidak peduli namun tetap mengingatnya. Bukan berarti mustahil untuk memperbaiki kesalahan tersebut, kebalikannya mereka tidaklah sepeduli yang Anda bayangkan.

Semua akan berubah seiring berjalannya waktu, setelah beberapa saat orang akan berhenti peduli dengan apa yang sudah Anda lakukan dimasa lalu, biasanya strategi ini sering digunakan oleh oknum-oknum jahat dalam bentuk pengalihan isu atau mereka akan menghilang untuk waktu yang cukup lama.

Faktanya adalah:

  • Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan kita juga tidak terlalu peduli dengan hal itu. Kita terkadang suka membesar-besarkan kesalahan diri sendiri karena itu adalah kesalahan kita, tapi realitanya orang lain tidaklah sepeduli yang kita bayangkan, mereka juga punya kehidupan dan masalahnya sendiri-sendiri, so stop caring so much. Aib/reputasi buruk Anda mungkin terasa lebih buruk dikepala Anda dibanding apa yang orang-orang lain lihat.
  • Hampir tidak ada orang yang peduli dengan reputasi Anda terlepas itu baik ataupun buruk. Mungkin sebagian orang akan senang Anda memiliki reputasi yang buruk, sebagian lain akan iri karena Anda memiliki reputasi yang baik, namun kenyataannya mayoritas orang dan masyarakat tidak peduli sama sekali dengan reputasi Anda apapun itu.

2. Perbaiki keadaan menjadi lebih baik atau pergi

menghilangkan reputasi yang burukTentu cara memperbaiki aib/reputasi yang hancur adalah dengan kembali membangun reputasi yang baik sesegera mungkin, atau jika memang sudah mustahil untuk memperbaiki keadaan yang ada maka jalan terbaik adalah pergi (leave) sampai situasi menjadi lebih tenang.

Contohnya sosok publik figuk yang terkena isu negatif akan berhenti sejenak dari berbagai kegiatan di sosial media dan online, karena haters akan terus mencibir dan berdatangan setiap kali mereka membuka suara, memang tindakan tersebut jauh lebih baik, silent is gold, terkadang diam adalah cara terbaik yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan, cooling/santai sejenak, jika ada yang bisa diklarifikasi maka katakan secukupnya dan segera make it clear.

Ketika membahas tentang isu yang berkaitan dengan reputasi buruk Anda, maka tenanglah, respek terhadap respon orang lain termasuk mereka yang salah paham, terima segala masukkan yang ada, dan jika Anda memang memiliki pembelaan atau klarifikasi yang benar maka segera sampaikan sesingkat dan sepadat mungkin. Jangan bertele-tele, menutup-nutupi atau berputar-putar karena seiring berjalannya waktu orang akan terus berpikir yang macam-macam dan semuanya akan menjadi semakin ambigu.

  • Jika ada orang yang salah paham dan menurut Anda itu mengganngu, maka bicaralah terlebih dahulu kepada mereka.
  • Coba tanya teman/keluarga/sahabat tentang opini mereka mengenai masalah Anda.
  • Jangan terlalu gengsi mengakui kesalahan, akuilah kesalahan jika Anda memang salah. Semakin Anda membela diri saat salah, semakin mudah orang lain mencari-cari kesalahan dan terus membenci Anda.

Jika dengan segala usaha yang telah Anda lakukan semua tetap tidak kunjung membaik, maka saatnya Anda pergi (leave), biarkan keadaan yang ada tetap apa adanya seperti itu, klarifikasi apapun yang menurut Anda penting untuk disampaikan, biarkanlah mereka yang tidak mau mengerti dan salah paham apa adanya, jangan menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga untuk mengubah sesuatu yang tidak mau berubah.

Pilihannya hanya antara Anda yang merubah keadaan atau Anda yang berubah, jika Anda sudah melakukan yang terbaik untuk merubah keadaan dan keadaan tidak kunjung berubah, maka saatnya Anda yang berubah, pergilah kemana saja, menghilanglah dari keadaan tersebut, refreshing sejenak, nikmati waktu Anda sendiri atau bersama dengan mereka yang peduli dengan diri Anda.

3. Mulai berpikir positif

Sekarang saatnya start dari awal, mulailah dari berpikir positif kembali, sekelam apapun masa lalu Anda, masa depan Anda masih suci. Cara terbaik untuk memulai adalah dengan kembali mengimprove kualitas hidup Anda, memang ini tidak akan berjalan cepat, Anda harus perlahan kembali membangun pondasi dari awal dan terus konsisten.

Seperti yang Warren Buffett katakan: “Butuh 20 tahun untuk membangun reputasi yang baik dan hanya 5 menit untuk menghancurkannya.”, membangun reputasi itu sangat sulit dan lama, tapi menghancurkannya sangat mudah dan cepat. Lakukanlah hal-hal baik secara konsisten apapun itu:

  • Bantulah teman/keluarga yang sedang memerlukan bantuan
  • Jadilah volunteer/sukarelawan atau bantulah sebuah organisasi non-profit yang berkontribusi untuk banyak orang
  • Bagikanlah ilmu atau pengalaman apapun entah melalui blog, sosial media, dan semacamnya
  • Mulai mencari kegiatan baru bersama orang-orang baru, atau bukalah bisnis/usaha sampingan

4. Ubah diri Anda sendiri

Ambilah pelajaran berharga dari apa yang sudah terjadi, jadikan itu pengalaman yang berharga dan mulailah berubah menjadi lebih baik. Mengubah diri Anda sendiri sangat sulit karena kita sudah terbiasa mengembangkan habit/kebiasaan dalam hidup ini, namun dengan melakukan perubahan/mengubah diri terutama dalam perilaku kita sehari-hari, orang akan memperhatikan perubahan tersebut.

Hal ini akan mengubah sudut pandang orang lain, bagaimana cara mereka melihat Anda, dan dengannya mereka akan mempertimbangkan kembali perspektif mereka terhadap Anda. Toh jika Anda memang niat berubah menjadi lebih baik tentu orang lain akan mendukung dan bersedia membantu Anda menjadi lebih baik lagi.

Jika lingkungan/teman/keluarga Anda tidak bisa membantu, coba cari alternatif lain seperti:

  • Pergi kegereja atau beribadah sesuai dengan kepercayaan/iman Anda.
  • Temui mereka yang profesional seperti psikiater, terapis, atau motivator yang mau mendengarkan masalah-masalah Anda.
  • Baca buku, motivasi, atau blog yang bisa membuat batin/keadaan internal Anda menjadi lebih baik.

5. Sabarlah

Tips yang terakhir adalah bersabarlah. Slow down, it takes time, ambil nafas panjang, jangan terlalu buru-buru membuat perubahan drastis seketika, hindari perubahan instan, mereka yang ingin cepat-cepat mengubah keadaan akan cenderung terlihat memaksa dan berpura-pura (palsu/fake), biasanya hal seperti ini tidak akan bertahan lama.

Ketika Anda berpura-pura, orang akan dengan mudah mengetahuinya, realitanya melakukan perubahan itu sangat sulit, tidak ada orang yang bisa berubah total 180 derajat dalam semalam, tetaplah konsisten melakukan perubahan-perubahan kecil sedikit demi sedikit karena disitulah letak perbaikan diri Anda yang sesungguhnya berada.


Related Post: