Cara Tercepat Mencari Uang (Tips Paling Cepat Menjadi Kaya)

Apa cara tercepat mencari uang? Adakah tips supaya kita bisa cepat menjadi orang kaya dari keadaan yang miskin, tidak punya modal apa-apa, tidak punya gelar/pendidikan yang bergengsi, tanpa kemampuan khusus apapun, dan juga tanpa koneksi dengan orang-orang tertentu?

Kalau kamu mau jawaban jujur tentang “cara cepat menjadi kaya” maka jawabannya adalah tidak ada (kecuali hoki/beruntung), sebagian besar mereka yang kaya itu bisa kaya karena bekerja keras dan usaha tersebut akan terbayar dalam jangka waktu panjang (bertahun-tahun bahkan puluhan tahun), mereka yang bisa cepat/instan kaya biasanya karena sedang beruntung dalam suatu momen (seperti menang lotre, bisnis mendadak trend, adanya perubahan sistem, dll), jadi sebaiknya buang jauh-jauh pikiran cara cepat menjadi orang kaya, konsep kaya mendadak itu hanyalah mitos yang digunakan oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk menjebak kita kedalam skema bisnis uang cepat/instan (yang biasanya berujung scam).

Untuk pertanyaan yang satu lagi, bagaimana cara tercepat mencari uang ini masih lebih masuk akal karena banyak sekali tips dan cara cepat untuk segera mendapatkan/mengumpulkan uang. Saya asumsikan kondisi Anda sedang tidak punya modal, koneksi, gelar dan pengalaman, maka cara terbaik untuk mencari uang dalam situasi tersebut (berdasarkan pengalaman saya) adalah meng-freelance-kan skill apapun yang sudah Anda miliki, “kalau saya ga punya skill apa-apa gimana?”, ya belajar dulu dari internet, buku, tanya orang, atau dari sumber mana saja baik yang gratis maupun bayar.

Saya berikan contoh berdasarkan pengalaman saya pribadi, saat saya pertama kali kesulitan mencari kerja, saya juga tidak punya skill apapun, tidak punya koneksi, tidak punya pengalaman, melamar kerja sana-sini juga ditolak, sedangkan saya butuh biaya untuk bertahan hidup, saya butuh makan, saya perlu uang secepat mungkin. Mau usaha juga sulit karena ga ada modal sama sekali dan kondisinya juga tidak memungkinkan karena saya harus segera mendapatkan uang, jadi apa solusi tercepat yang bisa dilakukan? Jawabannya ya freelance apapun yang bisa dikerjakan, lebih bagus lagi kalau kita punya kemampuan dalam satu bidang tertentu.


Saran saya hindari mencari freelance melalui marketplace jasa seperti Freelancer, Sribulancer, atau Projects, mengapa?

  • Pertama jujur bayaran freelancer disana cukup menyedihkan karena persaingannya ketat (rebutan job) dan banting-bantingan harga dari para freelancer justru membuat nilai jual mereka semakin rendah. Saya pernah melihat penulis yang hanya dibayar Rp 8.000,- per artikel (700 kata) dimana menurut saya harga tersebut kurang manusiawi.
  • Kedua pekerjaan/job yang ada sangat terbatas sedangkan pelamarnya sangat membludak, untuk 1 projek saja bisa ada puluhan-ratusan yang melamar, sehingga kemungkinan besar waktu kamu akan terbuang hanya untuk melamar dan melamar tanpa ada hasil sedikitpun.

Situs-situs marketplace freelance biasanya sudah terlalu penuh dengan kompetisi (mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai pensiunan), job/kerjaan yang mungkin “worth it” sudah dibombrdir oleh freelancer-freelancer lain, saya sendiri pernah mencari kerja disana, sebagian besar waktu saya habis hanya untuk menunggu dan menunggu, sekali dapat kerjaan juga bayarannya paling hanya sekitar Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,-.

Kalau untuk bertahan hidup dari mencari kerja di situs ini saya rasa sulit sekali, marketplace seperti ini hanya cocok kalau kamu sekedar ingin uang jajan seperti mahasiswa/pelajar yang sedang mencari duit tambahan atau ingin membangun portofolio, namun kalau kamu orang dewasa atau orang tua yang punya tanggungan hidup rasanya hampir mustahil bisa survive hanya mengandalkan pekerjaan dari sini (kecuali ada perusahaan yang mau kontrak lebih lanjut).

Saya pernah mengerjakan proyek SEO melalui marketplace jasa untuk suatu website dan dibayar sekitar Rp 50.000,-/hari sedangkan jika saya mengerjakan proyek yang sama tapi melalui jalur konvensional (apply via website perusahaan/situs pencari kerja macam Jobstreet) saya bisa deal di harga Rp 150.000,-/hari. Mengapa bisa? Karena saya tidak banting-bantingan harga dengan freelancer lain, perusahaaan sudah menetapkan harga yang fix (bukan sistem bidding/buka harga). Padahal kerjaannya sama, skillnya sama, beban tugasnya sama, namun bayarannya bisa berbeda jauh, saya tidak bilang bahwa bayaran via marketplace jasa pasti akan selalu lebih kecil tapi seringkali seperti itu (mungkin saja pengalaman orang lain akan berbeda).

Jadi kalau kamu mau freelance cobalah mencari kerja melalui situs langsung suatu perusahaan (website resmi perusahaan), situs pencari kerja seperti Jobstreet, bisa juga datang ke kampus-kampus dan lihat pada papan pengumuman apakah ada lowongan kerja freelance yang tersedia. Gunakan marketplace jasa sebagai tempat untuk membangun portofolio dan pengalaman bukan tempat bekerja jangka panjang (kecuali dalam beberapa kasus ada owner/perusahaan yang mau hire jangka panjang).

Lalu cobalah menjadi expert dalam suatu bidang, contoh saya belajar SEO secara otodidak dari berbagai blog internet marketing, lalu saya mempelajari SEM sampai mendapatkan sertifikat Google (AdWords), dari situ saya bisa membuat portofolio (blog ini) dan menjual jasa SEO/SEM saya lebih mahal lagi, akhirnya sayapun bisa mendapat kerja di kantor digital agensi sebagai SEO specialist dengan modal pengalaman freelance dan portofolio (tanpa embel-embel gelar). Tentu setelah itu kita bebas menentukan nasib kita sendiri, kita bisa menapaki dunia karir perkantoran dengan pengalaman dan skill yang telah kita miliki, atau bekerja sendiri menjadi seorang freelancer/profesional yang independen, atau bisa juga membangun bisnis/usaha sendiri dengan kemampuan yang ada.

Baca juga: Pilih kerja kantor, freelance, atau bisnis sendiri

Kesimpulannya inilah cara tercepat mencari uang tanpa pengalaman, skill, gelar, koneksi, dll (menurut saya):

  • Jika keadaannya betul-betul mendesak (butuh uang banget), maka carilah pekerjaan APAPUN yang bisa dikerjakan untuk bertahan hidup, entah itu di marketplace jasa, situs pencari kerja, jadi supir ojek online, dropship online, dll.
  • Jika kondisimu sudah tidak kritis (tidak mengalami krisis keuangan) maka cobalah pelajari suatu bidang yang kamu suka, kalaupun kamu tidak tahu apa minat/passion/bakatmu, coba saja pilih apapun yang menarik perhatianmu setidaknya dari situ kamu bisa mulai bergerak dan mencari. Toh ilmu dan pengetahuan sudah tersedia secara gratis di internet, saya bisa mendapat sertifikat SEM gratis modal googling, saya bisa belajar SEO pun gratis melalui blog/YouTube, dan sebenarnya sayapun awalnya tidak tertarik sama sekali dengan dunia SEO/digital marketing dan blogging, namun begitulah hidup, ketika kita melakukan maka kita bisa mulai menyukai apa yang awalnya kita kira tidak menarik/kita tidak suka.
  • Sambil belajar cobalah mencari-cari pekerjaan freelance atau kerjaan tetap di bidang yang kamu pelajari tersebut, contoh saya mulai dari mencari orang yang membutuhkan jasa SEO di marketplace jasa, dari situ saya bisa menjual pengalaman tersebut untuk melamar kerja di perusahaan digital agensi termasuk membuat blog Solusik ini sebagai portofolio. Jadi kalau kamu suka menulis cobalah menjadi freelance content writer untuk suatu website atau buat blog pribadimu sendiri sebagai portofolio, lalu coba untuk melamar kerja sebagai content writer/editor di suatu perusahaan. Kalau kamu suka desain coba buat channel YouTube sendiri, upload karyamu ke internet, buat sosial media Instagram/Facebook untuk menunjukkan skill dan portofoliomu disana.

Setelah melakukan step diatas, kamu bisa lebih bebas menentukan pilihan, apakah mau bekerja terus di kantor dan menapaki dunia karir, atau menjadi profesional yang bekerja untuk dirinya sendiri (self-employee), atau membangun kerajaan bisnismu sendiri. Yang terpenting adalah nikmati dan syukuri apapun yang kamu lakukan entah bekerja di kantor sebagai employee, menjadi freelancer, atau memulai usaha sendiri.


Related Post: