Wordpreneur: Sebuah Profesi & Karir Menjanjikan Lewat Tulisan


Apakah Anda sudah familiar dengan istilah wordpreneur? Istilah ini banyak digunakan oleh orang-orang yang bekecimpung didunia kepenulisan. Jika dilihat dari unsur kata-katanya, yaitu “word” dan “preneur” bisa dibilang jika kata-kata (word) atau dalam hal ini tulisan sudah menjadi lahan bisnis. Banyak yang mengira kalau wordpreneur ini hanya bisa dilakukan oleh seorang penulis buku dan artikel di media massa, padahal sebenarnya di era serba digital seperti sekarang, wordpreneur itu tidak terbatas pada penulis buku saja.

Menjadi wordpreneur berarti mau bekerja kreatif melalui kata-kata, Anda juga bisa mendapat banyak keuntungan berupa personal branding yang bagus jika sudah dikenal sebagai wordpreneur. Tidak seperti bisnis lainnya, menjadi seorang entrepreneur dibidang kepenulisan itu tidak butuh modal banyak, Anda cukup memiliki wawasan luas, memiliki kemampuan menulis yang baik dan juga tahu teknik yang tepat agar hasil tulisan bisa menarik (mau dibaca orang). Ingin tahu apa saja profesi yang termasuk wordpreneur dan bisa menjadi lahan berbisnis? Simak ulasannya di bawah ini.

– Penulis buku indie atau mayor

Penulis buku adalah profesi yang jamak diketahui erat kaitannya dengan tulis-menulis. Syarat utama untuk menjadi seorang penulis yang hebat adalah doyan membaca dan mau terus berlatih. Anda sebaiknya juga membeli buku-buku mengenai teknik kepenulisan atau mengikuti komunitas penulis. Karena menulis itu sifatnya perlu ketekunan, maka Anda harus memiliki mental yang baik jika karya Anda dibedah atau dikritik. Jangan jatuh dan minder sampai berhenti menulis hanya gara-gara kritikan. Jika sudah merasa cukup belajar dan percaya diri, maka terbitkanlah buku. Saat ini untuk menjadi penulis buku tidak melulu harus di pernerbit mayor (penerbit besar yang menjual buku di toko buku). Anda juga bisa menerbitkan lewat penerbit indie.


Jika Anda menerbitkan di penerbit mayor seperti Gramedia dan Bentang Pustaka, maka pasti antrian naskahnya cukup panjang, itupun belum tentu naskah Anda akan diapprove. Namun penulis tidak perlu mengeluarkan biaya untuk desain cover, editing hingga ISBN dan royalti yang didapat pun biasanya sekitar 10% dari harga jual.

Di penerbit indie hampir tidak ada penolakan naskah selama naskah Anda tidak menyinggung SARA atau hal-hal lain sesuai ketentuan penerbit. Penulis harus membayar biaya editing, ISBN, desain cover dan lain-lain, namun bukan berarti menerbitkan buku indie itu merugikan secara finansial. Karena royalti yang didapat lebih besar dari penerbit mayor, keuntungannya pun bisa lebih banyak. Anda bisa mencetak sesuai permintaan jadi tidak perlu menyetok.

Dee Lestari menulis buku pertamanya Supernova dengan biaya sendiri sampai bisa meledak sebanyak 7.000 eksemplar. Ma’mun Affani adalah contoh penulis novel indie yang karyanya bahkan ada yang sudah difilmkan. Yang paling penting adalah Anda harus membuat karya sebaik mungkin dan juga rajin promosi.

– Editor buku

Anda sudah sering menerbitkan artikel dan juga buku? Setelah membaca karya orang lain apakah ada kritikan entah dari segi EBI atau konteks kalimat yang ingin Anda perbaiki? Berarti Anda sudah memiliki insting sebagai editor. Sebuah buku tak lepas dari tangan dingin editor. Di penerbit mayor, posisi editor adalah pintu gerbang apakah naskah Anda diterima atau tidak.

Tugas dari editor adalah mengedit naskah supaya lebih bagus struktur bahasanya serta memberi saran untuk penulis supaya bisa memperbaiki tulisannya. Kemampuan menulis adalah syarat utama, lalu kepekaan bahasa seperti penyusunan tanda baca, pemakaian ejaan dan struktur kalimat juga wajib dimiliki seorang editor.

– Blogger

Raditya Dika adalah contoh blogger sukses tanah air. Berawal dari tulisan keseharian yang dikemas secara kocak, Raditya Dika menjadi populer bahkan bisa menerbitkan buku best seller dari kumpulan tulisan di blog. Anda bisa membuat blog dari Blogspot atau WordPress. Jika sudah rutin menulis di blog, Anda pun dapat mulai melakukan blog monetize. Blog monetize bisa diperoleh dari Adsense, job review atau article placement.

Saat ini blogger dipandang sebagai media yang lebih bagus untuk promosi sebuah produk. Jadi tidak heran jika ada instansi seperti bank atau perusahaan yang mengundang blogger dalam peluncuran produk mereka.

Baca juga: Share pengalaman cara menjadi jutawan AdSense melalui blog

– Buzzer

bisnis endorse buzzer influencer sponsor iklan tweetBagi Anda yang kurang suka menulis kalimat atau artikel panjang, maka bisa mencoba untuk menjadi seorang buzzer atau endorser. Buzzer adalah orang yang menggaungkan suatu program, produk atau brand tertentu di media sosial lewat status-status atau tweet (biasanya di Twitter atau IG menggunakan hashtag tertentu) dengan tujuan agar pengguna medsos lain bisa mengenalinya.

Media sosial sekrang tidak lagi hanya menjadi lahan curhat namun juga bisa menjadi ajang menggali rezeki dan sarang endorse bagi siapapun yang punya followers masif. Seorang buzzer cukup membuat kalimat-kalimat pendek (caption singkat yang persuasif) di media sosialnya, namun biasanya brand/perusahaan hanya mau memakai influencer dan artis besar yang sudah punya banyak pengikut, sedangkan bayaran untuk influencer kecil yang follower nya masih ribuan akan cukup sulit bersaing, tidak heran bisnis-bisnis jasa penambah followers/likes semakin menjamur khususnya di Indonesia.

– Copywriter

Tugas copywriter sedikit mirip dengan buzzer yaitu menulis kalimat persuasif untuk menarik minat calon konsumen. Bedanya, buzzer lebih bersifat menggaungkan atau mempopulerkan sedangkan copywriter membuat tulisan agar produknya dibeli (selling). Dalam copywriting, keunggulan dan spesifikasi produk tidak perlu ditulis secara mendetail. Kalimat promosi iklan di televisi atau media massa dan tagline sebuah produk juga berasal dari tangan dingin seorang copywriter.



Cukup beragam bukan jenis-jenis wordpreneur itu? Galilah lebih dalam bidang wordpreneur yang menarik minat Anda, menulis itu bisa dibuat dalam berbagai bentuk, yang terpenting adalah menulislah karena Anda memang suka menulis bukan sekedar mengincar materi atau popularitas, karena pada akhirnya tulisan terbaik akan datang dari mereka yang juga mencintai tulisan-tulisannya.


Related Post: