Trafik Terbaik Untuk Penghasilan Blog


Manakah sumber trafik terbaik untuk penghasilan blog Anda? Apakah itu dari search engine/social media/referral lainnya? Jika Anda sedang membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda adalah seorang blogger yang sudah mulai menghasilkan uang melalui blog, atau setidaknya sedang dalam perjalanan mencari trafik untuk mencari pendapatan.

Tentu banyak faktor yang mempengaruhi seberapa banyak uang yang Anda hasilkan tiap bulannya, tetapi apa yang harus betul-betul Anda perhatikan adalah “fakta bahwa visitor Anda adalah manusia bukan robot”.

Apapun jenis monetizenya, tetap kualitas trafik (real human) adalah yang paling penting untuk sebuah blog. Kualitas trafik yang baik itu seperti apa sih?

Kualitas trafik/visitor yang baik adalah:

  • Visitor yang terus kembali lagi dan lagi untuk melihat artikel-artikel Anda (return visitor)
  • Visitor yang membaca lebih dari 20% isi website Anda
  • Visitor yang merekomendasikan/share tulisan Anda kepada lingkaran sosialnya (membawa visitor lain)
  • Visitor yang aktif berkomentar (engage) dengan postingan Anda

Intinya visitor yang baik adalah visitor yang bertindak selayaknya manusia (real human). Sekarang Anda bayangkan diri Anda sebagai seorang pengiklan (advertiser), apakah Anda akan memasang iklan pada blog karena sekedar jumlah trafik (angka) atau karena blog tersebut membawa visitor yang berkualitas?

Contoh simpel bayangkanlah ilustrasi berikut:

Saya memiliki toko online yang menjual peralatan traveling, apakah saya akan mengiklankan toko tersebut melalui social media seperti facebook ads atau melalui search engine seperti google adwords? Jelas saya akan memilih beriklan dengan google adwords. Mengapa? Karena trafik yang datang jauh lebih tersegmentasi berdasarkan niat membeli (search intent) ketimbang beriklan di social media yang notabene orang-orang hanya mondar-mandir tanpa tujuan apalagi membeli suatu produk.

Jadi apa trafik terbaik untuk menghasilkan uang melalui blog? Jawabannya adalah trafik organik (search).

Jika Anda sedang membuat media/blog dan berniat mencari penghasilan melalui iklan, maka secara tidak langsung blog Anda akan dibandingkan dengan 2 media advertising yang sudah sangat memonopoli internet, yaitu:

  • Google AdWords (dan jaringan partnernya: AdSense)
  • Facebook Ads (yang juga merambah ke Instagram Ads)

Apakah google & facebook bisa mentarget visitor Indonesia? Bisa. Apakah google & facebook bisa mentarget berdasarkan minat/interest, umur, daerah (lokal), dan niche yang sesuai? Sangat bisa. Jadi apa alasan advertiser memilih untuk beriklan di blog Anda? Trafik? Yakin bisa mengalahkan trafik google & facebook?

Karena itu kebanyakan blogger bergabung menjadi partner google (adsense) karena jauh lebih menguntungkan menjadi partner daripada bersaing dengan 2 raksasa (facebook+google) diatas.

google-bisnisDengan menjadi partner google (adsense) maka Anda merupakan bagian dari bisnis google (publisher) karena itu Anda harus mengerti model bisnis iklan mereka. Pada ilustrasi diatas “owners” adalah Google, advertisers adalah pengiklan, dan posisi kita adalah sebagai partner yang menyediakan trafik (high-traffic websites).

Artinya kita membantu menjualkan iklan yang sudah advertiser pasang melalui google. Google juga sebuah bisnis, mereka ingin mencari profit, cara terbaik mereka mencari profit adalah dengan membawa trafik yang bermanfaat kepada advertiser dengan sistem CPC (cost per click).

Jadi trafik yang banyak saja tidak akan cukup, tetapi trafik organiklah yang mereka butuhkan, trafik organik datang melalui search engine sesuai keyword yang dicari, artinya SEO sangat menentukan banyaknya trafik organik blog Anda, sebenarnya tidak perlu terlalu pusing dengan urusan SEO karena SEO yang baik adalah konten yang dibuat untuk manusia bukan mesin pencari.

Jadi pada artikel kali ini saya akan membahas tentang trafik organik lebih dalam lagi. Loh-loh kok jadi ngomongin trafik organik bukannya penghasilan/monetize?

Sesuai judulnya “trafik terbaik untuk penghasilan blog” dan trafik terbaik itu adalah trafik organik, jadi disini saya akan panjang lebar menjelaskan cara-cara meningkatkan trafik organik blog Anda. Tidak usah pusing apapun jenis monetize-nya karena jika Anda tidak memiliki trafik organik yang cukup maka sampai kapanpun blog Anda tidak akan menghasilkan revenue yang signifikan.

Mari kita mulai.

Kenapa harus trafik organik?

Kebanyakan sistem periklanan yang digunakan oleh advertiser adalah affiliate (CPA) dan sistem CPC (bayar tiap klik). Jarang sekali ada advertiser yang menggunakan sistem CPM (bayar setiap iklan berapa kali ditayangkan) karena konversinya yang sangat buruk, jika blog Anda memiliki banyak trafik dari social media/referral maka sistem CPM sangat cocok untuk monetize blog Anda, masalahnya jarang sekali ada advertiser yang menggunakan sistem CPM khususnya di Indonesia.

Lalu bagaimana dengan review/sponsored post? Iklan konten (review/sponsored post) biasanya hanya diminati jika website itu adalah media besar yang sudah punya trafik & nama, sedangkan blogger/blog masih kurang dilirik (kecuali blog yang sudah terkenal) oleh advertiser untuk memasang review/sponsored post. Pikirkan hal ini nanti jika blog Anda sudah menjadi media yang cukup besar untuk dilirik oleh brand/advertiser.

Pada akhirnya pilihan terbaik jatuh pada sistem iklan affiliate dan CPC. Kita tahu bahwa konversi terbaik dari CPA dan CPC adalah trafik organik, jarang sekali ada visitor yang datang melalui referral/sosial media yang tertarik dengan iklan pada suatu blog, karena mereka ini biasanya datang secara kebetulan/tidak sengaja (tidak tersegmen dengan jelas), jangankan melihat iklan, melihat konten blog saja belum tentu. Jadi tugas utama Anda adalah fokus pada trafik organik.

Apakah trafik sosial media/referral tidak penting?

Masalahnya adalah kualitas trafik dari sosial media/referral sangatlah buruk. Contohnya orang-orang yang berkeliaran di facebook kemungkinan besar melihat postingan Anda hanya karena iseng-iseng tidak ada kerjaan (tidak ada niat mencari sesuatu) sehingga google sangat membenci trafik dari sosial media.

Lucunya kebanyakan blogger mengatakan trafik sosial media bagus untuk blog Anda dan bla.bla.bla, padahal secara monetize trafik sosial bisa sangat berbahaya untuk blog Anda. Jika Anda memonetize blog Anda dengan AdSense dan google menemukan banyaknya trafik yang berasal dari sosial media seperti facebook misalnya, kemungkinan besar akun Anda akan dibanned karena invalid traffic/activity. Bagaimana bisa?

Pahami bahwa advertiser juga manusia, mereka ingin mencari untung, begitu pula google. Jika Anda mendatangkan banyak trafik sosial dari facebook kemungkinan besar visitor akan datang dan mengeklik iklan Anda di blog, namun masalahnya adalah visitor ini adalah visitor yang tidak tertarik dengan iklan yang mereka klik (ingat bahwa kebanyakan visitor facebook hanya klik karena iseng), jadi begitu mereka sampai dihalaman advertiser mereka akan pergi begitu saja (no conversion). Advertiser yang merasa rugi ini tentu akan berhenti beriklan melalui google, google akan kehilangan advertiser, maka google juga akan rugi, google rugi maka Anda juga akan rugi, pertama Anda tidak mendapatkan share revenue karena advertiser merasa dirugikan, kedua google akan membanned akun Anda karena Andalah penyebab advertiser tersebut mengalami kerugian.

Intinya adalah jika google tidak mendapatkan uang, maka Anda juga tidak mendapatkan uang. Hal ini juga berlaku didalam jaringan periklanan manapun. Sebagai publisher Anda harus berpikir melalui sudut pandang pengiklan. Trafik sosial media/referral hanya bagus sebagai back-up angka (kuantitas) trafik blog Anda. Kecuali Anda memonetize blog Anda dengan sistem CPM, maka trafik dari sosial/referral adalah sampah.

Apalagi jika Anda melakukan spam di sosial media seperti melalui facebook groups, bisa dipastikan ini adalah cara tercepat untuk membuat akun Anda terkena banned oleh google (invalid traffic/activity).

Bagaimana kalau mayoritas trafik blog datang melalui sosial media/referral?

Anda bisa mencoba alternatif monetize lainnya seperti CPM, iklan mandiri, sponsored post, review post dan iklan CPA/CPC umum (broad campaign). Artinya disini Anda jualan angka/trafik blog Anda, dan mayoritas advertiser yang sekedar mencari trafik untuk kampanye global pasti akan menggunakan facebook/google ads atau media/artis besar bukan melalui blog (ini relatif, tergantung seberapa populer blog tersebut).

Apakah boleh menggunakan paid ads untuk mendatangkan trafik ke blog?

Ini sebenarnya agak lucu, karena Anda ngeblog untuk menghasilkan uang, tetapi Anda malah mengeluarkan uang untuk promosi (Andakan jualan iklan, kenapa malah beli iklan?). Terserah Anda jika Anda ingin menggunakan promosi berbayar, tetapi biasanya paid ads hanya efektif untuk media/blog besar yang memiliki model bisnisnya sendiri, sedangkan untuk blog yang mengandalkan iklan dari jaringan periklanan seperti adsense, maka paid ads hanya akan membuang-buang biaya karena trafik yang lebih penting adalah trafik organik.

Google sendiri menerapkan peraturan yang cukup ketat terhadap promosi berbayar (paid ads), jadi jika Anda menggunakan iklan untuk mempromosikan blog, ada kemungkinan blog Anda akan terkena banned oleh google.

Lagipula bukannya aneh jika Anda beriklan seperti melalui facebook dimana Anda akan membayar facebook untuk mendatangkan trafik, sedangkan melalui google Anda akan dibayar untuk mendatangkan trafik (organik). Cashflow yang bertolak belakang ini bisa terjadi karena 2 platform tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Orang-orang menggunakan google untuk mencari informasi dan sesuatu yang bisa mereka pelajari, sedangkan mereka yang menggunakan facebook adalah orang-orang yang ingin terkoneksi dan update dengan lingkaran sosial mereka, artinya engagement melalui facebook/sosial media sangatlah buruk dan tidak cocok dengan jenis iklan apapun. Namun tidak dapat dipungkiri sosial media seperti facebook memiliki jumlah pengguna yang sangat banyak, bukan hal yang mustahil jika beberapa visitor dari sosial media ini bisa menjadi visitor setia dan merekomendasikan blog Anda kepada teman-teman mereka. Lakukan promosi sosial media sewajarnya saja dan jangan pernah melakukan spam sekalipun. Jika Anda ingin membentuk media/brand besar, barulah Anda membangun eksistensi dan strategi Anda di sosial media secara khusus.

Lalu bagaimana cara meningkatkan trafik organik dengan cepat?

Cara terbaiknya adalah dengan membuat konten berkualitas tinggi (jawaban yang sangat boring), namun usahakan konten Anda memiliki kriteria berikut:

  • 1 artikel memiliki minimal 1.500 kata atau lebih
  • Tidak over SEO (kebanyakan keyword) dan fokus pada kebutuhan pembaca bukan robot
  • Tersegmentasi dengan baik, artikel harus sesuai dengan niche/kategori blog Anda
  • Original (unik), artikel tersebut tidak ada di website manapun (hanya di blog Anda)
  • Konten yang kaya manfaat, yaitu konten yang mengandung opini, sharing/pengalaman, dan informasi

Kualitas > kuantitas, karena itu fokuskan energi Anda untuk membuat 1 artikel yang berkualitas ketimbang membuat banyak artikel, karena memang inilah cara tercepat mendatangkan trafik organik. Lakukan promosi secukupnya (sosmed, blogwalking, dll), dan berikan fokus lebih kepada konten-konten Anda termasuk desain blog, navigasi, fitur, dan apapun yang berada didalam blog Anda (fokus membangun platform blog Anda).

Pembaca blog Anda adalah manusia, mereka dapat datang dan pergi begitu saja. Walaupun Anda memiliki 1.000 followers di twitter/facebook, bukan berarti setiap postingan Anda akan mendapat 1.000 views. Bahkan kenyataannya bisa sangat rendah, contohnya blog ini. Dengan fanspage sekitar 4.500 likes, setiap postingan di facebook rata-rata hanya menjangkau (reach) sekitar 350-450 orang (7-10 %), lalu dari 350-400 orang tersebut hanya sekitar 20-40 orang yang masuk menjadi visitor blog dan membaca artikel tersebut. Artinya engagement di facebook sangatlah rendah, untungnya adalah trafik sosial terbesar kami bukan berasal dari facebook page, melainkan dari sharing artikel (viral konten) yang dibagikan melalui facebook dan twitter oleh visitor kami.

Blog Anda adalah cerminan diri Anda. Anda adalah Anda, dan audience Anda mengikuti (follow) Anda karena gaya/karakter Anda. Jangan pernah mengkhianati diri Anda sendiri, jangan sampai merosotnya trafik/peghasilan mengubah ciri khas blog Anda. Saya juga pernah melakukannya dan sangat menyesal, karena ingin cepat mendapatkan trafik, saya membuat konten sebanyak dan secepat mungkin, lalu bagaimana hasilnya? Engagement drop seketika, trafik organik berkurang, banyak artikel-artikel sampah yang saya hasilkan dan tidak ada gunanya.

Pada akhirnya saya sadar bahwa sebenarnya ini adalah masalah yang biasa, semua blogger juga pasti pernah mengalami penurunan trafik dan revenue. Saya jadi melupakan alasan awal mengapa saya ngeblog, yaitu untuk sharing dan menambah ilmu. Tetaplah menjadi diri sendiri (keep being you), tetaplah menulis dengan gaya dan karakter Anda, dan hargai audience yang tetap bersama Anda karena “Anda”.

Sebagai kesimpulan inilah beberapa poin penting yang bisa kita pelajari:

  • Menulislah sesuai gaya dan karakter Anda
  • Jangan berubah demi kepentingan trafik dan revenue, tetaplah menjadi diri sendiri
  • Selalu utamakan kualitas (kualitas > kuantitas)
  • Jangan terlalu berharap pada promosi, sosial media, iklan berbayar, dan lainnya. Konten (blog Anda) tetap yang no. 1
  • Audience Anda adalah manusia, karena itu menulislah untuk manusia bukan mesin pencari
  • Bersabarlah, ini semua perlu waktu, keep blogging, keep writing 🙂

Dan sebagai penutup, saya akhiri dengan 2 kata yang sangat penting, yaitu: Jangan menyerah.

jangan menyerah


Related Posts: