Cara Menjadi Penerjemah Handal (Interpreter & Translator Bahasa)


Dijaman serba global seperti sekarang, kemampuan bahasa asing adalah skill yang sangat dibutuhkan, terlebih bagi Anda yang ingin berkarir didunia online/internet maka salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan dan karir diinternet adalah dengan menjadi seorang penerjemah bahasa seperti menerjemahkan dari bahasa Inggris, Korea, Jepang, dan lain-lain kedalam bahasa Indonesia (atau sebaliknya dari Indonesia ke bahasa luar).

Bisa berbahasa asing tentu sangatlah penting dan juga keren. Tidak banyak orang bisa berbicara dan menulis dalam bahasa asing selain bahasa Inggris. Dijaman seba kompetitif seperti saat ini, memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni adalah salah satu soft skill yang sangat dicari. Tak banyak orang bisa berbicara dalam dua bahasa asing yang berbeda apalagi kalau lebih dari tiga sampai dapat dijuluki sebagai polyglot.

Jika Anda termasuk orang yang dikaruniai kemampuan berbahasa asing lebih dari satu, maka maksimalkan potensi tersebut. Menguasai selain bahasa ibu dan daerah akan membuka kesempatan kerja (baik kerja online maupun offline), bahkan Anda tak perlu repot-repot mencari pekerjaan kesana-kemari, diinternet banyak sekali permintaan market yang membutuhkan jasa translator baik di marketplace freelance maupun berbagai situs lowongan kerja online, yang lebih menyenangkan lagi adalah kita bisa melakukan pekerjaan ini dimana saja selama kita bisa menyelesaikan projek/tugas yang ada dengan baik.

Namun masalahnya tak semua pembelajar (atau yang sudah mahir) bahasa asing itu memiliki kepercayaan diri untuk menjual jasanya. Berkarir sebagai penerjemah seringkali dianggap hanya dapat dilakukan oleh orang yang super pintar saja. Berikut di bawah ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan supaya bisa menjadi penerjemah yang handal.


1. Pelajari secara total

Menjadi penerjemah itu harus menguasai kemampuan bahasa asing secara total (ga boleh setengah-setengah). Dunia penerjemahan sendiri dibagi menjadi dua yaitu penerjemahan lisan (interpreting) dan penerjemahan tulisan (translating). Oleh sebab itu, masing-masing penerjemahnya juga memiliki sebutan sendiri-sendiri, bagi yang biasa menerjemahkan naskah bahasa asing disebut dengan translator, sedangkan yang biasa menerjemahkan secara verbal disebut sebagai interpreter.

Anda harus menguasai tata bahasa yang baik dan bagaimana mengolah kata yang pas supaya enak dibaca jika sedang menerjemahkan sebuah naskah. Dan bila Anda ingin bisa menjadi interpreter, asahlah kemampuan listening dan sering praktek bicara langsung dengan native atau sesama pembicara bahasa asing supaya lebih terbiasa.

Sudah terdapat banyak sekali media pembelajaran yang bisa membantu Anda untuk belajar, contoh seperti website/blog tentang dunia translator, YouTube (dengan bantuan subtitle), dan forum-forum komunitas bahasa asing.

Baca juga: Cara cepat belajar bahasa Inggris otodidak

2. Bacalah buku dan konten bahasa asing

Membaca konten bahasa asing mulai dari buku, film, blog, dan sebagainya adalah cara ampuh supaya perbendaharaan kosa kata (vocabulary) Anda semakin banyak. Jangan hanya membaca/menonton, tetapi juga garis bawahi kata-kata sulit yang Anda temukan di dalam notes lalu catat di buku catatan khusus (gunakan bantuan Google terjemahan jika Anda kurang mengerti).

Salah satu cara untuk melatih kemampuan penerjemahan naskah yang baik adalah ambil beberapa bab lalu mulailah terjemahkan ke bahasa lokal misalnya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Jika buku/film yang Anda lihat sudah ada versi terjemahannya/subtitle, cobalah bandingkan hasil terjemahan Anda dengan versi yang dikerjakan penerjemah lain. Kalau sudah sering menerjemahkan beberapa bab, ini bisa menjadi portofolio jika Anda ingin menjadi penerjemah buku atau naskah sebuah penerbit dan calon klien.

3. Menonton film atau mendengarkan musik berbahasa asing

Orang asing memiliki dialek dan aksen yang berbeda-beda yang kadang menyulitkan jika kita tidak terbiasa, meskipun Anda jago berbahasa Inggris, belum tentu Anda bisa menangkap jelas apa yang dikatakan seorang native dari Amerika Serikat. Contohnya bahasa Inggris di Australia, Singapura, dan UK juga memiliki perbedaan dengan bahasa Inggris Amerika (British English – American English).

Maka dari itu belajarlah menonton film bahasa asing dari banyak negara yang berbeda termasuk mendengarkan musik atau lagu-lagunya. Jangan gunakan subtitle saat sedang latihan, buat rangkuman singkat dari apa yang Anda tonton dan dengar. Latihan ini akan meningkatkan kemampuan untuk memahami bahasa lisan.

4. Latihan public speaking

Kemampuan berkomunikasi didepan publik itu wajib dimiliki seorang interpreter. Biasanya interpreter akan sering digunakan jasanya disuatu konferensi atau disebuah instansi. Tugas seorang interpreter adalah sebagai pihak penyampai pesan antara narasumber kepada pihak ketiga atau sebaliknya. Jika Anda belum terbiasa, kemungkinan besar pasti akan nervous sehingga bisa membuat kosakata jadi belepotan atau malah hilang sama sekali saking gugupnya. Untuk mengatasi itu, Anda harus sering berlatih didepan kaca dan kalau perlu mengikuti workshop atau belajar langsung pada seorang mentor tentang seni berbicara didepan umum. Jika Anda sudah mahir, maka meski harus menerjemahkan didepan ratusan orang disuatu event pun tidak akan menjadi persoalan besar.

5. Ikut komunitas bahasa asing

Mengikuti komunitas bahasa asing adalah sebuah cara yang ampuh supaya lidah dan ingatan tetap berfungsi dengan baik. Jika sebuah bahasa tidak digunakan dalam kurun waktu yang lama, maka bisa saja Anda kesulitan untuk lancar berbicara atau malah tidak paham oleh bahasa asing yang diucapkan orang lain. Jika Anda sudah lulus kuliah jurusan bahasa Jepang misalnya, lalu bekerja di sebuah bank, Anda bisa mengikuti perkumpulan pengguna bahasa Jepang agar terus familiar dengan bahasanya. Aktif di komunitas seperti forum online juga sangat bermanfaat karena biasanya banyak sekali info job/pekerjaan freelance dan lowongan kerja dibidang penerjemahan yang tersebar.

6. Miliki sertifikat bahasa

Untuk mendapat klien atau diterima bekerja sebagai penerjemah, maka Anda sebaiknya memiliki sertifikat kemampuan bahasa asing level tertentu. Bila bahasa Inggris menggunakan TOEFL, TOEIC dan IELTS, maka penerjemah bahasa Jepang harus lulus ujian Nouryokushiken. Bahasa asing lain pun punya sertifikatnya sendiri-sendiri. Agar dianggap sebagai pembicara atau penerjemah mahir, biasanya sudah ada standar berapa nilai atau poin yang harus dimiliki didalam sebuah sertifikat.

Biasanya beberapa perusahaan asing juga ada yang mensyaratkan score/nilai TOEFL kita mencapai angka tertentu (diatas rata-rata), selain itu dengan mengikuti sertifikat/ujian yang ada maka Anda sudah selangkah lebih didepan dalam membuktikan kemampuan bahasa Anda (yang artinya kemungkinan diterima oleh perekrut akan semakin besar).

Itulah beberapa tips supaya anda memiliki kemampuan sebagai penerjemah yang baik. Jangan mudah putus asa kalau belum berhasil dan teruslah berlatih.

Good luck.


Related Post: