4 Perubahan Penting Pada Sistem Algoritma & Monetisasi YouTube


Belakangan ini para youtuber dikejutkan dengan munculnya sistem de-monetization pada video-video mereka. Jadi beberapa video yang mereka upload terkena de-monetize sehingga konten tersebut tidak akan menampilkan iklan dan jelas video tersebut tidak akan menghasilkan uang (revenue) sama sekali.

Sebenarnya ini bukan hal yang baru, algoritma dan sistem monetisasi YouTube sudah berubah sejak lama yaitu sejak tahun 2012, bisa dikatakan tahun 2012 adalah tahun dimana YouTube mengubah segalanya mulai dari perhitungan views, promosi channel, distribusi subscriber dan termasuk monetisasi video.

Tujuan dari perubahan algoritma ini adalah untuk memerangi para user yang curang seperti menggunakan judul clickbait, misleading thumbnail, pencurian konten (copas), dan semacamnya. Namun biar bagaimanapun tidak ada sistem/algoritma yang sempurna, sayangnya ada juga youtuber-youtuber jujur dan bersih yang terkena dampak negatifnya.

Mari kita bahas satu per satu.



1. Perhitungan views

Views tidak lagi dihitung berdasarkan klik, melainkan setelah user menonton video minimal selama 30 detik atau setengah dari durasi video yang bersangkutan. Logikanya begini, jika seseorang mengeklik sebuah judul/thumbnail video dan menemukan konten yang tidak sesuai dengan harapannya (misleading) maka mereka akan pergi (click away) meninggalkan video tersebut dalam seketika.

Karena itu pula ada tampilan preview kecil (mini preview) yang muncul jika Anda mengarahkan kursor mouse pada detik dan menit tertentu dalam sebuah video.

views youtubesumber gambar: YouTube ReRyan

Sistem ini bekerja cukup efektif karena sangat membantu dalam memerangi clickbait dan konten misleading lainnya, selain itu user jadi menghemat banyak waktu karena bisa segera tahu/mengira-ngira melalui mini preview apakah konten tersebut layak ditonton (worth it) atau tidak.

2. Promosi channel

Jika Anda membuka halaman homepage Youtube.com maka Anda akan disuguhi video-video dari berbagai channel yang ada, biasanya kita sebut sebagai recommended channel/videos. Video atau channel yang lebih sering dipromosikan dan direkomendasikan oleh YouTube tentu akan mendapat lebih banyak views, lebih banyak subscriber, semakin viral dan semakin populer.

Apa yang membuat sebuah video/channel lebih sering mendapatkan promosi (free promotion) dari YouTube?

Ada 2 hal mengapa YouTube merekomendasikan video kepada Anda, pertama karena engagement dan kedua karena watch time. Jika Anda sering menonton youtuber X (terlebih jika sering like dan komen) maka YouTube akan lebih sering menampilkan video-video X pada bagian recommended videos, jelas karena setiap aktivitas Anda di YouTube akan selalu dianalisa (cookies), intinya YouTube selalu berusaha memberikan konten yang menurut mereka paling menarik dan relevan untuk Anda (engagement).

faktor engagement youtubeLalu yang berikutnya adalah watch time. Semakin banyak “jumlah waktu kunjungan” pada sebuah video/channel maka semakin besar kemungkinan YouTube mempromosikannya secara cuma-cuma. Mengapa? Karena sekarang adalah jamannya engagement, dimana seberapa lama (retention) orang menonton menjadi faktor terpenting dalam menentukan kualitas.

Walaupun Anda tidak memiliki banyak views, Anda tetap bisa mendapat ranking yang baik pada pencarian termasuk promosi jika memiliki retention time user yang baik. Hingga saat ini “watch time” masih merupakan kunci kesuksesan yang paling penting di YouTube.

Namun dibalik itu semua ada beberapa kesalahan/celah dalam sistem tersebut.

Konten yang sering menggunakan clickbait/misleading thumbnail tetap bisa mendapatkan promosi dari YouTube jika penontonnya tetap menghabiskan waktu yang lama (watch time) untuk menonton video tersebut. Kita sering melihat video-video dewasa atau kontroversi direkomendasikan bukan karena isinya relevan/bagus tetapi karena tetap banyak orang yang nontonin sehingga jumlah waktu kunjungannya sangat tinggi dan akhirnya malah mendapat promosi.

Kita tahu banyak orang mesum di internet, karena inilah video-video berbau vulgar/dewasa sangat mudah mendapat promosi, toh pada akhirnya kualitas/isi tidak begitu penting karena yang jauh lebih penting “dimata algoritma” adalah apakah video tersebut mendapat banyak watch time atau tidak. Sistem YouTube sendiri tidaklah sempurna, mereka menggunakan bot yang tentu tidak bisa menilai kualitas seperti manusia, dimata “robot” video yang lebih banyak watch timenya dianggap lebih berkualitas dan layak mendapatkan promosi.

Karena ini juga kita sering melihat video daily vlog dan gaming muncul dibagian home/recommended channel, karena format video vlog/gaming itu durasinya lama dan lebih mudah diproduksi sehingga kuantitas video yang dihasilkan lebih banyak daripada video-video sketsa/animasi dan sebagainya, alhasil mereka (vlogger & gamer) lebih potensial mendapatkan banyak watch time dan promosi dari sistem YouTube.

Baca juga: Rahasia PewDiePie berhasil menguasai YouTube

Salah satu dampak negatif dari watch time ini adalah youtuber-youtuber yang mendedikasikan kualitas seperti membuat sketsa/animasi dimana mereka akan menghabiskan banyak waktunya hanya untuk sekedar video pendek justru semakin sulit mendapatkan bantuan free promotion dari YouTube (karena otomatis watch timenya lebih sedikit).

Tentu video-video pendek yang berkualitas masih bisa mendapatkan promosi namun harus di backup dengan angka views yang lebih banyak dari biasanya. Ironisnya mereka yang memberikan kualitas yang sesungguhnya (membuat video yang lebih sulit diproduksi) malah jarang dipromosikan karena adanya faktor watch time ini, mungkin karena itulah kita sering melihat youtuber-youtuber membuat channel kedua (tambahan) yang isinya berupa behind the scene dari channel utamanya termasuk vlog/kegiatan sehari-hari dari youtuber tersebut.

3. Distribusi subscriber

persamaan facebook dan youtubeBanyaknya jumlah video yang diupload dan jumlah user yang mengsubscribe berbagai channel, membuat algoritma harus bekerja semakin keras untuk menampilkan video-video yang paling menarik dan relevan untuk Anda.

Mendapatkan views di YouTube semakin hari semakin sulit karena setiap saat selalu ada video-video baru diupload, youtuber baru bermunculan, dan otomatis membuat para user/subscriber memiliki semakin banyak pilihan.

Sama seperti distribusi news feed pada Facebook, jika sudah terlalu banyak konten maka algoritma akan mengeliminasi hal-hal yang dianggap tidak penting dan lebih sering menampilkan apa yang mereka anggap paling menarik untuk Anda (engagement).

Di Facebook jika teman Anda memposting sesuatu (status/foto/dll) dan Anda tidak pernah merespon apapun sama sekali maka lama kelamaan teman Anda akan menghilang dari news feed. Hal yang sama juga terjadi pada YouTube, anggap saja “friends” di Facebook sebagai “subscribers” pada YouTube, jika Anda sudah mengsubscribe sebuah channel namun tidak pernah menonton video-video channel tersebut lagi dalam waktu yang lama maka begitu mereka mengupload video baru Anda tidak akan mendapatkan notifikasi.

Hal ini membuat youtuber harus bekerja lebih keras lagi untuk membangun audiencenya, karena tidak semua subscriber yang sudah mereka dapatkan akan mendapat notif dan menonton video yang baru saja mereka upload. Anda pasti sudah sering melihat bukan youtuber yang memiliki 1 juta subscribers hanya mendapat sekitar 100.000-500.000 views untuk setiap video yang mereka upload. Artinya ada sebagian besar subscriber yang sudah menghilang dan tidak peduli lagi dengan channel tersebut.

Biasanya subscriber ini menghilang karena 2 faktor yaitu berdasarkan time based dan engagement based.

Jika Anda tidak mengupload video selama lebih dari 2 minggu, maka channel Anda mulai berada dalam bahaya karena dalam selang waktu tersebut kemungkinan besar subscriber Anda tidak akan menonton video apapun di channel Anda dan dimata YouTube mereka (subscriber) sudah tidak tertarik lagi dengan channel Anda sehingga pada upload video yang berikutnya subscriber Anda tidak akan mendapatkan notifikasi apapun. (time based)

Lalu jika Anda sering mengupload video dan subscriber Anda cenderung menghiraukannya (walalupun mendapat notifikasi), maka dimata YouTube channel Anda sudah tidak menarik lagi bagi mereka dan pada upload-upload berikutnya video Anda akan hilang dari notifikasi para subscriber. (engagement based)

Sama halnya seperti Facebook, sebagai youtuber Anda harus memperlakukan subscriber layaknya seorang teman, ingat bahwa sekarang ini adalah jamannya engagement, youtuber yang bisa menarik perhatian banyak orang dan terus membuat mereka kembali lagi (engage) akan menjadi pemenangnya.

4. Monetisasi video

monetisasi video youtubeInilah sistem yang belakangan ini sedang heboh (Sept 2016) yaitu YouTube de-monetization. Sebenarnya YouTube sudah melakukan de-monetize video berdasarkan pedoman konten yang ramah pengiklan sejak 2012, namun baru “memberitahukannya” kepada kreator sekarang.

Seperti poin-poin sebelumnya, ini semua dilakukan oleh sistem dan algoritma, robot YouTube akan melihat pada metadata sebuah video dan faktor-faktor lainnya untuk menentukan apakah video tersebut ramah pengiklan (advertiser-friendly) atau tidak.

Video yang dianggap tidak ramah pengiklan seperti konten berbau sex, kekerasan, terorisme, bahasa kotor, perjudian, narkoba, kontroversi politik, dan semacamnya akan terkena de-monetize sehingga tidak akan ada iklan yang muncul, artinya walaupun video tersebut mendapatkan banyak views termasuk promosi mereka tidak akan mendapatkan uang/revenue sama sekali dari video tersebut.

Tentu ini hal yang baik karena dengan begini para pembuat konten sampah yang sering menggunakan clickbait itu tidak akan mendapatkan apa-apa dan akan kapok/berhenti dengan sendirinya. Jadi para kreator sampah ini terkadang dibiarkan saja oleh YouTube mendapat banyak views namun tidak ada reveneunya sama sekali.

Masalahnya adalah beberapa kreator yang kontennya bersih kadang juga ikut terkena de-monetize karena kesalahan sistem/algoritma dan yang lebih buruk adalah mereka tidak bisa melakukan apa-apa terhadap hal itu. Karena itulah YouTube sekarang mengubah ketentuannya yaitu:

  • YouTube sekarang memberitahu Anda jika sebuah video terkena de-monetize dengan munculnya notif disamping video bersangkutan berupa simbol dolar kuning.
  • YouTube juga mengijinkan Anda untuk meminta (request) mempertimbangkan kembali video yang terkena de-monetize (manual review), tujuannya untuk memonetize kembali video yang Anda rasa terkena de-monetize karena kesalahan pada sistem. Video yang terbukti ramah pengiklan setelah diinvestigasi maka bisa kembali dimonetize seperti biasa.

Banyak youtuber yang protes karena baru diberi tahu sekarang (padahal sudah terjadi sejak 2012), dari dulu banyak youtuber yang bingung mengapa penghasilannya tidak menentu dan sulit dianalisa, ya jelas karena kemungkinan ada beberapa video mereka yang sudah terkena de-monetize namun mereka tidak tahu akan hal itu, kalau tahupun juga mereka tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu. Artinya selama 4 tahun (2012-2016) para youtuber telah kehilangan potensi penghasilan yang cukup signifikan.

Walaupun tujuan awal dari de-monetize ini adalah supaya para advertiser tidak merugi karena iklannya terpasang pada video-video sampah seperti clickbait dan konten misleading lainnya, namun namanya sistem tidak ada yang sempurna, beberapa youtuber yang murni/bersih juga terkena imbasnya dan akhirnya malah kehilangan potensi revenue selama 4 tahun terakhir ini, untungnya dengan sistem yang sekarang Anda bisa melakukan sesuatu terhadap hal itu.

Info monetize tambahan:

YouTube membagi share revenue sebesar 45/55, jadi penghasilan iklan akan dibagi sebesar 45% untuk YouTube dan 55% sisanya untuk kreator/youtuber. YouTube sendiri tidak membeberkan sharing revenue tersebut secara resmi/official, namun angka 45% adalah dugaan yang paling akurat berdasarkan data-data yang ada.

Lalu untuk video yang berdurasi lebih dari 10 menit, kita bisa menaruh iklan ditengah-tengah video (bonus ads) yang berpotensi menampilkan iklan lebih banyak dan dengannya mendapat penghasilan yang lebih banyak pula.



Faktanya walaupun Anda memahami bagaimana sistem algoritma YouTube bekerja sekarang, tidak ada yang tahu persis 100% cara kerjanya karena memang tidak mungkin mereka (YouTube) membeberkan rahasia/algoritmanya kepada publik. Mengapa? Karena orang-orang pasti akan mencurangi sistem yang ada.

Saya selalu ingat nasihat yaitu Google/YouTube jauh lebih pintar dari Anda, jangan coba-coba mengakali sistem yang mereka buat. Bermainlah sesuai aturannya dan manfaatkan sistem/algoritma tersebut sebaik mungkin. Google bukannya membenci mereka yang mengetahui algoritmanya, tetapi mereka membenci orang yang selalu berusaha mencurangi/menipu algoritma yang sudah ada.

Biar bagaimanapun, walau namanya adalah YouTube pada akhirnya itu tetaplah TheirTube. Anda menggunakan platform orang lain yang setiap saat ketentuan dan algoritmanya bisa saja berubah sesuka hati mereka (Google), maka dari itu sangat penting bagi kita sebagai user untuk memahami tujuan dari sistem yang ada dan bermain lebih baik dari yang lain.

Baca juga: 7 Tips Menjadi Youtuber Sukses Mulai Dari Nol


Related Posts: