Perbandingan Tokopedia dan Bukalapak, Mana yang Lebih Baik?


Saya sampaikan dulu bahwa artikel ini adalah murni 100% opini dan tidak bisa dijadikan sebagai acuan standar/kebenaran yang ada. Setiap orang memiliki sudut pandangnya masing-masing, saya sudah pernah berjualan dikedua marketplace tersebut baik saat menjadi reseller maupun tangan pertama, karena itu disini saya akan memberikan perbandingan Tokopedia dan Bukalapak (menurut saya), dan platform manakah yang lebih baik dalam berjualan termasuk saat menjadi pembeli.

Kita sudah tahu kelebihan-kelebihan keduanya yang identik seperti harga termurah (karena penjual tidak dikenakan komisi), sistem yang transparan (karena kita langsung berhubungan dengan seller), dan transaksi yang jauh lebih aman (karena menggunakan rekening escrow).

Namun ada beberapa perbedaan yang menarik untuk dibahas baik dari segi buyer dan seller yaitu:


1. Keharusan mendaftar atau membuat akun (register)


Di Tokopedia kita wajib memiliki akun untuk berbelanja, artinya kita harus melakukan register terlebih dahulu sedangkan akun yang sudah terdaftar nantinya tidak akan bisa kita hapus (Tokopedia tidak menyediakan opsi untuk mendelete akun), jadi akun yang tidak terpakai ya tinggal didiamkan saja.

cara menghapus akun tokopediaSedangkan di Bukalapak ada pilihan untuk “beli tanpa daftar”, walaupun ujung-ujungnya tetap harus menggunakan email dan konfirmasi pembayaran seperti biasa, namun jelas lebih cepat dan praktis untuk mereka yang baru pertama kali belanja atau jarang berbelanja online di marketplace.

beli tanpa daftarMemang untuk kedepannya jauh lebih baik mendaftarkan akun sehingga tidak perlu repot mengisi data-data kembali, namun tidak ada salahnya bukan memberikan opsi tambahan untuk “membeli tanpa register” kepada user, toh tidak semua user suka mendaftar karena nantinya bisa dijejali email/promosi produk yang sangat mengganggu.

Tokopedia = 0 | Bukalapak = 1

2. Order sebagai dropshipper

Ini adalah salah satu kelebihan yang paling saya suka dari Tokopedia yaitu terdapat “kolom dropshipper” sehingga siapapun bisa membantu menjualkan produk-produk yang kita pasang.

kolom dropshipper

Dulu juga saya sangat sering menggunakan fitur ini sebagai reseller (dropship), terlebih waktu menjadi seller (importir) hampir 40-50% penjualan saya diorder oleh dropshipper. Fitur yang sangat simpel namun begitu powerfull, tampilannya pun tidak muluk-muluk, user hanya perlu memasukkan nama dan nomor telepon.

Sedangkan Bukalapak tidak menyediakan opsi ini, padahal di Indonesia banyak sekali reseller dan dropshipper (perkiraan saya sekitar 50-60% penjual online adalah reseller).

Mengapa fitur ini begitu penting? Karena:

  • Memperluas market penjual diluar marketplace (pastinya reseller akan mempromosikan produk tersebut di channel marketing lain).
  • Membuka peluang usaha untuk mereka yang ingin menjual secara online (toko online) dan sekaligus belajar menganalisa market/pasar yang ada.

Salah satu penyebab Tokopedia/Bukalapak bisa mendominasi e-commerce dalam negeri ini adalah karena marketplace menawarkan harga termurah dibandingkan situs e-commerce lainnnya seperti B2C bahkan daily deals.

Dan saya berani katakan penyebab Tokopedia sedikit lebih unggul dari Bukalapak sampai saat ini adalah karena adanya fitur dropship ini (ini hanya pendapat saya pribadi), percaya atau tidak Bukalapak membunuh momentumnya sendiri karena tidak memberikan kesempatan bagi dropshipper untuk berpartisipasi di platform mereka.

Tokopedia = 1 | Bukalapak = 1

3. Tampilan antarmuka (UI)

Tidak banyak yang ingin saya bahas mengenai user interface karena setiap orang memiliki seleranya sendiri-sendiri, diluar sana sudah banyak artikel yang membandingkan tampilan UI keduanya seperti penjelasan warna, menu dan UX-nya.

Ini hanya referensi saya pribadi, tampilan dan pengalaman menggunakan Tokopedia jauh lebih simpel, elegan dan intuitif, itulah kesan pertama kali saya menggunakan Tokopedia, sedangkan saat menggunakan Bukalapak saya kurang srek dengan warna janda yang ditampilkan serta menu-menunya yang sedikit membingungkan dan kurang intuitif.

Tokopedia = 2 | Bukalapak = 1

4. Kode unik transaksi dan selang waktu pembayaran

Saya memang sudah lama tidak berbelanja di Tokopedia apalagi Bukalapak, namun seingat saya:

  • Tokopedia = 2 digit kode unik (dan uang inipun akan kembali ke saldo Tokopedia kita). Selang waktu pembayaran adalah 2 hari.
  • Bukalapak = 3 digit kode unik (cenderung lebih merugikan dan dana ini tidak dikembalikan sama sekali). Selang waktu pembayaran (saat itu) hanya 10 jam.

Jelas kita tahu siapa pemenangnya.

Tokopedia = 3 | Bukalapak = 1

5. Reputasi penjual/merchant

Saya sangat suka dengan sistem Tokopedia dimana semuanya transparan bahkan pembelipun juga memiliki reputasinya sendiri. Setiap produk memiliki reviewnya masing-masing (terpisah) dan hasil feedback akan terkunci tidak bisa dihapus/diedit sama sekali.

Jelas ini memudahkan buyer dalam menentukan reputasi toko yang ada, namun kekurangannya adalah pembeli itu suka aneh-aneh, transaksi sudah berjalan lancar namun mereka hanya memberikan rating 3/5 bahkan ada yang memberikan reputasi 1/5 dan reviewnya adalah “terima kasih barang sudah sampai sesuai deskripsi, puas dan top deh”.

Baca juga: Sharing pengalaman top seller Tokopedia dalam membangun reputasi di marketplace

Untuk sistem di Bukalapak jujur agak memusingkan, karena feedback semua produk tercampur sehingga pembeli tidak tahu mana barang yang feedbacknya bagus dan tidak, yang lebih buruk lagi adalah penjual bisa menghapus feedback yang ada. Artinya sistem review disini tidak begitu transparan.

Tokopedia = 4 | Bukalapak = 1

6. Pencairan dana

Tokopedia hanya memproses pencairan dana pada hari kerja Senin-Jumat dan tidak memproses pada libur hari raya. Sedangkan di Bukalapak pencairan dana bisa dilakukan setiap hari termasuk hari Sabtu dan Minggu.

Jelas disini Bukalapak sedikit lebih unggul.

Tokopedia = 4 | Bukalapak = 2

7. Fokus perusahaan/startup

Berdasarkan kacamata pribadi dari apa yang saya lihat Tokopedia jauh lebih fokus pada produk dan fitur yang ada sedangkan Bukalapak cenderung fokus pada marketing dan exposure.

Yang saya perhatikan Bukalapak lebih sering nongol di media-media seperti TV dan melakukan berbagai online campaign termasuk melalui blognya sendiri.

Kebalikannya Tokopedia jarang terlihat di media/gembar-gembor marketing tapi sekalinya promo langsung menarik perhatian seperti menggunakan brand ambassador seorang artis yang sedang trend dan kabar investasi yang fantastis (pendanaan triliunan).

Selain itu Tokopedia jauh lebih fokus pada fitur-fitur produknya, seperti gold merchant, lucky merchant/lucky buyer, free returns, pre order, stock management, Instoped (integrasi dengan instagram), kolom dropship, dan statistik toko.

Bukalapak justru terlihat seperti meniru (copy) fitur-fitur Tokopedia ini, seperti harga grosir dan etalase, namun bukan berarti Bukalapak tidak memiliki ide original sama sekali, tetapi jelas kalau dibandingkan menurut saya fitur-fitur Tokopedia jauh lebih didepan dari Bukalapak.

Untuk urusan marketing saya rasa Bukalapak memang lebih menarik, tapi pada akhirnya produk tetaplah yang paling penting, toh user pasti akan memilih produk yang lebih baik. Good product will speak fot itself, produk yang bagus akan berbicara dengan sendirinya.

Tokopedia = 5 | Bukalapak = 2



perbandingan tokopedia dengan bukalapakKalau kita lihat mulai dari data trafik, statistik, pemberitaan media, pendanaan dan apa yang sudah di klaim oleh kedua belah pihak maka jelas terlihat bahwa Tokopedia sedikit lebih unggul dari Bukalapak.

Saya sendiri secara pribadi lebih suka berjualan dan berbelanja di Tokopedia daripada di Bukalapak.

Saya tidak membenci Bukalapak dan bukan orang dalam Tokopedia, ini semua murni perspektif saya sebagai seller dan buyer dikedua marketplace tersebut. Harapan saya keduanya bisa menjadi perusahaan internet Indonesia yang membanggakan negeri ini dimata dunia dan sukses terus untuk tahun-tahun berikutnya.

Ada satu kritik tambahan yang ingin saya berikan pada kedua marketplace tersebut yaitu berikan pembeli (buyer) fitur untuk mengcancel order yang sudah terjadi. Karena terkadang banyak penjual yang menggantung pembeli selama beberapa hari tanpa kejelasan apapun, selang waktu penerimaan order adalah 3 hari, dan selang waktu seller untuk memproses pemesanan dan menginput resi bisa sampai 5 hari, artinya sebagai pembeli kita tidak bisa melakukan apa-apa setelah mengkonfirmasi pembayaran dan hanya bisa menunggu 3-5 hari sampai order tercancel oleh sistem dengan sendirinya.

Sistem cancel order ini hanya bisa dilakukan oleh pihak seller, sedangkan buyer hanya bisa pasrah kalau penjual tidak konsisten dengan janjinya setelah barang dipesan. So, semoga kedepannya opsi ini juga diberikan kepada pembeli demi kenyamanan bersama. Alternatif lain, buat masa tunggunya lebih singkat seperti 2 hari untuk menerima order, dan 3 hari untuk menginput resi. Selain itu konfirmasi penerimaan untuk buyer juga dipersingkat yang sebelumnya 3 hari menjadi 2 hari saja (just my opinion).

Skenario terburuk adalah kalau seller menerima order pada hari ketiga dan baru mengirim barang setelah hari kelima, artinya ada selang 8 hari pembeli harus menunggu tanpa bisa melakukan apapun, maka dari itu jauh lebih baik pembeli diberikan kontrol lebih untuk membatalkan order selang beberapa hari atau masa tunggunya yang dipersingkat.

Akhir kata kita doakan saja kedua marketplace tersebut tidak merugi (karena sampai sekarang belum ada profitnya), apa yang kita lihat sampai saat ini mereka masih saja membakar uang untuk promosi dan memberikan layanan gratis pada masyarakat Indonesia.

Permasalahannya hanya satu, bagaimana kalau nanti disaat mereka sudah kehabisan dana investor lalu muncul startup serupa yang menawarkan promosi lebih murah lagi seperti free service, diskon dan cashback? Seperti yang kita tahu musuh terbesar marketplace ini sekarang adalah sosial media seperti Facebook, Line, BBM, Instagram dan perlahan-lahan mereka (sosmed) sudah mulai merambah kedunia e-commerce. Bukan hal yang mustahil nantinya user berpindah ke platform lain hanya karena disana jauh lebih murah dan efisien.

Loyalitas user di Indonesia masih perlu dipertanyakan, mereka mudah sekali berpindah hati hanya karena toko sebelah menawarkan harga yang lebih murah. Sampai saat inipun Tokopedia dan Bukalapak bisa terus mendominasi e-commerce di Indonesia hanya karena 1 hal simpel yaitu mereka masih menawarkan harga termurah.


Related Post: