Berapa Rata-rata Penghasilan Blogger di Indonesia?


Pada artikel kali ini saya akan membahas secara realistis tentang seberapa banyak penghasilan blogger di Indonesia. Saya yakin banyak orang diluar sana yang menjadi blogger dengan tujuan mencari uang (make money), namun seringkali mereka bingung dan bertanya-tanya “memang berapa banyak sih penghasilan blogger dengan mayoritas visitor Indonesia?”, pertama saya sampaikan dulu bahwa blog is a suck business, especially in Indonesia.

Saya sering mendapat email dari orang-orang yang minta diajarkan cara membuat blog untuk menghasilkan uang, saran saya selalu: “Jangan membuat blog karena uang”. Blog bukanlah business plan yang baik, jika Anda perhatikan banyak blogger termasuk blogger yang sudah sukses pada akhirnya “melacur” (bermain kotor) baik dari segi konten maupun marketing untuk sekedar mendapatkan trafik/uang.

Ngebloglah karena Anda suka menulis (passion) atau ingin berbagi (sharing) atau ingin memarketingkan/mempromosikan sesuatu. Banyak sekali manfaat blog yang bisa menghasilkan value untuk hidup Anda selain uang, anggaplah uang hanya sebagai bonus tambahan. Apapun tujuan Anda, jangan memiliki mindset membuat blog untuk mencari uang, karena saya jamin 100% Anda akan kecewa dengan hasilnya.

Blogger yang bisa sukses itu (menghasilkan banyak uang) juga membutuhkan waktu bertahun-tahun, TAHUNAN loh ya bukan bulanan, jangan termakan iming-iming (seperti saya) yang tergiur karena “katanya” bisa menghasilkan puluhan juta tanpa modal setiap bulan, ada lagi yang bilang milyaran per bulan (tipikal judul-judul clickbait sang pencari nafkah).


Seringkali cara kita “memonetize” blog malah membunuh kredibilitas kita sebagai penulis. Pembaca itu pintar, mereka bisa membedakan mana konten yang berbau promosi dan mana konten yang betul-betul ditulis oleh hati penulisnya.

Karena itu ada istilah: “We kill passion by monetizing it”.

Tidak peduli bagaimana cara Anda memonetisasi blog, Anda tidak akan menghasilkan banyak uang jika Anda tidak bisa menghasilkan banyak trafik, sering sekali blogger-blogger ini akhirnya “lupa diri” dan melakukan apa saja termasuk menggunakan teknik “black hat” untuk mendapatkan lebih banyak trafik.

Terus terang saja blogger-blogger yang sukses itu bukanlah penulis yang hebat, seringkali bahkan tulisan yang mereka buat cuma modal spin/copas/rewrite/translate dari artikel yang sudah ada. Mayoritas blogger yang sukses itu adalah mereka yang ahli dalam marketing khususnya dalam niche yang mereka pilih.

Contoh: menurut saya artikel-artikel Hipwee itu kurang penting dan kurang berkualitas, isinya cuma cinta-cintaan ga jelas, motivasi basi, cenderung alay dan kebanyakan baper (ini hanya opini pribadi, no offense, saya sendiri pernah menulis artikel di Hipwee), namun tetap saja mereka sukses dan memiliki jutaan pembaca. Mengapa? Karena mereka tau kapan, dimana, dan kepada siapa konten-konten itu harus dimarketingkan.

Mereka bisa menemukan niche/market yang tepat dan tau bagaimana memposisikan dirinya dengan baik. Memang Hipwee skalanya sudah media (bukan blog), namun konsep dan marketingnya kurang lebih sama dengan blogger-blogger yang sukses di Indonesia. Yang ingin saya sampaikan adalah mayoritas blogger itu bisa sukses karena mereka adalah marketer yang handal.

Lalu berapa banyak sih penghasilan blogger di Indonesia? Berapa trafik yang diperlukan? Tentu kita perlu gambaran yang real bukan? Mari kita analisis bersama.

Note: kisaran angka yang saya jabarkan disini adalah berdasarkan pengalaman pribadi serta hasil riset dari beberapa blogger lainnya sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk semua blogger. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti niche, jumlah visitor, kemampuan negosiasi blogger, dll.

gaji blogger di indonesia1. Sponsored content

Rata-rata blogger dengan 20.000 visitor/bulan akan mengenakan biaya sebesar Rp 200.000,- s/d Rp 500.000,- untuk 1 sponsored post (artikel + link menuju situs advertiser). Konten bersponsor tentunya jauh lebih fleksibel dibanding jenis iklan lainnya karena pesan campaign yang disampaikan bisa dibuat lebih natural dan tidak terlalu terlihat seperti iklan sehingga tidak menganggu kenyamanan visitor blog Anda.

Ironisnya di marketplace jasa seperti Projects, blogger-blogger hanya dibayar sekitar Rp 50.000,- s/d Rp 100.000,- untuk 1 sponsored content (terlepas dari seberapa banyak visitor blog Anda) karena terkadang owner disana sebenarnya hanya ingin membeli link (black hat SEO).

Jadi rata-rata penghasilan blogger Indonesia dengan sponsored content adalah (kita asumsikan dalam sebulan mereka bisa deal dengan 5 advertiser):

  • Blogger dengan 10.000 visitor/bulan = 100.000-200.000 x 5 = Rp 500.000,- s/d Rp 1.000.000,- per bulan
  • Blogger dengan 20.000 visitor/bulan = 200.000-500.000 x 5 = Rp 1.000.000,- s/d Rp 2.500.000,- per bulan

Angka ini relatif, karena realitanya sangat sulit untuk mencari sponsor apalagi dengan visitor dibawah 50.000/bulan, namun semuanya kembali pada seberapa mahir blogger dalam bernegosiasi dan mencari sponsor.

Tidak semua niche blog memiliki banyak advertiser untuk sponsored content, biasanya jenis blog yang paling sering mendapat sponsored content, review post, endorsement, dan semacamnya adalah blog dengan tema kecantikan/fashion (beauty blogger).

2. Display ads

Ini adalah model monetize blog sejuta umat, karena sudah sangat umum dan paling mudah dilakukan dibanding jenis monetisasi lainnya. Toh tinggal pasang iklan dari network advertising dan cari trafik sebanyak-banyaknya. Namun revenue iklan itu sangat-sangat kecil, Anda butuh jutaan views untuk mendapatkan income yang betul-betul signifikan.

Rata-rata revenue iklan (Indonesia) adalah $1 per klik (CPC) dan $1 per 1.000 impressions (CPM). Dalam network advertising besarnya revenue iklan ini ditentukan dengan sistem bidding (lelang), seberapa rela advertiser memasang harga untuk bersaing dengan advertiser lainnya, hanya advertiser dengan penawaran harga tertinggilah yang iklannya akan muncul.

Tidak heran mengapa revenue AdSense dan berbagai display ads lainnya begitu fluktuatif, karena kita juga harus pintar melihat keadaan pasar, apabila situasi bisnis e-commerce Indonesia sedang hot contoh seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, Blibli, dan berbagai e-commerce lainnya yang gila-gilaan membakar uang untuk menggaet user secepat-cepatnya, mereka akan membuat harga bidding iklan semakin tinggi sehingga revenue blog dengan niche e-commerce biasanya juga ikut meroket, begitu pula sebaliknya jika bisnis e-commerce mulai surut dan advertiser e-commerce sudah tidak lagi membakar uang, maka revenue blogger juga ikut surut.

Selain itu tergantung niche dan juga perilaku dari visitor Anda, apakah mereka hanya melihat-lihat saja? Atau mereka cenderung aktif mencari dan suka melakukan klik menelusuri situs lebih dalam?

  • CPC lebih cocok untuk blog dengan niche yang spesifik dimana visitornya aktif mencari dan menelusuri situs secara mendalam (memiliki intent/niat beli yang kuat).
  • CPM lebih cocok untuk blog gado-gado yang mayoritas visitornya hanya melihat-lihat saja tanpa ada niat melakukan pencarian, penelusuran, ataupun pembelian.

Jadi rata-rata penghasilan blogger di Indonesia dengan display ads seperti AdSense adalah:

  • Blogger dengan 100.000 visitor/bulan = Rp 1.000.000,- per bulan
  • Blogger dengan 1 juta visitor/bulan = Rp 5.000.000,- s/d Rp 10.000.000,- per bulan

Seperti yang kita tahu bahwa revenue CPC/CPM di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan Amerika atau negara-negara Eropa, karena itu jika Anda bertujuan menghasilkan revenue dengan display ads jauh lebih prospektif membuat blog dengan bahasa Inggris karena jangkauan visitor Anda menjadi lebih luas dan penghasilan iklanpun lebih tinggi, namun persaingan global tentunya jauh lebih sulit ketimbang pasar lokal.

Alternatif lainnya adalah dengan menggunakan ruang iklan mandiri, kita menawarkan secara langsung kepada advertiser untuk memasang banner ads di blog kita, kisaran harga yang saya temui dari beberapa blogger di Indonesia adalah:

  • 1 space banner untuk blog dengan 20.000 visitor/bulan = Rp 200.000 s/d Rp 300.000,- per bulan
  • 1 space banner untuk blog dengan 100.000 visitor/bulan = Rp 600.000,- s/d Rp 750.000,- per bulan
  • 1 space banner untuk blog dengan 1 juta visitor/bulan = Rp 4.000.000,- s/d Rp 5.000.000,- per bulan

Biasanya blogger menawarkan 3-4 space banner di blognya, harganya juga variatif tergantung letak/posisi iklannya, bisa dikatakan potensi penghasilan ruang iklan mandiri jauh lebih besar ketimbang menggunakan display advertising seperti AdSense, karena 100% penghasilannya untuk Anda, berbeda dengan network advertising yang biasanya ada potongan komisi/revenue, namun kekurangan banner ads pribadi adalah sangat sulit mencari advertiser yang mau memasang iklan di blog walaupun visitornya sudah ratusan ribu/bulan.

Untuk network advertising di Indonesia saya rasa AdSense masih menjadi primadona. Seperti yang kita tahu semua model advertising apapun termasuk blogger pasti akan dibandingkan dengan Google dan Facebook, itulah sebabnya sulit sekali menawarkan ruang iklan mandiri, karena Google ads dan Facebook ads jelas memiliki jangkauan yang lebih luas, target audience yang tersegmentasi dengan baik, dan tentunya budget yang lebih efisien.

Beberapa niche yang komisi iklannya (CPC/CPM) tinggi adalah:

  • Pendidikan (education)
  • Kesehatan (health)
  • Bisnis dan keuangan (finance)

Note: penghasilan display ads mungkin jauh lebih kecil dari angka diatas karena kita tahu sekarang sudah banyak sekali pengguna Ad Blocker di Indonesia baik di desktop maupun smartphone, alternatifnya adalah Anda bisa menggunakan plugin/pop-up yang meminta visitor untuk mematikan Ad Blocker nya, atau menggunakan native ad, atau memasang display ads yang masih bisa lolos dari sistem Ad Block.

3. Affiliate

Jujur saya tidak tahu banyak soal affiliate karena menurut saya pribadi mayoritas visitor di Indonesia jarang sekali melakukan pembelian di internet, saya sendiri kalau berbelanja paling hanya menggunakan marketplace seperti Tokopedia/Bukalapak, dan untuk produk informasi seperti e-book dan tools/software semacamnya saya rasa market Indonesia belum sampai ditahap itu (masih serba gratisan).

Salah satu jenis affiliate yang masih bisa menghasilkan sales menurut saya adalah referensi perusahaan domain + hosting. Antusias bisnis online di Indonesia begitu besar karena itu kedepannya pasti semakin banyak orang yang akan membeli domain dan hosting, karena itu pula rata-rata blogger internet marketing di Indonesia sudah tidak lagi memasang iklan AdSense (karena mayoritas visitornya itu blogger yang jarang mengeklik iklan) dan lebih sering menggunakan affiliate (referral) yang mengarah ke pembelian hosting/domain.

Affiliate yang komisinya diberikan karena lead/register (yang gratisan) cenderung lebih potensial karena jarang sekali visitor melakukan pembelian melalui affiliate, seperti yang kita tahu mayoritas orang Indonesia kalau belanja pasti mencari harga termurah alias melalui marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, namun sayangnya nilai komisi affiliate yang berdasarkan lead/register (bukan sales) itu pasti kecil sekali.

Perkiraan saya penghasilan blogger di Indonesia yang menggunakan sistem affiliate adalah:

  • Blog dengan 100.000 visitor/bulan = Rp 100.000,- s/d Rp 500.000,-
  • Blog dengan 1.000.000 visitor/bulan = Rp 1.000.000,-

Saya sering sekali melihat blogger affiliate sepuh yang sudah memiliki ratusan ribu visitor per bulan tidak lagi mengupdate konten dan blognya entah karena mungkin sedang capek, atau memang sudah malas ngeblog, atau mungkin penghasilannya tidak sesuai harapan.

Bukan berarti sistem affiliate itu jelek, ini hanyalah observasi dan pengalaman saya sebagai seorang blogger (subjektif). Niche yang menurut saya cocok untuk bermain affiliate adalah blog seputar blogging dan internet marketing.



Sebenarnya masih banyak cara lain untuk memonetize blog seperti:

  • Integrasi dengan komunitas (community base) seperti mengadakan event offline, seminar, workshop, dll.
  • Menggunakan model subscription (bayar untuk mengakses konten premium) namun saya rasa market Indonesia belum siap dengan model yang seperti ini.
  • Meminta donasi dari visitor (seperti Wikipedia) namun ini juga bukan cara monetize yang baik di Indonesia.

Cara monetisasi yang paling saya sarankan untuk blogger di Indonesia adalah dengan menjual produk/jasa sendiri, karena memang blog adalah media yang paling efektif untuk digunakan sebagai sarana marketing (fleksibel).

Namun jika Anda tidak memiliki produk/jasa apapun untuk dijual maka coba gunakan ketiga metode diatas atau pintar-pintarlah mencari cara lain untuk memonetize blog Anda, pada akhirnya besarnya potensi sebuah blog bergantung pada kemampuan dari bloggernya.

Besaran penghasilan blogger diatas juga tentunya tidak 100% akurat, namun setidaknya Anda bisa mendapatkan sedikit gambaran seberapa keras Anda harus berusaha membuat konten dan mendatangkan trafik untuk bisa menghasilkan uang dari blog.

Good luck 🙂


Related Posts: