Share Pengalaman Ngeblog dan Saran Untuk Blogger Pemula


cerita seorang bloggerBlog Solusik sudah berjalan kurang lebih selama 10 bulan dan selama itu pula saya belajar sangat banyak melalui blog ini. Walaupun saya bukanlah blogger master dan berpengalaman (setahun aja belum), namun disini saya tetap ingin berbagi pengalaman ngeblog serta saran-saran khususnya untuk blogger-blogger pemula yang baru terjun kedunia blogging.

Saya yakin diluar sana banyak blogger yang lebih hebat ilmunya baik dari segi konten, marketing, dan penghasilan. Karena itu silahkan ambil sisi positifnya saja dari apa yang akan saya bagikan disini.

Saya mulai dari pertanyaan: apakah tahun 2016-2017 sudah terlambat untuk membuat blog?

Jujur saya sendiri merasa agak telat baru membuat blog di akhir tahun 2015. Saya baru mulai serius terjun ngeblog di awal tahun 2016 dan baru sadar ternyata mencari trafik di tahun 2016 itu begitu sulit.


Jelas semakin lama mencari trafik itu semakin sulit, blogger-blogger baru terus bermunculan, ribuan artikel baru di publish setiap harinya, setiap tahunnya mencari perhatian itu (getting views) semakin sulit.

Jangankan mengincar high volume keyword, untuk mendapat ranking halaman pertama dari long-tail keyword saja lumayan sulit, logikanya yang mengincar long-tail tentu bukan hanya Anda, ribuan blogger lain juga melakukan hal yang sama. Apalagi menggeser top-top blogger yang sudah mendominasi short-tail keyword selama bertahun-tahun. Satu-satunya harapan mungkin kalau Google mengubah algoritma penentuan hasil pencariannya.

Lalu untuk Anda yang baru berencana membuat blog di tahun 2016/2017 apa yang harus dilakukan?

Inilah beberapa saran yang bisa saya berikan berdasarkan pengalaman pribadi dan pasti akan saya lakukan seandainya saya membuat blog dari nol lagi:

1. Jangan menelan mentah-mentah 100% ajaran blogger internet marketing atau orang yang mengaku ahli SEO

jangan mengambil semua nasihat yang adaTidak selamanya apa yang para internet marketer ajarkan itu efektif untuk blog Anda (termasuk ajaran saya), jadilah fleksibel menyesuaikan dengan keadaan.

Satu-satunya pedoman yang paling efektif adalah hasil analytic dari blog Anda sendiri. Seimbangkan antara kualitas konten dengan data yang ada, jangan hanya membuat konten sesuka hati namun secara data (trafik) tidak mendukung.

Kalau data Anda membuktikan trafik sosial lebih berpotensi maka doronglah trafik tersebut (push) sebaik mungkin, sebaliknya kalau SEO memberi hasil yang lebih baik maka maksimalkan potensi SEO blog Anda. Kalau artikel tema A terbukti tidak mendatangkan trafik ya jangan diteruskan (kecuali Anda tidak peduli dengan urusan trafik, tentu lain cerita).

Saya pernah membaca quote yang menggelitik tentang mencari trafik:

“Bagaimana cara mendapatkan trafik yang efektif? Buatlah artikel tentang cara/tutorial mendatangkan trafik.”

Artinya apa yang dicari orang itu jauh lebih penting dari apa yang ingin Anda tulis. Jika Anda menjadikan SEO sebagai sumber trafik utama Anda, maka buanglah ego Anda, jangan menulis semau-maunya karena dalam SEO itu yang paling penting adalah apa yang Anda tulis itu dicari orang (melalui mesin pencari).

Tidak peduli seberapa banyak dan berkualitas tulisan yang Anda buat, blog Anda tidak akan menghasilkan trafik (organik) jika hal itu tidak dicari orang.

Selain itu jangan pernah mencurangi (cheat) sistem Google. Google sangat membenci orang yang berusaha mengakali sistem/algoritmanya. Ada satu nasihat yang selalu saya ingat yaitu “Google itu lebih pintar dari Anda, jangan coba-coba membodohi Google”.

Diluar sana banyak blogger-blogger yang melakukan praktek-praktek black-hat seperti membeli blog bekas, membeli backlink (membayar blogger lain untuk memberi link ke blognya), saling bertukar link dengan blogger lain, termasuk membeli akun AdSense untuk memonetize blognya.

Jadi mereka sengaja membeli akun AdSense dan blog bekas yang nantinya diisi artikel-artikel copas (spin), lalu membayar blog lain untuk memberikan link ke blog tersebut (link building) supaya mendapatkan banyak trafik dan uang.

Itulah yang terjadi kalau seseorang tahu bagaimana cara sebuah sistem/algoritma bekerja, orang akan selalu mencari celah untuk mengakali sistem yang ada. Apakah Google tahu? Ya, namun masih dibiarkan saja. Hal seperti ini hanya efektif untuk jangka pendek, Google semakin hari semakin pintar, walaupun backlink masih menjadi faktor penting dalam penentuan peringkat, nantinya pengaruh backlink akan semakin kecil dibandingkan dengan konten dan authority.

Dan biasanya mereka yang membeli akun AdSense dari orang lain tidak akan dapat menarik uang/dollar (revenue) dari akun GA tersebut. Jadi memang sengaja dibiarkan saja namun uangnya tidak bisa ditarik.

Jika Anda ingin hasil yang baik untuk jangka panjang, maka lakukanlah white-hat SEO secara natural, lebih baik fokus pada marketing alami seperti posting sosial media, forum marketing, smart blogwalking, guest posting dengan sewajarnya (no spam).

“The best link building is no link building”. Kata link building itu sendiri seperti praktek black-hat, karena kita dengan sengaja membuat orang/website lain memberikan backlink ke blog kita. Padahal backlink terbaik adalah backlink yang diberikan oleh orang lain secara sukarela/natural (karena konten kita berkualitas).

Selain itu apa yang biasanya dikatakan blog-blog internet marketing juga tidak seindah realitanya. Misalnya guest posting:

Jika saya dan Anda punya blog tentang kesehatan, lalu Anda ingin melakukan guest posting, tentu Anda akan mencari blog yang relevan dengan blog Anda dan ketemulah dengan blog saya (misal).

Anda minta artikel Anda di submit di blog saya (guest post) padahal bisa dibilang blog yang topiknya relevan itu sama seperti kompetitor, kemungkinan besar saya dan Anda akan mengincar keyword yang sama di search engine. Apakah saya akan dengan senang hati menerima guest post Anda dimana artikel tersebut justru bisa membahayakan posisi saya sendiri di mesin pencari?

Maukah Anda menerima guest post dari blogger lain yang topiknya sama dengan blog Anda dan juga mengincar keyword yang sedang Anda incar? Secara umum mana mau kompetitor ngasih backlink ke blog lain seperti itu.

Tentu itu hanya contoh, saya tidak tahu apakah ada kejadian seperti itu atau tidak, namun tetap saja ada kecenderungan kompetitif seperti hal diatas. Intinya adalah jangan menelan mentah-mentah 100% teori yang ada, jadilah realistis sesuai dengan kondisi dilapangan.

Pesan moralnya adalah teori yang diajarkan tidak selalu seindah praktek dilapangan, pengalaman tetaplah guru terbaik. Tes dan praktekan semua ilmu yang sudah Anda ketahui, Anda akan segera tahu mana ilmu/teori yang sudah kadaluarsa dan mana yang lebih baik sesuai dengan keadaan.

2. Fokus pada channel yang paling menghasilkan namun jangan sepenuhnya bergantung pada sumber trafik tersebut (siapkan sumber trafik yang lain sebagai cadangan)

siapkan rencana cadanganBanyak blogger yang fokusnya hanya pada SEO, SEO, dan SEO. Padahal SEO bukanlah satu-satunya trafik terbaik yang ada, bahkan ada blogger yang sukses tanpa memperhatikan SEO sama sekali. Tentu Anda perlu mengoptimasi SEO seperlunya karena itu adalah sumber trafik gratis terbaik sampai saat ini, namun yang jauh lebih penting adalah fokuskan pada trafik yang paling menghasilkan.

Bagaimana saya bisa tahu mana channel yang paling cocok dan menghasilkan untuk blog saya?

Selain melihat data analytic Anda, cobalah bayangkan blog seperti apa yang ingin Anda bentuk di masa depan? Ambil satu contoh blog yang sudah sukses yang Anda ingin jadikan panutan. Lihatlah sumber trafiknya melalui Alexa atau Similarweb dan perhatikan mana channel yang menyumbang trafik terbanyak dari blog tersebut.

SEO itu bukan segalanya, masih banyak alternatif lain seperti sosial media (Facebook/Twitter) dan forum/situs sosial bookmark. Banyak sekali website diluar sana yang sukses menggunakan channel selain SEO (contohnya Hipwee).

Lalu yang tidak kalah penting adalah siapkan sumber trafik cadangan. Jangan sepenuhnya bergantung pada 1 sumber, karena jika tiba-tiba Google/Facebook mengubah algoritmanya, atau forum tempat Anda membangun audience tiba-tiba bermasalah maka trafik blog Anda akan hancur.

Saya punya teman blogger yang 90% trafiknya bergantung pada sebuah situs sosial bookmark, jadi dia buat artikel sebanyak-banyaknya lalu disubmit ke situs tersebut dan mendapatkan trafik (referral), namun situs sosial bookmark tersebut sempat mengalami down sampai sekitar 1 bulan, dan trafik blog teman saya terjun bebas seanjlok-anjloknya, akhirnya sampai sekarang dia masih kesulitan dalam mendapatkan trafik.

Siapkan alternatif cadangan kalau seandainya dimasa depan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, cobalah buat channel sosial media seperti Fanpage/Facebook Group atau bangun email list. Email list merupakan channel yang paling aman, karena jika seandainya Google/Facebook/sumber situs lain sedang bermasalah, Anda tetap bisa memberikan konten kepada followers Anda melalui email.

Saat pertama kali memulai blog carilah trafik instan untuk mengisi kekosongan blog, beberapa cara yang paling cepat mendatangkan trafik yaitu:

  • Mencari trafik referral (entah melalui grup sosial media, forum marketing, smart blogwalking, sosial bookmark, dan situs referral lainnya)
  • Membuat konten viral, buat artikel yang berpotensi untuk dibagikan (share) orang lain melalui sosial media dan blog (backlink)
  • Guest post di situs yang sudah memiliki authority yang tinggi, namun jangan pernah melakukan guest post secara massal dan sembarangan di berbagai situs
  • Iklan/ads

Baca juga: Cara meningkatkan trafik khusus blogger pemula

3. Akan selalu ada orang yang tidak menghargai usaha Anda dan jangan habiskan waktu untuk mengurusi orang-orang seperti itu

cara agar blog tidak bisa di copasNgeblog itu beresiko dan salah satu resiko terbesar dari seorang blogger adalah resiko copas. Copas itu memang sangat menyebalkan. Diluar sana selalu saja ada orang yang mencuri hasil tulisan Anda tanpa peduli seberapa keras Anda melarang dan terkadang malah mereka yang mendapatkan “kredit” dari hasil usaha Anda.

Blog ini sendiri sudah sering dicopas oleh blogger-blogger lain, bahkan salah satu blogger on top juga meniru salah satu artikel di blog ini, struktur dan poin-poinnya sama persis hanya kata-katanya yang diubah sedikit (spin), memang ironisnya masih banyak blogger yang tidak menghargai hasil tulisan orang lain.

Banyak blogger yang tulisannya hanya modal rewrite/spin dari artikel yang sudah ada, beberapa ada yang cuma modal translate dari blog luar negeri, terlihat jelas mana artikel yang betul-betul ditulis oleh manusia dari nol dengan artikel yang dibuat seadanya karena tuntutan kuantitas.

Masih mending kalau tukang copas ini mencantumkan sumbernya, beberapa dari mereka mengcopas tulisan dan gambar mentah-mentah 100% begitu saja, saya coba komentar malah dihapus, saya coba hubungi (email) juga tidak direspon.

Sebenarnya masih ada 2 jalan yang bisa saya lakukan, yaitu menghubungi pihak penyedia hostingnya atau minta di takedown dari DMCA. Namun ini semua tidak menyelesaikan masalah yang ada, toh yang copas bukan hanya 1 orang, daripada repot-repot mengurusi tukang copas lebih baik kita fokus pada platform blog kita sendiri.

Tukang copas akan selalu ada, apapun yang Anda lakukan selalu saja ada orang yang tidak menghargai hasil usaha tersebut.

Baca juga: Cara supaya blog tidak bisa di copas

Lagipula melindungi tulisan Anda tidak menjamin audience, solusi terbaik adalah mendengarkan masukkan pembaca, terus bertumbuh mengembangkan blog Anda, dan membuat perbedaan dari kompetisi yang ada terutama dari blog tukang copas.

Dua tulisan yang sama jika ditaruh pada 2 platform yang berbeda hasilnya bisa bagaikan langit dan bumi. Saya tersadar setelah salah satu tulisan saya yang ditaruh disitus lain (oleh orang lain) mendapat views yang lebih banyak dari blog ini sendiri (untungnya sumber masih dicantumkan).

artikel tentang pelajar drop outArtikel yang 100% sama ternyata hasilnya bisa berbeda sampai 10x lipat hanya karena ditaruh ditempat yang berbeda.

Artinya membangun platform blog Anda itu sangatlah penting, dan inilah poin utama yang ingin saya sampaikan kepada para blogger-blogger pemula yaitu bangunlah platform blog Anda dengan … (no. 4).

4. Personality

karakter adalah kunci kesuksesanAnda pasti sudah bosan mendengar “buat konten berkualitas”, “konten adalah raja”, “kualitas adalah segalanya”, kualitas, kualitas, dan kualitas.

Memang konten berkualitas itu penting, namun apa yang jauh lebih penting dan membuat orang terus kembali membaca tulisan Anda adalah “personality” atau kepribadian, memiliki koneksi dengan pembaca Anda dan tidak takut untuk menjadi diri Anda sendiri dengan opini sejujur-jujurnya.

Saya terinspirasi oleh salah satu publik figur Indonesia yang sudah kurang lebih 20 tahun masih tetap eksis didunia entertainment yaitu Deddy Corbuzier. Apa yang membuat ia terus bertahan di industri ini? Jawabannya adalah “personality”.

Bukan masalah apa yang dia lakukan atau apa yang mau dia lakukan selanjutnya, tetapi lebih mengarah ke siapa dia, seperti apa karakter dan kepribadiannya.

People follow people. Stick with your character and personality.

Lakukanlah apa yang memang menjadi diri Anda sendiri. Tulislah opini Anda sejujur-jujurnya, it’s all about “who you are”, “what you say”, and “how you say it”. Apa yang ingin Anda sampaikan dan bagaimana cara Anda menyampaikannya dengan gaya Anda sendiri. Value inilah yang tidak bisa ditiru oleh siapapun.

Contohnya blog ini, karakter utama dari blog Solusik adalah saya ingin membagikan segala sesuatu yang bermanfaat untuk pembacanya, harus realistis, tidak hanya idealis atau sekedar wishfull thinking namun tidak bisa menunjukkan langkahnya secara urut logis.

Selain itu saya sangat benci dengan fakta-fakta/berita hoax yang tidak relevan dan selalu membodohi masyarakat hanya untuk sekedar perhatian dan mendapatkan views.

Saya selalu percaya bahwa konten terbaik itu adalah konten yang berupa share opini dan pengalaman, karena jujur sampai hari inipun saya merasa lebih banyak belajar dari orang-orang gagal yang membagikan pengalamannya ketimbang cerita-cerita sukses yang kadang tidak masuk akal.

Teruslah menempel dengan karakter Anda karena itulah cara terbaik untuk bertumbuh, ada sebab mengapa daily vlog yang isinya hanya kegiatan sehari-hari bisa mendapatkan banyak audience, padahal penonton mungkin tidak akan mendapatkan apa-apa dengan menonton kehidupan sehari-hari orang lain, tetapi kenapa mereka masih mau nonton? Karena mereka suka dengan personality dari vlogger yang bersangkutan.

Bahkan youtuber yang suka ngomong kotorpun juga ada followersnya, mengapa? Karena penonton itu berbeda-beda, tidak semua karakter penonton itu sama, people follow people, selama orang tersebut suka dengan kepribadiannya, entah apa isi kontennya orang akan tetap menikmatinya.

Jika Anda memiliki followers yang setia menikmati konten-konten yang Anda berikan, maka jagalah mereka, merekalah orang yang akan terus memotivasi Anda setiap harinya (setidaknya sampai akhirnya mereka bosan).

Be yourself, jadilah diri Anda sendiri, jangan berusaha memuaskan ekspektasi semua orang, tulislah apa yang memang penting menurut Anda untuk disampaikan, ditengah banyaknya kompetisi yang ada, selalu ada ruang untuk opini Anda didengar oleh pembaca.

Don’t be afraid to be yourself 🙂


Related Posts: