5 Tanda Peluang Usaha / Bisnis Online yang Tidak Menjanjikan


Disini saya hanya ingin berbagi pengalaman pribadi dan semoga Andapun tidak terjebak kedalam hal yang sama dengan apa yang telah saya alami. Saya telah berkecimpung di internet mencari uang (recehan) selama 3 tahun lebih, beberapa ada yang menghasilkan namun lebih banyak yang tidak menghasilkan dan cenderung buang-buang waktu. Sebagian usaha ada yang saya sesali, bahkan ada yang sampai rugi uang jutaan rupiah (fail so badly). Tanpa banyak basa-basi disini akan saya berikan tips supaya Anda dapat mengetahui tanda-tanda bahwa sebuah peluang usaha termasuk bisnis online/digital/offline tidaklah menjanjikan dan prospektif untuk Anda (tidak semudah yang Anda bayangkan).

Berikut ciri-ciri bisnis/usaha yang harus segera Anda tinggalkan (tidak semenjanjikan kelihatannya):

1. Anda tidak mengerti model bisnis dan cash flownya

orang plin planIntinya adalah kalau Anda tidak paham/mengerti cara mainnya, maka tidak usah dicoba! Mau dengar dari orang lain penghasilannya puluhan/ratusan bahkan milyaran sebulan tidak ada gunanya (biasanya cerita ini cenderung bullshit dan hanya digunakan orang-orang untuk mencari referral/downline). Kita pasti sering melihat artikel tentang seorang pengusaha yang menceritakan kesuksesan bisnis onlinenya tapi ironisnya mereka sendiri tidak bisa membuktikan apa-apa, hanya bisa memberi screenshoot dan gambar-gambar yang tidak ada artinya, banyak blogger-blogger yang mengajari cara mendapatkan ratusan juta dari AdSense padahal blognya sendiri tidak bisa menghasilkan ratusan juta bahkan tidak ada AdSensenya.


Jangan bermain forex kalau Anda tidak tahu apa itu forex, jangan membuat website kalau Anda tidak mengerti cara memonetasinya, jangan mencoba bisnis online kalau Anda tidak paham betul model bisnisnya dan bagaimana alur cash flownya bekerja. Sebelum menjalankan usaha tentu Anda harus riset-riset terlebih dahulu, teliti bagaimana keuntungan bisa didapat dan yang paling penting adalah apakah bisnis ini bisa Anda kerjakan sekarang juga secara nyata (realistis)?

Pada akhirnya peluang usaha/bisnis terbaik adalah bisnis yang dijalankan bukan sekedar ditanyakan saja (Bob Sadino).

Jangan terlalu mudah percaya pada expert/pakar.

Anda pasti sering melihat para expert/pakar ini mengadakan seminar, workshop, webinar, e-book, kursus/mentoring, dan semacamnya yang sebenarnya mereka “mencari uang” dengan menjual ilmunya (bukan mempraktekkan ilmunya sendiri), ada seminar cara mendatangkan sejuta trafik untuk blog, namun para pembicaranya sendiri tidak memiliki bukti website/blog dengan trafik jutaan visitor tiap bulannya, ada lagi workshop meraih omset ratusan juta dari online shop namun ujung-ujungnya cuma dapat ilmu yang sebenarnya sudah bertebaran gratis di internet.

Yang saya bingung adalah kalau mereka bisa mendatangkan trafik jutaan atau menghasilkan omset ratusan juta, kenapa harus repot-repot bikin acara/seminar untuk membagikan ilmunya? Kenapa tidak langsung dipublish saja di internet/website/blog toh kalau niatnya berbagi kenapa kita harus disuruh daftarlah, register ini itu, subscribe email, kadang bayar (seminar/e-book), dan semacamnya.

Tentu ada para expert (mastah) yang memang betul-betul memiliki ilmu yang sangat bagus dan biasanya mereka ini membagikan ilmunya secara cuma-cuma (free) karena sudah berhasil mempraktekkan ajarannya sendiri, tapi banyak sekali mastah yang justru ingin menjebak (memanfaatkan) para newbie-newbie untuk mendapatkan uang, alhasil Anda hanya akan digiring ke seminar demi seminar, beli e-book, daftar webinar/workshop, sampai dijadikan target sasaran/audience untuk launching sebuah produk baru.

Saya sendiri pernah datang ke berbagai seminar/workshop dan sebagian besar isinya hanya akan menggiring saya ke acara/seminar yang berbayar (versi premium) atau malah ujung-ujungnya ternyata acara seminar itu adalah ajang promo dari sang pembicara untuk mempromosikan produk/bisnis barunya.

Kesimpulannya adalah jangan terlalu mudah percaya dengan apa yang Anda lihat di internet, gunakan insting dan feeling Anda, ada juga beberapa seminar yang memang berbobot dan sangat berisi, karena itu Anda harus mengindentifikasi siapa orang yang menjadi pakar/pembicaranya seperti apa pengalamannya termasuk portofolio yang sudah dia bangun selama berkarir.

2. Anda mulai kehilangan keluarga, teman, bahkan diri Anda sendiri

rasa kebersamaan dan kekeluargaanJujur selama memulai perjalanan bisnis online ini saya telah kehilangan banyak momentum dengan teman-teman bahkan keluarga, bahkan terkadang saya kehilangan diri saya sendiri (merasa tersesat tanpa arah/tujuan yang jelas), apa yang ingin saya tekankan dalam hal ini adalah visi dimasa depan.

Saat memulai bisnis tanyalah dengan jelas apa yang Anda ingin capai dalam beberapa tahun kedepan? Logikanya untuk apa Anda memulai sesuatu kalau Anda tidak yakin sukses atau tidak tahu ingin mencapai apa dalam bisnis tersebut.

  • Anda ingin membuat blog? Apa tujuan Anda membuat blog? Apa yang ingin Anda capai dimasa depan?
  • Anda ingin membuat toko online? Apakah Anda ingin membuat toko online yang sukses? Apa visi/misi Anda kedepannya? Apa tujuan/niat awal Anda memulai bisnis online tersebut?

Anda tidak akan kemana-mana kalau Anda sendiri tidak tahu apa tujuan/kemana Anda ingin pergi, berpindah-pindah dari satu bisnis ke bisnis lain atau mencoba beberapa bisnis sekaligus adalah cara tercepat untuk menjamin kegagalan Anda.

Dulupun saya begitu, saya tidak fokus pada satu bisnis dan cenderung melakukan semua peluang yang saya temukan. Hasilnya? Semuanya gagal total tanpa menghasilkan apa-apa. Banyak blogger yang satu blognya saja belum sukses sudah mau bikin blog baru lagi (ternak blog), ingat fokus itu bukan semata mengatakan “yes” pada sebuah kesempatan, tetapi juga mengatakan “no” pada semua pilihan/alternatif lain yang ada (Steve Jobs).

Yang lebih buruk lagi adalah karena terlalu sibuk dengan bisnis-bisnis online yang tidak produktif tersebut, saya mulai kehilangan orang-orang terdekat, memang sudah hal yang umum kalau menyeimbangkan antara work-life-relationship adalah hal yang tidak mudah, kadang orang-orang yang bisa mengerti keadaan saya hanyalah sesama pebisnis online atau teman-teman blogger lainnya.

Jika Anda mulai kehilangan kedekatan dengan lingkungan Anda seperti keluarga/teman dan terlebih Anda mulai kehilangan diri Anda sendiri, maka saatnya mempertimbangkan kembali pilihan Anda, apakah ini adalah bisnis yang tepat untuk Anda? Apakah Anda memiliki tujuan/visi masa depan yang jelas? Apakah lingkungan Anda mendukung apa yang Anda kerjakan? Tidak ada salahnya Anda bertanya dan meminta saran dari orang-orang terdekat, biar bagaimanapun pastinya keluarga dan mereka yang betul-betul teman Anda ingin Anda meraih kesuksesan dalam hidup ini.

3. Anda mulai kehilangan passion dan profit tidak kunjung datang

this is fineSaat berbisnis harusnya Anda memiliki semangat yang berapi-api, setiap hari Anda akan bangun bekerja semaksimal mungkin untuk mengembangkan bisnis/usaha Anda. Namun terkadang passion/semangat ini bisa surut karena beberapa hal seperti profit/keuntungan yang kecil, perkembangan bisnis yang cenderung stuck begitu-begitu saja, dan Anda mulai tidak bisa mengikuti perkembangan market/industri yang ada.

Apakah Anda masih memiliki semangat dalam menjalani bisnis Anda? Atau Anda hanya sekedar jalan saja dalam berbisnis (asal bergerak)? Atau yang lebih buruk lagi Anda mulai merasa sedih dan tersiksa saat menjalani bisnis Anda?

Banyak pengusaha yang memiliki ego tinggi dalam berbisnis, mereka tidak mau menerima kenyataan kalau bisnisnya telah gagal/tidak berkembang dan malah stuck disitu (tidak bisa move on), akhirnya mereka semakin merugi, buang-buang waktu, dan yang lebih parah kehilangan peluang/kesempatan lainnya.

Kadang menutup sebuah bisnis/usaha itu memang menyakitkan bagi seorang entrepreneur, selain karena faktor ego ada juga faktor tekanan dari lingkungan dan diri sendiri, kita sulit menerima kenyataan bahwa kita telah gagal berbisnis dan cenderung ingin mengambang saja diawang-awang dengan usaha yang sedang dijalankan, padahal ini bukan hal yang baik. Jika memang gagal, terimalah dan segera move on. Bangkit lagi dan coba lagi (pivot atau mencoba bisnis baru). Memang tidak mudah apalagi kalau kita sudah memiliki nama/brand dan dikenal masyarakat luas, kita didoktrin untuk pantang menyerah sebagai entrepreneur namun jangan sampai kita menjadi delusional karena jargon ini.

Jika memang terbukti tidak menghasilkan, untuk apa diperjuangkan? Pada akhirnya berhentilah jika Anda memang harus berhenti, menyerahlah jika Anda memang harus menyerah, dan maju terus jika memang Anda harus terus maju. Kesalahan terbesar adalah terus bertahan pada pilihan yang salah, karena itu pastikan Anda melakukan hal yang benar (choose the right things).

Baca juga: Apakah saatnya Anda berhenti atau terus maju?

4. Anda mulai memikirkan hal lain atau kemungkinan untuk mencoba usaha/bisnis lain

memikirkan hal lainMenurut saya ini adalah “kode keras” bahwa Anda harus segera meninggalkan bisnis/usaha yang ada, karena kalau Anda betul-betul ingin sukses pastinya insting/intuisi Anda akan membawa diri Anda menuju tempat yang lebih baik sesegera mungkin.

Jika sebelum mencoba/menjalankan sebuah bisnis, Anda sudah membayangkan hal-hal lain maka lebih baik Anda tidak menggeluti bisnis tersebut, karena bisnis hanya bisa maju saat Anda sebagai founder mendedikasikan seluruh waktu, pikiran dan tenaga Anda untuk memajukan bisnis tersebut.

Walaupun ada pebisnis yang sering memiliki beberapa jenis usaha, ini bukanlah hal yang bagus khususnya bagi mereka yang masih pemula dalam berbisnis, pastinya ada hal-hal yang dikorbankan saat kita menjalankan lebih dari 1 bisnis (fokus, modal, dan waktu), bahkan hal ini bisa membuat Anda sebagai pengusaha jadi semakin bingung dan kehilangan diri Anda sendiri (poin no. 2).

5. Berapapun penghasilan Anda tidak akan ada artinya kalau Anda tidak menjaga kesehatan

jaga kesehatan dalam bekerjaIni hanya uneg-uneg pribadi, selama 3 tahun lebih berbisnis online, pastinya saya sering berada didepan laptop/komputer berjam-jam (bisa sampai 12 jam lebih), ngurusin banyak hal mulai dari blog, toko online, website, jualan jasa, dan semacamnya, itu semua akan percuma kalau ujung-ujungnya hanya “penyakit” yang kita dapatkan.

Berapapun penghasilan Anda di internet atau dari bisnis online akan sia-sia kalau sampai digunakan untuk mengobati penyakit yang Anda alami karena terlalu sering berada didepan komputer, duduk berjam-jam, apalagi sampai stres karena penghasilan tidak kunjung naik 🙁

Tidak jarang kita merasa kesepian saat berbisnis online, yah wajar saja karena hampir setiap hari kita berada didepan laptop dan mengotak-atik website dan bisnis kita, alhasil kita gampang merasa kesepian dan depresi. Karena itu saya sangat menyarankan Anda memiliki kegiatan sampingan diluar bisnis online, selain untuk menghilangkan rasa kesepian, Anda juga perlu bergerak secara fisik (jangan terus-terusan didepan komputer) karena pasti lama kelamaan Anda akan mulai merasakan sakit punggung, gangguan mata, pusing, lemas, fisik yang semakin lemah karena kurang gerak dan olahraga.

Intinya adalah selalu prioritaskan kesehatan Anda dan sangat disarankan untuk memiliki pekerjaan/kegiatan sampingan diluar usaha online (yang berhubungan dengan aktivitas fisik diluar), berkomunikasilah dengan orang lain didunia nyata, beraktivitaslah dengan orang-orang diluar sana, sebisa mungkin sisihkan waktu untuk rileks dan olahraga sejenak.

Pada akhirnya semua yang Anda kerjakan akan percuma kalau nantinya Anda juga tidak bisa menikmati hasilnya (sakit-sakitan). Selalu utamakan kesehatan diatas segalanya, jangan terlalu over work apalagi didepan komputer, pikirkan dengan baik tubuh Anda dan jagalah dengan baik.

Hentikan kegiatan Anda sejenak jika Anda mulai merasakan gejala seperti:

  • Sakit punggung
  • Gangguan mata/penglihatan
  • Pusing, panas, demam, atau susah tidur (karena sering begadang/ngurus bisnis sampai larut malam)
  • Stres, depresi, dan kesepian


Jika Anda menemukan 5 ciri-ciri diatas saat menjalani bisnis online/usaha, maka saatnya untuk pertimbangkan kembali apakah ini adalah pilihan yang tepat? Apakah ini adalah pilihan bisnis yang menjanjikan?

Faktanya tidak mudah melepas bisnis apalagi kalau kita sudah terlibat dan menginvestasikan banyak modal dan waktu disana, yang paling penting adalah seorang entrepreneur harus bisa mengidentifikasi dengan jelas prospek masa depannya sendiri, apakah bisnis yang mereka kerjakan betul-betul menjanjikan dan “worth it” untuk terus diperjuangkan, dan akhir kata tetaplah positif disaat gagal karena sebenarnya kegagalan adalah pintu baru untuk selangkah lebih dekat menuju kesuksesan Anda.


Related Posts: