Alasan Orang Kaya Tidak Bahagia Walau Menghasilkan Banyak Uang


Uang memang bukan segalanya, tapi hampir segalanya perlu uang, walaupun memiliki banyak uang tidak menjamin kebahagiaan namun tentu saja uang memberikan Anda jaminan keamanan (rasa tenang) dalam hidup ini dan uang bisa membeli berbagai hal/barang yang ingin Anda miliki yang secara tidak langsung juga bisa berarti memberikan Anda rasa kebahagiaan. Dengan uang Anda bisa memberikan jaminan kesehatan, pendidikan dan lingkungan yang lebih baik untuk keluarga Anda, jadi apapun stigmanya uang itu sangat penting dalam hidup ini.

Yang jadi pertanyaan adalah kenapa ada orang kaya yang menghasilkan banyak uang namun hidupnya masih tidak bahagia, pastinya Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini, mereka yang Anda rasa kaya (banyak uang) tapi entah mengapa hidupnya kurang bahagia, ada karyawan yang gajinya lebih besar dari Anda berkali-kali lipat tetapi hidupnya selalu sedih/stres bahkan depresi, bukankah uang bisa membeli kebahagiaan?

Ya, uang bisa membeli kebahagiaan, tapi hanya sampai batas tertentu saja. Dalam ekonomi ada konsep yang namanya “diminishing marginal utility”, yang artinya ketika Anda memiliki sesuatu dalam jumlah sedikit maka Anda akan sangat menghargainya, namun setelah Anda mendapatkan lebih, setiap kelebihan tersebut akan terasa semakin tidak berharga. Inilah sebabnya orang miskin sangat menghargai uang, mereka akan berpikir 2x sebelum membeli sesuatu dengan uangnya, sebaliknya mungkin bagi orang kaya uang 50-100 ribu bisa dihabiskan begitu saja untuk hal-hal yang tidak penting.

Diminishing marginal utility


Apakah Anda ingin memiliki mobil pribadi? Ya, mungkin saja, karena mobil sangat berguna untuk transportasi/jalan-jalan keluarga.

Apakah Anda ingin memiliki 2 mobil? Mungkin saja, satu untuk keperluan pribadi seperti berangkat kekantor dan satu lagi untuk mobil pick up/membawa barang-barang berat.

Apakah Anda ingin memiliki 100 mobil? Kemungkinan tidak. Bagi Anda memiliki 100 mobil tidak berarti sama bergunanya dengan 100x value/manfaat 1 mobil. Malah memiliki mobil sebanyak itu jadi merepotkan, ada maintenance yang harus diperhatikan, dan jika seseorang menawarkan Anda 1 mobil lagi mungkin Anda menjadi jenuh/jengkel.

Begitu pula dengan uang, Anda tentu perlu uang untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari (primer), mungkin Anda perlu uang lebih untuk membeli sesuatu yang cukup penting (kebutuhan sekunder) dan mungkin Anda perlu lebih banyak uang untuk membeli barang-barang mewah yang Anda inginkan (kebutuhan tersier), namun pada batas tertentu (khususnya orang yang sudah kaya), Anda sudah memiliki apa yang Anda perlukan, Anda sudah membeli apapun yang Anda inginkan, pada titik tersebut apakah ekstra uang akan berguna bagi hidup Anda?

Sama seperti memiliki banyak mobil, memiliki banyak uang juga bisa membawa kerepotan, akan ada banyak orang termasuk keluarga yang meminta/meminjam uang, para penjual properti/asuransi/kartu kredit akan selalu menghantui Anda, ribuan marketer diluar sana akan selalu menawarkan barang-barang yang sebagian besar tidak penting/berguna bagi hidup Anda.

At some point, sebagian besar orang kaya sudah mencapai titik dimana ekstra uang tidak lagi berguna untuk hidup mereka, uang tidak lagi menambah value penting dalam hidup mereka, sehingga uang tidak bisa membuat mereka semakin bahagia, disinilah biasanya orang kaya mulai terjebak penyakit psikologis/gangguan pikiran untuk mencari lebih atau disebut juga “the disease of more”, mereka merasa harus membawa diri mereka ke “next level” untuk bisa bahagia, namun bagaimana kalau tidak ada yang perlu diperbaiki, bagaimana kalau “next level” tersebut tidak benar-benar ada? Bukankah itu hanya ide/konsep yang mereka buat-buat sendiri?

More is not always better

semua orang suksesJika kita disuruh menulis level kebahagiaan kita dari 1-10, normalnya orang pada umumnya akan menaruh level kebahagiaannya diangka 7, uniknya adalah setiap orang apapun kondisinya akan kembali ke keadaan normal tersebut (angka 7) kita sebut level 7 ini sebagai keadaan normal/standart. Mereka yang level kebahagiaannya rendah (level 1-5) seperti sedang depresi, atau cacat, atau keluarganya terkena penyakit kanker, atau bahkan orang tuanya meninggal, sesedih apapun hidup mereka setelah beberapa saat akan kembali ke level 7, sebaliknya orang yang sangat bahagia (level 8-10) seperti pemenang undian, mereka yang baru menikah/melahirkan anak, sebahagia apapun hidup mereka akan juga kembali ke level 7 setelah beberapa saat.

Kenyataannya tidak ada orang yang bahagia setiap saat, tidak ada juga orang yang selalu tidak bahagia setiap saat, manusia dengan kondisi dan situasi seperti apapun memiliki kemampuan adaptasi yang membawa kita pada keadaan biasa/normal (level 7) artinya segalanya akan baik-baik saja namun tetap masih ada yang bisa diperbaiki atau di-improve dalam hidup ini.

Itulah sebab kita ingin mencapai lebih (level 8-10), sebagian besar dari kita hidup seperti ini, mengejar bayangan angka 10 menuju tempat/keadaan yang lebih baik (padahal pada akhirnya Anda akan kembali ke level 7), Anda berpikir Anda akan menjadi lebih bahagia kalau mendapat pekerjaan baru, memulai wirausaha, menjadi lebih kaya, membeli rumah/mobil impian, liburan keluar negeri, namun percayalah pada akhirnya itu tidaklah semenyenangkan apa yang Anda pikir/bayangkan.

Hanya karena sesuatu bisa di-improve/ditingkatkan dalam hidup Anda, bukan berarti hal tersebut harus betul-betul di-improve. Walau Anda bisa menghasilkan lebih banyak uang dari apa yang Anda hasilkan sekarang, bukan berarti Anda harus menghasilkan lebih banyak uang terutama jika Anda sudah mencapai batas dimana uang tidak lagi memberi value apapun dalam hidup Anda (diminishing marginal utility).

Pada akhirnya setiap orang menginginkan hal yang sama, kita ingin bahagia dengan cara kita sendiri, ada orang yang bahagia kalau bisa menghasilkan banyak uang, maka carilah uang sebanyak-banyaknya, namun jika ekstra uang tidak lagi membawa kebahagiaan dalam hidup Anda dan Anda bisa merasa lebih bahagia saat menghasilkan lebih sedikit uang, maka hasilkan lebih sedikit uang dan jadilah lebih bahagia.


Related Post: