Nilai dan Fungsi Asli Uang yang Sebenarnya (Duit Bukan Segalanya)


Semua orang pasti akan merasakan kerasnya kehidupan dunia luar setelah sekolah/pendidikan (real world), mungkin bagi sebagian orang hidup itu sulit, mereka selalu komplain akan gaji/jabatan yang tidak kunjung naik, bos/atasan dan teman kantor yang tidak menyenangkan, penghasilan (duit) yang stuck sedangkan biaya-biaya pengeluaran/kebutuhan terus tumbuh tak terkendali, kompetisi bisnis/market yang semakin ganas dan cenderung memonopoli, dan mengapa semua orang seolah hanya peduli pada uang, uang, dan uang.

Uang adalah hal yang sangat sensitif, karena sebagian besar dari kita menilai seseorang berdasarkan kemampuan mereka menghasilkan uang, mayoritas dari kita mengindentitaskan diri dengan pekerjaan dan seberapa banyak uang yang bisa kita hasilkan, cobalah temui orang-orang baru, kemungkinan besar apa yang ingin Anda ketahui pertama kali adalah pekerjaannya (yang nantinya berujung pada asumsi banyaknya uang yang mereka hasilkan), memang tidak ada yang salah dengan semua itu, karena memang itu menunjukan seberapa kompeten dan value/kontribusi seseorang terhadap dunia/masyarakat, dan karena itu pula uang menjadi isu yang sensitif untuk dibahas.

Namun uang bukanlah satu-satunya value yang menentukan kekayaan seseorang, didunia ini ada banyak value selain uang seperti pengalaman, ilmu pengetahuan, pikiran/emosi positif, dan kebahagiaan. Sejatinya fungsi asli uang yang sebenarnya adalah sebagai alat penukar value. Nilai uang bisa berubah-ubah tergantung dari siapa yang memakainya, ditangan yang tepat uang bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk menyejahterakan satu negara bahkan membuat dunia menjadi lebih baik (contoh membuat bisnis startup), sebaliknya ditangan yang salah uang bisa menjadi jebakan yang menjerumuskan orang kedalam rasa stres dan depresi (contoh seperti judi dan narkoba).

Sebagian besar orang salah paham dengan konsep kekayaan, menurut mereka kaya itu punya banyak uang, terkenal, dan punya gaya hidup mewah (status), saya bisa saja menghabiskan tabungan untuk jalan-jalan keliling dunia atau mengambil kredit untuk beli mobil/rumah milyaran, namun apakah itu akan membuat saya menjadi orang kaya? Tentu tidak. Karena tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, seberapa banyak barang yang Anda beli, seberapa banyak duit yang bisa Anda hasilkan setiap hari, Anda tidak akan pernah merasa cukup karena masalah uang tidak akan pernah ada habisnya, walau Anda terus-terusan bekerja, mengambil lebih banyak resiko, dan mengorbankan sebagian besar hidup Anda untuk uang, pada akhirnya uang hanyalah angka, dan angka tersebut tidak ada batasnya.


Pada dasarnya fungsi uang adalah sebagai alat tukar pengalaman antar 2 orang, Anda memberi uang kepada orang lain untuk mendapatkan pengalaman, sebaliknya Anda menghasilkan uang dengan menciptakan pengalaman bagi orang lain. Contoh saat Anda membeli mobil baru, Anda bukan sekedar membeli barang/kendaraan, Anda juga membeli pengalaman menaiki mobil tersebut, termasuk status sosial yang Anda dapat dengan memiliki mobil tersebut, pada akhirnya semua uang yang Anda habiskan untuk membeli suatu barang/produk, termasuk makanan dan liburan adalah bentuk dari pengalaman, Anda membeli pengalaman dengan uang dan Anda juga menjual pengalaman untuk mendapatkan uang.

Banyak orang yang terjebak dengan lingkaran uang berdasarkan pengalaman apa yang mereka jual/beli. Contoh:

  • Mereka yang mencari uang dengan dengan menjalani pekerjaan kantoran yang rutin/membosankan cenderung menghabiskan uangnya untuk menghilangkan rasa bosan seperti entertainment, beli barang-barang yang sebenarnya ga penting namun tetap dibeli sebagai penghilang stres/kebosanan, dan semacamnya.
  • Mereka yang mencari uang dengan memanfaatkan kepopulerannya (seperti artis/influencer) cenderung menghabiskan uangnya untuk meningkatkan gengsi/status sosialnya seperti membeli barang-barang mewah, liburan keluar negeri, dan menghiasi timeline Instagram/sosmednya dengan hal-hal yang glamour.
  • Mereka yang mencari uang dengan membuat dirinya tersiksa (seperti pekerja sex atau karyawan yang benci dengan pekerjaannya) cenderung menghabiskan uangnya untuk menghilangkan penderitaannya seperti rokok, alkohol, obat-obatan, bahkan narkoba.

Mereka-mereka yang terjebak dengan lingkaran uang/pengalaman diatas tidak akan pernah menjadi kaya sampai kapanpun karena lingkaran itu tidak akan pernah habis, mereka akan menjadi budak uang (dikontrol oleh uang), mereka akan melihat uang sebagai satu-satunya tujuan hidup dan hanya uang yang bisa menjadi motivasi penggerak dalam hidup mereka (no money no action).

Tentu cara terbaik untuk menghindari lingkaran uang ini adalah dengan berhenti menjadikan “uang” sebagai patokan kesuksesan Anda. Sama seperti banyaknya value yang ada diluar sana, ada banyak pula definisi kesuksesan selain uang, walau orang-orang suka mengidentifikasi kesuksesan dengan uang, namun uang itu sendiri bukanlah kesuksesan, value uang yang sebenarnya adalah saat kita menggunakan uang sebagai “alat” untuk membantu menuju kesuksesan, seperti saat kita membangun bisnis/startup, saat kita menggunakannya sebagai modal untuk projek/karya kreatif, saat kita menggunakannya untuk mensupport keluarga dan teman/lingkungan disekitar kita, termasuk menggunakan uang untuk menjamin kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan kita.

Kekayaan yang sesungguhnya terjadi saat kita menghasilkan uang dengan pengalaman yang positif dan kita menghabiskan uang untuk sesuatu yang positif juga. Contoh seperti Anda membuat bisnis kafe dan Anda memang suka (happy) menjalaninya, uang yang Anda hasilkan digunakan untuk mengembangkan kafe tersebut hingga menjadi restoran dan seiring berkembangnya usaha Anda, Anda juga memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal positif lain. Contoh lainnya adalah mereka-mereka yang bekerja sesuai dengan passion dan bakatnya, mereka melakukan sesuatu yang mereka cintai dan mereka juga mengembangkan kemampuan/skillnya.

Saya sangat menyukai jawaban Jimmy Wales (founder Wikipedia) saat ditanya apakah dirinya kaya, ia menjawab:

People who equate wealth in any serious way with “amount of money that you have” are missing a lot of richness in how humans value things. What I think people most value (or ought to most value) is rich and interesting life experiences.

Baginya kekayaan yang sejati adalah memiliki kualitas hidup yang baik dan memiliki banyak pengalaman-pengalaman hidup yang menarik, bukan sekedar mengukur seberapa banyak uang yang dimiliki seseorang.

Nilai uang yang sebenarnya akan muncul saat kita melihat fungsi uang bukan sebagai simbol/status, melainkan sebagai alat penukar value untuk memperkaya pengalaman hidup kita.

Hidup dan uang itu seperti air dan gelas, kita perlu meminum air (hidup), namun malah mempermasalahkan gelas (uang) yang kita gunakan untuk minum, kita ingin gelas yang cantik terbuat dari emas, kita tidak mau gelas murahan dari plastik, kita terus sibuk memilih gelas dan akhirnya lupa untuk meminum airnya, padahal pada akhirnya kita semua hanya ingin meminum air.


Related Posts: