Motivasi Memulai Usaha


startup corporatesumber gambar : entrepreneurfail.com

Anda bosan dengan pekerjaan sebagai karyawan? Melakukan hal yang sama berulang-ulang, bekerja 40 jam dalam seminggu dan tanpa sadar tahun demi tahun telah berlalu dan Anda tidak merasa berkembang baik dari segi ilmu maupun finansial.

Akhirnya Anda putuskan untuk memulai usaha sendiri dan meninggalkan pekerjaan Anda, mencoba peruntungan dengan berbisnis sendiri membuat Anda yakin dapat mengubah hidup Anda yang “stuck” dan tidak berkembang. Namun seperti ada yang salah dengan diri Anda, hari demi hari berlalu tapi Anda tetap ditempat yang sama alias Anda masih bekerja sebagai karyawan dan tidak memulai perjalanan bisnis Anda. Tekanan yang ada di tempat kerja, lingkaran sosial, ekonomi, dan diri Anda sendiri seolah tidak mengijinkan Anda untuk memulai usaha.

Waktu terus berputar dan seiring bertambahnya usia, Anda merasa semakin tidak pantas untuk berbisnis (karena sudah tua) dan akan semakin beresiko jika memulai usaha diusia tersebut, lalu pada akhirnya Anda hanya bisa berandai-andai apa yang akan Anda raih seandainya dulu Anda telah memulai usaha Anda sendiri.


Terlihat ironis?

Beberapa tahun kemudian anak muda yang memiliki ide yang sama dengan apa yang Anda pikirkan menjalankan ide tersebut dan sukses besar, dunia memujanya sebagai genius dan inovator yang dikagumi. Anda hanya bisa melihat dari kejauhan dan bergumam dalam hati “That could be me”, mungkin saja akulah orang yang berada diposisi anak itu jika dulu aku memulai usaha dan merealisasikan ide tersebut.

Anda sudah yakin dengan apa yang Anda butuhkan, kemampuan, tekad, tujuan, namun hari demi hari terus berlalu tanpa Anda memulai sesuatu dan perlahan-lahan mimpi Anda menghilang.

Mengapa?

Kenyataannya sangat pahit bahwa pada akhirnya orang yang menggagalkan semua impian dan usaha Anda adalah diri Anda sendiri. Yang Anda butuhkan untuk memulai usaha bukanlah motivasi dari orang lain atau faktor eksternal lainnya. Beberapa hal dalam diri Anda sendiri yang akhirnya menggagalkan Anda yaitu:

  • Saya takut, bagaimana kalau saya gagal dan kehilangan pekerjaan
  • Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, seseorang harus mengajari saya
  • Saya tidak punya ilmu yang dibutuhkan, seseorang harus membantu saya
  • Saya butuh motivasi yang kuat untuk melakukan ini semua

Anda tidak akan pernah mendapatkan jawabannya karena itu semua adalah masalah Anda. Setiap orang memiliki masalah dan tugas Anda sebagai entrepreneur/pengusaha adalah memecahkan masalah orang lain (bukan masalah Anda), namun Anda tetap bingung bagaimana bisa membantu masalah orang lain jika masalah diatas tidak dapat dipecahkan.

Pertanyaan Anda itulah yang jadi masalahnya. Otak Anda tidak dapat memikirkan beberapa hal sekaligus, Anda perlu fokus. Anda harus melangkah, mendekat pada tujuan Anda sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah tanpa kehilangan fokus. Berhentilah membuat seolah-olah ini adalah keputusan yang besar, seakan ini adalah keputusan hidup atau mati, dan mulailah mengambil langkah kecil secara terus-menerus. Pikirkan apa yang Anda cintai/suka untuk melakukannya atau apapun yang ingin Anda coba dan bergeraklah kesana sekarang.

Sekarang mari kita cari solusi masalah yang ada satu per satu.

Mencari ide

Bagaimana cara mencari ide? Kebanyakan dari kita merasa bahwa ide adalah hal yang sangat penting, memang Anda memerlukan suatu ide untuk dijalankan, tapi ide hampir tidak memiliki nilai apapun, semua orang punya ide, kemampuan dan kemauan untuk mengeksekusi ide tersebutlah yang mahal.

Contoh beberapa bisnis besar dimulai dari ide yang sangat sederhana bahkan “meniru”.

  • Windows (Microsoft) meniru MAC (Apple), dimana Apple saat itu meniru Xerox. (Graphical User Interface)
  • Facebook –> kembaran dari MySpace atau Friendster
  • Google –> kembaran dari Yahoo (email, search engine)

Ide mereka bukanlah hal yang baru bahkan mirip dengan ide yang sudah dikerjakan oleh orang lain sebelumnya. Jadi lupakan soal ide yang brilian, yang perlu Anda fokuskan adalah “Timing”. Microsoft membuat sistem operasi saat PC menjadi barang umum, Facebook dimulai dari social media untuk mahasiswa khususnya mahasiswa Harvard, Google memulai search engine tepat disaat internet mulai umum digunakan masyarakat untuk mencari informasi.

Karena itu mulailah usaha yang memang sedang dibutuhkan orang saat ini atau dimasa yang akan datang, namun bukan berarti dengan menjadi yang pertama akan menjamin kesuksesan.

Contoh kasus: MySpace, Facebook, Google+

Diantara ketiganya, MySpace adalah social media yang pertama, disusul Facebook, dan terakhir Google+

Dan kita semua tahu Facebook yang menjadi pemenangnya. Yang perlu Anda lakukan adalah Timing disaat yang tepat dan menjadi lebih baik dari kompetitor yang ada, jika itu diluar kemampuan Anda maka jadilah berbeda dengan kompetitor. Saat Anda tidak bisa menjadi lebih baik maka jadilah berbeda, tawarkan sesuatu yang lain. Jika itu semua tidak memberi hasil yang baik, maka sudah saatnya Anda berhenti, segera pivot atau cari ide yang lain.

Diperlukan keberanian yang besar untuk berhenti (mengakui kekalahan) dan memulai sesuatu yang baru.

idea notepadsumber gambar: instagram @8facthack

Untuk mencari ide Anda tidak bisa melakukannya dengan sengaja, Anda perlu waktu, relax dan beristirahatlah. Pikirkan dengan tenang masalah yang ada dan ingin Anda pecahkan, dengan sendirinya pikiran/ide akan muncul terutama disaat Anda ingin tidur, catatlah semua yang muncul dipikiran Anda dan lupakan (jangan memikirkan apakah ide tersebut baik/buruk, catatlah saja), lakukan ini dan jalankan ide yang sudah Anda tulis sesegera mungkin. Beberapa ide mungkin berakhir dengan buruk, semua orang punya ide yang buruk, Anda cukup fokus pada ide yang baik saja.

Carilah suatu area dimana ada permintaan tetapi tawaran yang ada masih kurang kompeten atau tidak ada sama sekali.

Mencari ilmu/skill

peopleAnda mengerti bahwa menjalankan bisnis/usaha bukanlah pekerjaan semalam, melainkan komitmen jangka panjang dimana akan memerlukan kerja keras, skill, waktu, modal/uang, dan lain-lain. Anda merasa merealisasikan ide akan membutuhkan skill-skill yang berada diluar kemampuan Anda, seperti marketing, desain, sales, public relation, research dan sebagainya. Hanya sedikit dari kita yang mampu melakukan semuanya sendirian, Anda tetap butuh bantuan dari orang lain.

Oleh karena itu Anda perlu bekerja sama/kolaborasi dengan orang yang memiliki kemampuan yang Anda perlukan. Anda dapat menggunakan karyawan profesional sampai freelancer untuk meng-outsource skill yang diperlukan atau bahkan robot/program/aplikasi untuk membantu Anda.

Tidak punya modal untuk membayar? Saya tidak akan menjual mimpi/omongan bahwa berbisnis dapat dilakukan tanpa modal/uang, semua bisnis apapun termasuk bisnis online pasti memerlukan modal, jika Anda tidak mempunyai modal Anda bisa mulai mengumpulkan uang dengan bekerja/freelance atau menjadi self-employe (bisnis sederhana). Berbisnis hanyalah salah satu dari sekian cara untuk menjalani hidup, tidak semua orang harus menjadi entrepreneur dan jangan memaksa jika memang Anda tidak mempunyai skill atau modal yang diperlukan untuk menjalaninya, terlebih jika Anda sebenarnya tidak ingin berbisnis (tanyakan pada diri Anda).

Kenyataannya tekad dan kerja keras saja tidaklah cukup, Anda juga perlu keberuntungan dan konsisten untuk terus berusaha saat gagal dan mencoba kembali.

Resiko gagal

sky-starAnda ingin berhenti dari pekerjaan dan memulai usaha tetapi takut akan resiko yang ada didepan mata.

Pada akhirnya Anda tidak akan tahu apakah pilihan yang Anda ambil tepat atau tidak.

  • Resiko dari berhenti bekerja dan memulai bisnis adalah Anda kehilangan penghasilan dan jika usaha Anda gagal/bangkrut maka akan menambah beban finansial juga membuat diri Anda malu dengan lingkungan sekitar Anda.
  • Resiko dari tetap bekerja dan bertahan ditempat yang sama adalah bangun 20 tahun kemudian menyadari hidup Anda berlalu begitu saja dan berandai-andai apa yang sudah Anda raih jika berani memulai usaha Anda sendiri.

Bisa saja Anda memilih tindakan yang tepat saat memulai bisnis dan sukses besar, atau saat tetap bekerja dan Anda menjabat sebagai direktur perusahaan pada akhirnya. Kita tidak akan pernah tahu mana pilihan yang tepat, yang terpenting adalah “dimana Anda sekarang” dan “apa yang dapat Anda lakukan”.

Dijaman modern seperti ini untungnya Anda tidak perlu memilih antara pekerjaan dengan bayaran pas-pasan atau bisnis yang tidak menjamin masa depan. Anda punya banyak sekali pilihan dan peluang untuk sukses:

  • Mulailah sebuah bisnis online diwaktu senggang
  • Belajarlah ilmu/skill yang menarik minat Anda melalui internet/google/situs e-learning
  • Tanyakan bos Anda, apa yang bisa Anda bantu supaya dipromosikan
  • Jual suatu barang secara online melalui website/marketplace, buatlah toko online
  • Jual jasa Anda seperti mengajar/tutorial melalui video di internet (youtube)
  • Belajar membuat aplikasi/program melalui buku/internet dan ciptakan sesuatu untuk orang lain

Tidak semua yang Anda lakukan akan berhasil, beberapa pilihan yang Anda ambil akan membawa Anda ketempat yang lebih baik, beberapa yang lainnya akan stuck atau buntu ditengah jalan. Anda hanya perlu satu keberhasilan untuk membayar semua kegagalan-kegagalan Anda.



Fokuslah pada tindakan dan lakukan apa yang bisa Anda lakukan (sekecil apapun itu) untuk memperdekat jarak dengan tujuan Anda secara terus-menerus. Dan hampir semua orang gagal pada tahap ini.

Jangan menunggu kapan waktu yang tepat atau menunda sampai keadaan yang lebih baik, karena jika Anda terus seperti itu maka Anda telah membiarkan hidup Anda sia-sia begitu saja.

motivasi memulai usaha


Related Post: