Kelebihan dan Kekurangan Usaha Bisnis Online Berbasis Dropship


Dijaman internetpreneur (internet entrepreneur) seperti sekarang sudah bukan hal yang asing lagi semua orang bisa memulai bisnis onlinenya sendiri, tidak heran banyak anak-anak muda entah di Instagram, Line, Facebook, blog, dan sosial media lainnya mulai berjualan secara online (bikin toko online sendiri). Kalau bicara tentang online shop ada 1 jenis sistem yang bisa kita gunakan untuk menjual barang secara online tanpa modal yaitu dropship. Singkatnya dropship adalah kita membantu menjualkan produk orang lain namun tetap menggunakan identitas/brand milik kita sendiri (seperti calo online).

usaha bisnis online dropshipMetode yang biasanya sering dipakai oleh kebanyakan dropshipper (pelaku dropship) adalah dengan membuat brand toko online sendiri lalu menjual produk-produk supplier mereka di sosial media, website sendiri, termasuk marketplace seperti Tokopedia/Bukalapak. Saya sendiri dulunya pernah menjadi full time dropshipper sampai menjual 2.000 produk dari 10 supplier dan sebelumnya saya juga pernah bahas mengapa peluang reseller dropship di Indonesia sudah tidak prospektif lagi (cukup kontroversial), Anda bisa baca pengalaman dan opini tersebut disini:

Saya sendiri cukup mendapat banyak komentar dari berbagai pihak (sampai email dan message pribadi), ada yang setuju kalau peluang reseller dropship sudah tidak bagus lagi, ada juga yang masih mengatakan dropship masih prospektif sampai bilang penghasilannya puluhan juta/bulan cuma modal dropship (entah benar atau tidak), namun buat kamu-kamu yang masih awam mungkin bakal makin bingung melihat adanya perdebatan ini, apakah tahun 2017 masih menjanjikan untuk menjalani bisnis online berbasis dropship?

Saya tidak bisa mengatakan bisnis ini prospektif karena seperti yang sebelumnya saya katakan kemungkinan besar peluang dropship akan segera punah seiring berkembangnya dominasi marketplace (terutama Tokopedia yang baru-baru ini di invest sampai 14 triliun oleh Alibaba), tapi bukan berarti melakukan usaha dropshipping akan 100% sia-sia, ada beberapa keuntungan yang masih bisa kita dapatkan melalui sistem dropship tersebut.


Sebelum kita masuk kebagian positifnya, lebih baik saya bagikan dulu sisi negatif dan kekurangannya disini, cukup banyak yang bertanya kepada saya mengapa saya berhenti dropship, kenapa saya tidak jualan lagi, alasannya adalah:

  • pertama seperti yang kita semua tahu dominasi marketplace Tokopedia dan Bukalapak adalah penyebab utamanya, penjualan saya yang dulu bisa profit 100-300 ribu/hari (ini 100% dropship purely tanpa modal barang) betul-betul jatuh sejatuh-jatuhnya sampai dalam seminggu saja cuma laku 1-2 barang (profit sekitar 50.000/minggu).
  • Kedua saya mulai beralih menjadi reseller yang memiliki stok (tangan pertama), menjual aksesoris olahraga di marketplace, forum jual beli, sosial media, sehingga memang sudah saatnya saya menstop toko online dropship saya dan fokus pada barang yang sudah saya stok digudang.
  • Setelah beberapa bulan berjualan dan menghasilkan profit yang jauh lebih besar ketimbang saat dropship dulu, saya memutuskan untuk tidak menyetok kembali (semua stok sudah habis terjual) karena terakhir persaingan harga barang yang saya jual saat itu sangat tidak sehat, seller-seller lain di marketplace betul-betul banting harga sampai profit anjlok dan lebih baik saya simpan dulu modal uang yang ada untuk kemudian hari kalau keadaan sudah lebih stabil dan ingin menyetok barang kembali.

Dulu saya juga sering berdiskusi dengan seller/supplier lain, sebagian dari mereka sering bilang kalo ada barang baru lebih baik dijual secepat-cepatnya karena 1-2 bulan lagi kemungkinan harganya udah “rusak” alias jatuh drastis karena banyak seller lain (terutama seller besar/distributor) yang banting harga demi menaikkan penjualan, keuntungannya darimana? Seller-seller besar yang hobi ngerusak harga ini biasa dapat keuntungan dari promo marketplace, diskon logistik, atau mereka lagi mau boosting reputasi tokonya.

Lalu kalau ditanya apa sih kekurangan dari sistem dropship khususnya di Indonesia, beberapa kekurangannya menurut saya pribadi yaitu:

Tidak banyak value yang kita tawarkan

Ini salah satu yang saya rasakan saat berjualan dengan sistem dropship, tidak ada manfaat yang cukup berarti saat seseorang berbelanja melalui toko saya, karena mereka bisa belanja langsung melalui supplier saya secara online dimana prosesnya bakal lebih cepat dan harganya lebih murah, sebenarnya disini saya lebih banyak membantu (value) supplier dalam artian menjadi perpanjangan sales/marketingnya, kadang saya suka kasihan sama customer saya sendiri mereka belanja di toko online saya dimana prosesnya bakal lebih lama karena saya harus tanya lagi ke supplier mulai dari stok, sampai detail produknya, belum lagi harganya bisa saya mark up sampai 2x bahkan 3x lipat, sedangkan mereka cuma perlu satu klik saja (1 click away) untuk mengetahui/berbelanja melalui toko online supplier saya.

Jadi kalau ditanya value dari sisi customer mungkin tidak banyak yang bisa dropshipper berikan, namun value tersebut lebih banyak diterima oleh supplier karena memang ibaratnya kita seperti seorang freelancer yang bekerja untuk supplier tersebut.

Nasib Anda bergantung sepenuhnya pada supplier

Tidak peduli sebaik apapun pelayanan Anda, sebagus apapun kualitas online shop Anda, semua itu tetap kembali lagi pada kualitas dari supplier Anda, terkadang saya juga kesal sudah capek-capek buat website serapi mungkin, kasih respon secepat mungkin, marketing/promo serajin mungkin, tapi ujung-ujungnya semua berantakan cuma gara-gara respon supplier lama atau supplier suka salah/eror seperti memasukkan nama tokonya saat mengirim barang (bukan nama toko kita), ada juga supplier yang suka naikin price list tiba-tiba tanpa info terlebih dahulu.

Kadang suka merasa sia-sia, sudah bantu marketing dan push produk segiat mungkin, semua hancur begitu saja karena kesalahan orang lain (supplier), yang artinya 100% bisnis kita bergantung pada orang lain.

Cukup membosankan

Ini hanya opini saya pribadi, mungkin tidak berlaku bagi semua orang, namun hampir semua teman-teman saya yang juga menjalani dropship mengaku ini adalah bisnis yang membosankan, mungkin awalnya excited saat masih baru buat toko online, bikin brand, masukkin produk, dan marketing sana-sini, terutama saat berhasil mencetak penjualan pertama, tapi seiring berjalannya waktu kita akan mulai bosan karena cuma seharian mantengin komputer/laptop/smartphone, memang kita punya kebebasan 100% mau ngapain aja dengan waktu yang ada dan tidak diatur oleh siapapun (salah satu kelebihan dropship), namun pada akhirnya yang kita lakukan cuma seperti calo internet yang menjual produk lebih mahal, padahal customer bisa cari sendiri kalau mereka mau, kalau calo-calo offline mungkin ada batasan jarak dan waktu sehingga customer masih bisa kompromi, kalau dunia online semua bisa diakses dengan sekali klik.

Intinya ada 2 krisis yang saya alami saat menjalani bisnis ini, pertama saya tidak merasa menyelesaikan masalah apapun (not solving any problem), dan kedua saya merasa tidak membawa banyak manfaat pada customer.


Namun tunggu dulu, buat kamu para dropshipper yang mungkin sedang baca artikel ini dan mulai geram/emosi jiwa, itu tadi cuma opini pribadi (tidak mutlak benar) dan baru negatifnya aja, jadi jangan sampai baper ya, sekarang kita akan bahas sisi positifnya sehingga buat kamu yang mungkin udah mulai down/males mencoba usaha dropship setelah baca tulisan diatas bisa lebih termotivasi dan mendapat sedikit pencerahan kedepannya.

Inilah beberapa kelebihan usaha bisnis dropship di Indonesia:

Salah satu cara terbaik untuk belajar bisnis dan jualan online

Daripada kamu buang-buang duit ikut seminar/workshop yang menurut saya sebagian besar ilmunya sudah tersedia gratis di internet, lebih baik terjun langsung mencoba bisnis online tanpa modal seperti dropship. Cara memulainya juga sangat mudah, sudah banyak artikel yang memberi panduan dropship (termasuk blog ini), yang kamu perlu lakukan tinggal start aja, nothing to lose, karena betul-betul tanpa modal (kecuali komputer & internet).

Salah satu value yang sangat saya hargai dari perjalanan bisnis dropship saya adalah saya belajar cara untuk menjual kepada orang lain, saya belajar online marketing, saya belajar banyak tentang business model, saya belajar FB ads, SEO, SEM, content marketing, cara buat website, blog inipun tidak akan pernah ada kalau saya tidak pernah memulai usaha dropship.

Jadi kalau kamu sedang mencari cara memulai bisnis online tanpa skill teknis dan modal apapun ditahun 2017, dropship adalah jawabannya.

Ga ada ruginya untuk dicoba

Selama menjalani dropship kamu akan belajar banyak hal yang nantinya akan berguna dimasa depan, selain itu ada satu keuntungan lagi yang kamu dapatkan yaitu kamu belajar untuk menghilangkan resiko rugi.

Saya sendiri selama menjalani bisnis dropship tidak pernah rugi (ya iyalah), karena kita cuma jualin produk orang lain, laku ya sukur, ga laku juga ga masalah, tapi ada satu hal menarik yang saya pelajari dan masih terbawa sampai sekarang yaitu saya belajar untuk meminimalisir kerugian. Saya hanya akan menyetok barang yang sudah terbukti laku secara nyata, dan akhirnya benar-benar terbukti sold out semua barang yang saya jual.

Intinya adalah mencoba dropship ga akan ada ruginya entah berhasil atau gagal, karena kamu akan memulai bisnis sambil belajar tanpa resiko sama sekali, ya seapes-apesnya kalau gagalpun kamu cuma kehilangan waktu bukan kehilangan uang, namun apa yang kamu pelajari selama mencoba dropship dan pengalamannya itu sangat priceless.

Mengasah insting bisnis Anda

Jika kamu telah menjalani bisnis online/dropship cukup lama, insting kamu akan semakin tajam, kamu akan mulai sadar dengan banyaknya hoax yang bertebaran diinternet, kamu bisa mengidentifikasi mana cerita-cerita palsu dan lebay, dan mana cerita yang lebih masuk akal dan lebih bisa dipercaya. Kamu bahkan bisa mengetahui bisnis online apa yang akan segera mati dan akan tren dimasa depan, semua ini hanya bisa kamu dapatkan kalau kamu juga memiliki pengalaman langsung terjun kedunia bisnis online, ya salah satunya dengan mencoba dropship ini.

Kamu akan lebih “aware” dan mengerti keadaan market di Indonesia, kamu akan tahu produk mana yang laku/diinginkan dan mana yang tidak, kamu akan belajar psikologi seseorang (customer/user), darisitu kamu bisa mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik berdasarkan data dan logika, bukan sekedar asumsi dan perasaan.



Itulah tadi beberapa kelebihan dan kekurangan berbisnis dropship di Indonesia, buat kamu yang masih bingung apakah mau mencoba bisnis dropship ini apa tidak, saran saya lebih baik segera mulai saja sehingga kamu punya first hand experience dan seperti yang sudah dikatakan diatas, ga ada ruginya dicoba, namun buat kamu yang ga tertarik sama jualan lebih baik cari bisnis online lainnya yang bisa dikerjakan contoh seperti menjadi blogger, youtuber, freelancer online, jual jasa dan buat karya-karya lain yang bisa memberi value pada orang lain.

Pada akhirnya peluang bisnis apapun bisa prospektif selama kita juga pintar menganalisa keadaan, sadar dengan kondisi pasar dan konsisten dalam berbisnis. Sekarang ini kita sedang berada di era industri kreatif, mereka yang menang adalah mereka yang bisa terus berinovasi lebih baik dari kompetitornya, karena itu menjadi berbeda dijaman sekarang akan lebih baik daripada sekedar lebih baik (different is better than better). Jadi teruslah belajar dan terus berinovasi.


Related Post: