Kebohongan Motivator dan Media


Katakan saja motivator X, adalah seorang entrepreneur muda yang sukses menjalankan usahanya dengan jatuh bangunnya dari nol (saya juga tidak yakin) merintis usaha sampai berhasil lalu tiba-tiba diliput media sehingga diangkatlah menjadi sebuah buku/film dan “Boom” sekarang semua orang tahu siapa X yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi sosok publik figur yang luar biasa (from nothing to something).

success kidTentunya motivator tersebut tidak mau kehilangan momentum saat semua mata sedang tertuju padanya, maka dibuatlah seminar “Cara Menghasilkan 50 Milyar Rupiah dalam Setahun” atau buku yang berjudul “Membeli Properti tanpa Uang” atau yang lebih ekstrim lagi mereka akan mengadakan acara “Pasti Sukses bersama X”. Mereka-mereka yang sedang putus asa dan depresi atau berharap dapat mengubah hidup mereka (baca: cepat kaya) tentu akan menghadiri semua seminar motivator X, segala jenis buku yang ditulis oleh X, dan mengikuti berbagai program yang diadakan oleh X.

Terihat seperti mimpi bukan? Tunggu sebentar, ini semua masih belum berakhir, mari lebih jauh bermimpi…

Dengan larisnya tiket penjualan seminar dan buku tersebut, tentunya menambah pundi-pundi finansial team sukses motivator yang dengannya akan memperlancar perjalanan “Mimpi” berikutnya (another book and seminar is coming, yeay!!) dan sang motivator “Sukses” membuat dirinya menjadi semakin “kaya” (sebelumnya memang sudah kaya atau baru saja kaya karena penjualan buku/tiket seminar).


Mereka sangat paham bahwa masyarakat sangat gelisah dengan masa depan mereka dan ingin mencapai kesuksesan (dengan mudah) dan akan sangat menjanjikan jika ada seseorang yang datang menjual mimpi kepada mereka dan “Boom” seperti sukses yang datang dengan sendirinya.

Lalu terbentuklah sebuah team/kumpulan orang-orang super sukses, kaya, elegan, dan berjiwa motivator (dadakan) yang menghampiri rakyat biasa yang tidak berdaya, mereka akan menawarkan bantuan dengan cuma-cuma, dan menjanjikan bahwa jika bersedia mengikuti mereka maka kesuksesan akan ada didepan mata, kita anggap saja nama perkumpulan ini adalah “LML”.

success this wayTeam LML ini adalah orang-orang super sukses dengan latar belakang yang luar biasa bertolak belakang dengan keadaannya yang sekarang, mereka dengan bangga memamerkan semua perubahan hidupnya. Sehari-hari hanya membicarakan tentang uang dan kesuksesan. kapan kerjanya? Oh iya, ini kan memang pekerjaannya (baca: pamer adalah bagian dari SOP team LML ini).

Lalu bagaimana dengan media? Oh tentu mereka yang paling mengerti bagaimana memainkan sandiwara ini, dengan senang hati media akan mempromosikan buku-buku dan seminar-seminar mereka (ada “Give and Take” tentunya antara kedua belah pihak) dan “Boom” motivator yang sebelumnya nothing (ceritanya) sekarang betul-betul menjadi something (yeah, really something).

Bagaimana dengan masyarakat? Hmm, siapa peduli.. Bahkan tulisan inipun tidak membahas tentang masyarakat sama sekali..



Bagaimana dengan saya?

Saya tidak begitu percaya dengan “Mimpi” tapi “Eksekusi”, saya sangat mengandalkan logika dan percaya bahwa segala sesuatu pasti ada cara/prosesnya.

Itulah kenapa saya kurang suka acara-acara motivasi, seminar-seminar atau buku-buku tentang motivasi, karena menurut saya itu tidak berguna (hanya opini). Saya lebih suka datang ke acara workshop, seminar teknis, dan les khusus/tutoring, singkatnya saya tidak suka bermimpi dan lebih suka langsung mengeksekusi sesuatu menjadi nyata. Dan juga saya kurang suka dengan orang yang hanya bisa menjual mimpi, tanpa bisa menunjukkan caranya.

Bagian terburuk dari seorang motivator adalah mereka hobi teriak-teriak bahwa semua orang bisa sukses, bahwa kesuksesan dapat diraih selama kita bermimpi (kapan eksekusinya kalau mimpi terus?), namun tidak pernah menceritakan seberapa keras seseorang harus bekerja untuk mewujudkannya termasuk cara-caranya.

Saya tidak membenci motivator, ada sosok motivator yang saya sukai. Namun beberapa motivator yang saya lihat kebanyakan hanyalah pembual (bullshitters) yang pekerjaannya hanya bicara sepanjang hari tanpa menjelaskan apa-apa pada akhirnya. Bahkan terkadang ada bullshitters yang menyesatkan mereka yang sungguh-sungguh ingin menjadi sukses atau entrepreneur sukses.

Jadi, carilah mentor yang betul-betul mengajari Anda dan menunjukan jalan menuju kesuksesan yang ingin Anda capai.

Tidak ada maksud untuk berpikiran negatif tentang motivator atau “LML”, tapi semoga Anda mendapatkan makna yang tersirat dalam artikel ini, “tidak semua motivator adalah motivator”.

Good luck (y).

Note: no offense untuk motivator, pasar kalian masih luas kok :p


Related Posts: