Kata Kata Penyesalan Diri Anak Muda Dalam Menjalani Hidup


Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang rasa kecewa terhadap diri sendiri dan kata kata penyesalan yang sering terjadi pada diri anak muda dalam menjalani hidup. Semua orang pasti pernah menyesal karena melakukan banyak kebodohan dimasa lalu khususnya anak muda yang sering membuat kesalahan dan mengalami kegagalan jatuh bangun dalam karir maupun percintaan. Namun kita juga bisa belajar banyak dari penyesalan diri orang lain supaya kita tidak terjatuh kedalam lubang kesalahan yang sama.

Disini saya akan berbagi sedikit kata-kata tentang penyesalan diri saya sendiri saat masih muda (18-22 tahun) dan mungkin bisa menjadi nasihat juga untuk anak-anak muda lainnya agar tidak mengalami hal yang sama sehingga masa depan kalian bisa menjadi lebih baik lagi.

Inilah 3 penyesalan saya yang bisa dijadikan contoh/nasihat untuk anak muda dalam menjalani hidup:

1. Tidak mau belajar dari orang lain (terutama dari orang gagal)


Saya orang yang tidak suka diajari terutama dari mereka yang “saya anggap” kurang sukses dalam karir dan hidupnya, dulu saya hanya mau menerima masukkan dari orang-orang yang sudah sukses dan terkenal, padahal banyak hal dibalik kesuksesan mereka yang saya tidak tahu, banyak rahasia yang mereka punya namun tidak saya miliki, dan akhirnya saya mencoba mengikuti jejak mereka dan gagal.

Kenyataannya selama saya bekerja dan berbisnis, saya lebih banyak mendapat ilmu dan manfaat dari pengalaman orang-orang yang gagal, ya menurut saya lebih banyak hal yang bisa kita pelajari dari kegagalan seseorang ketimbang kesuksesan orang lain (tergantung keadaan juga), karena biasanya kegagalan itu lebih banyak membahas tentang sisi realita (realistis) dan proses, sedangkan dalam kesuksesan biasa lebih disorot pada hasil akhirnya saja.

Sama seperti kebanyakan anak muda lainnya, dulu saat saya masih kuliah saya merasa orang yang paling hebat dan mengerti segalanya, saya masuk dalam “sotoy mode” dimana saya menganggap orang-orang yang dibawah saya atau lebih muda adalah “bocah” yang ga ngerti apa-apa sedangkan orang-orang yang diatas saya (lebih tua) adalah “orang kuno” yang juga tidak mengerti apa-apa, intinya adalah hanya saya yang paling hebat dan tahu segalanya (self center).

Akibatnya adalah selama beberapa tahun banyak sekali blunder yang saya lakukan dalam karir dan pendidikan saya, saya drop out dari kuliah dan nekat mencoba langsung melamar & interview diperusahaan internasional tanpa ijazah (gagal), mencoba berbagai bisnis online dan gagal, melakukan berbagai kebodohan dan kesalahan lain yang membuat saya merugi entah berapa banyak, bahkan saat saya menjalani interview kerjapun saya sering menyela/mendominasi pembicaraan dengan HRD perusahaan (which is why they don’t hire me), sampai akhirnya saya sadar bahwa ada yang jauh lebih penting dari sekedar semangat dan ambisi yaitu kesabaran.

Saya mau sukses semuda mungkin, saya mau membuktikan pada orang bahwa saya bisa berhasil secepat mungkin, namun dalam prosesnya itu malah melukai dan memperlambat perjalanan karir saya, dan sialnya saya baru sadar bahwa orang-orang juga tidak peduli dengan semua hal itu, tidak ada yang peduli secepat apapun kita bisa sukses, mereka tidak butuh pembuktian dari kita, dan akhirnya muncul pertanyaan besar:

What are you trying to prove?

Apa yang ingin Anda buktikan? Kepada siapa Anda ingin membuktikan kesuksesan Anda? Apakah pembuktian itu penting?

Jawabannya adalah tidak ada yang perlu kita buktikan.

menerima diri sendiriFokuslah pada hidup Anda sendiri, tidak perlu membuktikan atau berusaha membuat orang lain terkesan, take your time, nikmatilah waktu yang Anda miliki untuk diri Anda bukan untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang diri Anda, dan jangan pernah ragu untuk belajar dari siapa saja termasuk orang yang dibawah Anda.

Jika Anda masih muda, kemungkinan akan ada banyak sekali orang (termasuk saya) yang berusaha mengajari, menggurui, dan membimbing Anda baik secara langsung atau tidak langsung, terimalah masukkan tersebut dan pikirkan dengan baik karena pada akhirnya pengalaman adalah guru terbaik, sangatlah bijak untuk mengambil pelajaran dari mereka yang sudah mengalami walaupun itu adalah sebuah kegagalan.

2. Tidak menembus batasan diri sendiri (not push the limit)

Masa muda adalah saatnya dimana Anda mencoba banyak hal termasuk memahami seberapa jauh batasan Anda dan berusaha untuk melewatinya. Saat muda kita hampir memiliki segalanya, tubuh yang kuat, pikiran yang segar/fresh, semangat yang membara (jiwa muda), tidak/belum ada komitmen dengan seseorang, waktu yang banyak dan terutama energi yang sangat besar.

Walau usia sebenarnya bukanlah batasan, namun tetap ada hal-hal yang akan berkurang seiring bertambahnya usia (terutama fisik), jadi selagi muda sering-seringlah bereksperimen dan tes seberapa jauh Anda bisa melangkah, walaupun saya sering mengalami blunder dan kegagalan dimasa lalu, tapi tidak semua kegagalan tersebut saya sesali (hanya sebagian kebodohan yang menjadi penyesalan) bahkan sebagian kegagalan tersebut menjadi bekal dan pelajaran yang sangat berharga dalam perjalanan karir saya dimasa depan.

Apa yang paling saya sesali adalah saya tidak memanfaatkan masa muda khususnya saat masih awal kuliah, saya hanya mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) dan menghabiskan liburan semester hanya dengan makan dan tidur. Kerjaannya tiap hari hanya main-main dan menjalani akitivitas kampus seadanya saja, kalau dipikir-pikir lagi banyak sekali waktu yang terbuang sia-sia, padahal saat itu saya memiliki banyak free time dan semua terbuang cuma-cuma karena saya malas melakukan hal-hal yang ada diluar zona nyaman dan tidak mau menembus batasan-batasan yang ada, saya merasa hanya seorang mahasiswa yang kerjaannya menjalani rutinitas mahasiswa biasa, lulus kuliah (padahal akhirnya DO), bekerja dikantor, dan pensiun dengan bahagia.

Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus melakukan banyak hal-hal luar biasa saat masih muda/sekolah, tidak ada yang salah kalau Anda mau menikmati masa muda dan kuliah dengan santai, it’s ok karena untuk apa juga memaksakan diri kalau kita juga tidak bisa menikmati prosesnya, tapi yang ingin saya tekankan adalah waktu senggang yang Anda miliki dimasa muda itu sangat berharga, karena bagi saya jauh lebih mudah mencoba hal-hal baru seperti berbisnis saat masih sekolah/kuliah ketimbang jika kita sudah bekerja nanti, saat sudah bekerja waktu senggang yang Anda miliki akan semakin tipis (bahkan hampir tidak ada), ini juga sering menjadi salah satu alasan mengapa banyak karyawan yang mau berbisnis tapi tidak pernah memulai bisnisnya sama sekali karena ga ada waktu, jadi manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu yang ada karena waktu senggang itu mungkin tidak akan Anda miliki lagi nantinya.

3. Tidak menyatakan perasaan (not express yourself)

Perasaan disini bukan menyatakan cinta pada pacar atau orang yang kita sukai, tapi lebih kepada keterbukaan terhadap diri sendiri dan orang lain seperti teman, sahabat, keluarga, guru/dosen, termasuk pacar juga, banyak hal-hal yang sering saya pendam sendiri dan orang lain tidak pernah mengetahuinya karena saya tidak pernah mengatakan/menyatakannya. Pada akhirnya semua opini, argumen, perasaan, dan pemikiran tidak akan ada artinya kalau tidak pernah diutarakan pada orang lain, inilah juga sebab saya suka ngeblog karena banyak hal-hal dikepala saya yang bisa dikeluarkan dalam bentuk tulisan dan mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain.

Daripada ide, pemikiran dan perasaan yang ada dipendam sendirian dan ga jadi apa-apa, jauh lebih baik disampaikan atau dituangkan dalam bentuk karya. Setiap orang pasti memiliki perasaan yang ingin dikeluarkan dalam dirinya, just let it out, keluarkanlah entah secara langsung melalui pernyataan atau secara tidak langsung dalam bentuk karya. Faktanya memendam perasaan sendirian adalah salah satu penyebab terbesar orang menjadi depresi dan bunuh diri.

Mungkin kalau dulu saya lebih terbuka dan tidak memendam semuanya sendiri, saya tidak akan mengalami banyak blunder dalam hidup saya, kalau saya memberi tahu apa yang saya rasakan/inginkan pada keluarga dan teman-teman mungkin mereka akan memberi masukkan dan support yang bisa membuat saya menjadi lebih baik, tapi sayangnya saya tidak melakukan hal itu, tidak ada usaha apapun untuk berkomunikasi, karena seperti poin no. 1 saya merasa yang paling hebat dan orang lain itu bodoh/kolot, saya berpikir “tahu apa orang-orang bodoh bau kencur ini”, saya bisa melakukan segalanya sendiri (dan akhirnya berbagai tragedi terjadi).

Intinya adalah coba bicarakan/jelaskan dengan orang-orang disekitar lingkungan Anda apa yang ingin Anda lakukan dan capai dalam hidup Anda, jika Anda perlu bantuan maka jangan ragu untuk meminta pertolongan, karena orang paling sukses didunia pun pasti tetap membutuhkan bantuan dari orang lain, tidak ada orang yang bisa sukses tanpa bantuan dari orang lain dengan sendirinya, Anda butuh orang lain dan seseorang juga membutuhkan Anda, belajar untuk lebih terbuka dengan lingkungan Anda dan jangan memendam semuanya sendirian karena itu bisa jadi awal dari penyesalan hidup Anda.



Kesimpulan dari kata kata penyesalan diri diatas adalah:

  • Learn from everyone (mau belajar dari siapa saja)
  • You don’t have to prove anything to anybody (Anda tidak perlu membuktikan apapun pada orang lain)
  • Push your limit (maksimalkan waktu dan potensi Anda selagi masih muda)
  • Express yourself (jangan memendam segalanya sendiri dikepala Anda, keluarkan ide, konsep, opini, argumen, perasaan, pemikiran, dan apapun itu yang ingin Anda utarakan kepada orang lain)
  • Be fearless (anak muda sangat tidak cocok dengan kata “ragu”, lakukanlah apapun yang menurut Anda menantang dan jangan takut gagal karena sebenarnya akan lebih banyak pelajaran yang Anda dapat dari kegagalan tersebut).

Dan sebagai penutup saya ingin sampaikan bahwa pengalaman tetaplah guru terbaik, banyak sekali hal-hal yang tidak bisa diajarkan melalui teori (termasuk artikel seperti ini) dan kata-kata saja, Anda harus mencobanya sendiri, melakukan dan mengalaminya secara langsung (first hand experience), jadi lebih banyaklah bertindak dan mencoba daripada sekedar ragu dan mempertanyakan sesuatu, waktu yang Anda gunakan untuk bertanya-tanya dan ragu sama dengan waktu yang Anda gunakan untuk bertindak dan berhasil/gagal, jadi segeralah bertindak.


Related Post: