3 Ilmu Penting yang Justru Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah


Ada banyak ilmu penting yang sangat berguna dalam hidup ini namun ironisnya tidak pernah (atau jarang sekali) diajarkan oleh sekolah. Bukan berarti sekolah itu salah, tetapi memang banyak sekali sistem, aturan, dan pembelajaran yang sudah tidak relevan (bahkan kadaluarsa) dan masih tetap saja diajarkan di sekolah.

Kalau boleh bicara jujur, sistem pendidikan kita (Indonesia) itu memang sangat buruk, ini adalah fakta dan sudah terbukti dari hasil riset bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan sistem pendidikan terburuk di dunia.

sumber gambar: BuzzFeed

Namun jangan sedih karena murid-murid di negara kita ternyata memiliki tingkat kebahagiaan yang paling tinggi di dunia. Tidak heran banyak orang yang kalau ditanya “jika bisa kembali ke masa lalu, mau kembali ke masa apa?”, pasti jawabnya adalah masa-masa di sekolah.


Terlepas dari buruknya sistem pendidikan di Indonesia, kita tetap harus terus belajar. Karena itu pelajarilah beberapa ilmu-ilmu penting berikut yang justru tidak pernah diajarkan di sekolah:

1. Berpikir skeptis dan berlogika

Saya pernah mempelajari berbagai rumus kalkulus sampai bilangan imajiner saat kuliah, saya selalu bertanya: “Mengapa saya harus mempelajari semua ini?”. Dan jawaban yang selalu saya dapat adalah “memang sudah dari sananya” atau “memang sudah bagian dari kurikulum” (that’s just the way it’s done).

Dan sampai detik inipun saya masih bertanya kapan saya akan menggunakan semua rumus termasuk ilmu-ilmu lain yang sudah saya pelajari dalam kehidupan nyata.

ilmu penting yang tidak pernah diajarkan sekolahBanyak orang tidak pernah mempertanyakan hal seperti ini dalam hidupnya. Dan yang lebih buruk lagi adalah hal ini terus berlanjut sampai kehidupan diluar sekolah. Banyak orang bekerja dan berbisnis tidak berpikir dengan skeptis.

Nobody knows why they do what they do. Nobody think about things very deeply.

Mengapa hal ini penting?

Karena dunia ini penuh dengan tipuan dan manipulasi. Sekolah itu sendiri adalah bagian dari sebuah bisnis bukan? Banyak ilmu-ilmu pengembangan diri sesat diluar sana, seminar-seminar palsu, motivator penipu, berita hoax di sosial media dan berbagai skema penipuan lainnya.

Pemikiran yang skeptis dan logika adalah cara terbaik untuk menghadapi dunia nyata (real life) termasuk menghindari bias dimana bias itu biasanya dapat membawa kita kepada jalan yang salah, opini yang sesat dan cenderung merugikan diri kita sendiri.

Berapa banyak orang yang menyicil menggunakan kartu kredit untuk keperluan pribadi dan gengsi semata? Berapa banyak orang tertipu skema piramid/MLM? Berapa banyak orang terjebak berita palsu dan mudah sekali disesatkan terutama dalam berkelompok?

Masalahnya di sekolah kita jarang sekali diajarkan untuk bertanya “mengapa” (skeptis) dan berlogika. Kita hanya menerima sesuatu apa adanya, seolah semua sudah ada jalannya, mayoritas yang kita lakukan adalah meniru/melanjutkan sesuatu yang sudah turun menurun dan menghafal.

Intinya adalah dijaman teknologi dan informasi seperti sekarang ini, semuanya menjadi serba kompleks, pastikan Anda terus mengasah logika dan berpikir dengan lebih skeptis.

2. Mengambil resiko dan melakukan sesuatu walau tidak tahu hasilnya

cara mencari passionSaat Anda sekolah, Anda rajin belajar, Anda tahu akan mendapatkan nilai yang bagus, naik kelas, terus dan terus sampai kuliah, memilih jurusan, dan Anda tahu hasil akhirnya (menjadi sarjana), lalu bekerja, melakukan semua yang diperintahkan oleh atasan, dan Anda tahu pada akhir bulan Anda akan mendapatkan gaji yang diharapkan.

Kita sangat terbiasa dengan rencana, namun dalam kehidupan nyata hidup tidak pernah seindah teori, hidup tidak pernah sejalan dengan rencana yang kita buat pada awalnya.

Kenyataannya adalah >80% rencana-rencana Anda akan berakhir dengan kegagalan sebagus apapun Anda merencanakannya. Ironisnya saat disekolah kita lebih banyak diajarkan mengenai rencana dan kurang penekanan dalam pengambilan resiko. Bukan berarti rencana itu tidak diperlukan/tidak penting, namun terlalu banyak hal-hal dalam hidup ini yang tidak dapat diduga dan ada diluar kendali kita.

Pertanyaan klise yang sering kita dapat adalah “apa rencana Anda 10 tahun kedepan?” atau “apa yang Anda bayangkan tentang diri Anda dalam 10 tahun kedepan”. Masalahnya adalah jangankan 10 tahun, dalam kurun waktu setahun saja, semua tujuan, industri, keadaan, dan pemikiran kita bisa berubah drastis dari tujuan kita pada awalnya, terlalu banyak hal-hal baru yang terjadi setiap harinya, terlebih dengan adanya internet, sosial media dan informasi yang mengalir setiap detiknya.

Tidak heran Mark Zuckerberg pernah berkata dijaman sekarang resiko terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali. Dijaman dimana semuanya bergerak dengan cepat, satu-satunya strategi/rencana yang dijamin gagal adalah dengan tidak mengambil resiko.

Karena itu mulailah berani melakukan sesuatu walaupun Anda tidak/belum tahu hasilnya, tidak harus mengambil langkah yang nekat atau perubahan yang drastis, mulailah mengambil langkah simpel seperti mempelajari sesuatu yang baru, melakukan sesuatu bahkan disaat Anda tidak tahu mau melakukan apa, karena pada akhirnya “melakukan” itu jauh lebih penting ketimbang tidak melakukan sama sekali (walaupun nantinya Anda berakhir dengan kegagalan).

Tidak ada yang pasti dalam hidup ini.

Anda bisa saja tiba-tiba dipecat, mungkin saja perusahaan/bisnis Anda bangkrut, bahkan mungkin Anda besok sudah meninggal karena kecelakaan. That’s life, get used to it.

Memang bermain aman dalam hidup (safety) adalah prioritas utama kebanyakan orang, namun sayangnya tidak ada apapun dalam hidup ini yang bisa menjamin keamanan tersebut, terkadang Anda harus melakukan sesuatu yang tidak pasti, melakukan sesuatu walaupun tidak tahu hasilnya, gali lebih dalam rasa ingin tahu Anda, jika Anda berani mempertanyakan banyak hal dan bersedia mengambil resiko melakukan hal-hal baru, Anda bisa mempelajari apapun dengan lebih cepat dan tentunya mencapai lebih banyak hal dalam hidup ini.

3. Mengatur keuangan dan finansial

seni mencari uangUang memang bukan segalanya, tapi hampir segala-galanya butuh uang, bahkan sekolahpun tidak akan ada jika tidak ada uang. Ironisnya sekolah jarang sekali membekali kita mengenai cara mengatur keuangan, personal finance, dan bagaimana menggunakan uang yang ada dengan sebaik-baiknya.

Berapa banyak masyarakat yang menggunakan kartu kredit padahal mereka tidak memerlukannya, menyicil barang-barang yang tidak penting, berhutang, membeli produk-produk diluar daya beli mereka, dan menghabiskan tabungan hanya untuk membayar bunga bank.

Finansial adalah aspek yang sangat krusial dalam hidup ini, mengatur keuangan adalah ilmu yang harus dipelajari siapapun, dan lebih baik jika sekolah juga turut memberikan pembelajaran dini mengenai keuangan. Simpelnya sekolah harus lebih menekankan 3 poin utama (yang juga selalu saya tekankan dalam keuangan) yaitu:

  • Hindari hutang seperti menggunakan kartu kredit, pinjaman berbunga, program cicilan, dan membeli sesuatu yang diluar kemampuan kita (menahan ego).
  • Menghabiskan uang dengan bijak, karena cara kita menghabiskan uang jauh lebih penting daripada cara kita menghasilkan uang.
  • Dan terakhir menghasilkan uang dengan cara yang baik, karena CARA kita menghasilkan uang jauh lebih penting daripada BERAPA banyak uang yang kita hasilkan.

Baca juga: Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin



Itulah 3 ilmu penting yang tidak pernah (atau jarang sekali) diajarkan oleh sekolah, karena itu pahamilah ketiga poin tersebut sebaik mungkin dan semoga dengannya Anda bisa menjalani hidup ini dengan lebih baik.


Related Posts: