Antara Mimpi & Realita (Curcol / Curhat Kangen Kenangan Masa Lalu)

Sedikit curcol (curhat colongan) tentang masa lalu, I miss being me, I miss being my old self, I miss that moment when I do something stupid and crazy just for fun, saya rindu masa-masa dimana saya tidak terlalu memikirkan masa depan, masa dimana saya melakukan berbagai hal random dan tidak penting, masa dimana saya tidak terlalu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, melakukan berbagai hal-hal yang memalukan hanya untuk membuat teman-teman tertawa dan menjadi perhatian, I miss that person.

But time changes everything, you start getting old, and yes getting older is suck, I’m not dreamer anymore, I’m more realistic, saya tidak lagi sekreatif dan seambisius waktu masih muda, banyak hal yang mulai saya “settle down” karena antara mimpi/idealisme tidak berjalan sesuai dengan keadaan/realita yang ada, tidak heran banyak anak kecil yang cita-citanya ingin menjadi pilot/dokter/presiden besarnya menjadi karyawan bank. Teman-teman kita mulai pergi meninggalkan dan menjalani kehidupan mereka masing-masing, some of them getting married, some have a baby, kita mulai menjadi seorang family man yang awalnya pusat/center kehidupan kita hanyalah diri sendiri dan cenderung individualis, perlahan kita mulai menghargai arti kebersamaan dan kekeluargaan.

antara mimpi dan realitaDari yang awalnya saya percaya “I can do anything” menjadi “Do anything I can”, melakukan segalanya yang mungkin dan menjadi seorang realistis yang tetap positif. But still, I miss my old self, unfortunately I can’t go back, setiap orang pasti pernah mengalami sesuatu yang mengubah diri mereka secara permanen dan mereka tidak lagi bisa kembali kediri mereka yang lama, Andapun mungkin juga pernah mengalaminya. Namun intinya adalah saya akan mencoba menjadi diri yang baru dengan jiwa kreatif dan ambisi seperti dimasa muda, saya rindu melakukan berbagai hal-hal kreatif ketimbang hanya mengukur segala sesuatunya dengan materi dan angka, and I’m ready to be that person again.

Ok sudah cukup curcol/curhat nya, back to the topic, antara mimpi dan realita, mungkin Anda juga mengalami hal yang sama dengan saya, merasa hidup seperti mimpi dimana kita bisa melakukan apapun yang kita mau, kita merasa bisa mencapai apapun yang kita impikan, namun semakin dewasa kita belajar hidup tidak berjalan sesuai keinginan kita, hidup bukan lagi tentang diri kita sendiri, dan terlebih banyak hal-hal yang harus kita lepas dalam hidup ini.

Life is not a game of improvement, but rather a game of tradeoffs

Sebagian besar orang mengira hidup seperti garis linear yang terus naik seiring berjalannya waktu, mungkin ada benarnya saat kita masih muda, saat masih kecil segala sesuatu yang kita pelajari tumbuh secara luar biasa dan kemampuan kita terus berkembang pesat setiap tahunnya, namun begitu kita telah dewasa saat kita sudah mencapai titik stabil dan telah menguasai suatu skill/keahlian dibidang tertentu, hidup bukan lagi tentang improvement/peningkatan, melainkan tentang pengorbanan/pertukaran waktu.

Seorang lulusan DKV tidak bisa begitu saja mempelajari ilmu penerbangan atau menjadi seorang pilot, ada waktu yang harus dikorbankan dan dia juga akan menyia-nyiakan ilmu desain yang sudah ia pelajari bertahun-tahun. Sayapun dulu juga begitu, ada hal-hal yang ingin saya buktikan pada orang lain, I wanna prove I can do this, dan begitu saya berhasil mencapainya ternyata banyak hal yang sudah saya korbankan (and it’s hurt), dan pada akhirnya tidak ada orang yang peduli dengan hal tersebut, in the end it doesn’t even matter.

Your time is limited, berhati-hatilah saat ingin mencapai suatu tujuan/mimpi yang baru karena itu bisa menghancurkan kesuksesan/kebahagiaan yang telah Anda bangun selama ini, begitu Anda dewasa, hidup adalah pengorbanan dan pertukaran, ada sesuatu yang harus Anda settle down demi sesuatu yang lain (contoh: waktu bersama keluarga, jenjang karir, dll), tidak semua hal itu perlu dibuktikan, dan Anda harus memilih sesuatu yang memang betul-betul berharga dalam hidup ini, jika Anda tidak berhati-hati dalam memilih, kemungkinan besar Anda akan menyesal dikemudian hari walaupun Anda mendapatkan apa yang Anda impikan/inginkan.


Related Posts: