Tips & Cara Supaya Cerita / Tulisan Non Fiksi Enak Dibaca


Non fiksi adalah genre yang yang membuat kita bisa menikmati bacaan tanpa perlu banyak berimajinasi. Rata-rata non-fiksi memang ditulis dengan rangkaian fakta dan juga tanpa adanya konflik. Jenis tulisan non fiksi juga bermacam-macam contohnya dari biografi, otobiografi, esai, opini, artikel berita dan lain-lain. Meski tidak membutuhkan tokoh dan alur cerita yang berganti-ganti seperti pada fiksi, menulis non-fiksi juga membutuhkan strategi yang tepat agar pembaca dapat tetap menikmatinya hingga akhir.

Jika tidak meramu tulisan secara pas, pembaca akan terjebak dalam kebosanan dan tidak akan menyelesaikan bacaan hingga akhir. Oleh sebab itu, non-fiksi bergaya story telling semakin digemari karena bisa memberikan kumpulan fakta dan informasi tanpa gaya bahasa kaku yang kurang disukai pembaca.

Menulis buku non-fiksi juga membuka kesempatan yang baik untuk penulis genre apapun, karena didalam non-fiksi, Anda tidak perlu belajar memahami karakter tokoh yang Anda tulis. Anda cukup belajar untuk mengolah kumpulan data yang sudah diperoleh serta membuat tulisan bergizi yang dibutuhkan banyak orang. Saat ini sudah cukup sering kita temui jajaran buku best seller yang justru dipenuhi dari rak buku non-fiksi. Tulisan bertema how-to dan juga motivasi selalu dicari pembaca.

Jika Anda ahli dalam satu bidang tertentu, misalnya ahli bahasa atau ilmu medis, maka tuliskanlah wawasan yang dimiliki agar bisa dinikmati banyak orang. Keuntungan selain bisa menerbitkan buku sesuai bidang keilmuan atau keahlian yang dimiliki adalah Anda bisa berbagi dengan banyak orang tanpa harus bertatap muka langsung.


Nah apa saja yang dibutuhkan seorang penulis non fiksi agar tulisannya enak dibaca? Coba cermati beberapa hal dibawah ini:

1. Unsur utama 5W + 1H

Sebuah tulisan non-fiksi yang baik harus memiliki unsur what, where, why, whom, when dan how. Dasar tersebut sudah menjadi sebuah pondasi penting untuk tulisan non-fiksi terutama di bidang penulisan berita dan juga liputan. Jika tidak mencakup semua bagian tersebut, tulisan non-fiksi bisa diragukan kepastiannya. Kelengkapan unsur 5W+1H juga menjadi dasar ilmu jurnalistik. Seorang wartawan harus bisa memberikan tulisan reportase yang mencakup semuanya.

Semua penulis artikel berita/liputan harus memahami unsur apa, mengapa, kapan, dimana, siapa, dan bagaimana (5W1H) dengan baik, terkadang penulis reportase juga sudah dapat dikerjakan oleh seorang blogger. Sudah banyak instansi atau produsen yang sering mengundang blogger (bukannya wartawan) dalam peluncuran produknya. Blogger dinilai sebagai citizen journalist yang dapat memberi informasi pada masyarakat secara cepat dan juga akurat.

2. Data yang akurat

Jika Anda ingin menulis esai dan opini misalnya, tetap dibutuhkan data akurat yang bisa mendukung pendapat yang Anda tuliskan. Misalnya Anda mengkritik sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang maju dibanding negara lain dalam sebuah tulisan opini, maka Anda harus mencari data-data penting berupa tabel, grafik atau referensi dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika data yang Anda tulis tidak akurat atau berasal dari media hoax, maka hal ini bisa menyesatkan pembaca.

Tulisan akan mudah memancing kritik dari banyak orang kalau berani mengkritik tanpa dasar argumen yang kuat. Kerugian lainnya jika menulis sebuah opini dan artikel esai tanpa dasar pengetahuan yang mumpuni adalah tulisan bisa dianggap cacat secara logika dan hanya sebagai bualan kosong. Tentunya hal ini akan merusak citra penulisnya. Oleh sebab itu lakukanlah pengumpulan data dan materi pendukung yang benar-benar baik sebelum menulis.

3. Tentukan target pembaca

Tentukan target pembaca yang ingin Anda jadikan pilihan dan juga sesuaikan dengan jenis tulisan yang akan dibuat. Contohnya jika Anda ingin menulis artikel opini di media massa nasional, maka gunakan gaya bahasa formal dan disertai bukti-bukti yang ilmiah. Berbeda halnya jika Anda ingin menulis artikel lifestyle di website anak muda maka gunakanlah bahasa yang santai serta tidak kaku. Sering membaca berbagai jenis tulisan non-fiksi yang berbeda akan menambah perbendaharaan kata serta mengetahui gaya bahasa yang sesuai, namun yang paling disukai oleh pembaca biasanya tulisan non-fiksi yang bahasanya mengalir dan tidak terkesan menggurui.

4. Buat bagian naskah selengkap mungkin

Susun tulisan atau buku non-fiksi Anda serapi mungkin. Jangan lupa untuk membuat catatan kaki jika banyak menggunakan istilah asing. Sebutkan juga sumber data dan tabel yang Anda sebutkan sebagai bentuk pendukung. Dalam tulisan jurnal ilmiah biasanya akan ditulis secara rinci daftar pustaka yang dijadikan sumber.

5. Editing

Seperti halnya tulisan fiksi, Anda juga harus melakukan proses editing dengan cermat. Tulisan dengan gaya bahasa yang asik dan informatif akan menjadi hancur jika banyak typo bertebaran. Cari pembaca draft pertama Anda supaya bisa mendapat kritik yang lebih okjektif demi perbaikan tulisan.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda pakai jika ingin membuat tulisan non fiksi yang enak dibaca. Teruslah menulis dan juga jangan lupa untuk tetap menambah bacaan non fiksi berkualitas sebagai amunisi tulisan Anda.


Related Post: