3 Cara Menjadi Orang yang Lebih Bijaksana & Bersikap Dewasa


Setiap harinya kita terpengaruh oleh orang-orang yang kita lihat/temui entah itu secara langsung didunia nyata maupun didunia maya (internet). Sedikit demi sedikit perilaku kita akan berubah mengikuti sebagian dari apa yang kita lihat mulai dari gaya bicara, kelakauan, sampai cara pandang/berargumen kita cenderung mirip dengan apa yang suka kita perhatikan, sebagian orang bisa memberikan dampak/impact yang positif, namun sebagian orang lain bisa membawa pengaruh negatif kedalam hidup Anda. Jika kita sering memperhatikan orang-orang yang sukses dan bijak, mungkin pikiran kita akan menjadi lebih bijaksana dan sikap kita juga lebih dewasa, sebaliknya kalau kita selalu memperhatikan orang-orang bodoh yang gagal, bocah, alay, dan tukang cari sensasi, kemungkinan besar kita juga akan menjadi seperti mereka (ikut gaya-gayaan).

Masalahnya dampak/pengaruh dari orang lain biasanya tidak begitu terlihat/terasa sampai bertahun-tahun dan kita baru menyadari betapa bodohnya kelakuan kita dulu, seperti orang suka foto pose alay di Facebook mungkin kalau melihat fotonya sekarang mereka merasa malu dan bodoh, begitu pula dengan mereka yang sekarang sering posting foto kekinian dengan hashtag alay di Instagram, mungkin beberapa tahun kedepan mereka akan malu dengan foto tersebut dan merasa dirinya alay. Namun bukan berarti ikut-ikutan tren atau keadaan sekitar itu salah, yang jadi permasalahan adalah kalau hal ini sudah merambah kedalam hal yang lebih penting seperti karir dan bisnis, banyak orang yang misalnya mencoba bisnis online karena sedang tren bisnis online di Indonesia, banyak orang mau jadi youtuber/vlogger supaya terkenal, tenar, dan bisa jadi artis dadakan, inilah yang berbahaya karena percaya atau tidak pilihan simpel seperti ini bisa mempengaruhi nasib Anda dimasa depan.

Jadi sebelum memutuskan jalan hidup Anda, inilah 5 cara untuk menjadi orang yang lebih bijaksana dan bisa membuat Anda bersikap lebih dewasa (bijak dalam mengambil keputusan):

1. Selalu belajar melihat dari 2 sisi/sudut pandang yang berbeda


Dijaman sekarang mungkin berpikir kritis adalah kemampuan yang paling penting untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Ironisnya adalah berpikir kritis juga menjadi hal yang sangat langka di Indonesia, ada kontroversi sedikit orang sudah langsung ngejudge sana sini, si A ngomong ini kita langsung percaya, si B bikin klarifikasi kita langsung nuduh yang engga-engga.

Intinya adalah berpikir kritis itu harus berlandaskan logika bukan perasaan/emosi semata dan juga mau mempertanyakan segalanya, bukan hanya melihat 1 sisi/cerita lalu menjudge berdasarkan informasi yang terbatas, dan yang lebih penting adalah mau mendengar cerita dari sudut pandang yang berbeda, mau melihat dari sisi yang lain, bukan hanya memaksakan opini secara sepihak, karena pada akhirnya setiap orang memiliki jalan hidup dan pandangan yang berbeda-beda.

Jadi sebelum memutuskan sesuatu, analisalah secara mendalam, Anda mau coba menjadi youtuber/vlogger? Coba perhatikan juga bagaimana nasib/kehidupan para youtuber-youtuber kecil yang gagal, kemana mereka sekarang? Jangan hanya melihat mereka yang top populer diatas saja, karena saya yakin setiap orang yang sukses pasti memiliki suatu rahasia/secret yang tidak akan pernah mereka ceritakan pada siapapun, mereka punya “something” yang bisa membuat mereka seperti sekarang dan kemungkinan besar Anda tidak memilikinya.

Baca juga: Cara membangun reputasi dari 0

2. Terimalah masukkan, kritik, cemooh, penolakan, dan argumen orang lain

Kita tidak bisa membuat/mengerjakan sesuatu yang besar tanpa adanya komentar/kritik dari orang lain, saya sendiri berusaha membuat setiap artikel yang ada serealistis dan sepraktikal mungkin namun tetap ada yang mencibir “kebanyakan teori tidak ada solusi”, mungkin memang ada benarnya secara artikel ini juga cuma tulisan dan tidak akan benar-benar bisa membantu hidup kalian kalau kalian sendiri juga ga gerak.

Intinya adalah apapun yang kalian lakukan entah itu baik/buruk, bermanfaat/sampah, positif/negatif, pasti akan ada yang mendukung atau menjatuhkan. Jadi cukup dengarkan kritik yang membangun dan abaikan mereka yang cenderung “hate” menjatuhkan.

Salah satu keuntungan dari banyaknya pengkritik, netizen, dan social justice warrior di Indonesia adalah kita bisa belajar banyak tentang karya apa yang bisa diterima masyarakat dan disukai, dan karya seperti apa yang cenderung tidak disukai/dibenci oleh orang-orang, kalau yang benci ada sedikit mungkin masih wajar-wajar saja, tapi kalau yang hate lebih banyak dari yang mendukung itu bisa jadi bahan intropeksi diri, karena mungkin memang ada yang salah dengan diri/karya kita.

Kesimpulannya adalah berkarya/berbisnis di Indonesia itu lebih simpel dan enak karena sudah banyak auditor gratis (tukang audit dadakan) yang bertebaran diinternet dan dilingkungan sekitar, jadi cukup berkarya saja dan kritik/saran akan datang dengan sendirinya tanpa harus diminta. Belajarlah menerima kritik dan penolakan yang ada untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi.

3. Belajar memilih lingkungan yang baik

Saya tidak henti-hentinya mengatakan bahwa pengaruh lingkungan itu adalah yang paling kuat, karena lingkungan akan membentuk sistem kehidupan yang secara langsung mempengaruhi semua aspek kehidupan Anda, mulai dari pekerjaan/karir, percintaan, dan juga sifat-sifat Anda.

Kalau Anda ingin mengetahui karakter seseorang, cukup lihat 5 sahabat terdekatnya, karena pasti kelakuan/sikapnya tidak akan jauh berbeda dari lingkungan mereka.

If you want to save the world, save yourself first, if you want to save yourself, secure your environment first.

Sebelum memberikan kontribusi pada dunia, selamatkanlah diri Anda terlebih dahulu, belajar mandiri, cari duit sendiri, jangan nyusahin orang tua dan orang lain, dan kalau Anda mau sukses dan jadi orang berguna, pastikan Anda memilih lingkungan yang tepat.

Pada akhirnya orang sukses akan memilih lingkungan yang bisa membawanya ketempat yang lebih baik, sedangkan orang gagal akan terus-terusan berada dilingkungan yang memenjarakan pikiran dan membatasi apa yang bisa mereka lakukan untuk mengubah keadaan. Kepintaran, kebodohan, kebaikan, kejahatan, kebijaksanaan, semua itu menular dan karena itu menular bergaulah dengan lingkungan yang benar.


Related Post: