Cara Menghilangkan Trauma Psikologis / Sakit Hati di Masa Lalu


Setiap orang pasti pernah mengalami trauma secara psikologis termasuk sakit hati pada masa lalunya, sebagian orang mungkin bisa melupakan/mengikhlaskan rasa sakit tersebut dan hidup dengan damai, namun sebagian lainnya belum tentu bisa menghilangkan luka trauma tersebut dan cenderung tidak bisa move on. Suka tidak suka kita semua pasti akan mengalami sakit hati dengan cara yang berbeda-beda, kita juga tidak bisa mengukur besarnya trauma apalagi membandingkannya dengan orang lain, karena itu hal pertama yang harus kita pahami adalah luka, trauma, sakit hati, dan penderitaan adalah bagian dari hidup (part of life), tanpa rasa sakit tersebut hidup Anda tidak akan pernah berkembang.

Trauma is a part of life

Semua orang pasti pernah trauma, namun trauma setiap orang berbeda-beda. Ada yang trauma karena diputusin pacar, ada yang trauma karena ditolak/gagal interview, ada yang sakit hati karena dipermalukan/dihujat didepan umum, dan sebagainya. Contoh jika seseorang gagal berbisnis lalu akhirnya kerja dikantor, ketika seseorang menyarankan ia untuk berbisnis kembali kemungkinan besar ia akan trauma karena kegagalan masa lalunya, bagi orang lain mungkin itu adalah kesempatan atau petualangan baru tapi bagi dia itu bisa menyebabkan trauma psikologis.

Maka dari itu sangatlah penting untuk Anda mengenali diri sendiri, ingat rasa sakit/trauma bukanlah kompetisi, kita disini bukan untuk adu sedih-sedihan hidup, tidak ada yang peduli seberapa besar rasa sakit hati Anda, kenali apa yang membuat Anda sakit/trauma dan terimalah rasa trauma tersebut karena itu memang nyata. Dengan menyadari rasa trauma tersebut kita bisa lebih “aware” dan mengendalikan pikiran kita sendiri dengan lebih baik.


Banyak orang yang suka bilang “move on aja” tapi mereka tidak memberikan solusi bagaimana caranya, jika Anda masih bingung dengan apa yang harus dilakukan untuk segera move on, berikut ini adalah cara-cara untuk menghilangkan rasa trauma dan sakit hati yang pernah/sedang Anda alami:

  • Jangan stres. Biasanya ada 2 sebab utama orang stres, pertama karena ga ada duit dan yang kedua karena ga ada kerjaan. Solusinya adalah cari kegiatan, get a job, atau mulai bisnis Anda sendiri, kesempatan sudah tersedia banyak sekali entah itu di Jobstreet, Projects (freelance), dll.
  • Jangan menolak bantuan. Sebenarnya diluar sana banyak orang-orang yang bersedia membantu Anda, tapi mereka tidak membantu karena 1 hal simpel yaitu Anda tidak meminta bantuan. Kalau memang Anda merasa tidak bisa menjalani masalah sendirian mintalah bantuan, tidak perlu gengsi karena tidak ada manusia didunia ini yang bisa hidup tanpa bantuan orang lain, termasuk orang yang paling kaya/sukses didunia.
  • Bersyukur dan berpikir positif. Mungkin Anda merasa seperti dipaksa berpikir positif (forced positivity) saat sedang terluka/sakit hati, namun kalaupun Anda tidak bisa berpikir positif karena keadaan yang tidak memungkinkan, it’s ok, namun jangan terus-terusan berpikir negatif, cukup bersyukur dengan apa yang sudah terjadi dan syukuri segala yang telah Anda miliki sekarang ini. Dari situ Anda mulai bisa kembali melihat sisi positif dalam hidup Anda dan move on ketempat yang lebih baik.
  • Tidur. Semakin kita memikirkan rasa sakit/trauma tersebut semakin sulit kita move on dari pikiran tersebut, jalan keluarnya sebenarnya simpel, rileks saja, kosongkan pikiran, dan istirahat/tidur. Percayalah di esok hari Anda akan terbangun dan membayangkan betapa konyolnya masalah sepele yang kita pikirkan dari kemarin, it’s only part of your life, not everything. Kebahagiaan, kesedihan, penderitaan, semua itu hanyalah bagian dari hidup dan cenderung pudar seiring berjalannya waktu. Sudah berapa kali Anda mengalami rasa bahagia yang luar biasa (contoh seperti kelulusan/graduate) namun sekarang Anda tidak menikmatinya lagi? Sudah berapa kali Anda mengalami sakit/patah hati dan sekarang tidak merasakannya lagi? Biarkan waktu berjalan dan mengubah perpektif hidup Anda.

Saya sendiri selalu menggunakan cara bersyukur untuk menghadapi trauma kegagalan dan sakit hati dimasa lalu, toh saya masih hidup didunia ini, masih bisa makan setiap hari, masih tidur diranjang yang empuk, masih bisa melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan, itu semua adalah anugerah yang sangat tidak ternilai mengingat masih banyak orang diluar sana yang sedang kelaparan dan bahkan tidak memiliki rumah dan tempat tinggal.

Ingatlah bahwa rasa sakit dan penderitaan bukanlah kompetisi, kita tidak perlu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain, Anda tidak perlu mencari pembenaran atau berargumen dengan orang lain untuk membuktikan rasa sakit/trauma yang Anda miliki, karena tidak semua orang mengerti apa yang Anda rasakan, setiap orang punya caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah, sehingga mungkin apa yang terlihat besar bagi Anda itu sepele bagi orang lain, begitupun sebaliknya apa yang sepele bagi Anda mungkin terasa berat bagi orang lain.

Intinya adalah yang terpenting Anda tahu siapa diri Anda, kenali dan pahami diri Anda sendiri, sadari rasa sakit/trauma tersebut karena faktanya memang rasa sakit itu akan selalu ada, namun seiring berjalannya waktu rasa sakit itu akan memudar dan tidak terasa lagi sama sekali, tidak peduli seberapa terluka/sedihnya Anda sekarang, semua itu akan berlalu (begitu pula dengan kebahagiaan), so relax, it will get better, coba gunakan tips-tips diatas atau mungkin gunakan cara Anda sendiri untuk menghadapi trauma karena setiap orang pasti memiliki gaya dan pemikirannya sendiri, akhir kata ingatlah “what doesn’t kill you will make you stronger”, percayalah setelah semua penderitaan ini berakhir Anda akan menjadi pribadi yang lebih kuat.


Related Posts: