Cara Menghasilkan Uang Dari Blog Indonesia


Semua orang tentu ingin mendapatkan uang dari apa yang mereka kerjakan, termasuk blogger. Mungkin banyak para blogger yang memang sejak awal berniat mencari penghasilan melalui blognya atau berharap menjadi kaya dengan menjadi full time blogger.

Namun blogger yang betul-betul sukses dari kegiatan bloggingnya itu masih sedikit (sama seperti youtuber) terutama di Indonesia. Jika Anda sering melihat blog/iklan yang mengatakan “saya menghasilkan puluhan juta dari bla.bla.bla” maka kemungkinan besar itu adalah bullshit. Di internet hampir tidak ada blogger yang mengumbar berapa penghasilannya (rahasia dapur) apalagi dipamerkan seperti itu, kita juga sudah tahu bahwa memalsukan bukti pembayaran itu sangat mudah, dan tidak mungkin orang lain membagikan rahasianya kepada kita cuma-cuma.

Blog-blog populer yang sering kita lihatpun mungkin tidak mendapatkan penghasilan yang signifikan selama 6-12 bulan pertamanya. Karena sifat blog itu jangka panjang, artinya kegiatan blogging ini sangat tidak cocok jika Anda tidak sabaran atau hanya terburu-buru menghasilkan uang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap blogger pastinya ingin memonetize blognya dan menghasilkan rupiah dari passionnya tersebut (blogging). Inilah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mencari penghasilan melalui blog (bahasa Indonesia):


1. Affiliate marketing

affiliate-marketingInti dari affiliate marketing adalah Anda mereferensikan suatu produk/jasa dan jika orang tersebut membelinya maka Anda akan mendapat komisi. Affiliate ini ibarat Anda menjadi marketing/makelar dari pihak advertiser, walaupun terlihat mudah justru menurut saya affiliate adalah salah satu jenis monetize yang paling sulit untuk mendapatkan komisi/penghasilan.

Bayangkan visitor datang ke website/blog Anda, lalu mereka harus mengeklik link/banner dari iklan affiliate Anda dan mereka harus melakukan transaksi (action) yang advertiser inginkan supaya Anda mendapat sekian persen komisi.

Sedangkan kita tahu masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk membayar sebuah layanan di internet (mayoritas masih ingin yang gratisan) baik itu produk fisik/digital. Untungnya tidak semua komisi affiliate itu berupa sales/penjualan, ada juga yang hanya sekedar register/daftar, atau action-action free lainnya. Tetapi tetap saja tingkat konversi dari affiliate biasanya sangat rendah, walaupun penghasilan/komisi yang diberikan cukup besar untuk setiap transaksinya. Beberapa contoh sistem affiliate yang bisa Anda gunakan:

Tenang saja, link diatas bukan link referral kok 😛

Program-program affiliate lain bisa Anda cari dengan langsung mengunjungi website/situs dari brand-brand terkemuka lainnya.

Kelebihan:

  • Syarat bergabung/daftar sangat mudah bahkan tidak ada syarat (hanya punya website/blog)
  • Bisa langsung dijalankan
  • Cara beriklan dapat dimodifikasi sesuai keinginan kita (fleksibel)
  • Komisi yang besar untuk setiap transaksi

Kekurangan:

  • Konversi yang terjadi cenderung sangat kecil
  • Banyaknya tindakan scam/penipuan/miss leading karena cara beriklannya yang fleksibel, inilah pula yang biasa kita temukan dalam situs-situs easy money/MLM karena ujung-ujungnya kita malah dijadikan referral
  • Kurang cocok untuk jenis blog gado-gado karena biasanya affiliate membidik niche/segmen yang khusus

2. Menjadi publisher

Render of a Affiliate Marketing Concept.Ingatlah bahwa saat menjadi publisher maka Anda adalah owner yang menyewakan ruang iklan bukan budak advertiser. Banyak blogger yang putus asa jika mereka gagal bergabung dengan jaringan periklanan seperti adsense dan sebagainya. Padahal blog itu bukanlah milik advertiser. Mindset seperti inilah yang harus dirubah, advertiser adalah customer Anda, bukan bos Anda. Saat Anda memperlakukan advertiser layaknya seorang customer maka Anda akan berusaha memberikan layanan yang terbaik (konten) untuk para customer Anda.

Beberapa jenis pembayaran komisi yang disediakan untuk publisher adalah:

  • CPA (cost per action) = Anda dibayar untuk setiap transaksi seperti pembelian/register/share dan lain-lain yang terjadi melalui referral Anda.
  • CPC (cost per click) = Anda dibayar setiap kali iklan/banner advertiser di blog Anda di klik oleh visitor.
  • CPM (cost per impression) = Anda dibayar setiap kali iklan advertiser ditayangkan (biasa per 1.000 kali) pada blog Anda.

CPA kurang lebih sama seperti affiliate marketing dan cocok untuk blog dengan niche yang khusus/spesifik. Sedangkan CPC dan CPM cocok dijalankan untuk blog yang lebih bersifat umum (gado-gado).

Beberapa jaringan periklanan yang bisa Anda coba (untuk blog bahasa Indonesia) yaitu:

Jika blog Anda berbahasa Inggris tentunya lebih banyak lagi jaringan periklanan yang bisa Anda coba, selain itu menjadi publisher hanyalah salah satu cara untuk mendapatkan uang (bukan segalanya), jadi jangan kecewa jika blog Anda ditolak oleh pihak jaringan periklanan.

3. Menjual produk/jasa Anda sendiri (atau bahkan diri Anda)

menjual-diriKebanyakan blog yang betul-betul sukses adalah blog yang mempromosikan produk/jasanya sendiri, termasuk blogger yang mempromosikan dirinya sendiri. Pada akhirnya ini adalah blog Anda, Anda yang menentukan ingin menjual apa didalam blog ini.

Anda bisa menjual produk dan jasa Anda sendiri baik itu fisik atau digital. Selain itu blog juga bisa menjadi portofolio Anda saat melamar kerja/freelance (mempercantik CV Anda). Atau Anda bisa langsung mempromosikan diri Anda sendiri dan karya-karya Anda melalui blog (self promotion). Cukup banyak produser/pembuat buku/publik figur yang awalnya adalah seorang blogger. Mereka ditemukan melalui blog mereka.

Anda juga bisa menawarkan ruang iklan mandiri di blog Anda, namun iklan mandiri biasanya hanya diminati jika blog Anda memang sudah cukup terkenal dan memiliki trafik yang sangat tinggi.



Itulah beberapa cara yang bisa Anda coba untuk menghasilkan uang dari blog, tentu masih banyak cara-cara lain yang bisa Anda lakukan, semua kembali kepada pilihan Anda, apa yang ingin Anda lakukan dengan blog Anda, apa yang ingin Anda jual, atau apakah Anda ngeblog hanya untuk mengisi waktu luang saja.

Pada artikel ini saya hanya memberikan gambaran umum bagaimana cara standar memonetize blog, pada tips berikutnya saya akan membahas lebih detail dan memberikan tips untuk menjalankan/memonetize blog dengan lebih efektif sesuai dengan jenis monetizenya.

Anda sebenarnya tidak perlu terlalu pusing dengan urusan monetize, karena masalah sebenarnya yang lebih penting adalah trafik atau lebih spesifik lagi “kualitas trafik”. Ingatlah yang terpenting dalam memonetize blog yaitu:

Uang bisa datang dari mana saja selama Anda memiliki konten dan trafik yang cukup.

Kunci utamanya adalah konten & trafik.

So, keep blogging and keep writing. Good luck 🙂


Related Posts: