Cara Mendapat Pekerjaan Kantoran Tanpa Gelar Sarjana / Ijazah S1


Pada artikel kali ini saya ingin curhat sedikit sekaligus membagikan pengalaman saya bagaimana rasanya menapaki dunia karir di Indonesia hanya dengan bekal ijazah SMA tanpa gelar sarjana S1/S2 dan pelatihan/kursus spesial apapun. Melihat data analitik blog ini saya sering melihat berbagai visitor yang datang dengan keyword seperti “saya drop out kuliah, saya harus ngapain”, “saya cuma lulusan SMA, bisa kerja apa”, “bagaimana cara mendapat pekerjaan tanpa gelar/ijazah S1”, dan beberapa keyword lain yang berhubungan dengan karir seorang tamatan/lulusan SMA.

cara mendapatkan pekerjaan dengan ijazah smp smaMaka dari itu saya ingin sharing bagaimana cara saya bisa mendapatkan pekerjaan kantoran walaupun saya sendiri juga tidak memiliki ijazah/gelar S1 (hanya lulusan SMA).

Pertama-tama saya ingin ingatkan didunia karir Indonesia ijazah sarjana/S1 itu masih sangat penting, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang bahkan hanya untuk pekerjaan seperti receptionist saja mensyaratkan adanya gelar sebagai kualifikasi minimal, tuntutan dunia kerja semakin hari semakin sulit, hal ini juga diikuti dengan meningkatnya jumlah lulusan S1 setiap tahunnya, namun bagi Anda yang memang hanya mentok sampai SMA jangan berkecil hati dulu, disini saya akan bagikan bagaimana cara mendapat pekerjaan kantoran yang ilmu dan gajinya juga tidak kalah dengan para lulusan S1 dalam negeri.

1. Bangun reputasi dengan portofolio dan pengalaman


Saat melamar pekerjaan, tentu yang pertama kali dilihat oleh HRD/atasan perusahaan adalah CV Anda sebagai pelamar, jika Anda tidak memiliki gelar, portofolio, dan pengalaman, maka sudah jelas Anda akan kalah dengan para pesaing yang memiliki ijazah sarjana (walaupun tanpa pengalaman/portofolio), maka dari itu bangunlah reputasi Anda sesegera mungkin, caranya?

  • Lakukan pekerjaan freelance atau projek-projek yang bisa Anda kerjakan entah offline maupun online.
  • Bangun portofolio seperti membuat website/blog (saya sendiri menggunakan blog ini sebagai portofolio dalam bekerja).
  • Ambil berbagai kesempatan seperti magang, seminar, workshop, kursus dan pelatihan apapun yang memberikan sertifikasi kepada pesertanya (tanpa sertifikasipun juga tidak masalah).

Tujuannya adalah memberitahu bahwa Anda memiliki skill yang mumpuni dan bisa mengerjakan tugas-tugas yang akan diberikan.

Saya sendiri memulai dengan mengambil pekerjaan freelance disebuah perusahaan research, bodohnya saya saat itu adalah saya hanya fokus mencari pekerjaan dan uang tanpa memikirkan industri yang akan saya geluti dalam berkarir. Saya hanya fokus asal bisa mendapat pekerjaan dan gaji, tanpa memikirkan masa depan karir saya. Jadi kesalahan yang jangan sampai Anda lakukan adalah “choosing a job over an industry”, jangan semata-mata karena ingin mendapat pekerjaan Anda tidak peduli dengan bidang/industri yang akan Anda geluti.

Dalam beberapa tahun saya sudah menjalani pekerjaan diberbagai bidang seperti market research, engineering, properti, IT, e-commerce, dan digital marketing. Namun saya menyesal karena hal itu membuat saya menjadi tidak expert dalam bidang apapun, hasilnya saya harus mulai lagi dari nol saat melamar pekerjaan dengan industri yang berbeda. Maka dari itu sekarang saya memfokuskan diri kepada satu bidang yaitu digital marketing khususnya search engine.

Dengan terus berpindah-pindah industri, Anda akan mengorbankan banyak waktu dan tenaga, sedangkan perusahaan hanya akan mencari mereka yang memang sudah paham/ahli dibidangnya, saya sendiri dulu berpikiran bahwa saya akan diajari saat nanti sedang bekerja, namun itu salah besar. Perusahaan tidak peduli apakah Anda mengerti atau tidak, mereka tidak akan mengajari Anda banyak hal, Andalah yang harus belajar sendiri dan melakukannya saat bekerja (learning by doing).

Oleh karena itu dari awal tentukan Anda ingin berkarir dibidang apa, jika sudah maka segera bangun portofolio dan pengalaman Anda dibidang/industri tersebut.

2. Jika memungkinkan cari pekerjaan yang ilmunya jarang diajarkan oleh sekolah/kuliah

Saya cukup beruntung karena ilmu dan bidang yang saya geluti adalah ranah yang jarang sekali diajarkan oleh sekolah atau perguruan tinggi di Indonesia. Saya mulai memfokuskan diri pada search engine marketing (SEO & SEM) sekitar satu tahun yang lalu (saya harap saya bisa memulai lebih awal lagi), dimulai dari membuat blog dan toko online, lalu mengambil berbagai projek freelance, mengerjakan beberapa website klien, dan bergabung dengan digital agensi, akhirnya saya berhasil membangun pengalaman dan portofolio yang baik didunia digital marketing khususnya dalam search engine marketing.

Jika memungkinkan, cobalah pelajari ilmu/skill yang justru jarang diajarkan disekolah/kampus manapun, karena dengan begitu peluang Anda akan menjadi lebih besar (sebab tidak banyak sarjana S1 bergelut dibidang tersebut), namun tidak perlu memaksakan diri jika Anda tidak bisa menemukan/menyukai bidang tersebut, Anda bisa melakukan strategi jangka panjang dengan terus membangun portofolio, skill, pengalaman dan mengakumulasikan semua itu kedalam CV/resume Anda, seiring berjalannya waktu akan semakin mudah bagi Anda untuk mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginan Anda.

Dalam artikel saya sebelumnya tentang nasib seorang lulusan SMA, saya juga menekankan bahwa kita harus mengambil rencana jangka panjang, karena tanpa adanya gelar maka satu-satunya cara untuk meningkatkan value Anda sebagai karyawan adalah dengan terus meningkatkan pengalaman, skill, dan portofolio Anda dibidang/industri yang bersangkutan. Selain rencana jangka panjang, siapkan pula rencana cadangan/exit plan, jika segala sesuatunya tidak berjalan mulus maka Anda tidak harus bergantung pada pekerjaan kantor ataupun orang lain.

Biar bagaimanapun tidak ada ruginya Anda mencoba wirausaha, membuat usaha sampingan, atau berbisnis online, karena tidak selamanya kita bisa menggantungkan nasib dengan bekerja dikantor ataupun freelance, saya sendiri juga membuat toko online, blog, dan menjual produk/jasa digital sebagai ekstra income, artinya saya tidak perlu khawatir jika besok bos/atasan saya tiba-tiba memecat saya atau perusahaan tempat saya bekerja bangkrut seketika.

3. Mencari pekerjaan yang sesuai

Ini hanya referensi saya pribadi, saya biasanya mencari pekerjaan kantoran hanya dari 2 situs yaitu Jobstreet dan Indeed. Proses yang saya lakukan adalah mencari pekerjaan dibidang yang sesuai (contoh: SEO specialist, search engine marketing, digital marketing specialist) lalu mensortir berbagai peluang yang ada, jika perusahaan mewajibkan adanya gelar S1 (bachelor degree is a must) maka lowongan tersebut langsung saya close, biasanya kita perlu melihat apakah mereka masih memberikan toleransi untuk lulusan SMA atau tidak, kalau ditulis seperti “bachelor degree or experience in similar position/job” itu artinya masih ada kesempatan untuk kita mencoba melamar asalkan kita punya skill/pengalaman yang diperlukan.

Untuk negosiasi gajipun kita harus pintar menyesuaikan dengan skill/pengalaman yang kita miliki, saat bekerja freelance pertama kali diperusahaan market research saya dibayar sekitar Rp 250.000,- per hari (menurut saya cukup besar untuk lulusan SMA tanpa pengalaman apapun), lalu saya menjadi IT staff dengan gaji UMR (malah turun) namun saya terima karena yang saya pikirkan adalah saya ingin membangun pengalaman dan portofolio dalam berkarir jadi uang/gaji bukanlah hal yang penting saat itu, setelah itu mulailah saya menambah penghasilan secara independen dengan membuat toko online, blog, freelance, menjual produk/jasa sehingga saya sendiri bisa lebih fokus memilih industri ketimbang hanya asal mendapat pekerjaan semata.

Tanpa terasa seiring berjalannya waktu berbagai usaha sampingan yang saya jalankan terus berkembang, blog ini juga semakin hari semakin besar, portofolio saya terus bertambah, skill dan pengalamanpun terus meningkat, saya belajar banyak hal-hal baru sampai mendapat kesempatan untuk bekerja diluar negeri. Intinya adalah diawal jangan terlalu fokus memikirkan uang, carilah peluang, carilah kesempatan, carilah value, carilah ilmu dan pengalaman karena itulah yang lebih penting untuk masa depan Anda.



Akhir kata yang ingin saya sampaikan adalah just do it. Apapun yang ingin Anda kerjakan, just do it.

Saya memulai perjalanan karir tanpa tahu apa-apa, tanpa skill/pengalaman apapun, dan jujur sampai detik inipun saya tidak tahu bagaimana nasib saya nantinya, tetapi saya terus melakukan apa saja yang bisa saya lakukan, seiring berjalannya waktu Anda akan mulai menemukan apa yang ingin Anda lakukan, kemana Anda harus pergi, dan tanpa sadar you already been somewhere. So just do it and good luck.


Related Posts: