Cara Membuat Website Bisnis / Blog Pribadi Ramai Pengunjung


Kali ini saya akan share bagaimana cara membuat website Anda entah itu perusahaan/bisnis media sampai blog pribadi kebanjiran trafik dan ramai pengunjung (visitor), tentu apa yang saya bagikan disini tidak 100% akurat/tepat, karena apa yang berhasil untuk suatu website/blog belum tentu bisa membuat website/blog Anda berhasil. Namun intinya ada 4 poin penting yang ingin saya sampaikan yaitu konten seperti apa yang harus Anda buat, seberapa sering Anda harus memposting tulisan, seberapa panjang konten yang perlu Anda buat dan terakhir dimana Anda harus menulis.

Blog ini sendiri sudah berhasil mencapai ratusan ribu visitor setiap bulannya, saya tidak akan berikan screenshoot hasil analytics saya (toh hal seperti itu gampang sekali dimanipulasi), tapi setidaknya Anda bisa mendapat sedikit gambaran dari hasil analisa Similarweb berikut:

cara membuat website blog pribadi ramai pengunjungSumber gambar: Similarweb.com/website/solusik.com

Estimasi diatas cukup mendekati data analitik blog ini, per September 2017 blog Solusik sudah memiliki kurang lebih 200 ribu visitor setiap bulannya (dan masih terus bertumbuh), jadi disini saya akan coba membagikan apapun yang saya tahu supaya teman-teman blogger juga bisa mempraktekkan dan mengembangkan blognya dengan lebih baik lagi.


1. Konten seperti apa yang harus saya buat?

Saya pribadi hanya akan membuat konten jika saya rasa memang penting untuk dibuat, daripada membuat “me too” artikel yang sudah di rewrite berkali-kali oleh ratusan blogger diluar sana dan akhirnya cuma jadi sampah/junk di blog Anda, memang rasanya tidak mudah melihat setiap hari ribuan konten terpublish di internet, setiap hari kita melihat postingan baru entah di blog/sosial media/YouTube dan sepertinya kita akan semakin ketinggalan jika tidak melakukan sesuatu.

Selalu ingat bahwa blog adalah perjalanan jangka panjang, bukan untuk cepat-cepatan posting artikel atau banyak-banyakan trafik, saya sendiri sering melihat teman-teman blogger yang tidak lagi mengupdate blognya padahal visitor sudah ratusan ribu/bulan (biasa blognya bertema internet marketing), sudah bukan rahasia lagi bahwa blog is a suck business, Anda tidak akan mendapatkan hasil yang signifikan sampai bertahun-tahun, maka dari itu saya selalu katakan jangan jadikan blog sebagai bisnis, tapi anggaplah ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan return dimasa depan.

Pertama-tama pahamilah trafik seperti apa yang ingin Anda dapatkan dan ingin seberapa cepat Anda bertumbuh. Pada dasarnya ada 2 jenis trafik dan pertumbuhan yang bisa Anda dapatkan, yaitu:

  • Trafik yang lambat tapi terus tumbuh secara pasti
  • Trafik yang instan/cepat tapi juga cepat hilang begitu saja

Banyak blogger/pebisnis yang tidak sabaran dan lebih memilih opsi kedua (trafik instan), memang tidak semua orang punya kesabaran untuk mau bekerja keras dan melihat hasil dari opsi yang pertama (trafik lambat) dalam beberapa bulan kedepan.

Sebagai seorang blogger yang sudah menulis bertahun-tahun, yang bisa saya sampaikan kepada Anda adalah selalu prioritaskan opsi yang pertama daripada mengejar opsi yang kedua, mengapa? Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, blog adalah perjalanan jangka panjang (bertahun-tahun), kalau Anda hanya ingin hasil yang cepat saya rasa blog bukanlah pilihan yang tepat untuk Anda.

Konten adalah permainan jangka panjang dan tidak cocok untuk mereka yang cepat/mudah bosan dan ingin melakukan “growth hack” secara instan. Saya sudah sering melihat mereka yang cenderung mencari jalan pintas untuk mengakali pertumbuhan trafik tidak akan mendapatkan apa-apa pada akhirnya, padahal kalau mereka gunakan usaha/effort yang sama untuk membuat konten berkualitas, mereka akan mendapatkan hasil yang mereka inginkan sejak awal.

Ada 2 jenis konten yang perlu diperhatikan oleh para blogger, yaitu:

  1. Konten abadi –> Konten yang tetap bermanfaat/memiliki value sampai kapanpun, artinya konten yang tidak akan pernah kadaluarsa, artikel ini akan tetap menarik bagi visitor Anda bahkan jika sebelumnya sudah pernah dibaca. Konten ini biasanya berupa artikel tips/tutorial dan informasi penjelasan hal-hal general seperti percintaan, karir, dll.
  2. Konten sesaat –> Konten yang masa hidupnya cenderung singkat, tapi biasanya lebih mudah viral dimasyarakat karena momennya sedang “hype”, tapi sayang relevansinya akan cepat tergusur oleh waktu sehingga tidak akan membawa banyak value bagi blog/website Anda dimasa depan. Biasanya konten ini berupa artikel tentang suatu kejadian/fenomena/event dan artikel-artikel berita.

Saya harus fokus dimana? Konten abadi atau konten sesaat?

Saya menyarankan Anda fokus pada konten abadi, namun jangan juga lupakan konten sesaat, yang perlu Anda lakukan adalah mengkombinasikan kedua jenis konten tersebut untuk membuat blog/website Anda menghasilkan trafik baik secara jangka panjang dan jangka pendek.

Konten abadi memang akan membawa hasil yang konsisiten secara jangka panjang, namun visitor akan mudah bosan melihat blog yang isinya cuma hal-hal umum (dan biasanya juga sudah diketahui banyak orang), karena itu kita masih perlu bantuan konten sesaat/temporer, konten temporer membuat blog Anda terlihat “fresh” dan jauh lebih relevan dengan keadaaan dimasyarakat sekarang (up to date).

Menurut saya rasio yang baik antara konten abadi dengan konten sesaat adalah 4:1, artinya setiap kali Anda mempublish 4 konten abadi, selipkanlah satu konten yang sedang populer/hype dimasyarakat atau artikel-artikel yang berpotensi viral.

Namun hal diatas tidak berlaku untuk semua niche blog/website, ada kategori website yang memang hanya perlu membuat konten abadi saja, ada juga niche blog yang memang perlu lebih banyak membuat konten sesaat/temporer, maka dari itu pahamilah karakteristik audience Anda, kira-kira konten seperti apa yang ingin mereka konsumsi.

2. Seberapa sering saya harus membuat artikel?

Hubungan antara seberapa sering kita mempublish konten dengan sebarapa banyak trafik yang kita dapatkan adalah konsep yang cukup menarik, banyak blogger jadul yang selalu menyarankan buat artikel sehari 3 supaya bisa dapat banyak trafik, masalahnya ini hanya berlaku dijaman dulu karena konten-konten yang ada di internet masih sedikit sehingga tidak heran apapun yang kita publish bisa mendapat ranking halaman pertama di Google.

Persaingan konten jaman sekarang jauh lebih sengit, selain bersaing kualitas kita juga bersaing dengan waktu yang ada, seberapa banyak resource yang kita miliki, perusahaan/media-media besar bisa dengan mudah menghire puluhan penulis berkualitas untuk mempercepat pertumbuhan website mereka, bagi blogger-blogger kecil yang penulisnya cuma seorang diri tentu hampir mustahil berkompetisi langsung dengan media tersebut, saran saya adalah fokus pada kualitas (bukan kuantitas) biarpun lambat tapi teruslah maju secara perlahan.

Lalu seberapa sering saya harus memposting tulisan di blog dalam sebulan?

Ada blogger yang memposting artikel setiap hari dan sukses, ada juga blogger yang cuma posting artikel seminggu sekali dan sukses, bahkan ada blogger yang hanya posting sebulan sekali dan tetap sukses, artinya apa yang berhasil untuk orang lain belum tentu akan berhasil untuk Anda, dan apa yang berhasil hari ini belum tentu akan berhasil besok.

Pertanyaannya bukan seberapa sering Anda harus mempublish konten, tetapi seberapa sering Anda bisa mempublish konten berkualitas?

Memposting artikel berkualitas setiap hari tidaklah mudah, biasanya kalau kita bekerja seorang diri kuantitas artikel akan selalu berbanding terbalik dengan kualitas artikel, artinya semakin banyak/sering Anda membuat konten, maka akan semakin rendah kualitasnya, bagi blogger pemula 1 artikel setiap hari itu sudah kebanyakan, yang sering saya lihat blogger-blogger baru yang sering memposting konten setiap hari akan keburu bosan dalam beberapa minggu kedepan dan akhirnya berhenti ngeblog karena kecewa dengan hasil trafik yang ia dapatkan.

Saya sendiri sebelumnya adalah seorang agensi digital marketing yang menangani beberapa klien termasuk website jenis media, saya selalu melihat kesalahan fatal utama yaitu asumsi bahwa banyak artikel = banyak trafik, no itu salah besar. Banyak website/blog yang memiliki ratusan bahkan ribuan artikel tapi pengunjungnya sepi, jelas karena mereka sama sekali tidak memahami konsep dari konten marketing, mereka hanya membuat artikel copas yang cuma modal rewrite/spin artikel, dibuat beda sedikit dan dipublish lalu berharap bisa mendapatkan trafik.

Kalau Anda memiliki blog dengan ratusan/ribuan artikel namun trafik Anda tidak kunjung naik, saya sangat menyarankan untuk membaca artikel berikut:

Baca juga: Kenapa blog/website sepi pengunjung

Membuat konten/artikel setiap hari hanya cocok untuk blogger yang memang sudah berpengalaman dan mereka yang punya banyak resource (bisa hire banyak penulis). Saran saya bagi blogger pemula mulailah membuat 1-3 artikel seminggu, kalau Anda ingin lebih fokus lagi pada kualitas artikel, maka cobalah buat 1 artikel/minggu bahkan 1 artikel/bulan (blogger yang hanya membuat 1 artikel per bulan masih bisa populer karena kualitasnya betul-betul top dan terbaik dibidangnya).

Saya sendiri hanya memposting sesuka hati saya (karena saya masih punya kerjaan lain diluar), namun rata-rata blog Solusik memposting 8-10 artikel setiap bulannya, kadang bisa kurang/lebih tergantung keadaan.

Jadi selalu mulai dengan pertanyaan: seberapa sering saya bisa mempublish artikel berkualitas?

Anda bisa mulai belajar dan berkembang setiap harinya dari artikel demi artikel yang Anda buat, serta melihat bagaimana visitor memberikan respon terhadap tulisan-tulisan Anda, yang terpenting selalu pastikan artikel Anda “stand out” menjadi lebih baik/beda dari kompetisi yang sudah ada.

3. Seberapa panjang konten/artikel yang harus dibuat?

300 kata? 500 kata? 1.000 kata? 2.000 kata?

Terserah Anda.

Konten berkualitas bukan berarti konten yang panjang (walaupun kebanyakan konten berkualitas itu isinya panjang), konten terbaik adalah konten yang bisa memberikan jawaban seefisien mungkin, menghibur (tidak buat yang baca bosan), dan terpercaya.

Ganti pertanyaan seberapa panjang konten yang perlu kita buat menjadi seberapa panjang kata yang diperlukan untuk menyampaikan value yang ingin Anda bagikan? Seberapa panjang kata yang diperlukan untuk mengcover semua isi topik yang ingin Anda bahas?

Bukan panjangnya yang penting, tapi seberapa padat dan berisi konten yang Anda buat. Karena itu saya selalu bilang konten yang bagus itu biasanya berupa share opini dan pengalaman, karena sudah pasti unik (original) dan biasanya memiliki manfaat yang realistis.

Menulis sesuatu yang padat dan berisi itu cukup sulit, terlalu panjang maka pembaca akan bosan, terlalu singkat juga mereka akan bosan, yang harus kita lakukan adalah membuat setiap kalimat menjadi menarik dan sampaikan value seefisien mungkin.

Masalahnya bukan pada panjangnya konten, tapi seberapa jauh pembaca bisa menikmati tulisan Anda dan tidak mengalami kebosanan, jika mereka peduli dengan topik yang Anda bahas, maka sepanjang apapun tulisan Anda mau sampai puluhan ribu kata maka mereka akan tetap membacanya, kalau mereka tidak peduli, maka mereka akan pergi meninggalkan blog Anda sebagus apapun isinya.

Saya menyarankan Anda minimal membuat artikel tidak kurang dari 300 kata, karena artikel yang dibawah 300 kata akan dianggap sebagain konten yang tipis (thin content) oleh Google dan berpotensi merugikan blog Anda di mesin pencari. Saya pribadi sekarang mensyaratkan minimal artikel sepanjang 500 kata untuk blog Solusik ini, sekedar info rata-rata panjang artikel secara kesuluruhan di blog ini adalah 1.200 kata.

4. Dimana saya harus menulis/ngeblog?

Jika Anda belum memiliki domain sendiri (.com) saya sangat amat menyarankan untuk menulis menggunakan platform WordPress.org dan self-hosting, belilah domain dan hosting sendiri, gunakan CMS WordPress karena jauh lebih elegean dan simpel, bahkan jika Anda programmer sekalipun saya tetap sarankan gunakan WordPress karena menggunakan CMS yang sudah jadi akan lebih rapi dan jauh dari kesalahan/eror/bug.

Alternatif lainnya yang lebih murah adalah menggunakan platform Blogger (Blogspot) dan membeli custom domain, jadi hostingnya tetap di Blogger (gratis) dan Anda hanya perlu membeli biaya domain saja, walaupun secara jangka panjang tidak begitu bagus karena Blogspot akan memberikan banyak batasan pada blog Anda.

Sebaiknya gunakan ekstension .com karena lebih mudah diingat dan universal, selain itu hindari nama domain menggunakan nama Anda (namaanda.com) jika Anda mau menjadikan blog sebagai bisnis, jauh lebih baik gunakan nama brand/sesuatu yang mudah diingat (contohnya saya menggunakan kata Solusik), semakin pendek semakin bagus.



Mendatangkan trafik itu sebenarnya hal yang mudah, yang jauh lebih sulit adalah mempertahankan visitor yang sudah ada dan membuat mereka mau kembali lagi serta membawa audience yang lebih banyak lagi.

Mendapatkan audience/followers/subscribers itu memang penting, walau kita merasa followers/subscribers itu adalah “aset” yang berada dalam kendali kita namun faktanya bicara lain, banyak kasus seperti engagement sosmed suatu perusahaan/bisnis yang buruk (dibawah 1%), channel YouTube yang memiliki ratusan ribu subscriber tapi setiap video hanya mendapat ribuan views (artinya banyak subscribernya yang sudah tidak menonton video mereka), email-email yang masuk ke folder spam, trafik oragnik yang bisa anjlok turun drastis dalam semalam, belum lagi hal ini diperburuk dengan algoritma Google, Facebook, YouTube, dll yang bisa update/berubah setiap saat.

Sebelum membanjiri dunia internet dengan konten-konten Anda, pertimbangkanlah antara kualitas dan kuantitas karena hal ini akan membuat perbedaan yang besar nantinya, pada akhirnya dijaman penuh informasi ini, memberikan konten berkualitas adalah satu-satunya cara untuk memenangkan audience Anda, karena sejatinya “we don’t own our audience”, mereka memiliki perhatian dan ketertarikannya sendiri.

Trafik/visitor per bulan, jumlah followers/subscribers, itu semua hanyalah angka dan ilusi yang membuat Anda merasa bahwa kita memiliki perhatian dari audience kita, dijaman serba pengalih perhatian seperti ini sangatlah mudah bagi visitor/pembaca untuk pangling sesaat dan disitulah tugas kita sebagai penulis untuk terus konsisten memberikan kualitas dan mendapatkan perhatian & kepercayaan mereka kembali. It’s not about gaining, it’s about reconnecting and keep growing.


Related Posts: