Cara Membuat Artikel yang Akan Benar-benar Dibaca Orang


Setiap hari ada 2 juta lebih postingan blog yang terpublish di internet. Mungkin Anda bertanya-tanya apakah bisa kita mendapatkan kesempatan untuk dilihat ditengah lautan artikel seperti ini? Bagaimana cara membuat artikel yang akan betul-betul dibaca orang?

Well, take your time, mari kita pelajari perlahan-lahan disini.

Coba mulai dari perspektif diri kita sendiri sebagai pembaca. Saat kita berselancar di dunia internet, kita disuguhi dengan berbagai pilihan setiap harinya, apa yang biasanya akan kita lakukan? Tentu mencari dan menseleksi artikel sesuai yang kita inginkan. Darimana biasanya kita mendapatkan bacaan tersebut? Mayoritas pasti melalui mesin pencari dan sosial media.

Karena itu sangat penting untuk Anda memperhatikan poin-poin berikut ini:


1. Kualitas itu relatif

Anda pasti sudah bosan mendengar wejangan para blogger yang berkata “buat artikel berkualitas dan bla.bla.bla”, namun apa sih sebenarnya artikel yang berkualitas itu?

Jangan terlalu diambil pusing karena kualitas itu relatif, artinya apa yang menurut saya berkualitas belum tentu menurut Anda berkualitas dan sebaliknya. Menulislah sebaik-baiknya yang Anda bisa, terima kritik/masukkan yang ada, dan jangan berusaha untuk memuaskan ekspektasi semua orang karena Anda tidak akan pernah bisa memenuhi harapan semua orang.

Setiap artikel yang Anda posting harus memiliki 2 value utama yaitu:

  • Value untuk pembaca
  • Value untuk blog Anda

Bagaimana cara menulis artikel yang memiliki value untuk pembaca dan juga untuk blog kita?

Optimasilah artikel untuk mesin pencari (SEO) dan manusia.

Dalam konsep SEO sebenarnya artikel yang bagus adalah artikel yang bermanfaat untuk manusia (human friendly), jadi bukankah kita hanya perlu optimasi artikel untuk manusia saja? No, masih ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan potensi SEO artikel Anda.

– Pertama, gunakan kata yang baku (jangan pakai singkatan atau bahasa gaul). Mengapa?

Karena saat seseorang mengetik suatu keyword pada mesin pencari, mayoritas orang akan menggunakan bahasa yang resmi/formal tanpa istilah-istilah gaul. Saya sendiri tidak pernah menggunakan singkatan (misal “yang” jadi “yg” atau “untuk” jadi “utk”) dan jarang sekali menggunakan istilah anak gaul (baca: alay) jaman sekarang.

Jika Anda ingin hasil yang lebih baik di hasil pencarian, maka gunakan bahasa yang baik (baku), Google sendiri menyarankan untuk menggunakan bahasa yang resmi karena jauh lebih mudah dimengerti oleh mesin dan manusia.

– Buatlah isi konten yang panjang minimal 1.000 kata atau lebih. Mengapa?

Internet penuh dengan konten sampah dan dangkal, banyak blogger yang hanya membuat artikel pendek 300-500 kata dan pada akhirnya konten tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan baik dari sisi pembaca dan mesin pencari.

Untungnya adalah banyak blogger yang malas membuat konten panjang (>1.000 kata) karena mungkin bagi mereka konten yang panjang hanya membuang-buang waktu sehingga mereka hanya fokus pada kuantitas (banyaknya) artikel.

Memang kuantitas artikel juga berpengaruh terhadap SEO khususnya jumlah PV (pageviews), tapi yang jauh lebih penting dari sekedar views adalah “Avg. Session Duration” (durasi kunjungan) sebuah artikel. Artikel yang lebih panjang berpotensi mendapat kunjungan yang lebih lama dan dengannya akan mendapat peringkat yang lebih baik pada hasil pencarian.

Lalu apakah merugikan kalau sudah capek-capek buat konten panjang namun tetap tidak muncul pada hasil keyword yang kita inginkan?

No, tidak ada ruginya membuat konten yang panjang karena Google mengindex konten secara utuh (menyeluruh), artinya walaupun ada keyword dibagian isi yang sebenarnya kita tidak incarpun, jika keyword tersebut dicari oleh orang lain tetap ada kemungkinan artikel kita akan muncul pada hasil pencarian yang bersangkutan.

Artinya artikel panjang memiliki potensi yang lebih baik untuk muncul dari beragam kata kunci pencarian (random keyword).

– Gunakan minimal 1 gambar. Mengapa?

Artikel (tulisan) adalah jenis konten yang paling lemah dibanding konten lainnya seperti gambar atau video. Orang jauh lebih mudah bosan dengan sebuah tulisan dan pergi meninggalkan artikel tersebut. Ingat ini adalah internet bukan kelas di sekolah, pembaca dapat pergi sesuka hati kapan saja yang mereka mau.

Gunakanlah gambar diawal/ditengah artikel sebagai refreshing (break) karena membaca itu jauh lebih melelahkan daripada sekedar melihat gambar dan menonton video.

Mari kita refreshing sejenak.

anak anjing lucuBagaimana, jauh lebih baik bukan?

Jadi sebelum membuat artikel, tambahkan 3 resep simpel tadi:

  • Gunakan bahasa yang baku
  • Buat konten yang panjang >1.000 kata
  • Tambahkan gambar untuk memperkuat artikel Anda

Dengan melakukan itu saja, Anda sudah memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk menang pada hasil pencarian yang artinya membuat tulisan Anda mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk dibaca banyak orang.

2. Judul artikel adalah tempat Anda memenangkan hati para pembaca

Sebelum membaca sebuah artikel, apa yang pertama kali Anda perhatikan?

Ya pasti judul (headline) artikelnya.

Artikel sebagus apapun tidak ada gunanya kalau artikel tersebut tidak diklik (dibaca) orang. Karena itu 90% audience/pembaca datang karena judulnya, beberapa aturan penting (rules) dalam membuat judul:

  • Jangan pernah membuat judul yang missleading (tidak sesuai antara isi dengan judul)
  • Clickbait boleh-boleh saja dilakukan, asalkan tidak missleading dan isinya tetap bermanfaat
  • Jangan terlalu berlebihan (hiperbola) karena pembaca justru tidak akan tertarik dengan judul seperti itu
  • Gunakan gambar (feature image) yang bagus untuk memperindah tampilan artikel saat di-share di sosial media
  • Tambahkan meta description yang menjelaskan isi artikel dengan baik untuk meningkatkan peluang klik baik di mesin pencari maupun sosial media

Sebagai penulis khususnya blogger, Anda berperang dengan semua konten yang ada di internet, karena itu Anda hanya memiliki 2 senjata untuk memenangkan persaingan tersebut yaitu judul & gambar.

Saya jadikan blog ini sebagai contoh:

Inilah tampilan salah satu artikel saat di share melalui Facebook.

optimasi artikel untuk facebookDan ini tampilan saat dibagikan melalui Twitter.

optimasi konten blog untuk twitterAnda harus membuat orang lain cukup peduli dengan judul dan gambar yang Anda miliki, karena judul dan gambar tersebut adalah tempat dimana orang akan menilai (judge) artikel Anda, apakah artikel itu layak dibaca atau tidak.

Apakah Anda bisa memberi kesan “worth it” dengan judul & gambar tersebut? Bayangkan kalau Anda jadi pembaca apakah Anda akan mengeklik headline tersebut?

Tugas utama Anda disini adalah memaksimalkan “judul & gambar” yang membuat orang lain mau memberikan artikel Anda kesempatan untuk dibaca. Ingat judul dan gambar (feature image) ini terkadang bisa jauh lebih penting dari isi konten artikel tersebut, karenanya berikan waktu untuk mengoptimasi tampilan headline Anda.

Jika Anda asal-asalan menampilkan judul/gambar pada artikel Anda (seadanya), sama saja Anda tidak menghargai isi dari artikel tersebut. Give your article the attention it deserves.

Judul yang baik adalah judul yang deskriptif, artinya pembaca sudah mengetahui apa yang akan ia baca sebelum masuk kedalam artikel tersebut. Idealnya judul berisi 8-12 kata dan mengundang rasa penasaran atau emosi pembaca (entah positif atau negatif).

Seperti apa judul yang mengundang emosi pembaca? Contohnya seperti:

Kata seperti “rahasia …”, “mengapa …”, “jangan …”, “bagaimana cara …” dapat menjadi senjata yang ampuh untuk membuat orang lain “peduli” dengan artikel yang akan kita berikan.

Dan yang tidak kalah penting adalah paragraf pertama. Dalam sebuah video YouTube ada istilah “5 seconds rule” yang artinya 5 detik pertama dalam sebuah video sudah harus membuat penonton tertarik (engage) dan mengerti apa yang kira-kira akan mereka tonton.

Begitu pula dengan postingan blog, dalam paragraf pertama pembaca sudah harus tahu apa yang akan mereka dapatkan dari artikel tersebut. Buatlah sesingkat dan sepadat mungkin, jangan banyak basa-basi, dan segera berikan apa yang memang mereka cari.

Untuk penulisan gunakan sudut pandang seorang amatir. Tidak semua pembaca levelnya sama, beberapa dari mereka ada yang mudah mengerti dan sebagian lainnya mungkin bisa salah tangkap. Karena itu gunakan bahasa dan penjelasan yang mudah dimengerti oleh siapapun dari kelas/level manapun.

3. Optimasi platform blog Anda

Yang mengherankan adalah masih banyak blogger yang kurang mengoptimasi platform blognya sendiri padahal ini juga tidak kalah penting.

Internet adalah media aktif. Apa tuh maksudnya?

Artinya user harus terus-terusan membuat keputusan (decision) untuk mengkonsumsi konten-konten yang ada di internet, entah itu scrolling, klik, ketik (search), dan lain-lain.

Membaca artikel saja sudah melelahkan apalagi kalau harus ditambah “active decision” seperti yang disebutkan diatas.

Decision is exhausting. Mengambil keputusan itu melelahkan, dan tugas utama Anda adalah membuat pembaca mengurangi keputusan-keputusan tersebut.

Buatlah user mendapatkan sebanyak mungkin konten dengan keputusan sesedikit mungkin.

Bagaimana caranya?

  • Navigasi harus jelas, buat menu/sub-menu sesuai dengan kategori yang ada
  • Siapkan juga kolom pencarian (search) didalam blog
  • Rekomendasikan artikel yang relevan dalam postingan
  • Hindari menggunakan background warna apalagi gambar yang dapat mengganggu konsentrasi pembaca (polos is the best)
  • Jangan gunakan pop-up karena itu sangat-sangat mengganggu (sekali-sekali saja kalau memang perlu)
  • Hindari memasang iklan banner ditengah konten karena itu bisa membuat pembaca salah persepsi dalam membedakan antara konten dengan iklan
  • Sediakan tombol share untuk pembaca yang ingin membagikan artikel-artikel Anda
  • Percepat loading blog Anda, gunakan hosting yang reliable dan hapus fitur-fitur/plugin yang tidak penting
  • Dan jangan lupa optimasi tampilan mobile blog Anda (mobile friendly)

Tips yang sangat sederhana namun kenyataannya masih banyak blogger yang tidak memperhatikan hal-hal sepele seperti ini. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang sama.



Itulah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat artikel Anda benar-benar dibaca orang. Sebagai kesimpulan, inilah ringkasan poin-poin diatas:

  1. Dari sisi search engine buatlah konten yang human friendly dan juga SEO friendly.
  2. Dari sisi sosial media buatlah judul dan gambar yang appealing (menarik) sehingga orang lain tertarik untuk membacanya (dan membagikannya).
  3. Dan yang terakhir, optimasi blog Anda sesimpel dan semenarik mungkin, buatlah pembaca mendapatkan sebanyak-banyaknya konten (manfaat) dengan sesedikit mungkin keputusan yang harus mereka ambil.

Akhir kata, teruslah menulis.

The more you make, the more people will find you 🙂


Related Post: