3 Cara Membangkitkan Semangat Belajar, Motivasi Kerja dan Hidup

Apakah Anda perlu membangkitkan semangat belajar dan bekerja? Apakah Anda sekarang sedang tidak memiliki motivasi hidup/kerja? Atau apakah Anda sedang berjuang melawan kebiasaan/adiksi yang buruk? Apapun itu kita bisa mengatasinya dengan niat, tekad (willpower) dan semangat yang tinggi. Lalu bagaimana caranya meningkatkan niat dan semangat tersebut?

Berikut ini adalah 3 cara/tips simpel untuk membangkitkan semangat belajar/kerja dan motivasi hidup Anda menjadi lebih baik:

1. Miliki mindset tanpa batas (unlimited mindset)

Pada dasarnya memang semangat manusia itu terbatas dan sangat dipengaruhi oleh keadaan/situasi, namun ada 1 faktor penting yang jarang disadari oleh kebanyakan orang yaitu mindset. Mereka yang memiliki mindset tak terbatas (unlimited mindset) percaya bahwa semangatnya tidak akan pernah surut seiring berjalannya waktu, uniknya adalah mereka cenderung bekerja lebih keras dan rajin dalam belajar ketimbang orang biasa pada umumnya. Kebalikannya mereka yang merasa kalau semangat/willpower itu terbatas (limited mindset) lebih cepat berhenti dan gampang menyerah pada keadaan.

Anda tentu sering melihat orang-orang yang suka memamerkan resolusi tahun barunya namun pada akhirnya tidak pernah mencapai apa yang sudah mereka umbar diawal. Kebanyakan dari mereka gagal sebenarnya bukan karena mereka kurang memiliki niat, justru sebaliknya biasanya diawal mereka memiliki semangat membara tapi seiring berjalannya waktu semangat itu surut dan mati ditengah jalan (wajar saja).

Karena itu cobalah untuk:

  • Fokus pada 1 tujuan dalam satu waktu. Jangan membagi-bagi waktu Anda untuk mencapai beberapa tujuan sekaligus karena itu akan sangat melelahkan dan dengan cepat membunuh semangat Anda.
  • Jangan sering mengumbar resolusi/tujuan Anda pada orang lain. Faktanya mereka yang suka mengumbar resolusi/tujuannya seperti di sosial media cenderung lebih sering gagal dalam prosesnya, lebih buruk lagi orang lain akan menilai (judge) Anda sebagai orang yang besar mulut. Karena itu cobalah untuk menahan diri supaya tidak mengumbar goal-goal yang ingin Anda capai, selain itu Anda juga akan tidak merasakan tekanan sosial disaat gagal dalam mencapai tujuan tersebut.
  • Jangan terlalu sering berfantasi/membayangkan diri Anda mencapai suatu tujuan. Kita suka menjadi orang yang delusional, terbuai mimpi seolah-olah kita sudah sukses mencapai apa yang kita inginkan, namun realita tidak seperti itu, mereka yang sering berfantasi cenderung menjadi lebih malas karena merasa sudah melakukan banyak proses dan malah melambat (slow down) dalam mencapai tujuan tersebut.
  • Percaya dan konsisten dengan semangat Anda diawal. Kebanyakan orang hanya kuat diawal dan lemah diakhir (start strong, finish weak), karenanya sejak awal milikilah mindset yang tak terbatas (unlimited mindset) artinya Anda percaya semangat itu tidak akan surut dimakan waktu dan berpegang teguh pada prinsip bahwa konsisten dalam proses adalah kunci sukses yang sebenarnya dalam mencapai tujuan.

2. Belajar menerima diri sendiri

Disaat gagal, kita malah cenderung menunda-nunda dan larut dalam perasaan kecewa dengan diri sendiri. Dalam hidup ini 80% rencana-rencana kita akan berakhir dengan kegagalan sebagus apapun kita merencanakannya, bukan karena kita seorang perencana yang buruk, tetapi karena terlalu banyak hal-hal dalam hidup ini yang ada diluar kendali kita dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah hal tersebut.

Merasa gagal/kecewa dengan diri sendiri akan membuat kita “bad mood” dan secara otomatis kita akan mencoba mencari jalan pintas untuk merasa lebih baik (reward seeking), akhirnya kita malah berpikiran jangka pendek dan melupakan tujuan kita diawal yang biasanya bersifat jangka panjang. Inilah juga yang membedakan nasib orang kaya dengan orang miskin yaitu cara mereka berpikir, orang kaya bisa semakin kaya dan yang miskin semakin miskin karena orang kaya berpikir secara jangka panjang, sedangkan orang miskin cenderung berpikir secara jangka pendek (termasuk golongan/kaum sumbu pendek).

Mereka yang merasa gagal, lebih gampang larut dalam kesedihan dan menjadi lebih merasa gagal lagi dimasa depan. Karena itu jauh lebih baik memaafkan diri sendiri, menerima diri sendiri dan bersyukur dengan apa yang sudah Anda miliki sekarang. Jangan membanding-bandingkan pencapaian hidup dengan orang lain, orang lain memiliki keadaan dan keberuntungan yang berbeda dengan Anda, setiap orang memiliki nasibnya sendiri-sendiri, tugas Anda adalah menjadi pribadi yang sukses dengan apapun yang Anda miliki dan lakukan apapun yang bisa Anda lakukan sekarang.

Jika tetap gagal, tenang saja karena setiap orang juga pasti melakukan kesalahan dan kegagalan, lagipula kita tidak diwajibkan untuk sukses, kita hanya perlu mencoba dan mencoba, jadi janganlah terlalu keras pada diri Anda sendiri.

3. Semangat itu menular

Tidak ada bosan-bosannya saya selalu berkata bahwa lingkungan itu sangat mempengaruhi hidup dan nasib Anda. Percaya atau tidak pengaruh lingkungan adalah yang paling kuat dibandingkan faktor-faktor lain entah itu genetik dan semacamnya. Kita makhluk sosial sangat dipengaruhi oleh lingkungan, saat kita melihat orang lain melakukan sesuatu maka secara insting/natural kita akan mencoba untuk menirunya, karena itulah budaya/kultur bisa terus ada secara turun menurun.

Dalam lingkungan apapun bisa menular, baik itu kebodohan, kepintaran, kemalasan, keburukan, kebaikan, dan tentu saja niat maupun semangat dalam belajar/bekerja. Jika kita berada dalam lingkungan yang memiliki tujuan yang sama maka itu bisa sangat memotivasi kita. Jadi cobalah temukan lingkungan/teman dengan tujuan dan goal yang sama untuk bisa saling memotivasi.

Change your environment to change your life.



Itulah 3 tips singkat bagaimana cara membangkitkan semangat hidup kita, miliki mindset yang baik, terimalah diri sendiri, dan pilihlah lingkungan yang baik, pada akhirnya semua tetap kembali pada niat diri Anda sendiri. Anda memiliki kontrol/kendali penuh dalam pikiran Anda, karena itu pastikan Anda tetap positif dan memilih jalan yang terbaik.


Related Posts: