Blog Gado-gado vs Blog Niche


Mana yang lebih baik, membuat blog dengan topik umum/gado-gado atau membuat blog dengan topik niche/spesifik?

Hal yang pertama kali dipikirkan oleh setiap blogger adalah menentukan jenis blog yang ingin dibuat, topik apa yang ingin mereka tulis? Konten dan trafik Anda sangat ditentukan oleh jenis blog yang Anda buat termasuk penghasilan/monetize blog Anda.

Monetize ditentukan oleh trafik/visitor –> trafik ditentukan oleh konten –> konten ditentukan oleh jenis blog Anda.

Apakah Anda ingin membuat blog yang niche seperti blog mas Sugeng, atau blog gado-gado seperti Hipwee. Keduanya adalah pilihan yang baik, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, karena itu pada artikel kali ini saya akan membahas secara lengkap tentang keduanya sehingga Anda bisa menentukan & mempertimbangkan jenis blog apakah yang ingin Anda buat nantinya.



1. Blog gado-gado

Blog dengan tema umum/gado-gado (seperti blog ini) lebih mudah mendapatkan followers/pembaca karena topiknya yang ringan dan mudah dibaca. Selain itu target audience blog gado-gado jauh lebih luas karena dapat diterima oleh semua orang (general) dengan berbagai minat. Oleh karenanya blog gado-gado lebih mudah mendapatkan trafik melalui social media dan search engine dengan beragam keyword.

Blogger gado-gado juga sangat mudah mencari inspirasi menulis karena penulis bisa menulis topik yang dia inginkan sesuka hati dan dapat terus update dengan perkembangan situasi. Trafik yang didapat cenderung lebih stabil, antara naik atau turun perlahan-lahan.

Untuk monetize blog gado-gado, paling cocok menggunakan display ads seperti adsense, atau sistem PPC lainnya. Selain itu blog gado-gado dengan trafik yang tinggi bisa mulai menjual iklan mandiri pada blognya atau menawarkan sponsored post bagi advertiser yang tertarik. Kunci sukses dari blog gado-gado adalah banyaknya trafik (kuantitas) yang didatangkan ke blog, karena akan sangat sulit mendapatkan end-user dengan niche tertentu jika tema blog Anda begitu umum/general.

Marketing yang paling sesuai untuk blog gado-gado adalah melalui social media/viral konten, artinya setiap artikel yang Anda buat harus memiliki value yang pembaca Anda bisa bagikan kepada teman-temannya. Optimasikan pula SEO dengan beragam keyword dan incarlah long-tail keyword (karena short keyword biasanya sudah dikuasai blog niche atau blog-blog besar), namun jika Anda sudah memiliki DA (domain authority) yang tinggi, tidak ada salahnya mulai membidik short keyword.

Secara garis besar, inilah kelebihan dan kekurangan dari blog gado-gado.

Kelebihan:

  • Mudah mendapatkan pembaca (audience yang lebih luas) karena sifatnya yang umum.
  • Lebih mudah mencari inspirasi menulis artikel karena lebih banyak pilihan/tema yang bisa Anda tulis.
  • Peluang viral yang lebih tinggi karena semua pembaca bisa meng-share artikel blog Anda jika dirasa konten itu pantas untuk dibagikan (jarang sekali ada blog niche yang artikelnya di share melalui social media).
  • Dapat muncul pada searh engine dengan beragam keyword (semakin banyak artikel yang Anda tulis, semakin mudah blog Anda ditemukan melalui mesin pencari).
  • Mudah dimonetize dengan display ads, sehingga Anda tinggal fokus pada konten & trafik blog Anda.

Kekurangan:

  • Engagement yang lebih rendah, artinya visitor mudah datang & pergi begitu saja. Walaupun memiliki target audience yang lebih luas, tetapi biasanya visitor hanya datang sekali dan tidak pernah kembali lagi (one-time reader).
  • Penghasilan yang sangat ditentukan oleh trafik. Blog gado-gado akan sangat sulit dimonetize dengan sistem affiliate, karena itu iklan display (CPC/CPM) akan menjadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan penghasilan yang signifikan. Untuk mendapat penghasilan dengan display ads, maka dibutuhkan trafik yang sangat tinggi supaya blog bisa menghasilkan revenue yang berarti. Inilah sebab mengapa pencarian terpopuler tentang blogging adalah seputar urusan trafik seperti “cara cepat mendatangkan banyak trafik ke blog” dan semacamnya.
  • Konten cenderung copas/duplicate dari blog lainnya. Yang membuat blog gado-gado ada banyak, terlebih yang membuat konten general seperti di forum/social media, artinya walaupun Anda sudah menulis dengan unik, akan mudah sekali menemukan artikel dengan judul dan pembahasan yang sama dengan blog Anda. Cobalah search keyword umum seperti “belajar bisnis” dan lihat berapa banyak blog yang membahas topik serupa. Karena itu blog gado-gado lebih beresiko tenggelam “dilautan blog” lainnya ketimbang blog dengan niche tertentu.

2. Blog niche

Blog dengan topik yang spesifik seperti travel/fashion akan lebih mudah mendapat trafik melalui SEO, walaupun jumlah audience-nya lebih sedikit tetapi biasanya visitor blog niche sangat setia (followers sejati) kepada blog yang disukainya. Artinya engagement blog niche jauh lebih tinggi ketimbang blog gado-gado. Pada blog gado-gado visitor dengan mudah datang & pergi, sedangkan pada blog niche visitor cenderung terus kembali untuk melihat perkembangan/update dari blog yang diikutinya.

Trafik blog niche bisa naik-turun secara drastis, jika topik blog tersebut sedang trend/hits di masyarakat maka dalam sekejap trafik bisa naik meroket, tetapi jika topik yang dibahas sudah mulai surut dan ketinggalan jaman (tidak trend) maka pengunjung blog akan cepat hilang seperti uap.

Blogger dengan topik niche dituntut untuk memberikan kualitas yang jauh lebih baik ketimbang blog umum karena sifatnya yang spesifik, karena itu tulislah sesuatu yang merupakan keahlian Anda (expert), dan selalu utamakan kualitas artikel. Karena hal ini pula, blogger niche biasanya lebih sulit mencari bahan/inspirasi menulis, karena tema yang dibahas terbatas dan perkembangan/updatenya yang lebih lambat. Lebih baik Anda menghabiskan ekstra tenaga untuk 1 artikel (kualitas) karena semakin banyak Anda membuat artikel, semakin sedikit pula topik yang bisa Anda bahas nantinya. Usahakan Anda membuat tulisan diatas 1.500 kata per artikelnya.

Untuk monetize blog niche sangat cocok menggunakan affiliate marketing (CPA) dan review post. Namun tidak ada salahnya menggunakan display ads (CPC/CPM) jika Anda memiliki trafik yang tinggi. Biasanya visitor blog niche sangat spesifik dan haus akan informasi dari topik yang dia ikuti. Karena itu apapun yang Anda referensikan (affiliate) kemungkinan besar akan diikuti oleh para audience ini (end-user). Blog niche juga sangat diminati oleh advertiser untuk review post/produk karena audience-nya yang spesifik (end-user) sehingga akan lebih mudah membangun/menjual brand melalui blog yang segmennya memang sudah spesifik sesuai market dari advertiser tersebut.

Marketing yang paling cocok untuk blog niche adalah melalui organik search (SEO). Bagi blog niche, SEO adalah channel yang paling penting, karena image, identitas dan seberapa populer blog Anda akan ditentukan oleh ranking Anda pada mesin pencari. Jika orang mencari suatu topik spesifik dan blog Anda tidak muncul pada hasil pencarian, maka blog Anda belum memiliki kredibilitas yang cukup. Karena itu fokuslah pada konten artikel blog Anda khususnya kualitas setiap artikel Anda. Anda juga bisa mencoba marketing melalui social media tetapi pada dasarnya orang-orang tidak menggunakan social media untuk mencari informasi yang spesifik, sehingga tidak akan membantu banyak untuk blog Anda.

Secara garis besar, inilah kelebihan dan kekurangan dari blog niche:

Kelebihan:

  • Engagement blog yang tinggi, sehingga sangat mudah membangun audience yang loyal.
  • Jenis monetize yang lebih fleksibel, karena tidak hanya berpatokan pada jumlah trafik (kuantitas) melainkan pada kualitas trafik/visitor yang datang, sehingga cocok dimonetize dengan affiliate dan review post/produk.
  • Peluang ditemukan melalui search engine lebih tinggi (trafik organik), karena sifatnya yang spesifik, tidak banyak blog-blog lain yang membahas topik dengan judul dan konten yang serupa.

Kekurangan:

  • Lebih sulit mencari inspirasi menulis/artikel karena topik yang dibahas lebih terbatas dan perkembangan industri & marketnya lebih jarang update dibandingkan blog gado-gado (tergantung situasi).
  • Jumlah audience yang lebih sedikit. Jika Anda menulis blog yang membahas tentang kuliner khas Indonesia, maka sebagian besar audience Anda hanya penggemar kuliner di Indonesia.
  • Persaingan yang jauh lebih ketat. Bermain di blog niche artinya Anda bersaing dengan semua blogger yang ahli/expert dibidangnya dengan niche serupa. Karena itu jika Anda ingin membuat blog niche, pastikan Anda cukup yakin dan expert dalam topik yang Anda pilih. Jika Anda ingin membimbing orang lain, maka Anda harus beberapa langkah didepan, karena itu teruslah belajar dan menulis.
  • Channel marketing yang kurang universal. Pada dasarnya orang-orang hanya mencari blog niche melalui search engine. Jarang sekali ada orang yang tertarik membaca artikel blog niche di facebook/twitter apalagi membagikannya (share). Karena itu Anda bisa coba alternatif lain seperti facebook page/group, join forum diskusi dengan niche yang sama, atau melakukan blogwalking pada blog-blog serupa, dimana jelas itu semua akan jauh lebih merepotkan ketimbang cara marketing blog gado-gado yang lebih fleksibel dan mudah diterima oleh semua kalangan (universal).


memilih-topik-blogPada akhirnya, Anda harus menulis sesuatu yang merupakan passion Anda entah itu temanya umum atau spesifik. Bayangkan jika Anda harus terus menulis tentang suatu topik selama 3 tahun kedepan, topik apa yang ingin Anda tulis? Tenang saja, karena nantinya blog gado-gado bisa diubah menjadi blog niche begitu pula sebaliknya blog niche bisa diubah menjadi blog gado-gado.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apa passion Anda? Apa yang Anda pedulikan? Mengapa Anda ingin membuat blog? Mengapa pembaca harus membaca tulisan Anda? Menulislah untuk diri Anda sendiri, menulislah untuk orang lain, dengannya trafik akan datang begitu pula revenue (monetize). Teruslah menulis dan menulis untuk followers Anda, cintai blog Anda dan blog Anda akan dicintai.

If you love your blog, your blog will be loved 🙂


Related Posts: