Berhenti Menjadi Yes-Man (Penurut), Sedikit Egois Itu Diperbolehkan


Ada pepatah yang mengatakan “just be yourself”, kita seharusnya menjadi diri sendiri dan tidak terpengaruh oleh apa omongan orang lain, seringkali menjadi diri sendiri seolah menjadi sebuah dosa dan terkesan egois, apalagi jika kita tinggal di lingkungan yang suka mendikte dan mengontrol. Jika kita sedikit berbeda dari yang lain, tentu harus siap menjadi bahan gunjingan.

Anda mungkin bisa saja mengelak, tak semua orang suka disebut sebagai orang yang mudah terpengaruh omongan orang lain. Kita selalu menggembar-gemborkan jika menjadi diri sendiri itu tidaklah sulit. Cukup tegas pada diri sendiri dan tidak mudah dipengaruhi orang lain maka kita akan menjadi sosok yang independen, namun nyatanya omongan-omongan buruk dan negatif itu lebih mudah masuk daripada ucapan bernada semangat.

Betapa banyak diantara kita yang tidak berani bermimpi hanya karena keluarga berkata jika impian kita ketinggian. Saat Anda ingin menjadi seorang penulis hebat misalnya, mungkin orang tua dan juga saudara akan mencibir dan berkata jika tulisan kita tidak ada bagus-bagusnya. Pelan-pelan kita mulai mengamini apa kata mereka lalu membuang impian yang sudah dimiliki sejak kecil. Anda akan memilih menjadi seorang akuntan yang bergelut di dunia angka-angka hanya karena orang tua menyarankan untuk menekuni bidang tersebut. Meskipun sesungguhnya Anda tidak menyukai pekerjaan dibidang hitung-hitungan, hasrat menulis dan berkesenian begitu meluap, tetapi bagi sebagian keluarga yang menganggap menulis itu tidak ada masa depannya, makanya Anda menurut begitu saja.

Tak hanya soal impian dan cita-cita, soal pasangan hidup pun seringkali menjadi perdebatan. Adalah hal yang wajar jika orang tua menginginkan jodoh terbaik untuk anak-anaknya, namun akan menjadi sangat mengganggu jika sampai memaksakan kehendak tanpa peduli sedikitpun dengan pendapat si anak. Selalu menjadi sosok ‘yes-man’ atau penurut itu sangat merugikan diri kita. Teman-teman yang tidak baik akan mudah memanfaatkan dan memaksakan kehendaknya pada kita. Kita akan sungkan jika menolak ajakan yang tak selalu bermanfaat. Supaya Anda tidak terus-menerus mengalami hal tidak menyenangkan karena terlalu permisif, cobalah menerapkan beberapa hal sederhana berikut.


– Bergaullah dengan lingkungan yang positif

Anda kesulitan menolak permintaan orang lain? Sebenarnya mudah saja mendeteksi apakah hati Anda itu benar-benar ikhlas atau tidak. Jika Anda merasa keberatan dan sangat tidak ingin melakukannya, tegaslah dalam menolak. Tinggalkan teman-teman yang hanya memanfaatkan Anda dan tidak memberi kontribusi positif untuk pengembangan diri Anda.

Awalnya mungkin sangat sulit, namun cobalah untuk sedikit egois kali ini. Bayangkan saja, contoh seorang yang tipe rumahan dan sangat berhemat (gaya hidup pas-pasan) apakah akan cocok dengan teman-teman yang hobi mengajak keluar malam untuk dugem? Sekali dua kali mungkin ia akan senang, tetapi jika hampir tiap minggu dan ditempat dugem itu tak ada kegiatan positif yang bisa didapat, pasti akan sangat menyiksa hati dan kepala. Carilah lingkungan baru yang lebih baik. Ada banyak orang yang inspiratif didunia ini, yang harus Anda lakukan hanyalah mulai melangkah dan mau bersikap lebih terbuka dengan orang-orang baru.

Baca juga: Betapa kuatnya pengaruh lingkungan dalam hidup Anda

– Bersikap tegas namun tidak keras

Dipoin ini bisa kita pakai untuk menghadapi kengototan orang tua atau keluarga terdekat. Kita takut menyinggung hati orang-orang yang kita sayangi, masalahnya keluarga pun sama saja dengan kita. Kita sama-sama manusia biasa yang kadang lupa jika seseorang tidak diciptakan untuk menjadi budak orang lain. Cobalah untuk berdiskusi dengan tenang mengenai keinginan dan pilihan hidup kita. Kalau orang tua menolak dan tetap bersikeras, maka Anda tetap bisa menjalani pilihan Anda dengan penuh tanggung jawab.

Yang terpenting adalah Anda bisa membuktikan kesuksesan pada orang tua dengan pilihan yang Anda ambil dan bertanggung jawab dengan keputusan tersebut, it’s your life, pilihlah apa yang Anda inginkan. Keluarga/orang tua pasti akan mengerti nantinya kalau Anda juga bisa membuktikan dan serius sungguh-sungguh dengan plihan yang Anda mau, toh pada akhirnya Anda yang menjalani karena itu buatlah mereka paham sebisanya dan kalaupun mereka tidak paham tetap lakukan saja, buktikanlah dengan tindakan dan kesuksesan Anda.

– Belajarlah berkata tidak

Ketika Anda terbiasa menjadi seorang penurut (yes-man), maka kata ‘tidak’ adalah sebuah kata yang sangat ganjil dilidah. Katakan tidak pada hal-hal yang buruk, katakan tidak kepada orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dari diri kita, dan jangan takut dibenci hanya karena menjadi diri sendiri. Awalnya mungkin sulit, tetapi bila Anda lakukan dengan rutin maka mengatakan ‘tidak’ bukanlah hal yang rumit lagi.

Berani menolak, berani berkata tidak, belajarlah membiasakan diri menolak hal-hal yang menurut Anda tidak penting dan juga biasakan diri terhadap penolakan-penolakan yang ada dari orang lain. Pada akhirnya tolak-menolak adalah hal yang sangat wajar terjadi dalam hidup ini, karena kita semua berbeda, kita memiliki sudut pandang masing-masing yang seringkali berlawanan dan itu normal-normal saja, keep doing what you gonna do.

Jadi apakah Anda ingin mulai belajar menjadi orang yang lebih berani mengatakan ‘tidak’? Lakukanlah sekarang juga, berhenti menjadi seorang penurut (yes man) karena tidak ada yang salah dengan menjadi orang yang sedikit egois (individualis) karena hidup ini singkat jangan sia-siakan waktu yang ada untuk menuruti ekspektasi orang lain.

Akhir kata it’s your life, do whatever you want to do.


Related Post: