3 Alasan Kenapa Kamu Masih Jomblo / Single dan Sendiri Terus


Kehidupan percintaan itu memang rumit, saat kamu sedang suka dengan seseorang dia malah ga suka sama kamu, sebaliknya ada yang mungkin suka sama kamu, tapi kamunya malah ga suka, yang namanya cinta itu harus suka sama suka, kalau dipaksakan hanya dari satu sisi percayalah semua akan berakhir dengan sangat buruk (shit relationship). Namun terkadang ada orang yang terlalu lama jomblo sampai umur 25 tidak pernah pacaran/berhubungan dengan orang lain (jomblo perak), dan mungkin yang lebih parah lagi ada orang yang tidak pernah berpacaran sampai umur 50 (jomblo emas), pertanyaannya kenapa seseorang bisa terus-terusan single seperti itu, apakah karena mereka tidak diinginkan atau ada yang salah dengan diri mereka? Inilah 3 penyebab dan alasan utama kenapa seseorang bisa lama menjomblo dan sulit melepas status singlenya bertahun-tahun:

1. Punya ekspektasi yang ga realistis

udah jelek miskin lagiIni adalah penyebab utama seseorang bisa terus-terusan jomblo, ya karena mereka mengharapkan seseorang yang tidak realistis/tidak akan pernah ada dalam kehidupan mereka, contoh:

  • Pria gendut, miskin, pengangguran, anti sosial, kerjaannya nonton anime dan main game setiap hari, setiap malam minggu kerjaannya cuma nonton porno, mau dapetin wanita yang cantik seperti model, punya kehidupan sosial yang baik, rajin bekerja, dan yang lebih absurd mau menerima kekurangannya apa adanya.
  • Wanita yang cantik (tapi ga cantik-cantik amat), hidupnya sangat fashionable & instagramable, punya ekspektasi dapat pria anak sultan yang bisa tiap hari nemenin dia jalan-jalan shopping, bisa ajak liburan keluar negeri setiap bulan, mau beliin barang-barang branded untuknya, dan mau menerima dia apa adanya dengan kelakuan dan sifatnya yang cenderung egois/manja.

Kedua orang diatas sama-sama delusional dan mengharapkan sesuatu yang absurd, pria gendut diatas mau mencari kekasih yang bisa menerima dia walaupun dia tidak memiliki value apapun dalam hubungan percintaan, sebaliknya wanita cantik diatas mungkin punya sedikit value namun mengharapkan orang yang memacarinya bisa memberikan segalanya dalam hubungan mereka.


Mereka yang mengharapkan kesempurnaan pada orang lain dan berharap orang lain menganggap dirinya sempurna kemungkinan besar akan selamanya jomblo, ekspektasi seperti ini sering kita lihat dalam berbagai bentuk, kita selalu mengharapkan sesuatu dari lawan jenis entah itu wajah yang rupawan, tubuh ideal, kemapanan, pendidikan yang baik, dan sebagainya sampai kita lupa bahwa kita semua pasti memiliki cacat, kita tidaklah sempurna, bahkan sosok idola dan publik figur/artis yang Anda idam-idamkan itu juga memiliki kekurangannya sendiri namun Anda tidak melihatnya karena Anda melihat mereka sebagai “idola” dari sudut pandang “fans”, padahal dari sisi manusianya mereka juga tidak sesempurna apa yang Anda bayangkan, bahkan bisa jadi lebih buruk dari perkiraan Anda.

Pada akhirnya hubungan asmara ditentukan oleh kecocokan karakter dan mau menerima kekurangan masing-masing pribadi, boleh memiliki ekspektasi pada orang lain namun tetaplah belajar untuk mau menghargai kekurangan/ketidaksempurnaan orang lain, belajarlah untuk mengkoreksi diri dan juga mengimprove diri Anda sendiri, jika tidak maka jangan heran kalau Anda akan terus-terusan single seumur hidup.

2. Kamu tidak menghargai diri sendiri

bannga jadi jombloRasa respek dan hormat yang kamu dapat dari orang lain berbanding lurus dengan seberapa besar kamu respek dan menghargai dirimu sendiri, jika kamu menghargai dirimu baik secara fisik/berpenampilan, cara berjalan, gaya bicara, mengontrol emosi dan pikiran, orang lain juga akan ikut menghargai dirimu seperti yang sudah kamu perlihatkan.

Masih tidak percaya? Cobalah dalam sebulan ini rawat dirimu dengan baik, rajin mandi, berpakaian rapi, berolahraga, makan-makanan sehat, jaga bentuk tubuh, rajin bekerja, buang kebiasaan-kebiasaan buruk, dan sibuklah dengan duniamu sendiri daripada mengurusi hal-hal diluar sana yang tidak membawa value apapun terhadap hidupmu, percaya atau tidak, kamu akan menjadi versi dirimu yang lebih menarik dan lebih mudah bagi lawan jenis untuk tertarik pada kamu.

Mereka yang bisa menghargai dirinya sendiri justru akan lebih mudah dihargai ketimbang mereka yang cenderung minder dan tidak memiliki rasa percaya diri sama sekali, faktanya adalah semakin lama kamu menunggu dan tidak melakukan sesuatu yang berguna, semakin sulit menghilangkan rasa minder dan tidak PD ini dalam dirimu, jadi mulailah memperbaiki rasa respek dan hormat pada dirimu sendiri, mulailah menghargai dirimu sendiri hari ini, ya kamu adalah orang yang berharga, waktu kamu berharga, so don’t waste it.

3. Kamu kurang praktek/bertindak

Saya punya teman yang sangat jago kalo ngomongin soal jomblo, pokoknya udah kaya master dalam hubungan pria-wanita, dia suka bicara kalau wanita itu suka bla.bla.bla, kalau mau disukai harus bla.bla.bla tapi fakta ironisnya adalah dia sendiri masih single alias jomblo perak (ga pernah pacaran sekalipun sampai umur 25 dan bangga jadi jomblo), gimana bisa orang yang ga pernah pacaran ngasih tips-tips percintaan/asmara keorang lain? Intinya adalah jago teori doang ga cukup, kita harus praktek, beranikan diri untuk memulai komunikasi dengan lawan jenis, terutama jika kamu laki-laki, ya maklum dalam kamus wanita hampir mustahil untuk mereka melakukan “inisiasi” atau memulai obrolan terlebih dahulu entah karena faktor gengsi/jual mahal/tuntutan sosial/dll.

Intinya adalah “just do it”, tidak ada teori percintaan yang bisa 100% memprediksi apa yang lawan jenis kita akan lakukan, karena sifat dasar manusia itu adalah “unpredictable”, jadi lupakan teori, mulailah praktek, cari seseorang entah itu teman lama atau orang random di sosial media/aplikasi dating, hubungi dia, ajak ngobrol, ajak ketemuan, dan ingat 2 nasihat diatas, jangan berekspektasi berlebihan (sadar diri) dan juga hargai dirimu sendiri (jangan jual murah).

Baca juga: Cara menjadi jomblo berkualitas



Itulah 3 alasan mengapa seseorang bisa terus-terusan jomblo, pada akhirnya hubungan dengan seseorang jauh lebih kompleks dari sekedar teori-teori cinta yang ada (termasuk tulisan ini), keintiman dengan lawan jenis terjadi karena adanya kedekatan secara emosi dan pikiran, saat dua orang memiliki mutualisme (saling menguntungkan) baik secara perasaan dan value dalam hidup mereka.

Jadi ingatlah, jangan berekspektasi berlebihan, hargai dirimu sendiri, dan jangan banyak teori, segeralah praktek.


Related Posts: